Table of Contents
ToggleEmisi Karbon Sektor Penerbangan
Setelah mengalami penurunan drastis selama pandemi COVID-19, industri penerbangan global kini menunjukkan pemulihan yang signifikan. Namun, kebangkitan ini disertai dengan lonjakan emisi karbon penerbangan yang mengkhawatirkan, menimbulkan tantangan baru dalam upaya global mengatasi perubahan iklim. Data terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2024, aktivitas penerbangan di 78 negara menghasilkan emisi CO₂ lebih tinggi dibandingkan kondisi pada 2019. Secara global, emisi karbon dioksida dari sektor penerbangan mencapai 915 juta ton pada 2019, dan angka ini diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2050 jika tidak ada intervensi signifikan.
Di Indonesia, sektor transportasi menyumbang sekitar 27% dari total emisi karbon, dengan transportasi udara berkontribusi sebesar 5,21%. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh lonjakan permintaan perjalanan udara pasca-pandemi dan pertumbuhan pesat e-commerce yang meningkatkan volume penerbangan kargo.
Baca Juga: Sustainable Aviation Fuel untuk Penerbangan Ramah Lingkungan
Faktor Pendorong Peningkatan Emisi Karbon Penerbangan
- Pemulihan Permintaan Penumpang
Menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), permintaan penumpang udara global pada tahun 2024 meningkat sebesar 10,4% dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui tingkat sebelum pandemi. Lonjakan ini terutama didorong oleh pasar internasional yang mengalami peningkatan lalu lintas sebesar 13,6%.
- Pertumbuhan E-Commerce dan Penerbangan Kargo
Booming belanja daring telah menyebabkan emisi di sektor penerbangan kargo global pada 2023 melonjak 25% dibandingkan 2019, mencapai 93,8 juta ton CO₂. Peningkatan ini dikaitkan dengan pergeseran perilaku konsumen yang menginginkan pengiriman cepat, mendorong operator angkutan udara melakukan lebih banyak penerbangan.

Upaya dan Tantangan Menuju Penerbangan Berkelanjutan
Industri penerbangan menghadapi tekanan untuk mengurangi emisi karbon dan mencapai target net-zero pada 2050. Beberapa langkah yang sedang diupayakan meliputi:
- Penggunaan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF): Maskapai seperti KLM dan United Airlines mulai meningkatkan penggunaan SAF dalam penerbangan komersial mereka.
- Pengembangan Teknologi Pesawat Ramah Lingkungan: Airbus dan Boeing terus mengembangkan pesawat berbasis bahan bakar berkelanjutan dengan efisiensi tinggi.
- Inisiatif Global: Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) mendorong upaya global untuk mitigasi dan adaptasi dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh penerbangan.
Namun, tantangan utama tetap pada ketersediaan dan biaya SAF yang masih tinggi, serta kebutuhan investasi besar dalam infrastruktur dan teknologi baru.
Peningkatan emisi karbon dari sektor penerbangan pasca-pandemi menyoroti perlunya tindakan segera untuk mengatasi dampak lingkungan yang ditimbulkan. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat diperlukan untuk mendorong inovasi, investasi, dan kebijakan yang mendukung penerbangan berkelanjutan.
Tentang Satuplatform
Satuplatform merupakan platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG management, carbon accounting, dan sustainability reporting. Kami dapat membantu Anda mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku.
Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat:
- Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien
- Menghitung & mengelola emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi
- Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional
Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang!
Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform.
Similar Article
Membangun Karier di Sustainability: Seberapa Besar Peluang Green Jobs?
Survei global yang dilakukan oleh salah satu perusahaan Big Four menunjukkan bahwa 86% Gen Z dan 89% Milenial menganggap penting…
Pengaruh Sustainability Report terhadap Nilai Perusahaan: Mengapa Semakin Penting di Era ESG?
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap bisnis berkelanjutan, sustainability report menjadi salah satu dokumen penting. Dokumen ini umumnya digunakan perusahaan untuk…
Sustainability Report Manual vs Digital: Mana yang Lebih Efektif untuk Perusahaan Anda?
Menyusun sustainability report atau laporan keberlanjutan kini menjadi kebutuhan nyata bagi perusahaan di Indonesia bukan hanya bagi emiten publik yang…
ESG untuk Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG)
Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) adalah salah satu sektor dengan jejak lingkungan dan sosial terbesar di dunia. Dari rantai pasokan…
Panduan Membuat Baseline Emisi Karbon Perusahaan
Di tengah meningkatnya tekanan regulasi dan ekspektasi pemangku kepentingan terhadap keberlanjutan, semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mulai menyusun strategi…
Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM): Ancaman atau Peluang bagi Ekspor Indonesia?
Uni Eropa (UE) tengah mengubah cara dunia berbisnis. Mulai 2026, setiap produk yang masuk ke pasar Eropa dari negara-negara di…

