Menghilangkan karbon dioksida dari atmosfer menjadi fokus utama dalam proses mitigasi krisis iklim dan penanganan pemanasan global. Metode yang diujicoba dan digunakan kian bervariasi sebagai upaya percepatan mitigasi risiko yang lebih besar secara menyeluruh.
Engineered Carbon Dioxide Removal (CDR) adalah solusi berbasis teknologi canggih yang dirancang untuk secara langsung menangkap dan menyimpan CO₂ dari atmosfer. Peran CDR sangat krusial, terutama untuk sektor-sektor dengan emisi yang sulit dikurangi (hard-to-abate emissions), seperti penerbangan dan pertanian.
Baca Juga: Memahami Jejak Karbon Tersembunyi di Balik Jejak Air
Table of Contents
TogglePrinsip Utama Engineered Carbon Dioxide Removal (CDR)
Pendekatan Engineered CDR menggunakan teknologi dan melibatkan intervensi manusia. Gold Standard mendefinisikan Engineered CDR berdasarkan tiga prinsip inti berikut ini.
1. Sumber karbon dioksida berasal dari atmosfer (bukan energi fosil).
2. Kekelaan menjadi tujuan penyimpanan CO₂ yang ditangkap agar tidak dilepaskan kembali ke atmosfer.
3. Addionality atau usaha tambahannya menekankan intervensi manusia pada proses penghapusan CO₂ dari atmosfer sebagai pelengkap proses alami.
Perbedaan dengan Carbon Capture Konvensional
Sumber karbon yang ditangkap melalui engineered CDR berbeda dengan carbon capture yang telah ada. Carbon Capture and Storage (CCS) konvensional umumnya berfokus pada penangkapan CO₂ langsung dari sumber emisi titik seperti fasilitas industri atau pembangkit listrik, sebelum gas dilepaskan ke atmosfer.
Di samping itu, fokus tujuan engineered CDR fokus adalah menciptakan “emisi negatif” dengan mengurangi konsentrasi CO₂ di atmosfer.
Relevansi Engineered CDR untuk Tujuan Iklim Global dan Net-Zero
Kapasitas CDR global pada 2023 hanya 41 Mt CO₂ per tahun, jauh di bawah kebutuhan 1–1,5 Gt CO₂ pada 2030–2035. Data ini mencerminkan kesenjangan penskalaan 25–100 kali lipat. Akan tetapi, proyeksi menunjukkan kapasitas engineered CDR akan melampaui 630 megaton pada 2044 yang menandakan potensi pertumbuhan signifikan.

Oleh sebab itu, engineered CDR dinilai sebagai alat pelengkap pengurangan emisi agresif demi target 1,5°C dan bagian dari portofolio solusi iklim yang beragam.
Teknologi Engineered CDR untuk Menghapus Karbon Dioksida dan Kelayakannya
Metode engineered CDR terbagi menjadi solusi holistik dan modular dengan beberapa jenis teknologi utama berikut ini.
1. Direct Air Capture (DAC)
Sistem ini menggunakan teknologi canggih untuk secara langsung menyaring CO₂ dari udara ambien, menawarkan penyimpanan permanen dan dapat ditempatkan hampir di mana saja dengan dampak ekosistem minimal. DAC merupakan solusi modular karena proses penangkapan dan penyimpanannya terpisah, seringkali melibatkan transportasi CO₂ ke lokasi geologis.
DAC membutuhkan biaya modal tinggi, sumber energi rendah karbon yang besar. Teknologi ini juga menuntut pengelolaan material sorben yang efektif, efisien, dan ekonomis untuk memungkinkan teknologi DAC berfungsi dengan baik. Skalabilitasnya bergantung pada kurva pembelajaran teknologi.
2. Bioenergy with Carbon Capture and Storage (BECCS)
BECCS merupakan teknologi engineered CDR yang paling matang dan banyak diterapkan saat ini, dengan menggabungkan produksi bioenergi (misalnya, dari biomassa) dengan penangkapan dan penyimpanan CO₂ yang dihasilkan. Skalabilitasnya lambat dan berisiko memiliki dampak negatif dengan keanekaragaman hayati karena persaingan penggunaan lahan pertanian dan air.
