Tidak dapat dipungkiri bahwa sektor industri mungkin dapat menyumbang polutan dan menghasilkan pencemaran terhadap lingkungan beserta dampaknya yang bersifat merugikan.
Hal ini bisa terjadi apabila aktivitas produksi dan operasional bisnis berjalan dengan cara yang tidak ramah bagi alam. Salah satunya berasal dari aktivitas bisnis horeka (hotel-restoran-kafe).
Baca juga artikel lainnya : 5 Kafe di Jakarta dengan Konsep Ramah Lingkungan
Pada artikel kali ini, akan dipaparkan apa saja masalah lingkungan yang mungkin disumbang dari sebuah bisnis restoran. Berikut beberapa isu lingkungan yang sering dihasilkan dari sektor ini.
Table of Contents
Toggle1. Limbah Makanan
Salah satu masalah utama yang seringkali dihasilkan dari sebuah bisnis restoran adalah limbah atau sampah sisa makanan.
Limbah makanan ini umumnya berasal dari pembuangan makanan berlebih akibat bahan baku tidak terpakai, porsi yang berlebih, juga makanan yang tidak habis dimakan oleh pelanggan.
Apakah jumlahnya besar? Sayangnya, sangat besar.
Melansir laman Kompas, berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLHK pada tahun 2023, di Jakarta saja ada sekitar 1,5 juta ton limbah makanan yang dihasilkan bisnis horeka, dari total timbulan 3,1 juta ton sampah per tahun.
Dominasi sampah makanan yang besar ini menimbulkan kerugian tidak hanya bersifat finansial tetapi juga lingkungan. Pemborosan bahan baku dapat membuat biaya produksi terbuang sia-sia.
Belum lagi dengan emisi metana (CH4) dari sampah organik yang membusuk di tempat pembuangan akhir (TPA). Dapat memperparah perubahan iklim dan meningkatkan pemanasan global.
2. Penggunaan Plastik Sekali Pakai
Masalah lingkungan akibat sampah plastik sekali pakai sudah sejak lama menjadi fokus banyak pihak untuk dapat diatasi.
Sebagaimana kita ketahui, timbulan sampah plastik telah banyak mencemari lingkungan, termasuk daratan dan lautan, sebuah polutan yang sangat sulit terurai, membawa dampak yang amat membahayakan makhluk hidup.
Saat ini, penggunaan plastik sekali pakai nampaknya masih sangat diandalkan di beberapa daerah. Restoran, minimarket, hingga pedagang kecil biasanya masih menggunakan benda ini untuk berbagai kebutuhan, seperti kantong plastik, sedotan, atau alat makan sekali pakai.
Untuk mencegah timbulan masalah yang lebih besar, dibutuhkan inisiatif dan kesadaran bagi para pelaku usaha untuk menghindari penggunaan plastik sekali pakai dan mulai beralih ke material yang lebih ramah lingkungan.
Seperti yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta yang melarang penggunaan plastik sekali pakai untuk mengurangi timbulan sampah plastik baru, yang saat ini tengah ditargetkan kepada pusat perbelanjaan, pasar swalayan, dan pasar tradisional.
3. Konsumsi Air Berlebihan
Penggunaan air pada bisnis restoran biasanya cukup tinggi. Air digunakan dalam jumlah besar untuk persiapan bahan baku, memasak, mencuci peralatan, sampai dengan membersihkan (sanitasi) restoran.
Konsumsi air berlebih menyebabkan pemborosan air dan dapat membebani sumber daya lokal. Utamanya di daerah yang rentan terhadap kekeringan dan punya masalah dengan krisis air bersih.
Selain itu, pengolahan dan pemanasan air dapat menghabiskan energi, yang berdampak pada peningkatan jejak karbon restoran secara keseluruhan serta merugikan finansial.
