Warga Bandung… sudahkah kamu mengunjungi ruang terbuka hijau yang ada di daerah tempat tinggalmu? Apakah tempatnya sejuk dan nyaman untuk beraktivitas maupun bersantai?
Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan sebuah area terbuka di wilayah perkotaan yang diisi dengan vegetasi seperti taman, kebun, hutan kota, dan jalur hijau.
Baca Juga: 5 Ruang Terbuka Hijau di Jakarta
RTH punya peran yang penting dalam menciptakan kota yang sehat, seimbang, dan berkelanjutan. Tidak hanya bermanfaat sebagai sarana sosial dan rekreasi, ruang terbuka hijau juga berperan mengendalikan polusi udara, meningkatkan kualitas udara, menurunkan suhu udara sehingga lingkungan lebih nyaman, mengelola air hujan, serta melestarikan keanekaragaman hayati yang ada di perkotaan.
Pada tahun 2023, ruang terbuka hijau di Kota Bandung baru tersedia sebanyak 12,25% saja dari total luas wilayah kota. Padahal, idealnya Kota Bandung perlu memiliki kurang lebih 16.729,65 hektare ruang terbuka hijau, sesuai dengan Permen ATR/BPN Nomor 14 Tahun 2022 yakni minimal 30%.
Sambil menunggu Pemerintah Kota Bandung terus memperluas ruang hijau di banyak tempat bagi masyarakat, yuk kita berkunjung ke beberapa ruang terbuka hijau yang saat ini sudah tersedia!
Table of Contents
Toggle1. Ruang Terbuka Hijau: Teras Cikapundung

Salah satu taman kota bernama Teras Cikapundung ini terletak di Jalan Siliwangi, Bandung, dan hadir dengan tema urban dan ekologi. Berdiri dan diresmikan sejak tahun 2016 lalu.
Teras Cikapundung hadir sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat luas baik untuk berolahraga, berkesenian, berwisata, atau sekedar bersantai bersama keluarga dan teman.
Taman kota ini juga hadir dengan fasilitas berupa amphiteater yang seringkali menyajikan pertunjukkan musik dan kesenian lokal, serta air mancur unik yang menambah keasrian alam.
2. Ruang Terbuka Hijau: Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda

Sebuah destinasi wisata populer di Bandung ini terkenal karena keasrian hutannya. Tempat ini telah berdiri sejak jaman pemerintahan Hindia-Belanda yang pada awalnya dijadikan sebagai kawasan hutan lindung.
Tahura Juanda merupakan kawasan konservasi yang terpadu antara alam sekunder dengan hutan tanaman, terletak di sebelah utara Kota Bandung. Kawasan ini menjadi tempat pemeliharaan berbagai flora seperti pohon pinus, damar, mahoni, beringin, cemara, hingga bunga bangkai, serta fauna seperti kera ekor panjang, kupu-kupu, burung raja udang biru, dan tupai.
Di sini, pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas seperti trekking, berwisata ke air terjun serta Goa Jepang dan Belanda, juga menikmati pemandangan alam dan rindangnya pepohonan yang ada. Tempat yang menarik untuk dikunjungi.
3.Ruang Terbuka Hijau: Taman Film Bandung

Unik dari yang lainnya, sesuai namanya Taman Film Bandung hadir sebagai kawasan seni pertunjukkan film yang dilengkapi fasilitas layar videotron lebar yang biasa digunakan sebagai media untuk memutar film.
Pengunjung dapat bersantai duduk-duduk di rumput sintetis yang tersedia sambil menonton film yang tersedia setiap hari. Jadwal pemutaran film di Taman Film Bandung yakni hari Senin-Jumat pukul 18.30 WIB-21.00 WIB serta Sabtu dan Minggu pukul 17.00 WIB-22.00 WIB.
Selain menonton film, anak-anak juga dapat bermain di sini. Tersedia juga koneksi wifi gratis yang bisa dimanfaatkan serta food court untuk menjadikan kegiatan menonton film semakin seru.
4. Ruang Terbuka Hijau: Taman Lansia

