Table of Contents
TogglePengertian Biofuel
Pada dasarnya, Biofuel adalah bahan bakar yang berasal dari biomassa atau senyawa organik seperti hewan dan tumbuhan. Biofuel dapat berupa gas ataupun cair.
Jenis Biofuel
Biofuel memiliki beberapa jenis diantaranya :
-
- Bioetanol yaitu alkohol yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti gandum, tebu, jagung,ubi singkong bahkan limbah sayuran.
- Biodiesel, yaitu bahan bakar yang terbuat dari minyak kedelai, minyak buah jarak, hingga minyak sawit mentah.
- Biogas, yaitu bahan yang digunakan untuk menyalakan kompor atau listrik.
Proses Pembuatan Biofuel
Menurut Isabel Nunes, seoran asisten professor dari Universidade de Averio Portugal saat menjadi pembicara dalam program Global Engagement Grant (GEG) 2020 mengungkapkan bahwa ada tiga cara dalam pembuatan biofuel.
- Pembakaran limbah organik kering (seperti limbah rumah tangga, industri dan pertanian).
- Proses melalui fermentasi limbah basah (seperti kotoran hewan) tanpa oksigen untuk menghasilkan biogas yang mengandung hingga 60% metana.
- Proses yang terakhir yaitu permentasi tebu dan jagung untuk menghasilkan alkohol dan ester.
Bioetanol Sebagai Biofuel Yang Paling Banyak Digunakan
Saat ini, bioetanol merupakan biofuel yang paling banyak digunakan. Hal ini dikuatkan dengan produksi etanol yang mencapai 3-4 milliar galon pada tahun 2004 di Amerika Serikat. Jumlah ini pun terus bertambah setiap tahunnya. Baca Juga : Penilaian Daur Hidup (LCA) Untuk Menciptakan Bisnis Berkelanjutan
Bioetanol adalah bahan bakar alternatif yang prospektif karena beberapa alasan seperti tidak memberi kontribusi pada pemanasan global, dapat dicampur dengan gasoline sampai 10% (E10), dan dapat dibuat dari bahan-bahan alami (biomassa) yang dapat diperbaharui (renewable) seperti ubi kayu, jagung, dan buah-buahan.
Bioetanol juga dapat dimaanfaatkan sebagai pengganti MTBE (methyl tertiary butyl ether) yang potensial. MTBE adalah aditif bahan bakar (fuel additive) yang bersifat toksik dan banyak digunakan di beberapa negara.
Bioetanol merupakan bahan bakar nabati yang relatif mudah dan murah diproduksi sehingga industri rumahan sederhana pun mampu membuatnya. Biasanya bioetanol dibuat dengan teknik fermentasi biomassa seperti umbi-umbian, jagung atau tebu, lalu dilanjutkan ke proses destilasi. Bioetanol dapat digunakan secara langsung maupun tidak langsung sebagai bahan bakar.
Kelebihan Biofuel
Ramah Lingkungan
Bahan bakar fosil menghasilkan banyak karbon dengan tingkat polusi udara yang besar, karbon ini juga bergabung dengan gas rumah kaca lainnya seperti metana dan dapat merugikan iklim. Sebaliknya, biofuel tidak melepaskan karbon ke atmosfer karena merupakan bahan bakar bersih sehingga penggunaannya ramah lingkungan.
Biaya Produksi Rendah
Kebanyakan biofuel mudah diproduksi dan lebih murah daripada bahan bakar fosil. Secara tidak langsung, penggunaan biofuel dapat meningkatkan standar hidup masyarakat dengan membantu mengurangi melonjaknya biaya hidup, khususnya dalam hal kebutuhan bahan bakar. Biofuel yang diproduksi sendiri juga akan mengurangi ketergantungan dan meningkatkan stabilitas ekonomi.
Energi Terbarukan
Sebagian besar sumber energi yang tidak terbarukan berkontribusi pada efek rumah kaca dan mengakibatkan bencana lingkungan (sebagai contoh energi nuklir).
Namun, biofuel berbahan dasar tumbuhan dan kotoran hewan, sehingga bersih dan ramah lingkungan. Selain itu, bahan dasarnya pun mudah didapatkan karena tinggal berada di sekitar manusia. Sehingga, energi ini akan terus terbarukan.
Your All-in-One Sustainability Platform
Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG management, carbon accounting, dan sustainability reporting.
Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat:
- Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien
- Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi
- Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional
Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform.
Similar Article
Satuplatform Bawa Inovasi Carbon & ESG Management di Demo Day OJK Fintech Accelerator 2026
Jakarta, 27 Agustus 2026 — Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru bagi perusahaan rintisan untuk menghadirkan solusi yang menjawab kebutuhan…
Bencana Karhutla Mengancam Hutan Konservasi dan Penyerapan Karbon
Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) bukan hanya persoalan lingkungan yang menyebabkan kerusakan ekosistem dan hilangnya keanekaragaman hayati. Bencana ini juga…
Menghitung Jejak Karbon: Langkah Awal Perusahaan Mengurangi Emisi dan Menghadapi Perubahan Iklim
Perubahan iklim semakin mendorong perusahaan untuk memahami dan mengelola dampak lingkungan dari aktivitas bisnisnya. Salah satu langkah penting yang dapat…
Pemanasan Global dan Bencana di Indonesia: Mengapa Menghitung Jejak Karbon Itu Penting?
Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Namun, di saat yang sama, Indonesia juga menghadapi…
Mengapa Kota-Kota di Indonesia Semakin Panas? Mengenal Fenomena Urban Heat Island dan Dampak Iklimnya
Jakarta, Surabaya, Bekasi, hingga Palembang belakangan kerap muncul dalam daftar wilayah dengan suhu harian tertinggi di Indonesia. Bagi warga yang…
Meningkatnya Frekuensi Cuaca Ekstrem di Indonesia: Bagaimana Data Menunjukkan Dampak Perubahan Iklim?
Banjir bandang, angin kencang, hingga siklon tropis yang belakangan lebih sering muncul di pemberitaan bukan sekadar kesan subjektif. Badan Meteorologi,…