Oleh karena itu, bisnis restoran dapat mulai untuk menerapkan penghematan air melalui penggunaan peralatan hemar air atau sistem pencucian yang lebih efisien. Mengurangi pemborosan air akan menurunkan tagihan listrik, yang mengarah pada aktivitas restoran yang lebih ekonomis.
4. Konsumsi Energi Listrik yang Tinggi
Peralatan dapur seperti oven, kulkas, dan lampu mungkin dapat menyumbang pemakaian listrik yang cukup tinggi. Sayangnya, penggunaan energi dari sumber tidak terbarukan berpotensi meningkatkan dampak lingkungan.
Berinvestasi pada peralatan hemat energi merupakan langkah yang penting untuk menjadikan restoran lebih berkelanjutan. Mengurangi konsumsi energi dapat mengurangi dampak lingkungan dan memangkas biaya utilitas secara signifikan.
Selain itu, restoran juga bisa memanfaatkan sumber energi terbarukan jika memungkinkan, seperti memanfaatkan panel surya sebagai sumber alternatif listrik atau sistem ventilasi dan pencahayaan alami.
Hal tersebut dapat membuat bisnis restoran berjalan lebih hemat biaya dalam jangka panjang.
5. Jejak Karbon dari Transportasi dan Pemasok
Bagaimana dengan sumber bahan baku restoran di tempat Anda? Sudahkan mengandalkan pemasok lokal untuk mengurangi emisi karbon akibat transportasi?
Rasanya memang sulit dihindari, bahan baku restoran seringkali dikirim dari daerah yang jauh, meningkatkan emisi karbon bagi alam. Padahal, menggunakan pemasok lokal bisa menjadi cara untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan.
Memanfaatkan petani atau pemasok bahan baku di wilayah setempat memungkinkan restoran meminimalkan emisi gas rumah kaca. Mungkin juga Anda bisa memperoleh harga yang lebih baik dan kompetitif.
Bagaimana menurutmu? Restoran bisa lebih ramah lingkungan dengan berbagai cara!
Kamu juga bisa mulai menerapkan konsep ramah lingkungan dalam kegiatan operasional perusahaan atau organisasi dengan caramu sendiri.
Jalankan rencana tersebut dengan lebih mudah bersama Satuplatform!
Tentang Satuplatform
Satuplatform merupakan platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG management, carbon accounting, dan sustainability reporting. Kami dapat membantu Anda mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku.
Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat:
- Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien
- Menghitung & mengelola emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi
- Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional
Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang!
Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform.
Similar Article
5 Negara yang Terancam Tenggelam akibat Pemanasan Global
Pemanasan global nampaknya tidak lagi bisa dianggap sepele sebab pengaruhnya saat ini sudah semakin mengancam keberlangsungan hidup masyarakat dan makhluk…
Budaya Bersepeda di Belanda yang Sukses Kurangi Emisi Karbon
Belanda dikenal sebagai negara dengan budaya bersepeda yang sangat kuat. Budaya bersepeda di negeri ini sepertinya telah menjadi sebuah keunikan…
Waspada Produksi Jejak Karbon dari Limbah Rumah Tangga
Tidak dapat dipungkiri bahwa produksi limbah telah menjadi dampak dari kegiatan sehari-hari manusia yang tak terhindarkan, dapat bersumber dari aktivitas…
Peran Lahan Basah dalam Mitigasi Perubahan Iklim
Lahan basah merupakan salah satu ekosistem bumi yang punya peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, salah satunya mendukung upaya mitigasi…
5 Cara Jadikan Kafe dan Restoran Ramah Lingkungan
Kafe dan restoran dengan konsep ramah lingkungan tidak lagi sekadar tren di zaman sekarang. Lebih dari itu, konsep ini semakin…
Cara Sederhana Melindungi Lingkungan dari Rumah
Jika bukan manusia sebagai penghuni bumi yang melindungi kelestarian lingkungan, siapa lagi yang bisa melakukan. Melindungi lingkungan bukan hanya tanggung…