Upaya Uni Eropa dalam mengurangi produksi emisi karbon dioksida (CO2) dan melawan krisis perubahan iklim, akhir-akhir ini nampaknya membuahkan hasil positif. Baca Juga: Pengertian Emisi Karbon: Sumber, Dampak, dan Cara Mengatasinya
Pasalnya, berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Centre for Research on Energy and Clean Air’s (CREA), yang terbit pada Januari 2024 kemarin, menyebut bahwa tingkat emisi CO2 tahunan Uni Eropa dari bahan bakar fosil pada 2023 mengalami penurunan sebesar 8% dibandingkan tahun 2022. Penurunan terbesar kedua yang pernah tercatat sejak 1960an.
Pada saat yang sama, emisi dari batu bara di Uni Eropa mengalami penurunan sebesar 25%, emisi terkait gas turun sebesar 11%, dan emisi dari minyak bumi juga turun sebesar 2%. Lebih rendah 2 kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sebelumnya, pada masa pandemi COVID-19, Uni Eropa juga pernah mencatatkan penurunan emisi CO2 lainnya. Hal ini terjadi karena adanya lockdown yang menyebabkan beberapa sektor industri mengalami pembatasan aktivitas.
Emisi CO2
Table of Contents
ToggleFaktor Pendukung Turunnya Emisi CO2 di Uni Eropa
Masih berdasarkan laporan analisis yang sama, ada salah satu faktor utama yang mendukung terjadinya penurunan emisi karbon dioksida di seluruh wilayah Uni Eropa. Baca Juga: Emisi Gas Rumah Kaca Scope 1, 2 dan 3
CREA mengungkapkan bahwa lebih dari separuh penurunan tersebut, atau sekitar 56% nya disebabkan oleh perluasan sumber energi terbarukan yang sangat pesat. Mulai dari pemanfaatan tenaga angin dan surya, serta pulihnya pembangkit listrik tenaga air dan nuklir yang membantu Uni Eropa mencapai hasil positif tersebut.
Perluasan sumber energi terbarukan ini dilakukan selain sebagai inisiatif berkelanjutan dalam mencapai target 2030, juga sebagai akibat dari krisis energi berkepanjangan yang dipicu oleh krisis energi global. Oleh karena itu, Uni Eropa juga perlu mulai mengurangi ketergantungan akan bahan bakar fosil dan mulai beralih ke energi hijau dan terbarukan.
Uni Eropa sendiri memang memiliki target energi terbarukan yang mengikat, yakni 42,5% pada 2030. Target ini mengharuskan 27 negara Uni Eropa melipatgandakan porsi energi terbarukan yang dimiliki sampai akhir dekade ini.
Ditambah dengan diterapkannya Undang-Undang Iklim Eropa yang menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca setidaknya 55% pada 2030. Hal ini menjadikan upaya netralitas iklim mengikat secara hukum.
Upaya Uni Eropa Mencapai Pengurangan Emisi CO2
Uni Eropa telah sejak lama berusaha keras menurunkan emisi gas rumah kaca dengan berbagai cara. Dikutip dari EU Monitor, ada beberapa langkah yang diambil untuk memenuhi target pengurangan emisi karbon pada 2030, di antaranya.
- Menerapkan European Climate Law sebagai bagian dari European Green Deal dan membentuk peta jalan Uni Eropa menuju netralitas iklim
- Menjalankan Sistem Perdagangan Emisi untuk Industri (The EU’s ETS)
- Mendorong pengurangan emisi dari sektor transportasi
- Mengurangi emisi dari sektor energi
- Mengkonsumsi lebih sedikit energi
- Meningkatkan pengembangan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan
- Menetapkan harga karbon pada barang impor
- Mengatasi emisi karbon dari sektor lain, diluar transportasi, pertanian, bangunan, dan pengelolaan limbah yang belum tercakup ke dalam EU’s ETS
- Melakukan pemanfaatan hutan untuk menangkap emisi
- Mengurangi gas rumah kaca selain CO2, seperti metana, gas berfluorinasi, dan zat perusak ozon
Sampai dengan saat ini, Uni Eropa masih terus memaksimalkan upaya mereka dalam berkontribusi memerangi pemanasan global dan mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca. Hal ini tentu memerlukan kerjasama dari pihak untuk menyukseskannya.
Your All-in-One Sustainability Platform
Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG management, carbon accounting, dan sustainability reporting.
Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat:
- Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien
- Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi
- Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional
Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform.
Similar Article
Bioplastic dari Rumput Laut: Solusi Ramah Lingkungan untuk Masa Depan Bisnis Berkelanjutan
Mengenal Bioplastic dari Rumput Laut Bioplastic dari rumput laut (alga) menjadi salah satu inovasi material ramah lingkungan yang semakin menarik…
Menuju Hubungan Kelautan Dunia: Potensi Ekonomi Biru Indonesia Sebagai Pusat Global
Bersama World Economic Forum (WEF), Indonesia menjadi tuan rumah Ocean Impact Summit (OIS) pertama yang digelar di Bali pada 8–9…
Tren Sustainability 2026 yang Wajib Dipahami Perusahaan
Isu keberlanjutan atau sustainability kini bukan lagi sekadar tren tambahan dalam strategi perusahaan, melainkan telah menjadi bagian penting dalam arah…
Tantangan Pengumpulan Data ESG di Perusahaan Multi-Site
Penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance) kini menjadi bagian penting dalam strategi bisnis modern. Tidak hanya perusahaan besar global, perusahaan…
Hubungan Carbon Accounting dan Sustainability Report dalam Mendukung ESG Perusahaan
Perusahaan tidak lagi hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga harus mampu menunjukkan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial. Dalam konteks…
Kesalahan Umum dalam Penyusunan Sustainability Report
Kesadaran terhadap pentingnya praktik bisnis berkelanjutan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan kini tidak hanya dinilai dari performa finansial,…

