Tidak dapat disangkal bahwa dampak perubahan iklim semakin sering muncul dan terlihat seiring dengan meningkatnya kerusakan lingkungan, baik karena disebabkan manusia maupun faktor alam. Tingginya produksi emisi gas rumah kaca (GRK) menjadi salah satu dari sekian banyak hal yang membuat kondisi ini semakin buruk. Oleh karena itu, negara-negara di dunia perlu untuk mengambil tindakan lebih cepat untuk mengatasi masalah ini.
Baca Juga: Tertinggi di Dunia, Kenali Sumber Emisi Karbon di China
Jika negara-negara besar perlu bertanggung jawab atas emisi karbon yang mereka hasilkan, di lain sisi terdapat negara dengan emisi karbon terendah di dunia yang justru terkena dampak dari perubahan iklim.
Berikut adalah 3 negara di dunia yang terpantau paling tidak berpolusi dan menghasilkan sedikit saja emisi karbon.
Table of Contents
Toggle1. Emisi Karbon Terendah: Tuvalu
Tuvalu, sebuah negara kepulauan kecil di Samudra Pasifik ini diketahui menghasilkan sangat sedikit emisi gas rumah kaca setiap tahunnya.
Pada tahun 2020 saja, The Global Economy mencatat emisi karbon (CO2) tahunan Tuvalu berada di angka 22 ribu per metrik ton CO2e, turun dari tahun sebelumnya yakni 2019 yang angkanya 24 ribu per metrik ton CO2e..
Menurut Emission Index, Tuvalu merupakan salah satu negara yang kontribusi emisi karbonnya sangat rendah, 0,01 persen terhadap emisi global. Negara ini telah menduduki peringkat ke-190 sebagai penghasil emisi gas rumah kaca terbesar dunia sejak 1990.
Ada banyak faktor yang dapat menjadikan Tuvalu sebagai penghasil emisi terkecil di dunia. Utamanya karena populasinya yang kecil sebab hanya ada sekitar 9.816 jiwa yang tinggal di sini sehingga konsumsi energi pun menjadi rendah.
2. Emisi Karbon Terendah: Kiribati
Negara kepulauan kecil di Samudra Pasifik lainnya yaitu Kiribati, menjadi negara lainnya di dunia yang memiliki jejak karbon sangat kecil.
Emission Index mencatat bahwa total emisi gas rumah kaca Kiribati pada 2019 adalah sekitar 118 ribu per metrik ton CO2. Jika ditotal sejak tahun 2019, total emisi gas rumah kaca Kiribati sampai adalah sekitar 2,16 juta per metrik ton CO2.
Sama seperti Tuvalu, Kiribati menjadi negara yang kontribusi emisi karbonnya sangat rendah, 0,01 persen terhadap emisi global. Menempati peringkat ke-188 sebagai penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia sejak 1990.
Dengan populasinya yang kecil, sekitar 120 ribu jiwa, serta karena aktivitas industrinya hampir tidak ada dan sebagian besar penduduknya bergantung pada pertanian dan perikanan, jejak karbon di sini sangat kecil.
Sayangnya, Kiribati dihadapkan pada dampak perubahan iklim karena lokasinya yang rentan. Ilmuwan memprediksi bahwa Kiribati bisa tenggelam dalam beberapa dekade ke depan jika perubahan iklim semakin parah.
3. Emisi Karbon Terendah: Bhutan
Bhutan adalah salah satu negara paling hijau di dunia yang bahkan dinobatkan menjadi satu-satunya negara karbon negatif di dunia. Apa itu?
Jika sebagian besar negara di dunia menghasilkan emisi karbon lebih banyak dibanding yang mampu diserap laut dan tumbuhan, maka Bhutan berbeda dari yang lain.
Wilayah Bhutan yang didominasi pepohonan dan lanskap hijau, justru menjadikannya sebagai penyerap karbon – yang berarti negara ini menyerap lebih banyak karbon dioksida daripada yang dihasilkannya.
Worldometer mencatat bahwa emisi karbon yang dihasilkan Bhutan pada tahun 2022 mencapai 1.7 juta per metrik ton CO2e. Namun, karena statusnya sebagai penyerap karbon, Bhutan sama sekali tidak berkontribusi terhadap emisi global, satu-satunya di dunia.
Bagaimana menurutmu dengan daftar negara beremisi paling rendah di atas?
Kamu juga bisa mulai menerapkan konsep sustainability manajemen dalam kegiatan operasional perusahaan atau organisasi dengan caramu sendiri.
Jalankan rencana tersebut dengan lebih mudah bersama Satuplatform!
Satuplatform merupakan platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG management, carbon accounting, dan sustainability reporting. Kami dapat membantu Anda mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku.

Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat:
- Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien
- Menghitung & mengelola emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi
- Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional
Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang!
Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform.
Similar Article
Satuplatform dan OJK Bahas Akselerasi Inovasi Generasi Baru melalui FGD “Accelerating the Next Generation of Innovators”
Perkembangan teknologi digital di Indonesia terus membuka peluang baru bagi startup untuk menciptakan solusi inovatif di berbagai sektor. Namun, pertumbuhan…
5 Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Bebas Emisi
Jakarta identik dengan gedung tinggi, lalu lintas padat, dan aktivitas urban yang tidak pernah berhenti. Di tengah dinamika tersebut, ruang…
10 Strategi Efisiensi Energi yang Bisa Mulai Diterapkan di Perusahaan
Efisiensi energi semakin menjadi bagian penting dalam strategi keberlanjutan perusahaan. Bukan hanya karena dapat membantu menekan biaya operasional, tetapi juga…
Persetujuan Teknis Emisi: Apa yang Perlu Dipersiapkan Perusahaan?
Bagi perusahaan yang memiliki kegiatan dengan sumber emisi, pengendalian pencemaran udara bukan hanya persoalan teknis operasional. Perusahaan juga perlu memastikan…
Zero Waste sebagai Strategi Efisiensi Operasional, Untuk Kurangi Emisi Karbon
Zero waste sering dipandang sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan yang berdiri sendiri, terpisah dari operasional inti bisnis. Padahal, jika…
Cara Melakukan Materiality Assessment untuk Laporan Keberlanjutan
Banyak perusahaan menyusun laporan keberlanjutan dengan memasukkan semua isu ESG yang bisa dipikirkan, mulai dari emisi karbon sampai kesejahteraan karyawan.…

