CSR modern menekankan tanggung jawab perusahaan memitigasi dampak positif dan negatif operasional terhadap masyarakat dan lingkungan, termasuk rantai pasok global]. CSR berlandaskan empat pilar utama: tanggung jawab lingkungan, praktik ketenagakerjaan etis, filantropi, dan etika bisnis.
Perusahaan dapat mengintegrasikan beragam proyek, seperti yang dijelaskan dalam contoh program CSR perusahaan berikut ini, untuk secara proaktif berkontribusi pada pengurangan jejak karbon dan mendukung tujuan iklim global.
Baca Juga: Adaptasi CSR Berkelanjutan: Integrasi Ekosistem dan Pemberdayaan Komunitas
Table of Contents
ToggleContoh Program CSR Perusahaan untuk Pengurangan Jejak Karbon

Lima perusahaan berikut ini mengupayakan program CSR dalam aspek energi, pelestarian lingkungan hingga pemberdayaan komunitas. Secara strategis, program-program tersebut berkontribusi pada pengurangan jejak karbon dan selaras dengan tanggung jawab iklim.
1. Pelestarian Lingkungan Terintegrasi PT Tjiwi Kimia Tbk
PT Tjiwi Kimia Tbk, sebagai produsen kertas dan bagian dari Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, mengimplementasikan keberlanjutan dari hulu hingga hilir. Inovasi proses produksi dan minimisasi limbah menjadi fokus, dengan program CSR spesifik:
- instalasi panel surya yang menghasilkan 16.800 MWh listrik dengan estimasi eliminasi 16.000 tCO2e,
- penanaman 15.000 pohon Kaliandra sebagai material biomassa untuk penurunan emisi karbon dan penyediaan energi terbarukan.
Keduanya program merupakan bagian integral “Program Industri Hijau” Tjiwi Kimia, selaras visi keberlanjutan APP SRV 2030, dan didukung sertifikasi ISO (mis. ISO 14001, 50001). Program ini bertujuan mengurangi jejak karbon dengan meningkatkan energi terbarukan dan mensubstitusi bahan bakar fosil, serta efisiensi energi dan air.
2. Penanaman Mangrove untuk Sekuestrasi Karbon PT Shimizu Bangun Cipta Kontraktor
Shimz, perusahaan konstruksi di Indonesia, melibatkan 45 karyawan dalam penanaman 100 pohon mangrove di PIK, Jakarta Utara. Diperkaya edukasi dan tur imersif, program ini bertujuan melestarikan lingkungan dan mendukung SDG dengan memanfaatkan kemampuan mangrove menyerap karbon secara signifikan.
Dampaknya meliputi peningkatan penyerapan karbon dan kelestarian pesisir, sekaligus mendorong keterlibatan karyawan sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap aksi iklim.
3. Transisi Energi Bersih dan Efisiensi Operasional MIND ID Group
Grup MIND ID menargetkan pengurangan emisi melalui transisi bahan bakar, peningkatan efisiensi produksi, dan carbon offset.
Inisiatif tersebut meliputi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) oleh Bukit Asam di jalan tol Ngurah Rai Bali Mandara sebagai program CSR, dan adopsi teknologi sel surya oleh ANTAM untuk penerangan area tambang bauksit. Seluruh aktivitas mendukung target pengurangan emisi 1% (2022) dan 15,8% (2030), serta aspirasi net zero Indonesia 2060 yang selaras dengan SDG 13 (Aksi Iklim).
Pada 2021, Grup MIND ID berhasil mengurangi emisi sebesar 71 ribu ton CO2e, dan pemanfaatan energi terbarukan ANTAM mendukung pengembangan masyarakat lokal. Program dekarbonisasi ini merupakan manifestasi dari pilar Lingkungan & Perubahan Iklim dalam Sustainability Pathway MIND ID, dengan pemetaan potensi pengurangan emisi di seluruh operasional perusahaan.
