Semua orang di berbagai belahan bumi pasti memahami bahwa pengelolaan sampah tidak bertanggung jawab dapat menimbulkan kerugian dan membahayakan kehidupan serta lingkungan.
Sayangnya, masih banyak sekali individu bahkan kelompok yang mengabaikan hal tersebut. Di beberapa negara berkembang, pengelolaan sampah banyak yang belum berjalan dengan cara yang sehat.
Metode pengolahan sampah open dumping dengan membuang sampah langsung ke lahan terbuka tanpa penanganan terlebih dahulu menjadi yang umum digunakan. Akibatnya sampah terus menumpuk, menciptakan timbunan yang terus meninggi, dan terancam longsor serta terbakar.
Sampah organik menjadi salah satu jenis sampah yang pengolahannya belum optimal, seperti yang terjadi di Indonesia. Padahal, sampah organik yang dibuang sembarangan dapat menghasilkan kontaminasi dan bahaya.
Ketahui lima bahaya dari pengelolaan sampah organik tidak bertanggung jawab!
Table of Contents
Toggle1. Menghasilkan Gas Rumah Kaca
Faktanya, tumpukan sampah organik di alam terbuka dapat berkontribusi dalam meningkatkan efek gas rumah kaca penyebab pemanasan global.
Sampah organik seperti sisa makanan, daun, atau limbah sisa dapur jika dibuang ke lingkungan akan mengalami pembusukan secara anaerob.
Sampah organik yang membusuk di tempat pembuangan sampah (TPA) tanpa pengelolaan yang tepat akan menghasilkan gas metana (CH4), sebuah gas rumah kaca yang punya peran 25 kali lebih kuat dibandingkan karbondioksida (CO2) dalam memerangkap panas.

Kondisi ini akan meningkatkan dampak perubahan iklim, menambah pencemaran terhadap atmosfer, serta menyumbang pada pemanasan global.
2. Mencemari Lingkungan dan Menjadi Sumber Penyakit
Sampah organik yang membusuk akan menghasilkan cairan berwarna hitam atau cokelat yang disebut air lindi (leachate).
Air lindi bisa kita jumpai di TPA yang kemudian dapat meresap ke dalam tanah atau mencemari air sumur sekitar, juga dapat mengalir jauh mengikuti aliran sungai atau danau dan mencemari ekosistem yang umumnya merupakan sumber perairan yang penting bagi masyarakat.
Air lindi mungkin saja saling bercampur dengan berbagai senyawa kimia berbahaya dan bakteri patogen tertentu. Dampak negatifnya, air lindi bisa menurunkan kualitas air tanah, merusak ekosistem alam sekitar, dan potensi risiko kesehatan bagi manusia dan hewan.
3. Membebani Lahan TPA
Jumlah timbulan sampah memang semakin tidak terkendali setiap harinya. Pada tahun 2024 saja, jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat Indonesia mencapai 73,2 juta ton per tahun, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Dari jumlah total sampah tersebut, sekitar 62 persen di antaranya merupakan komposisi sampah organik dan baru sekitar 15 persen bagian saja yang dikelola dengan cara yang berkelanjutan.
Itu artinya, ada lebih banyak sampah yang berakhir di TPA atau mungkin sudah bocor dan mencemari lingkungan. Jika sampah tidak dipilah, volume sampah akan meningkat drastis dan terus bertambah, yang mempercepat umur pakai TPA dan menaikkan biaya pengangkutan serta pengelolaan sampah.
4. Menghambat Daur Ulang Sampah Anorganik
Meskipun sama-sama dianggap kotor, sampah anorganik ternyata punya kesempatan yang lebih besar untuk dapat diolah kembali menjadi barang baru yang bermanfaat.
Akan tetapi, sampah anorganik, seperti plastik atau kertas, yang bercampur dengan sampah organik disaat pembuangannya bisa membuat sampah anorganik jadi kotor dan sulit didaur ulang. Kondisi ini membuat material plastik dan kertas tersebut menurun nilai ekonominya.
Material anorganik pun jadi kotor dan sulit untuk didaur ulang. Mengarah pada meningkatnya jumlah sampah yang akhirnya berakhir di TPA atau dibakar.
5. Bentuk Pemborosan Sumber Daya
Masih selaras dengan penjelasan di atas, sampah organik seperti contohnya sisa makanan, sayur dan buah, serta sampah dedaunan umumnya masih bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi alam sekitar.
Sampah organik tersebut dapat diubah menjadi pupuk kompos yang berguna untuk pertanian atau sebagai bahan baku biogas untuk sumber energi alternatif. Tanpa pengelolaan yang tepat, semua potensi ini terbuang sia-sia.
Sampah organik tidak boleh dianggap remeh. Jika tidak dikelola dengan baik, ia bisa menjadi sumber polusi, penyakit, dan kerugian ekonomi.
Tentang Satuplatform
Satuplatform merupakan platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG management, carbon accounting, dan sustainability reporting. Kami dapat membantu Anda mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku.
Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat:
- Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien
- Menghitung & mengelola emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi
- Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional
Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang!
Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform.
Similar Article
Bioplastic dari Rumput Laut: Solusi Ramah Lingkungan untuk Masa Depan Bisnis Berkelanjutan
Mengenal Bioplastic dari Rumput Laut Bioplastic dari rumput laut (alga) menjadi salah satu inovasi material ramah lingkungan yang semakin menarik…
Menuju Hubungan Kelautan Dunia: Potensi Ekonomi Biru Indonesia Sebagai Pusat Global
Bersama World Economic Forum (WEF), Indonesia menjadi tuan rumah Ocean Impact Summit (OIS) pertama yang digelar di Bali pada 8–9…
Tren Sustainability 2026 yang Wajib Dipahami Perusahaan
Isu keberlanjutan atau sustainability kini bukan lagi sekadar tren tambahan dalam strategi perusahaan, melainkan telah menjadi bagian penting dalam arah…
Tantangan Pengumpulan Data ESG di Perusahaan Multi-Site
Penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance) kini menjadi bagian penting dalam strategi bisnis modern. Tidak hanya perusahaan besar global, perusahaan…
Hubungan Carbon Accounting dan Sustainability Report dalam Mendukung ESG Perusahaan
Perusahaan tidak lagi hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga harus mampu menunjukkan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial. Dalam konteks…
Kesalahan Umum dalam Penyusunan Sustainability Report
Kesadaran terhadap pentingnya praktik bisnis berkelanjutan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan kini tidak hanya dinilai dari performa finansial,…

