Berapa Banyak Emisi Karbon yang Dilepas Saat Karhutla?

Setiap musim kemarau, asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hampir selalu menjadi berita utama di Indonesia mulai dari kabut asap lintas provinsi hingga sekolah yang terpaksa diliburkan. Namun dibalik dampak yang terlihat kasat mata itu, ada angka lain yang jarang dibahas publik secara luas: berapa sebenarnya jumlah karbon yang dilepas ke atmosfer setiap kali karhutla terjadi, dan seberapa besar pengaruhnya terhadap krisis iklim yang lebih luas?

Skala Emisi Karhutla Indonesia dari Tahun ke Tahun

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat bahwa emisi karbon dari karhutla sempat mencapai titik tertinggi pada 2019, yaitu sekitar 624 juta ton CO2, seiring meluasnya kebakaran lahan gambut saat kemarau panjang. Angka ini kemudian turun drastis menjadi sekitar 40 juta ton CO2 pada 2020 dan sekitar 29,6 juta ton CO2 hingga Agustus 2021, sebelum kembali naik ke sekitar 183 juta ton CO2e pada 2023 saat fenomena El Nino memicu kekeringan lebih panjang. Pada 2026, lembaga non-pemerintah Walhi memperkirakan karhutla sepanjang Januari hingga awal September telah melepas sekitar 31 juta ton CO2 setara dengan total emisi gas rumah kaca tahunan sebuah negara berpenduduk sekitar 11 juta jiwa seperti Kuba.

Mengapa Angka Emisi Karhutla Bisa Berbeda-beda Antar Lembaga

Menariknya, tidak semua lembaga sepakat pada satu angka yang sama. Masih untuk periode yang sama di 2026, layanan pemantauan bumi milik Uni Eropa, Copernicus, memperkirakan emisi karhutla Indonesia justru delapan kali lebih tinggi dari estimasi Walhi, yaitu sekitar 239 juta ton CO2. Perbedaan besar ini umumnya terjadi karena metode pengukuran yang berbeda serta pemantauan berbasis satelit yang menghitung intensitas radiasi api (fire radiative power) cenderung menangkap area terbakar yang lebih luas dan lebih banyak titik api dibanding metode berbasis survei lapangan atau data resmi pemerintah. Bagi perusahaan yang ingin memasukkan risiko karhutla ke dalam laporan keberlanjutannya, penting untuk memahami bahwa rentang estimasi ini adalah hal wajar dalam sains iklim, bukan indikasi data yang tidak dapat dipercaya.

Mengapa Kebakaran Gambut Melepas Karbon Jauh Lebih Besar

Tidak semua lahan yang terbakar melepas jumlah karbon yang sama. Penelitian emisi karhutla berbasis tutupan lahan menunjukkan variasi yang cukup lebar, dari sekitar 11 ton CO2 per hektar pada hutan sekunder tua hingga lebih dari 950 ton CO2 per hektar pada lahan semak belukar kering, tergantung jenis vegetasi dan kandungan bahan organik yang terbakar. Yang membuat kebakaran di Indonesia sering kali jauh lebih besar dampaknya adalah keberadaan lahan gambut. Gambut menyimpan karbon organik yang terakumulasi selama ratusan hingga ribuan tahun; ketika terbakar, karbon yang tersimpan itu ikut terlepas ke atmosfer dalam waktu singkat, jauh melampaui emisi dari kebakaran vegetasi permukaan biasa. Inilah sebabnya kebakaran di provinsi dengan lahan gambut luas seperti Riau, Jambi, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan kerap menjadi penyumbang emisi terbesar setiap musim kemarau.

Baca Juga : Erupsi Gunung Berapi vs Emisi Industri Mempengaruhi Laporan ESG dan Carbon Footprint?

Kaitan Karhutla dengan Krisis Iklim dan Rantai Pasok Perusahaan

Karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan lokal, ia terhubung langsung dengan rantai pasok banyak perusahaan global. Analisis Greenpeace International pada periode 2015-2018 menemukan bahwa kebakaran yang terjadi di lahan konsesi melepas sekitar 427 juta ton CO2, dengan sekitar 200 juta ton berasal dari lahan sawit dan 227 juta ton dari lahan hutan tanaman industri (pulp dan kertas), dua komoditas yang menjadi bahan baku ribuan produk konsumen sehari-hari. Bagi perusahaan yang menggunakan sawit, pulp, atau turunannya sebagai bahan baku, emisi dari karhutla di area pemasoknya berpotensi masuk sebagai emisi Scope 3 (rantai pasok) dalam laporan carbon footprint, meski kejadiannya berada jauh di luar operasional langsung perusahaan. Karhutla yang berulang juga mengancam target iklim nasional Indonesia, termasuk komitmen FOLU Net Sink 2030 di sektor kehutanan dan penggunaan lahan.

Langkah Praktis bagi Perusahaan dalam Merespons Risiko Karhutla

  1. Menerapkan kebijakan rantai pasok tanpa deforestasi dan tanpa pembukaan lahan gambut (NDPE) bagi pemasok komoditas berisiko tinggi seperti sawit dan pulp.
  2. Memantau titik panas (hotspot) di wilayah operasional dan area pemasok menggunakan data satelit publik sebagai bagian dari due diligence lingkungan.
  3. Memasukkan estimasi emisi terkait perubahan lahan (land-use change) ke dalam perhitungan Scope 3 carbon footprint perusahaan secara transparan.
  4. Menyusun rencana mitigasi dan pemulihan pasca-karhutla sebagai bagian dari strategi manajemen risiko iklim jangka panjang.

Memahami skala emisi karhutla membantu perusahaan menempatkan isu ini secara proporsional dalam laporan ESG, bukan hanya sebagai berita musiman, tetapi sebagai risiko iklim dan rantai pasok yang terukur dan bisa dikelola.

Tentang Satuplatform – End-to-End ESG & Carbon Management Solution

Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Strategy yang membantu perusahaan mengelola keberlanjutan secara menyeluruh. Mulai dari pengukuran emisi karbon, pengelolaan data ESG, penyusunan Sustainability Report, hingga implementasi strategi dekarbonisasi, Satuplatform menghadirkan solusi komprehensif yang terukur dan sesuai standar nasional maupun internasional.

Sebagai end-to-end solution partner, Satuplatform menggabungkan kekuatan teknologi digital dengan pendampingan konsultan ahli untuk memastikan transformasi keberlanjutan berjalan efektif, akurat, dan berdampak nyata bagi bisnis.

Solusi Terintegrasi Satuplatform meliputi:

  • Perhitungan dan monitoring emisi karbon (Scope 1, Scope 2, Scope 3)

  • ESG reporting & compliance sesuai standar nasional dan global

  • Dashboard analitik untuk pengambilan keputusan berbasis data

  • Training, capacity building & ESG awareness program untuk perusahaan

  • Pendampingan ahli dalam strategi dekarbonisasi dan sustainability transformation

Siap Memulai Perjalanan Bisnis Berkelanjutan?

Dapatkan FREE DEMO Satuplatform dan temukan bagaimana solusi end-to-end kami dapat membantu perusahaan Anda lebih siap regulasi, lebih transparan bagi investor, dan lebih unggul dalam praktik keberlanjutan.

Similar Article