4. Reboisasi Skala Besar dengan Manfaat Komunitas PT United Tractors Tbk
Melalui program UTREES, United Tractors (UT) berkolaborasi dengan Perum Perhutani KPH Malang untuk merevegetasi 567 hektar hutan di Gunung Arjuno, menargetkan penanaman 70.000 pohon. Program ini merupakan upaya pengurangan emisi karbon yang UT lakukan.
Selaras SDG dan program pemerintah FOLU Net Sink 2030, contoh program CSR perusahaan ini menggunakan sekuestrasi karbon untuk mencapai target emisi UT 2030, mencegah perubahan iklim ekstrem, dan menciptakan lingkungan berkelanjutan.
Penanaman 70.000 pohon ini berkontribusi pada penyerapan CO2 dan peningkatan stok karbon.
5. Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Pertamina Hulu Mahakam – Wasteco
Wasteco merupakan program CSR Pertamina Hulu Mahakam. Melalui proyek ini, Pertamina Hulu Mahakam mengolah sampah menjadi gas metana sebagai sumber energi terbarukan untuk rumah tangga dan UMKM di sekitar TPAS Manggar, Balikpapan.
Tujuan program ini adalah mengurangi emisi gas rumah kaca, memitigasi risiko bencana alam, kerusakan lingkungan, dan mencegah dampak pemanasan global.
Wasteco berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 100.651,70 ton CO2eq/tahun, menyalurkan gas ke 1.520 aliran yang tersambung ke 380 rumah, dan mendukung 29 UMKM, menghemat 18.240 tabung LPG/tahun bagi masyarakat.
Inisiatif ini mengintegrasikan kontribusi lingkungan dengan penggerak perekonomian masyarakat, sejalan dengan prinsip ESG perusahaan dan selaras dengan SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Mengukur Dampak CSR untuk Keberlanjutan Nyata
Contoh program CSR perusahaan yang berfokus pada pengurangan jejak karbon merupakan investasi strategis yang memberikan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi yang nyata.
Daftar tersebut menunjukkan bagaimana perusahaan di Indonesia telah berhasil mengintegrasikan tanggung jawab iklim ke dalam operasional dan strategi keberlanjutan mereka.
Untuk memastikan program CSR Anda selaras dengan standar global dan secara transparan menunjukkan kontribusi lingkungan yang nyata, pengukuran dan pelaporan dampak menjadi krusial.
Pastikan kontribusi lingkungan Anda terverifikasi dan transparan. Segera jadwalkan demo gratis layanan Satuplatform untuk solusi yang optimal dan terukur bagi bisnis Anda.
Similar Article
Satuplatform Bawa Inovasi Carbon & ESG Management di Demo Day OJK Fintech Accelerator 2026
Jakarta, 27 Agustus 2026 — Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru bagi perusahaan rintisan untuk menghadirkan solusi yang menjawab kebutuhan…
Bencana Karhutla Mengancam Hutan Konservasi dan Penyerapan Karbon
Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) bukan hanya persoalan lingkungan yang menyebabkan kerusakan ekosistem dan hilangnya keanekaragaman hayati. Bencana ini juga…
Menghitung Jejak Karbon: Langkah Awal Perusahaan Mengurangi Emisi dan Menghadapi Perubahan Iklim
Perubahan iklim semakin mendorong perusahaan untuk memahami dan mengelola dampak lingkungan dari aktivitas bisnisnya. Salah satu langkah penting yang dapat…
Pemanasan Global dan Bencana di Indonesia: Mengapa Menghitung Jejak Karbon Itu Penting?
Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Namun, di saat yang sama, Indonesia juga menghadapi…
Mengapa Kota-Kota di Indonesia Semakin Panas? Mengenal Fenomena Urban Heat Island dan Dampak Iklimnya
Jakarta, Surabaya, Bekasi, hingga Palembang belakangan kerap muncul dalam daftar wilayah dengan suhu harian tertinggi di Indonesia. Bagi warga yang…
Meningkatnya Frekuensi Cuaca Ekstrem di Indonesia: Bagaimana Data Menunjukkan Dampak Perubahan Iklim?
Banjir bandang, angin kencang, hingga siklon tropis yang belakangan lebih sering muncul di pemberitaan bukan sekadar kesan subjektif. Badan Meteorologi,…

