Meningkatnya dampak atas krisis lingkungan mendorong masyarakat dunia untuk terus berbenah dan berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Salah satunya dalam mengatasi produksi emisi gas rumah kaca yang membahayakan atmosfer. Tuntutan untuk menemukan solusi atas isu lingkungan semakin mendesak bagi pemerintah di Indonesia dan di seluruh dunia. Saat ini, pemerintah kian serius dalam upayanya mengatasi isu lingkungan, seperti menerapkan kebijakan pajak karbon. Baca juga: 3 Kegiatan yang Tanpa Disadari Menghasilkan Jejak Karbon

Namun, apa itu pajak karbon? Simak penjelasannya!
Table of Contents
ToggleApa Itu Pajak Karbon?
Pajak karbon atau carbon tax adalah instrumen ekonomi yang diberlakukan pemerintah untuk mengenakan biaya tambahan pada kegiatan atau produk yang menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK).
Emisi gas rumah kaca yang dimaksud termasuk karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Contohnya pajak karbon yang dikenakan atas penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara.
Penerapan pajak karbon di Indonesia diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) dan Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon. Meski begitu, implementasi pajak karbon secara nyata masih terus dipertimbangkan.
Hadirnya peraturan terkait pajak karbon menambah sederet kebijakan fiskal yang digunakan sebagai instrumen pengendali perubahan iklim oleh Indonesia. Membuktikan komitmen negara dan pemerintah dalam mewujudkan ekonomi yang kuat, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Apa Manfaat Penerapan Pajak Karbon?
Menurut informasi dalam Paris Agreement atas Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim, pajak karbon diyakini dapat menjadi salah satu instrumen negara dalam berkontribusi mewujudkan target emisi karbon.
Lebih dari itu, ada berbagai manfaat yang bisa diperoleh dari pajak karbon dalam upaya mengatasi perubahan iklim dan mendorong transisi menuju ekonomi berkelanjutan, di antaranya:
- Mendorong pengurangan emisi gas rumah kaca
- Internalisasi biaya lingkungan
- Mendorong inovasi dalam teknologi hijau dan energi bersih
- Mendukung implementasi Paris Agreement
- Meningkatkan transparansi dalam langkah keberlanjutan
- Salah satu sumber pendapatan fiskal bagi pemerintah
- Mendorong diversifikasi sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan
Meskipun pajak karbon diharapkan dapat menjadi suatu inisiatif berkelanjutan dengan dampak yang baik bagi lingkungan, namun penerapannya perlu melalui perencanaan dan koordinasi yang cermat. Bertujuan memastikan pengelolaannya bijak dan efektif, berkeadilan, dan sejalan dengan tujuan mengurangi emisi.
Bagaimana Penerapan Pajak Karbon di Indonesia?
Sejak peluncurannya pertama kali pada 2021, hingga saat ini pemerintah masih menunda penerapan pajak karbon di Indonesia. Mempertimbangkan berbagai hal, termasuk kelengkapan regulasi, mekanisme pasar karbon, dan situasi perekonomian.
Dalam UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), nantinya subjek pajak karbon adalah orang pribadi atau badan yang membeli barang yang mengandung karbon dan/atau yang melakukan aktivitas yang menghasilkan emisi karbon. Baca juga: Bursa Karbon: Pengertian, Cara Kerja, dan Dampaknya
Pengelolaan pajak karbon dengan bijaksana dan efektif membutuhkan kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk memastikan bahwa dampaknya positif dalam mengurangi emisi GRK dan mendukung perubahan menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Your All-in-One Sustainability Platform
Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting.
Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat:
- Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien
- Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi
- Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional
Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform.
Similar Article
Membangun Karier di Sustainability: Seberapa Besar Peluang Green Jobs?
Survei global yang dilakukan oleh salah satu perusahaan Big Four menunjukkan bahwa 86% Gen Z dan 89% Milenial menganggap penting…
Pengaruh Sustainability Report terhadap Nilai Perusahaan: Mengapa Semakin Penting di Era ESG?
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap bisnis berkelanjutan, sustainability report menjadi salah satu dokumen penting. Dokumen ini umumnya digunakan perusahaan untuk…
Sustainability Report Manual vs Digital: Mana yang Lebih Efektif untuk Perusahaan Anda?
Menyusun sustainability report atau laporan keberlanjutan kini menjadi kebutuhan nyata bagi perusahaan di Indonesia bukan hanya bagi emiten publik yang…
ESG untuk Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG)
Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) adalah salah satu sektor dengan jejak lingkungan dan sosial terbesar di dunia. Dari rantai pasokan…
Panduan Membuat Baseline Emisi Karbon Perusahaan
Di tengah meningkatnya tekanan regulasi dan ekspektasi pemangku kepentingan terhadap keberlanjutan, semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mulai menyusun strategi…
Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM): Ancaman atau Peluang bagi Ekspor Indonesia?
Uni Eropa (UE) tengah mengubah cara dunia berbisnis. Mulai 2026, setiap produk yang masuk ke pasar Eropa dari negara-negara di…

