Bersama World Economic Forum (WEF), Indonesia menjadi tuan rumah Ocean Impact Summit (OIS) pertama yang digelar di Bali pada 8–9 Juni 2026. Kegiatan ini membuka peluang besar bagi negara kepulauan terbesar di dunia untuk menjadi hub ekonomi kelautan global, menarik investasi, teknologi, dan kerja sama internasional yang mendukung pemanfaatan laut secara berkelanjutan.
Ocean Impact Summit 2026 dan peran WEF
OIS 2026 menghadirkan pemimpin pemerintahan, pelaku usaha, investor, dan organisasi lingkungan dari berbagai negara. Kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan WEF memperkuat agenda global tentang pengelolaan laut yang bertanggung jawab, termasuk kerangka pendanaan untuk proyek hijau, transfer teknologi, dan kebijakan yang memadukan konservasi dengan pemanfaatan ekonomi. Inisiatif ini menandai langkah penting dalam memposisikan ekonomi biru Indonesia di panggung internasional
Baca Juga : Bagaimana Pencemaran Lingkungan Perairan Mengancam Ekosistem Blue Carbon dan Iklim
Indonesia Berpotensi menjadi hub ekonomi kelautan global
- Posisi Geografis
Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia memiliki akses strategis ke jalur laut internasional dan zona ekonomi eksklusif yang luas.
- Keanekaragaman Hayati Laut
sumber daya laut yang kaya membuka peluang untuk perikanan dan biotek kelautan.
- Potensi pasar tenaga kerja pesisir
Komunitas pesisir yang besar menyediakan sumber daya manusia untuk pengembangan sektor kelautan.

Kekuatan ini memberi landasan bagi ekonomi biru Indonesia untuk tumbuh berkelanjutan sekaligus menawarkan nilai tambah ekspor.
Pilar-pilar Ekonomi Biru Indonesia
- Perikanan dan Marikultur Berkelanjutan
Pengelolaan stok ikan yang lebih baik, adopsi praktik budidaya ramah lingkungan, dan sertifikasi produk dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga ekosistem.
- Energi laut dan maritim hijau
Investasi pada energi terbarukan laut (misalnya energi gelombang atau pasang surut) dan peningkatan efisiensi sektor pelayaran mengurangi jejak karbon.
- Pariwisata bahari bertanggung jawab
Pengembangan ekowisata dan konservasi terumbu karang memberi nilai tambah sambil melindungi aset alam.
- Bioteknologi dan industri bernilai tambah
Pemrosesan hasil laut untuk obat, kosmetik, dan pangan bernilai tinggi meningkatkan pendapatan ekspor.
- Infrastruktur Pelabuhan dan Logistik
Modernisasi pelabuhan, digitalisasi rantai pasok, dan layanan logistik efisien mendukung konektivitas nasional dan internasional.
Tantangan yang harus diatasi
Mewujudkan visi sebagai hub ekonomi kelautan dunia tidak mudah. Indonesia menghadapi sejumlah tantangan:
- Overfishing dan praktik penangkapan destruktif yang mengancam stok ikan.
- Polusi laut, termasuk sampah plastik dan limbah industri, yang merusak habitat laut.
- Keterbatasan pembiayaan hijau serta akses modal untuk skala usaha kecil dan menengah di sektor kelautan.
- Kesenjangan kapasitas pemerintahan daerah dalam menerapkan kebijakan dan teknologi baru.
Menangani tantangan ini memerlukan pendekatan lintas sektoral dan keberlanjutan jangka panjang.
Dampak ekonomi dan sosial
Ekonomi biru yang dikelola baik dapat menciptakan lapangan kerja baru di wilayah pesisir, meningkatkan nilai ekspor produk laut, dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Kemudian, konservasi ekosistem laut memberikan manfaat jangka panjang seperti perlindungan garis pantai dari erosi dan dukungan terhadap keanekaragaman hayati yang vital bagi industri bioteknologi.
Ocean Impact Summit 2026 memberi momentum strategis untuk mengakselerasi ekonomi biru Indonesia. Realisasi visi sebagai hub kelautan dunia menuntut sinergi kebijakan, investasi yang tepat sasaran, inovasi teknologi, dan partisipasi aktif masyarakat pesisir. Dengan komitmen bersama dari pemerintah, sektor swasta, dan mitra internasional, Indonesia memiliki peluang nyata untuk memimpin transisi global menuju pemanfaatan laut yang produktif dan berkelanjutan.
Table of Contents
ToggleTentang Satuplatform – End-to-End ESG & Carbon Management Solution
Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Strategy yang membantu perusahaan mengelola keberlanjutan secara menyeluruh. Mulai dari pengukuran emisi karbon, pengelolaan data ESG, penyusunan Sustainability Report, hingga implementasi strategi dekarbonisasi, Satuplatform menghadirkan solusi komprehensif yang terukur dan sesuai standar nasional maupun internasional.
Sebagai end-to-end solution partner, Satuplatform menggabungkan kekuatan teknologi digital dengan pendampingan konsultan ahli untuk memastikan transformasi keberlanjutan berjalan efektif, akurat, dan berdampak nyata bagi bisnis.
Solusi Terintegrasi Satuplatform meliputi:
- Perhitungan dan monitoring emisi karbon (Scope 1, Scope 2, Scope 3)
- ESG reporting & compliance sesuai standar nasional dan global
- Dashboard analitik untuk pengambilan keputusan berbasis data
- Training, capacity building & ESG awareness program untuk perusahaan
- Pendampingan ahli dalam strategi dekarbonisasi dan sustainability transformation
Siap Memulai Perjalanan Bisnis Berkelanjutan?
Dapatkan FREE CONSULTATION & FREE DEMO Satuplatform dan temukan bagaimana solusi end-to-end kami dapat membantu perusahaan Anda lebih siap regulasi, lebih transparan bagi investor, dan lebih unggul dalam praktik keberlanjutan.
Similar Article
Satuplatform dan OJK Bahas Akselerasi Inovasi Generasi Baru melalui FGD “Accelerating the Next Generation of Innovators”
Perkembangan teknologi digital di Indonesia terus membuka peluang baru bagi startup untuk menciptakan solusi inovatif di berbagai sektor. Namun, pertumbuhan…
5 Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Bebas Emisi
Jakarta identik dengan gedung tinggi, lalu lintas padat, dan aktivitas urban yang tidak pernah berhenti. Di tengah dinamika tersebut, ruang…
10 Strategi Efisiensi Energi yang Bisa Mulai Diterapkan di Perusahaan
Efisiensi energi semakin menjadi bagian penting dalam strategi keberlanjutan perusahaan. Bukan hanya karena dapat membantu menekan biaya operasional, tetapi juga…
Persetujuan Teknis Emisi: Apa yang Perlu Dipersiapkan Perusahaan?
Bagi perusahaan yang memiliki kegiatan dengan sumber emisi, pengendalian pencemaran udara bukan hanya persoalan teknis operasional. Perusahaan juga perlu memastikan…
Zero Waste sebagai Strategi Efisiensi Operasional, Untuk Kurangi Emisi Karbon
Zero waste sering dipandang sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan yang berdiri sendiri, terpisah dari operasional inti bisnis. Padahal, jika…
Cara Melakukan Materiality Assessment untuk Laporan Keberlanjutan
Banyak perusahaan menyusun laporan keberlanjutan dengan memasukkan semua isu ESG yang bisa dipikirkan, mulai dari emisi karbon sampai kesejahteraan karyawan.…