3. Biochar
Mengubah biomassa menjadi arang stabil melalui pirolisis, yang dapat menyimpan karbon di dalam tanah. Paling ekonomis dan siap untuk penskalaan dalam jangka pendek karena biaya operasional dan kebutuhan energi yang rendah. Tantangannya adalah ketersediaan bahan baku (feedstock) dapat membatasi penerapannya.
4. Enhanced Rock Weathering (ERW)
ERW dikategorikan sebagai solusi holistik karena mengintegrasikan penangkapan dan penyimpanan CO₂ di lingkungan terbuka dengan mempercepat proses pelapukan alami batuan yang menyerap CO₂ dari atmosfer.
Infrastruktur energi ERW tergolong minim dan menawarkan efisiensi karbon bersih tinggi dan daya tahan baik. Skalabilitasnya menantang karena ketergantungan pada sumber daya geologis spesifik regional (jenis batu dan tanah).
Tantangan dan Integritas dalam Penerapan Engineered CDR
Tantangan utama metode ini dalam penerapannya terletak pada biaya modal dan operasional yang tinggi, kebutuhan energi substansial (terutama untuk DAC), serta isu ketersediaan sumber daya seperti biomassa dan air yang dapat berdampak pada keanekaragaman hayati.
Pengukuran akurat serta penggunaan kredit penghapusan yang bertanggung jawab esensial menjaga integritas sektor ini. Gold Standard menerbitkan Engineered Removals Activity Requirements untuk memandu proyek CDR menuju sertifikasi berintegritas tinggi dengan menekankan pada:
- mitigasi risiko pelepasan kembali karbon dioksida ke atmosfer,
- memberikan mandatory buffer contributions (cadangan penyerapan karbon untuk menanggulangi pelepasan kembali CO₂),
- menerapkan perlindungan pembangunan berkelanjutan yang berkontribusi pada minimal tiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,
- sistem Monitoring, Reporting, and Verification (MRV) yang akurat dan kuat vital untuk memastikan dampak iklim terverifikasi dan memenuhi standar kesiapan MRV [Ref 2, Ref 5].
Dukungan pemerintah (subsidi, kredit pajak) dan pembelian kredit karbon sukarela dari perusahaan ambisius krusial untuk menurunkan biaya dan mendorong pengembangan komersial tahap awal Engineered CDR.
Engineered CDR sebagai Pelengkap Strategi Dekarbonisasi
Meskipun menghadapi tantangan biaya dan skalabilitas, teknologi seperti DAC, BECCS, Biochar, dan ERW menunjukkan potensi besar, khususnya dalam mengatasi emisi yang sulit dikurangi. Pentingnya integritas, verifikasi, dan dukungan regulasi serta pasar akan menentukan keberhasilan penskalaan Engineered CDR.
Hubungi tim Satuplatform untuk eksplorasi solusi terintegrasi yang mencakup pelaporan emisi dan pemanfaatan teknologi penghapusan karbon dioksida yang kredibel. Jadwalkan demo gratis hari ini!
Similar Article
Membangun Karier di Sustainability: Seberapa Besar Peluang Green Jobs?
Survei global yang dilakukan oleh salah satu perusahaan Big Four menunjukkan bahwa 86% Gen Z dan 89% Milenial menganggap penting…
Pengaruh Sustainability Report terhadap Nilai Perusahaan: Mengapa Semakin Penting di Era ESG?
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap bisnis berkelanjutan, sustainability report menjadi salah satu dokumen penting. Dokumen ini umumnya digunakan perusahaan untuk…
Sustainability Report Manual vs Digital: Mana yang Lebih Efektif untuk Perusahaan Anda?
Menyusun sustainability report atau laporan keberlanjutan kini menjadi kebutuhan nyata bagi perusahaan di Indonesia bukan hanya bagi emiten publik yang…
ESG untuk Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG)
Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) adalah salah satu sektor dengan jejak lingkungan dan sosial terbesar di dunia. Dari rantai pasokan…
Panduan Membuat Baseline Emisi Karbon Perusahaan
Di tengah meningkatnya tekanan regulasi dan ekspektasi pemangku kepentingan terhadap keberlanjutan, semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mulai menyusun strategi…
Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM): Ancaman atau Peluang bagi Ekspor Indonesia?
Uni Eropa (UE) tengah mengubah cara dunia berbisnis. Mulai 2026, setiap produk yang masuk ke pasar Eropa dari negara-negara di…

