Berbagai negara di seluruh dunia saling berlomba-lomba menunjukkan komitmen mereka sebagai negara dengan kesadaran akan sustainability yang baik.
Hal ini ditunjukkan melalui penerapan praktik ramah lingkungan yang tujuannya sudah tentu untuk meminimalisir dampak perubahan iklim, mencegah kerusakan ekosistem, sampai dengan mewujudkan pelestarian lingkungan.

Sejauh ini, negara-negara di kawasan Eropa adalah pihak yang secara signifikan paling menunjukkan komitmennya dalam mencapai target-target keberlanjutan. Tidak mau kalah, negara di Asia juga turut berupaya mewujudkan capaian yang sama. Hal ini terbukti dari pengamatan yang dilakukan Yale University.
Berdasarkan data perangkingan Environmental Performance Index (EPI) tahun 2022 yang disusun oleh Yale University dan Columbia University, serta bekerja sama dengan World Economic Forum (WEF), berikut adalah daftarnya.
Table of Contents
Toggle1. Jepang (Rank 25)
Jepang telah dikenal akan kedisiplinannya dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah Jepang mendorong pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sebagai bagian dari pendidikan bagi warga serta kewajiban yang perlu dipatuhi turis.
Tidak hanya itu, beberapa inisiatif yang menjadikan Jepang negara paling berkelanjutan mencakup perhatian besar terhadap pendidikan pembangunan berkelanjutan, peningkatan penggunaan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil, kualitas udara yang bersih dengan partikel PM2.5 yang minim, serta keanekaragaman hayati yang baik.
2. Singapura (Rank 44)
Singapura telah mencapai tingkat keberlanjutan yang signifikan, seperti menjadi kota terhijau di Asia dan kota paling berkelanjutan keempat di dunia.
Pencapaiannya bahkan lebih daripada itu. Hal lainnya yakni peningkatan konstruksi bangunan yang ramah lingkungan, perluasan pemasangan energi surya dalam upaya membatasi penggunaan energi fosil, daur ulang air dengan program NEWater, serta kontribusi meningkatkan kualitas hidup penduduknya, dengan udara, air, dan sanitasi yang bersih dan ruang publik yang aman dan hijau.
3. Korea Selatan (Rank 63)
Korea Selatan bisa dibilang merupakan ‘surganya’ inovasi teknologi berkelanjutan. seperti kendaraan listrik, baterai lithium-ion, dan pengelolaan limbah.
Sejauh ini, Korea Selatan telah berhasil meningkatkan daya saing global di berbagai industri, mengatasi krisis keuangan, dan mengembangkan teknologi hijau. Negara ini juga aktif dalam mitigasi perubahan iklim melalui komitmen pada Perjanjian Paris dan berbagai inisiatif ramah lingkungan, seperti peningkatan efisiensi energi dan pengembangan energi terbarukan.
4. Brunei Darussalam (Rank 71)
Salah satu negara produsen gas alam cair keempat di dunia tidak lupa untuk menunjukkan komitmen untuk menjaga sumber daya alam, meningkatkan kualitas hidup, dan mengembangkan perekonomian yang berkelanjutan.
Salah satu yang terkenal dari Brunei yaitu memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa dan aktif dalam program konservasi, termasuk penanaman pohon untuk menjaga kelestarian hutan.
5. Taiwan (Rank 74)
Taiwan telah melakukan berbagai pencapaian dalam bidang keberlanjutan, termasuk dalam hal ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Beberapa pencapaian tersebut meliputi pengembangan industri hijau, peningkatan tata kelola lingkungan, sosial, dan perusahaan, serta komitmen untuk mencapai nol emisi pada tahun 2050.
Taiwan meluncurkan kampanye global “Go Green with Taiwan” untuk mempromosikan keberlanjutan lingkungan dan mengembangkan industri hijau berteknologi canggih. Pemerintah Taiwan menyebut bahwa negara ini Taiwan mampu menghasilkan bahan hijau yang stabil dan bernilai tambah tinggi serta produk terkait, menjadikannya mitra yang tak tergantikan untuk pengembangan energi hijau dan ekonomi berkelanjutan internasional,
EPI adalah alat ukur yang digunakan untuk menilai sejauh mana suatu negara melindungi lingkungan hidupnya. Indeks ini memberikan peringkat pada hampir semua negara di dunia berdasarkan kinerja mereka dalam bidang lingkungan.
Tentang Satuplatform
Satuplatform merupakan platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG management, carbon accounting, dan sustainability reporting. Kami dapat membantu Anda mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku.
Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat:
- Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien
- Menghitung & mengelola emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi
- Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional
Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang!
Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform.
Similar Article
Membangun Karier di Sustainability: Seberapa Besar Peluang Green Jobs?
Survei global yang dilakukan oleh salah satu perusahaan Big Four menunjukkan bahwa 86% Gen Z dan 89% Milenial menganggap penting…
Pengaruh Sustainability Report terhadap Nilai Perusahaan: Mengapa Semakin Penting di Era ESG?
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap bisnis berkelanjutan, sustainability report menjadi salah satu dokumen penting. Dokumen ini umumnya digunakan perusahaan untuk…
Sustainability Report Manual vs Digital: Mana yang Lebih Efektif untuk Perusahaan Anda?
Menyusun sustainability report atau laporan keberlanjutan kini menjadi kebutuhan nyata bagi perusahaan di Indonesia bukan hanya bagi emiten publik yang…
ESG untuk Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG)
Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) adalah salah satu sektor dengan jejak lingkungan dan sosial terbesar di dunia. Dari rantai pasokan…
Panduan Membuat Baseline Emisi Karbon Perusahaan
Di tengah meningkatnya tekanan regulasi dan ekspektasi pemangku kepentingan terhadap keberlanjutan, semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mulai menyusun strategi…
Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM): Ancaman atau Peluang bagi Ekspor Indonesia?
Uni Eropa (UE) tengah mengubah cara dunia berbisnis. Mulai 2026, setiap produk yang masuk ke pasar Eropa dari negara-negara di…

