Implikasi Sustainable Infrastructure pada Bisnis Dalam Mendukung Environmental Sustainability

Pada tahun 2021, UNEP melaporkan bahwa 79% dari total emisi GRK di dunia berkaitan dengan sektor infrastruktur, dengan pertumbuhan pesat area urban (perkotaan) menjadi sumber utama emisi. Data ini menunjukkan pentingnya tindakan strategis untuk mengatasi masalah emisi karbon dan krisis iklim. 

Konsep environmental sustainability (lingkungan yang berkelanjutan) dipandang sebagai fondasi integral dari aksi iklim yang menyeluruh, selaras dengan SDGs dan target net-zero global. Untuk dapat mengembangkan konsep tersebut, adopsi dan pemanfaatan sustainable infrastructure menjadi penggerak kunci yang perlu pemerintah dan perusahaan implementasikan sedini mungkin. 

BACA JUGA: TRANSISI GREEN ECONOMY MELALUI ASEAN GREEN FUTURE

Memahami Konsep dan Komponen Infrastruktur Berkelanjutan 

Sustainable infrastructure atau infrastruktur berkelanjutan mengacu pada seluruh fasilitas dan sistem yang mempertimbangkan implikasi ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam seluruh prosesnya, mulai dari rancangan, pembangunan, hingga pengoperasiannya. 

4 Komponen Utama Sustainable Infrastructure

2

Konsep infrastruktur ini menargetkan keseimbangan antara tiga pilar utama: ekonomi, sosial, dan lingkungan (triple bottom line). Untuk mendukung environmental sustainability, implementasi infrastruktur berkelanjutan mencakup sejumlah komponen kunci yang saling terkait

1. Ketahanan Iklim

Sistem infrastruktur harus mampu menahan dan pulih dengan cepat dari bencana alam, seperti cuaca ekstrem.

2. Efisiensi Sumber Daya

Infrastruktur ini mengoptimalkan penggunaan energi, air, dan material untuk meminimalkan limbah dan jejak lingkungan.

3. Inovasi dan Teknologi

Pemanfaatan teknologi mutakhir sangatlah esensial. Contohnya adalah penggunaan smart grid yang mengoptimalkan distribusi listrik, dan Building Information Modeling (BIM) yang memungkinkan perencanaan dan desain yang lebih presisi dan efisien.

4. Inklusi Sosial

Infrastruktur berkelanjutan harus memastikan bahwa manfaatnya dapat diakses secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk menciptakan lapangan kerja dan mempromosikan kesetaraan sosial.

Peluang Ekonomi dan Tantangan Penerapan Infrastruktur Berkelanjutan bagi Bisnis

Walaupun konsep sustainable infrastructure untuk kebutuhan environmental sustainability membutuhkan keterlibatan lintas sektor dan peran, dunia bisnis, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia, dapat turut memanfaatkan peluang dan menghadapi tantangan. 

Peluang Ekonomi 

1. Penciptaan Lapangan Kerja

Investasi dalam infrastruktur berkelanjutan berpotensi menciptakan lebih banyak pekerjaan, bahkan untuk pekerja dengan keterampilan rendah dan komunitas lokal, dibandingkan investasi di sektor konvensional dan mendukung transisi tenaga kerja ke sektor hijau.

2. Daya Tarik Investasi

Infrastruktur yang mengadopsi prinsip sustainability dapat menarik investasi swasta dan asing, terutama dari investor yang memprioritaskan kriteria ESG sebagai bukti komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan penanganan emisi karbon. 

3. Penghematan Biaya Jangka Panjang

Meskipun investasi awalnya terhitung tinggi, efisiensi sumber daya dan penghematan operasional, contohnya penggunaan energi yang lebih rendah biaya, sehingga dapat menghasilkan keuntungan finansial yang substansial dalam jangka panjang.

Tantangan Utama

1. Investasi Awal Tinggi

Salah satu hambatan utama inisiatif ini adalah kebutuhan modal awal yang besar untuk berinvestasi dalam teknologi dan material berkelanjutan.

2. Kesenjangan Investasi

Terdapat kesenjangan investasi global yang mencapai USD 2,6 triliun per tahun. Sayangnya, sebagian besar investasi masih dialokasikan untuk proyek-proyek konvensional.

3. Hambatan Regulasi dan Greenwashing

Kurangnya standar dan insentif yang seragam dapat menghambat kemajuan proyek. Selain itu, risiko praktik greenwashing dapat menyesatkan investor dalam memilih portofolio proyek. 

Oleh karena itu, kerangka regulasi yang berfokus pada transparansi sustainability reporting, seperti EU Taxonomy dan SFDR, menjadi semakin penting untuk memastikan klaim yang terstandarisasi, transparan, dan kredibel. 

Mekanisme Aksi Bisnis dalam Mengakselerasi Environmental Sustainability

Dengan memahami komponen, peluang, dan tantangan sustainable infrastructure, perusahaan dapat mengimplementasikan 4 pendekatan utama agar dapat mendukung pencapaian target lingkungan berkelanjutan. 

1. Penilaian Siklus Hidup dan Visi Jangka Panjang

Lakukan penilaian menyeluruh (Life Cycle Assessment) untuk mengevaluasi dampak lingkungan dan biaya di sepanjang seluruh masa pakai proyek. Langkah ini perlu didukung oleh visi jangka panjang yang sejalan dengan peta jalan net-zero nasional agar tepat sasaran dan efektif. 

2. Prioritaskan Pemanfaatan Aset Lama

Sebelum membangun aset baru, utamakan perbaikan atau peningkatan infrastruktur yang sudah ada untuk menghindari jumlah investasi yang terlantar sia-sia. Dengan begitu, perusahaan dapat menekan biaya investasi yang tidak terlalu mendesak. 

3. Pengadaan Berkelanjutan dan Kepatuhan

Jadikan kriteria sustainability sebagai syarat dalam proses procurement dan kontrak untuk memastikan pemasok dan mitra mematuhi standar lingkungan yang ketat. Kepatuhan ini juga mencakup verifikasi klaim keberlanjutan menggunakan kerangka regulasi yang diakui.

4. Kolaborasi Lintas Sektor

Implementasi yang efektif memerlukan kemitraan yang kuat dan cross-border partnership untuk berbagi pengetahuan, risiko, dan pendanaan, terutama dalam proyek-proyek infrastruktur besar.

Pentingnya Sustainable Infrastructure pada Bisnis untuk Memastikan Environmental Sustainability

Konsep infrastruktur berkelanjutan meliputi berbagai aspek lingkungan, mulai dari bangunan, transportasi, energi, hingga air dan pengelolaan limbah. Penerapan pembangunan infrastruktur ini merupakan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau yang lebih menyeluruh dan tangguh dan menuntut komitmen penuh pada kesehatan lingkungan dan pengurangan emisi karbon. Perusahaan dan bisnis dapat memulai penerapan strategi environmental sustainability dengan menggunakan manajemen iklim dari Satuplatform.  Pelajari layanan kami lebih lanjut  untuk membantu menavigasi transisi ini secara efektif dan memastikan investasi selaras dengan komitmen global untuk dampak positif yang nyata.

Similar Article