CSR – Sebagai negara maritim terbesar di dunia, Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan garis pantai yang melintas sepanjang lebih dari 80 ribu kilometer. Luas lautan Indonesia ini perlu dijaga karena terdapat sumber daya alam yang kaya dan melimpah di dalamnya. Baca Juga: 4 Types of Corporate Social Responsibility (CSR) Program
Mengingat kondisi laut Indonesia yang saat ini mengkhawatirkan, seperti karena limbah plastik atau karena pencemaran akibat limbah cair. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menjaga kelestarian laut bersama-sama oleh berbagai pihak termasuk dari para perusahaan atau pelaku bisnis.
Berikut ini akan dibahas mengenai program CSR yang menerapkan etika bisnis ramah lingkungan untuk menjaga kelestarian laut.
Table of Contents
ToggleCorporate Sustainable Responsibility (CSR)
Corporate Sustainable Responsibility (CSR) atau tanggungjawab sosial perusahaan merupakan suatu etika bisnis perusahaan yang mendorong bisnis untuk mengadopsi kebijakan dan praktik ke arah keberlanjutan, kemasyarakatan, dan tujuan etis lainnya.
Perusahaan yang menerapkan inisiatif CSR hendaknya berpedoman pada hukum lokal dan internasional, termasuk peraturan lingkungan hidup, peraturan ketenagakerjaan, dan standar perlindungan konsumen. Seperti contohnya pedoman pada organisasi seperti Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tentang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs), yang mendorong dunia usaha untuk mengadopsi praktik berkelanjutan. Baca Juga: Mengetahui Perbedaan ESG dan CSR
Tanggung jawab pada Kelestarian Laut
Di dalam poin SDGs, salah satunya dijelaskan mengenai fokus menjaga keberlanjutan laut. Dari 17 poin di dalam SDGs, poin ke 14 menjelaskan ambisi untuk secara signifikan mereduksi berbagai jenis polusi terhadap laut, terutama dari aktivitas manusia dan dari limbah daratan.

Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan potensi keberlanjutan laut agar dapat memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat dan negara dalam jangka panjang. Inisiatif untuk menjaga kelestarian laut ini menjadi tanggung jawab bagi seluruh pihak. Salah satunya adalah bagi perusahaan yang memiliki program CSR.
Program CSR Konservasi Laut: Indosat
Salah satu contoh program CSR yang berfokus pada keberlanjutan laut adalah program CSR dari Indosat. Program ini berupaya untuk mengatasi pencemaran pada perairan laut Indonesia yang telah mencapai sekitar 75%. Melalui upaya konservasi lautnya, Indosat berkomitmen untuk membawa dampak positif secara berkelanjutan.
Dalam program CSR pilar lingkungan, Indosat telah melakukan kegiatan Konservasi Laut dan Perikanan di Jembrana, Bali pada tahun 2022. Kegiatan terebut memiliki 4 fokus utama, yaitu: rehabilitasi habitat laut, pengelolaan sampah plastik di daerah pesisir, penguatan komunitas penyu, dan penguatan mata pencaharian masyarakat pesisir.
Program CSR From Sea to Sea: Sushi Tei Indonesia
Program CSR berikutnya yang berfokus pada pelestarian ekosistem laut adalah dilakukan oleh Sushi Tei Indonesia. Melalui program From Sea to Sea, Sushi Tei bertujuan untuk merangkul masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian laut beserta ekosistemnya.
Direktur PT Sushi Tei Indonesia, Sonny Kurniawan mengungkapkan bahwa sebagai sebuah restoran yang mayoritas menggunakan bahan baku dari laut, Sushi Tei perlu untuk mengambil bagian dalam menjaga kelestarian laut.
Penyelenggaraan program CSR From Sea to Sea dilakukan di Kepulauan Seribu yang saat ini memang tengah menghadapi persoalan lingkungan. Dari adanya perubahan iklim dan tingginya tingkat pencemaran, telah terjadi kerusakan kawasan mangrove dan berkurangnya terumbu karang serta biota laut di perairan tersebut.
Program CSR Satu Hati Peduli Lingkungan: Pocari Sweat
Berikutnya, program CSR yang juga berfokus untuk menjaga lingkungan kelautan adalah dilakukan oleh Pocari Sweat. Dengan menggandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Pocari Sweat menginisiasi program “Pocari Sweat Satu Hati Peduli Lingkungan” sebagai langkah nyata untuk wujudkan kebersihan pantai di Indonesia.
Melalui program tersebut, Pocari Sweat mengalukan roadshow dan mengajak berbagai lapisan masyarakat seperti pelajar, komunitas peduli lingkungan, pedagang, hingga pengunjung pantai untuk bersama-sama menyisiri pantai dan membersihkan pantai dan berbagai sampah. Upata ini juga didukung oleh kompetisi digital bertajuk Pocari Sweat Sahabat Peduli Lingkungan.
Program CSR perusahaan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan laut perlu diapresiasi dan diteruskan. Adanya program tersebut menunjukkan bahwa perusahaan telah dengan sadar menerapkan etika bisnis yang lebih berwawasan hijau. Hal ini juga perlu diperluas kepada aspek lainnya seperti untuk mengurangi jumlah emisi perusahaan yang berkontribusi pada perubahan iklim. Untuk itu, kini telah hadir Satuplatform sebagai all-in-one solution bagi perusahaan untuk menuju etika bisnis berkelanjutan. Coba FREE DEMO Satuplatform untuk simulasi layanan sustainability perusahaan!
Similar Article
Membangun Karier di Sustainability: Seberapa Besar Peluang Green Jobs?
Survei global yang dilakukan oleh salah satu perusahaan Big Four menunjukkan bahwa 86% Gen Z dan 89% Milenial menganggap penting…
Pengaruh Sustainability Report terhadap Nilai Perusahaan: Mengapa Semakin Penting di Era ESG?
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap bisnis berkelanjutan, sustainability report menjadi salah satu dokumen penting. Dokumen ini umumnya digunakan perusahaan untuk…
Sustainability Report Manual vs Digital: Mana yang Lebih Efektif untuk Perusahaan Anda?
Menyusun sustainability report atau laporan keberlanjutan kini menjadi kebutuhan nyata bagi perusahaan di Indonesia bukan hanya bagi emiten publik yang…
ESG untuk Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG)
Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) adalah salah satu sektor dengan jejak lingkungan dan sosial terbesar di dunia. Dari rantai pasokan…
Panduan Membuat Baseline Emisi Karbon Perusahaan
Di tengah meningkatnya tekanan regulasi dan ekspektasi pemangku kepentingan terhadap keberlanjutan, semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mulai menyusun strategi…
Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM): Ancaman atau Peluang bagi Ekspor Indonesia?
Uni Eropa (UE) tengah mengubah cara dunia berbisnis. Mulai 2026, setiap produk yang masuk ke pasar Eropa dari negara-negara di…