Taman Lansia merupakan salah satu taman kota yang berada di Citarum, Kota Bandung, Jawa Barat yang terletak di sebelah kanan Gedung Sate.
Tidak hanya lansia yang berkunjung kemari, warga berbagai kalangan pun turut meramaikan tempat ini. Terdapat berbagai fasilitas menarik yang dapat dimanfaatkan bersama-sama. Pengunjung dapat beraktivitas seperti membaca buku, bermain, atau sekadar duduk santai. Di sekitar area taman juga terdapat banyak lokasi wisata kuliner dan café.
Selain sebagai tempat rekreasi bagi masyarakat, taman ini juga dibangun sebagai area pengendali banjir di daerah Cileuncang dan penampung air hujan agar tidak langsung menyebar ke jalan, sehingga dapat mengurangi terjadinya banjir. Oleh karena itu, terdapat danau-danau buatan untuk mendukung fungsinya.
5. Ruang Terbuka Hijau: Kebun Binatang Bandung

Tempat ini merupakan salah satu objek wisata alam flora dan fauna di Kota Bandung dan terletak secara berdampingan dengan kampus Institut Teknologi Bandung dan Sungai Cikapundung.
Kebun binatang ini dihuni oleh koleksi satwa beragam jenis mencapai sekitar 213 jenis. Terdiri dari 79 jenis satwa yang dilindungi dan 134 jenis satwa yang tidak dilindungi yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
Tanaman yang tumbuh di kawasan ini selain berfungsi sebagai pelindung bagi satwa dari sengatan sinar matahari dan angin, juga melindungi tanah dari air hujan serta menjadi daerah yang berfungsi sebagai paru-paru kota Bandung.
Masyarakat dapat berkunjung kesini untuk sekedar berwisata alam juga jalan-jalan sambil belajar dan menambah ilmu pengetahuan. Tertarik berkunjung? Atur jadwalmu sekarang!
Yuk bersama-sama kita lestarikan dan rawat ruang hijau di sekitar kita. Keseimbangan wilayah perkotaan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang layak huni, sehat, dan berkelanjutan.
Similar Article
Satuplatform Bawa Inovasi Carbon & ESG Management di Demo Day OJK Fintech Accelerator 2026
Jakarta, 27 Agustus 2026 — Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru bagi perusahaan rintisan untuk menghadirkan solusi yang menjawab kebutuhan…
Bencana Karhutla Mengancam Hutan Konservasi dan Penyerapan Karbon
Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) bukan hanya persoalan lingkungan yang menyebabkan kerusakan ekosistem dan hilangnya keanekaragaman hayati. Bencana ini juga…
Menghitung Jejak Karbon: Langkah Awal Perusahaan Mengurangi Emisi dan Menghadapi Perubahan Iklim
Perubahan iklim semakin mendorong perusahaan untuk memahami dan mengelola dampak lingkungan dari aktivitas bisnisnya. Salah satu langkah penting yang dapat…
Pemanasan Global dan Bencana di Indonesia: Mengapa Menghitung Jejak Karbon Itu Penting?
Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Namun, di saat yang sama, Indonesia juga menghadapi…
Mengapa Kota-Kota di Indonesia Semakin Panas? Mengenal Fenomena Urban Heat Island dan Dampak Iklimnya
Jakarta, Surabaya, Bekasi, hingga Palembang belakangan kerap muncul dalam daftar wilayah dengan suhu harian tertinggi di Indonesia. Bagi warga yang…
Meningkatnya Frekuensi Cuaca Ekstrem di Indonesia: Bagaimana Data Menunjukkan Dampak Perubahan Iklim?
Banjir bandang, angin kencang, hingga siklon tropis yang belakangan lebih sering muncul di pemberitaan bukan sekadar kesan subjektif. Badan Meteorologi,…

