Global Reporting Initiative (GRI) merupakan standar pelaporan keberlanjutan yang membantu perusahaan, pemerintah, dan organisasi menginformasikan dampak operasi mereka terhadap keberlanjutan.
Seiring dengan meningkatnya permintaan terkait informasi dampak lingkungan, ekonomi, dan sosial yang lebih transparan, laporan keberlanjutan pun menjadi semakin penting dan menjadi kebutuhan yang mendesak bagi perusahaan. Oleh karena itu, informasi dalam laporan keberlanjutan perlu disusun secara komprehensif dan transparan dengan format yang tepat. Baca Juga: Mengenal Bisnis Hijau: Apa dan Mengapa Penting?
Global Reporting Initiative
Table of Contents
TogglePengertian Global Reporting Initiative
Global Reporting Initiative (GRI) dikenal sebagai organisasi independen internasional yang menyediakan kerangka kerja pelaporan keberlanjutan dengan standar yang telah diakui secara luas. Standar tersebut mencakup topik terkait ekonomi, lingkungan, dan sosial yang dilakukan perusahaan untuk dilaporkan kinerja dan dampak keberlanjutannya.
GRI didirikan pada tahun 1997 atas dasar kolaborasi antara United Nations Environment Programme (UNEP) dan The Coalition for Environmentally Responsible Economies (CERES). Setelah melewati berbagai persiapan, GRI kemudian menerbitkan rancangan pedoman pertamanya pada bulan Maret 1999. Baca Juga: Sustainability Report: Transparansi Membangun Kepercayaan
Kerangka laporan kerbelanjutan GRI dapat diimplementasikan untuk berbagai bentuk dan jenis organisasi di dunia. Ada tiga struktur standar pelaporan keberlanjutan oleh GRI
-
- GRI Universal Standards
Standar Universal memberikan landasan bagi semua pelaporan GRI. Mereka mencakup topik-topik seperti tata kelola, strategi, dan pendekatan manajemen.
-
- GRI Sector Standards
Standar Sektor berfokus pada peningkatan kualitas, kelengkapan, dan konsistensi yang dirancang untuk organisasi di sektor tertentu, beberapa diantaranya adalah pertanian, manufaktur, minyak dan gas, serta jasa keuangan.
-
- GRI Topic Standards
Standar Topik memberikan panduan rinci mengenai topik tertentu, seperti perubahan iklim, hak asasi manusia, pengelolaan limbah, dan anti-korupsi.
Fungsi Global Reporting Initiative
Fokus utama GRI adalah menyediakan kerangka kerja untuk pelaporan keberlanjutan yang komprehensif dan transparan. Terdapat beberapa fungsi dari GRI yang berperan penting dalam membangun praktik pelaporan keberlanjutan yang efektif dan membantu membentuk budaya bisnis yang bertanggung jawab secara global.
- Membuat panduan kerangka kerja pelaporan
- Mendorong prinsip-prinsip transparansi
- Mengarahkan organisasi ke arah praktik-praktik terbaik dalam pelaporan keberlanjutan
- Memfasilitasi perbandingan kinerja untuk bahan evaluasi
- Mendorong inovasi untuk meningkatkan perbaikan berkelanjutan
- Menanggapi tantangan dan peluang global
Manfaat Laporan Keberlanjutan oleh Global Reporting Initiative
Hingga pada tahun 2023, standar pelaporan GRI telah digunakan oleh lebih dari 10.000 organisasi di lebih dari 100 negara. Penggunaan Standar GRI untuk pelaporan keberlanjutan dapat memberikan beberapa manfaat bagi organisasi, diantaranya:
- Meningkatkan transparansi dan kemudahan akses informasi yang membantu organisasi meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas
- Membantu membangun hubungan dan meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan
- Membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengelola risiko keberlanjutan
- Meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi dampak lingkungan
- Menarik minat investor dan lembaga keuangan yang memperhatikan faktor keberlanjutan
- Sesuai dengan persyaratan peraturan dan standar global terkait pelaporan keberlanjutan
- Meningkatkan citra perusahaan di mata konsumen, pelanggan, dan masyarakat
Melalui manfaat-manfaat ini, GRI berfungsi sebagai alat penting yang membantu organisasi dalam melaporkan, mengelola, dan meningkatkan kinerja keberlanjutan mereka, sekaligus memberikan kontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan secara global.
Your All-in-One Sustainability Platform
Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting. Standar GRI menjadi salah satu standar pelaporan keberlanjutan yang kami gunakan dalam menyusun laporan.
Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat:
- Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien
- Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi
- Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional
Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform.
Similar Article
Membangun Karier di Sustainability: Seberapa Besar Peluang Green Jobs?
Survei global yang dilakukan oleh salah satu perusahaan Big Four menunjukkan bahwa 86% Gen Z dan 89% Milenial menganggap penting…
Pengaruh Sustainability Report terhadap Nilai Perusahaan: Mengapa Semakin Penting di Era ESG?
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap bisnis berkelanjutan, sustainability report menjadi salah satu dokumen penting. Dokumen ini umumnya digunakan perusahaan untuk…
Sustainability Report Manual vs Digital: Mana yang Lebih Efektif untuk Perusahaan Anda?
Menyusun sustainability report atau laporan keberlanjutan kini menjadi kebutuhan nyata bagi perusahaan di Indonesia bukan hanya bagi emiten publik yang…
ESG untuk Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG)
Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) adalah salah satu sektor dengan jejak lingkungan dan sosial terbesar di dunia. Dari rantai pasokan…
Panduan Membuat Baseline Emisi Karbon Perusahaan
Di tengah meningkatnya tekanan regulasi dan ekspektasi pemangku kepentingan terhadap keberlanjutan, semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mulai menyusun strategi…
Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM): Ancaman atau Peluang bagi Ekspor Indonesia?
Uni Eropa (UE) tengah mengubah cara dunia berbisnis. Mulai 2026, setiap produk yang masuk ke pasar Eropa dari negara-negara di…

