Transformasi pelaporan perusahaan kini memasuki babak baru dengan hadirnya standar global keberlanjutan. Indonesia secara resmi meluncurkan Standar Pengungkapan Keberlanjutan (SPK) yang terdiri dari PSPK 1 dan PSPK 2 pada Juli 2025 dan akan mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2027. Standar ini mengadopsi IFRS S1 dan IFRS S2, yang menjadi kerangka global dalam pengungkapan informasi keberlanjutan berbasis finansial.
Dalam proses transisi menuju standar baru ini, perusahaan membutuhkan sistem pengelolaan data ESG, integrasi pelaporan, serta tools digital yang mampu menghubungkan informasi keberlanjutan dengan laporan keuangan. Satuplatform hadir sebagai solusi digital yang membantu perusahaan mengelola data keberlanjutan, melakukan gap analysis terhadap standar IFRS S1 & S2, serta menyusun Sustainability Report yang selaras dengan framework global dan regulasi nasional.
Baca Juga : Pembaruan Standar Iklim GRI untuk Sustainability Reporting Global yang Efisien
Langkah ini menandai komitmen Indonesia untuk menyelaraskan praktik pelaporan dengan standar internasional. Bagi perusahaan, khususnya emiten dan entitas besar, masa menuju 2027 menjadi periode transisi yang krusial untuk membangun sistem pelaporan yang lebih kuat, terintegrasi, dan berbasis data. Melalui pendekatan teknologi terintegrasi seperti yang ditawarkan Satuplatform, perusahaan dapat mempercepat kesiapan implementasi sekaligus meningkatkan kualitas transparansi ESG kepada investor dan pemangku kepentingan.

Table of Contents
TogglePeran IFRS S1 & S2 dalam Transformasi Pelaporan Perusahaan
- IFRS S1 – Standar Umum Pengungkapan Keberlanjutan
IFRS S1 menetapkan kerangka umum pengungkapan informasi keberlanjutan yang memiliki dampak finansial terhadap perusahaan. Standar ini menekankan bahwa risiko dan peluang keberlanjutan harus dikaitkan langsung dengan kinerja keuangan perusahaan, termasuk dampaknya terhadap arus kas, akses pendanaan, dan biaya modal dalam jangka pendek hingga jangka panjang.
IFRS S1 berfokus pada empat komponen utama, yaitu tata kelola, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target. Pendekatan ini mendorong perusahaan untuk tidak hanya menyampaikan narasi keberlanjutan, tetapi juga menunjukkan keterkaitan yang jelas dengan laporan keuangan.
- IFRS S2 – Fokus pada Risiko dan Peluang Terkait Iklim
Sementara itu, IFRS S2 secara khusus mengatur pengungkapan terkait perubahan iklim. Standar ini menuntut perusahaan untuk mengidentifikasi dampak risiko fisik dan transisi terhadap model bisnis, rantai nilai, serta kinerja keuangan perusahaan.
IFRS S2 juga mendorong perusahaan untuk melakukan analisis ketahanan strategi bisnis terhadap berbagai skenario perubahan iklim. Hal ini membantu investor dan pemangku kepentingan memahami kesiapan perusahaan menghadapi risiko iklim jangka panjang.
Dampak Implementasi IFRS S1 & S2 bagi Perusahaan Indonesia
Adopsi PSPK 1 dan PSPK 2 yang selaras dengan IFRS S1 dan S2 akan mengubah pendekatan pelaporan keberlanjutan perusahaan di Indonesia. Pelaporan tidak lagi hanya bersifat deskriptif, tetapi harus berbasis data, terukur, dan dapat dibandingkan secara global.
Perusahaan dituntut untuk membangun tata kelola keberlanjutan yang lebih kuat, meningkatkan kualitas data ESG, serta memastikan integrasi antara data keberlanjutan dan laporan keuangan. Selain itu, standar ini juga meningkatkan transparansi perusahaan di mata investor global.
Tantangan Implementasi IFRS S1 & S2
- Kompleksitas Pengukuran Emisi Scope 3
Salah satu tantangan terbesar adalah pengukuran emisi Gas Rumah Kaca Lingkup 3 yang berasal dari rantai pasok dan penggunaan produk. Proses ini membutuhkan data dari berbagai pihak dan sering kali belum tersedia secara sistematis.
- Keterbatasan Sistem Data dan Infrastruktur
Banyak perusahaan masih menghadapi tantangan dalam kualitas data keberlanjutan, integrasi sistem informasi, serta ketersediaan teknologi pelaporan yang memadai.
- Kesiapan Sumber Daya Manusia
Implementasi IFRS S1 dan S2 membutuhkan SDM yang mampu melakukan analisis risiko keberlanjutan dan menghubungkannya dengan dampak finansial perusahaan.
