Transaksi dan investasi sektor keuangan memiliki dampak besar terhadap lingkungan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui pembiayaan berbagai proyek lintas sektor, institusi keuangan tanpa sadar sering kali menjadi penyebab jejak karbon tidak langsung yang dikenal dengan istilah financed-emission.
Di sisi lain, institusi tersebut juga berperan strategis dalam mendanai transisi menuju ekonomi rendah karbon. Kondisi ini mengindikasikan pentingnya peranan sektor keuangan dan perbankan dalam mitigasi risiko iklim. Sejalan dengan hal itu, pemahaman tentang konsep financed emissions menjadi dasar yang penting.
Baca Juga: Bagaimana Cara Mengurangi Jejak Karbon Digital
Table of Contents
ToggleMemahami Konsep Financed Emissions dalam Sektor Keuangan & Perbankan
Financed emissions merupakan kontribusi emisi gas efek rumah kaca tidak langsung dari institusi keuangan yang berasal dari kegiatan ekonomi entitas yang mereka danai.
Emisi karbon ini tercatat sebagai bagian dari Scope 3 kategori 15 menurut Greenhouse Gas Protocol. Berdasarkan analisis dari Bain & Company, cakupan proporsi jejak karbon tersebut dapat dikatakan terbesar dalam jejak karbon lembaga keuangan, bahkan bisa mencapai lebih dari 95% dari total emisi perusahaan keuangan.

Jenis dan sumber pendanaan emisi karbon tidak langsung tersebut mencakup rantai nilai institusi melalui aktivitas:
- Investasi saham (equity investments).
- Pinjaman dan obligasi korporasi (debt investments).
- Pembiayaan proyek infrastruktur dan industri.
- Real estat komersial dan hipotek.
Walaupun lembaga keuangan tidak secara langsung mendanai proyek-proyek yang menjadi penyebab jejak karbon, tetapi pembiayaan pada perusahaan yang menjalankan proyek membuktikan keterlibatan lembaga keuangan. Oleh sebab itu, institusi tetap perlu melakukan pengukuran untuk melakukan transformasi ke arah praktik yang bertanggung jawab.
Tantangan dan Manfaat Pengukuran Financed Emissions bagi Transformasi Keuangan Hijau
Pengukuran emisi karbon Scope 3 pada sektor perbankan dan keuangan di lapangan menghadapi kendala nyata karena melibatkan lintas sektor dan berbagai jenis aset eksternal.
Kebanyakan lembaga keuanganan kesulitan dalam memperoleh data emisi yang akurat dari entitas yang dibiayai. Selain itu perbedaan standar pelaporan, dan keterbatasan kapasitas teknis untuk melaksanakan akuntansi karbon secara sistematis juga menjadi kendala tambahan.
Belum lagi tekanan eksternal yang meningkat dari investor dan regulator untuk bertindak nyata terhadap dampaknya yang menuntut:
- keterbukaan data emisi,
- penyusunan target pengurangan berbasis sains, serta
- kewajiban untuk menyelaraskan portofolio dengan kebijakan iklim nasional dan internasional.
Meski begitu, pengukuran tetap vital karena memiliki dampak sistemik dan berkaitan dengan seluruh portfolio karbon klien (investor maupun nasabah). Di samping itu, hasil pengukuran yang solid memberikan keuntungan bagi lembaga keuangan, di antaranya adalah sebagai berikut.
- Membantu pemangku kepentingan menilai risiko dan peluang iklim yang melekat dalam portofolio investasi lembaga keuangan;
- Memudahkan penyelarasan portofolio dengan target iklim global seperti Net-Zero dan Paris Agreement.
- Meningkatkan transparasi dan kepercayaan pemangku kepentingan yang dibutuhkan untuk investasi yang lebih berkelanjutan.
Kerangka dan Pendekatan untuk Mengukur Financed-Emission Sektor Perbankan dan Keuangan
Lembaga keuangan dapat menggunakan sejumlah kerangkan untuk dapat melakukan pengukuran yang terstruktur terhadap financed-emission.
1. PCAF (Partnership for Carbon Accounting Financials)
Standar utama dalam metodologi pengukuran emisi yang dibiayai oleh lembaga keuangan. PCAF menawarkan tiga pendekatan perhitungan utama, yaitu: berdasarkan aktivitas ekonomi, aktivitas fisik, dan data pelaporan perusahaan.
