Pemanasan global nampaknya tidak lagi bisa dianggap sepele sebab pengaruhnya saat ini sudah semakin mengancam keberlangsungan hidup masyarakat dan makhluk hidup lainnya.
Meningkatnya frekuensi suhu rata-rata global menyebabkan udara semakin panas dan kering yang berdampak pada luruhnya es di antartika. Kondisi ini bisa membuat permukaan air laut naik semakin tinggi, mengancam keberadaan beberapa negara.
Pada dasarnya, pemanasan global dapat memberikan ancaman terhadap seluruh makhluk hidup di muka bumi. Namun, dampaknya bisa jadi berbeda-beda, terutama bagi negara-negara kepulauan dengan ketinggian daratan rendah.
Baca juga artikel lainnya : 5 Cara Dukung Penerapan Green Energy
Melansir berbagai sumber, terdapat beberapa negara yang disebut akan menghadapi ancaman serius dari naiknya permukaan air laut akibat pemanasan global. Berikut adalah beberapa di antaranya.
Table of Contents
Toggle1. Kiribati di Oceania
Terletak di timur laut Australia, negara Kiribati memiliki ketinggian daratan sekitar 3 meter saja dengan ketinggian air meningkat sampai dengan 1,2 cm per tahunnya.
Negara yang populasinya berjumlah 132.530 jiwa per tahun 2023 ini menjadi salah satu negara yang berpotensi tenggelam dan hilang akibat naiknya permukaan laut.
Dikutip dari Okezone, Kiribati akan menjadi negara pertama di dunia yang seluruh warganya akan direlokasi jika suatu saat negaranya hilang.
2. Vanuatu di Oceania
Sama-sama terletak di timur laut Australia, Vanuatu menjadi negara selanjutnya yang turut menghadapi ancaman kenaikan permukaan air laut dan berpotensi tenggelam jika kondisi pemanasan global semakin parah.
Negara kepulauan di Pasifik Selatan ini juga menghadapi ancaman peningkatan frekuensi bencana alam akibat perubahan iklim. PBB menyebut bahwa Vanuatu merupakan negara yang paling rentan akan bencana alam.
3. Nauru
Sebuah negara kepulauan yang kecil dan terletak di Samudra Pasifik Tengah ini disebut akan tenggelam dan menghilang dari peta apabila kenaikan muka air laut semakin parah.

Melansir CNN Indonesia, rata-rata ketinggian daratan di negara ini cukup rendah, yakni 65 meter, dengan kenaikan permukaan air lautnya terjadi 2-3 kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global.
4. Negara-Negara Kepulauan Pasifik Lainnya
Tidak hanya tiga negara di atas yang terancam tenggelam akibat kenaikan permukaan air laut, negara-negara seperti Fiji, Kepulauan Solomon, Tonga, dan Kepulauan Marshall juga menghadapi ancaman serupa.
Pemanasan global memaksa mereka untuk beradaptasi dan senantiasa waspada akan kemungkinan yang bisa terjadi, di samping melakukan upaya pencegahan untuk mengatasi peningkatan suhu dan perubahan iklim.
5. Indonesia
Sebagai negara kepulauan, Indonesia juga menghadapi risiko tenggelamnya pulau-pulau kecil akibat kenaikan permukaan laut. Beberapa wilayah pesisir telah mengalami abrasi dan banjir rob yang semakin sering terjadi.
Berdasarkan laman Kompas, Indonesia menjadi salah satu dari delapan negara di Asia yang terancam tenggelam pada 20250 nanti. Temuan ini diungkap di dalam penelitian berjudul New elevation data triple estimates of global vulnerability to sea-level rise and coastal flooding yang diterbitkan di Nature Communications.
Disebutkan bahwa Asia akan menjadi wilayah yang paling merasakan dampak dari pemanasan global dan naiknya rata-rata muka air laut, dengan negara-negara yang terdampak umumnya negara kepulauan.
Kenaikan permukaan air laut yang disebabkan oleh pemanasan global akan mencairkan es di kutub dan memperluas volume air laut. Tragedi ini berpotensi menyebabkan hilangnya habitat secara keseluruhan, merusak ekosistem yang ada, dan menciptakan fenomena migrasi penduduk secara besar-besaran ke daerah yang lebih aman.
Tentang Satuplatform
Satuplatform merupakan platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG management, carbon accounting, dan sustainability reporting. Kami dapat membantu Anda mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku.
Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat:
- Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien
- Menghitung & mengelola emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi
- Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional
Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang!
Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform.
Similar Article
Membangun Karier di Sustainability: Seberapa Besar Peluang Green Jobs?
Survei global yang dilakukan oleh salah satu perusahaan Big Four menunjukkan bahwa 86% Gen Z dan 89% Milenial menganggap penting…
Pengaruh Sustainability Report terhadap Nilai Perusahaan: Mengapa Semakin Penting di Era ESG?
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap bisnis berkelanjutan, sustainability report menjadi salah satu dokumen penting. Dokumen ini umumnya digunakan perusahaan untuk…
Sustainability Report Manual vs Digital: Mana yang Lebih Efektif untuk Perusahaan Anda?
Menyusun sustainability report atau laporan keberlanjutan kini menjadi kebutuhan nyata bagi perusahaan di Indonesia bukan hanya bagi emiten publik yang…
ESG untuk Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG)
Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) adalah salah satu sektor dengan jejak lingkungan dan sosial terbesar di dunia. Dari rantai pasokan…
Panduan Membuat Baseline Emisi Karbon Perusahaan
Di tengah meningkatnya tekanan regulasi dan ekspektasi pemangku kepentingan terhadap keberlanjutan, semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mulai menyusun strategi…
Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM): Ancaman atau Peluang bagi Ekspor Indonesia?
Uni Eropa (UE) tengah mengubah cara dunia berbisnis. Mulai 2026, setiap produk yang masuk ke pasar Eropa dari negara-negara di…