Strategi Persiapan Menuju Implementasi 2027
Perusahaan perlu segera menyusun roadmap implementasi yang terstruktur. Langkah strategis yang dapat dilakukan antara lain:
- Membentuk komite keberlanjutan
- Melakukan gap analysis terhadap praktik pelaporan saat ini
- Membangun arsitektur data ESG yang terintegrasi
- Mengembangkan kapasitas internal melalui pelatihan SDM
- Menggunakan sistem pelaporan digital yang terintegrasi
Persiapan sejak dini akan membantu perusahaan mengurangi risiko kepatuhan serta meningkatkan kualitas pelaporan.
IFRS S1 & S2 sebagai Peluang Strategis bagi Perusahaan
Meskipun awalnya dipandang sebagai kewajiban regulasi, IFRS S1 dan S2 sebenarnya membuka peluang strategis bagi perusahaan. Standar ini dapat meningkatkan transparansi, memperkuat kepercayaan investor, serta meningkatkan akses terhadap pendanaan berkelanjutan.
Perusahaan yang mampu mengimplementasikan standar ini dengan baik akan memiliki keunggulan kompetitif di pasar global, terutama dalam menarik investor yang berfokus pada ESG.
Hal penting bahwa transformasi pelaporan melalui IFRS S1 dan S2 menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pengungkapan keberlanjutan perusahaan. Dengan penerapan standar global ini, perusahaan Indonesia dapat meningkatkan transparansi, daya saing, serta kesiapan menghadapi risiko keberlanjutan di masa depan.
Persiapan yang matang dan implementasi yang strategis akan menjadikan IFRS S1 dan S2 bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai peluang untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar global.
Tentang Satuplatform – End-to-End ESG & Carbon Management Solution
Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Strategy yang membantu perusahaan mengelola keberlanjutan secara menyeluruh. Mulai dari pengukuran emisi karbon, pengelolaan data ESG, penyusunan Sustainability Report, hingga implementasi strategi dekarbonisasi, Satuplatform menghadirkan solusi komprehensif yang terukur dan sesuai standar nasional maupun internasional.
Sebagai end-to-end solution partner, Satuplatform menggabungkan kekuatan teknologi digital dengan pendampingan konsultan ahli untuk memastikan transformasi keberlanjutan berjalan efektif, akurat, dan berdampak nyata bagi bisnis.
Solusi Terintegrasi Satuplatform meliputi:
-
Perhitungan dan monitoring emisi karbon (Scope 1, Scope 2, Scope 3)
-
ESG reporting & compliance sesuai standar nasional dan global
-
Dashboard analitik untuk pengambilan keputusan berbasis data
-
Training, capacity building & ESG awareness program untuk perusahaan
-
Pendampingan ahli dalam strategi dekarbonisasi dan sustainability transformation
Siap Memulai Perjalanan Bisnis Berkelanjutan?
Dapatkan FREE DEMO Satuplatform dan temukan bagaimana solusi end-to-end kami dapat membantu perusahaan Anda lebih siap regulasi, lebih transparan bagi investor, dan lebih unggul dalam praktik keberlanjutan.
Similar Article
Bioplastic dari Rumput Laut: Solusi Ramah Lingkungan untuk Masa Depan Bisnis Berkelanjutan
Mengenal Bioplastic dari Rumput Laut Bioplastic dari rumput laut (alga) menjadi salah satu inovasi material ramah lingkungan yang semakin menarik…
Menuju Hubungan Kelautan Dunia: Potensi Ekonomi Biru Indonesia Sebagai Pusat Global
Bersama World Economic Forum (WEF), Indonesia menjadi tuan rumah Ocean Impact Summit (OIS) pertama yang digelar di Bali pada 8–9…
Tren Sustainability 2026 yang Wajib Dipahami Perusahaan
Isu keberlanjutan atau sustainability kini bukan lagi sekadar tren tambahan dalam strategi perusahaan, melainkan telah menjadi bagian penting dalam arah…
Tantangan Pengumpulan Data ESG di Perusahaan Multi-Site
Penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance) kini menjadi bagian penting dalam strategi bisnis modern. Tidak hanya perusahaan besar global, perusahaan…
Hubungan Carbon Accounting dan Sustainability Report dalam Mendukung ESG Perusahaan
Perusahaan tidak lagi hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga harus mampu menunjukkan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial. Dalam konteks…
Kesalahan Umum dalam Penyusunan Sustainability Report
Kesadaran terhadap pentingnya praktik bisnis berkelanjutan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan kini tidak hanya dinilai dari performa finansial,…

