Carbon-Negative – Mendengar kata Bhutan, apa yang kamu ketahui tentang negara tersebut? Sebuah negara kecil di Asia Selatan ini luasnya 38,3 km2 dan terletak di antara India dan Republik Rakyat Tiongkok. Dikenal dengan sebutan Negeri Naga Guntur, Bhutan adalah negara berbentuk kerajaan yang posisinya berada di wilayah pegunungan Himalaya. Lanskap geografinya beragam, didominasi pegunungan, perbukitan, dataran, hingga lembah, sebab letaknya sendiri berada di dataran tinggi.
Baca Juga: 3 Negara Penghasil Emisi Karbon Terbesar di Dunia
Meskipun termasuk negara daerah pegunungan dengan luas yang terbatas, Bhutan menyimpan prestasi yang baik dalam hal pelestarian lingkungan. Tahukah kamu kalau Bhutan juga menjadi satu-satunya negara dengan status “negatif-karbon”atau carbon-negative di dunia?
Mari mengenal Bhutan dan memahami statusnya sebagai negara carbon-negative pertama di dunia dalam pembahasan di bawah!
Table of Contents
ToggleBhutan sebagai Negara Carbon-Negative
Bhutan merupakan salah satu negara paling hijau di dunia yang bahkan berstatus negatif karbon. Artinya, negara ini menyerap lebih banyak karbon daripada yang dihasilkannya.
Pada dasarnya, Bhutan tetap menghasilkan emisi karbon dan masih memiliki beberapa sumber emisi karbon seperti negara lain. Menurut data Worldometer, emisi CO2 fosil di Bhutan adalah sebesar 1.712.460 ton pada tahun 2022.
Namun, meskipun menghasilkan emisi karbon, jumlah karbon yang diserap kembali lebih besar daripada yang dilepaskannya, sehingga negara ini menjadi negatif-karbon. Kondisi ini bisa terjadi karena geografis Bhutan yang sangat hijau.
Sumber Emisi Karbon Negara Bhutan
Sumber emisi karbon di Bhutan umumnya berasal dari sektor transportasi, industri dan konstruksi, pemanasan dan energi rumah tangga, serta pariwisata yang sangat dibatasi jumlahnya.
- Transportasi – Penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil masih terjadi, terutama untuk mobil pribadi dan transportasi barang.
- Industri dan Konstruksi – Meskipun kecil, sektor industri Bhutan seperti produksi semen dan konstruksi tetap menghasilkan emisi karbon.
- Pemanasan dan Energi Rumah Tangga – Beberapa rumah tangga masih menggunakan kayu bakar atau LPG untuk memasak dan pemanasan.
- Pariwisata – Meskipun Bhutan membatasi jumlah wisatawan, perjalanan udara dan kegiatan turisme tetap berkontribusi terhadap jejak karbon.
Cara Bhutan Mewujudkan Target Netral Karbon
Lalu bagaimana cara negara Bhutan mewujudkan target netral karbon dan menjadi negatif karbon?
Tidak bisa dipungkiri bahwa siapapun dapat menghasilkan emisi karbon sebagai dampak dari suatu aktivitas yang dilakukan. Akan tetapi, Bhutan berhasil mengimbanginya. Negara dengan jumlah penduduk 786 ribu orang ini diketahui memiliki tutupan pepohonan yang sangat luas. Lebih dari 70 persen wilayah negara ini ditutupi pepohonan yang membantu menyerap lebih banyak karbon daripada yang dihasilkan negara ini.
Dilansir dari GVI Planet, Bhutan menyerap sekitar tujuh juta emisi karbon dioksida (CO2) setiap tahunnya dan hanya menghasilkan dua juta emisi karbon dari berbagai aktivitas masyarakat.
Kemudian, lingkungan yang amat lestari dan hijau juga menjadi kunci terciptanya alam yang sehat. Pemerintah Bhutan diketahui memiliki berbagai kebijakan keberlanjutan seperti larangan penebangan liar, promosi kendaraan listrik, dan pembangunan hijau.
Dilansir dari Data Indonesia, menurut laporan Yale Center for Environmental Law and Policy bertajuk Environmental Performance Index (EPI) 2024, Bhutan menjadi negara dengan kelestarian hutan terbaik di dunia tahun 2024. Negara ini mencatatkan skor indeks sebesar 86,7 poin pada kategori isu hutan dalam laporan tersebut.
Sebagian besar listrik Bhutan berasal dari tenaga air (hydropower), yang bebas emisi karbon. Bahkan, Bhutan juga mengekspor listrik bersih ke negara tetangga seperti India, membantu mengurangi emisi regional. Kebijakan ketat dan komitmen yang kuat dalam mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan serta mempromosikan praktik ramah lingkungan membuat negara ini menuai hasil yang indah bagi negara dan seluruh dunia.
Bagaimana menurutmu tentang Bhutan dan pencapaiannya?
Tentang Satuplatform
Satuplatform merupakan platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG management, carbon accounting, dan sustainability reporting. Kami dapat membantu Anda mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku.

Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat:
- Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien
- Menghitung & mengelola emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi
- Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional
Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang!
Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform.
Similar Article
Bioplastic dari Rumput Laut: Solusi Ramah Lingkungan untuk Masa Depan Bisnis Berkelanjutan
Mengenal Bioplastic dari Rumput Laut Bioplastic dari rumput laut (alga) menjadi salah satu inovasi material ramah lingkungan yang semakin menarik…
Menuju Hubungan Kelautan Dunia: Potensi Ekonomi Biru Indonesia Sebagai Pusat Global
Bersama World Economic Forum (WEF), Indonesia menjadi tuan rumah Ocean Impact Summit (OIS) pertama yang digelar di Bali pada 8–9…
Tren Sustainability 2026 yang Wajib Dipahami Perusahaan
Isu keberlanjutan atau sustainability kini bukan lagi sekadar tren tambahan dalam strategi perusahaan, melainkan telah menjadi bagian penting dalam arah…
Tantangan Pengumpulan Data ESG di Perusahaan Multi-Site
Penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance) kini menjadi bagian penting dalam strategi bisnis modern. Tidak hanya perusahaan besar global, perusahaan…
Hubungan Carbon Accounting dan Sustainability Report dalam Mendukung ESG Perusahaan
Perusahaan tidak lagi hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga harus mampu menunjukkan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial. Dalam konteks…
Kesalahan Umum dalam Penyusunan Sustainability Report
Kesadaran terhadap pentingnya praktik bisnis berkelanjutan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan kini tidak hanya dinilai dari performa finansial,…