Ketiganya memberi fleksibilitas tergantung pada ketersediaan data, namun data aktual dari perusahaan merupakan metode paling akurat dan dapat ditindaklanjuti untuk mengarahkan strategi dekarbonisasi
2. TCFD dan ISSB
Mendorong penerapan pengukuran financed emissions sebagai bagian dari pengungkapan risiko iklim yang transparan dan berbasis standar internasional.
Strategi Menekan Penyebab Jejak Karbon di Sektor Perbankan dan Keuangan
Lembaga di sektor ini dapat menghadapi kendala pengukuran financed-emission sekaligus mengurangi emisi karbon dengan menerapkan pendekatan berikut.
1. Menginventarisasi emisi portofolio berdasarkan pendekatan dari PCAF (Partnership for Carbon Accounting Financials), baik melalui estimasi berbasis aktivitas ekonomi maupun data aktual perusahaan portofolio.
2. Libatkan perusahaan tempat lembaga keungan berinventasi dalam untuk melakukan pengukuran dan pelaporan emisi mereka Tetapkan target pengurangan emisi berbasis sains (science-based targets, agar investor dapat menilai dan membandingkan kinerja pengurangan emisi di tingkat perusahaan dan portofolio secara menyeluruh.
3. Gunakan perangkat lunak akuntansi karbon berbasis standar GHG Protocol dan PCAF untuk menghasilkan data yang dapat diaudit dan terverifikasi sehingga menghasilkan pelaporan financed emissions yang transparan dan konsisten.
4. Adopsi produk pembiayaan hijau seperti green loans untuk mendorong klien bertransisi ke operasi rendah karbon, dengan struktur pembiayaan yang dikaitkan dengan kinerja iklim mereka.
Transformasi Sektor Keuangan sebagai Penggerak Perubahan
Pengukuran financed emissions memungkinkan lembaga keuangan untuk mengidentifikasi penyebab jejak karbon sekaligus risiko iklim dalam portofolio secara terstruktur.
Dengan begitu, lembaga keuangan dapat merancang strategi pembiayaan yang mendukung reduksi emisi karbon dan transisi sektor-sektor intensif karbon. Secara garis besar, pengelolaan financed emissions bukan hanya alat mitigasi risiko iklim bagi sektor perbankan dan keuangan, melainkan motor penggerak percepatan ekonomi rendah karbon di berbagai sektor.
Pelajari bagaimana teknologi solusi pengelolaan karbon kami mendukung pelaporan emisi terstandar dan pengambilan keputusan berbasis data dan mulai kelola emisi karbon portfolio perusahaan Anda secara efektif. Akses demo gratis layanan Satuplatform dan konsultasikan kebutuhan perusahaan Anda segera.
Similar Article
Bioplastic dari Rumput Laut: Solusi Ramah Lingkungan untuk Masa Depan Bisnis Berkelanjutan
Mengenal Bioplastic dari Rumput Laut Bioplastic dari rumput laut (alga) menjadi salah satu inovasi material ramah lingkungan yang semakin menarik…
Menuju Hubungan Kelautan Dunia: Potensi Ekonomi Biru Indonesia Sebagai Pusat Global
Bersama World Economic Forum (WEF), Indonesia menjadi tuan rumah Ocean Impact Summit (OIS) pertama yang digelar di Bali pada 8–9…
Tren Sustainability 2026 yang Wajib Dipahami Perusahaan
Isu keberlanjutan atau sustainability kini bukan lagi sekadar tren tambahan dalam strategi perusahaan, melainkan telah menjadi bagian penting dalam arah…
Tantangan Pengumpulan Data ESG di Perusahaan Multi-Site
Penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance) kini menjadi bagian penting dalam strategi bisnis modern. Tidak hanya perusahaan besar global, perusahaan…
Hubungan Carbon Accounting dan Sustainability Report dalam Mendukung ESG Perusahaan
Perusahaan tidak lagi hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga harus mampu menunjukkan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial. Dalam konteks…
Kesalahan Umum dalam Penyusunan Sustainability Report
Kesadaran terhadap pentingnya praktik bisnis berkelanjutan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan kini tidak hanya dinilai dari performa finansial,…

