Trend lari berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan dalam beberapa tahun terakhir. Munculnya komunitas lari, berbagai ajang marathon, hingga kehadiran runfluencer di media sosial membuat olahraga ini semakin populer dan mudah diikuti. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, ada tantangan yang semakin nyata: perubahan iklim.

Suhu yang semakin panas, gelombang panas, polusi udara, serta cuaca ekstrem dapat mempengaruhi kenyamanan dan keamanan orang yang berolahraga di luar ruangan. Bahkan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelari, tetapi juga mulai mengancam industri olahraga secara lebih luas.
Table of Contents
ToggleTren Lari Semakin Populer
Olahraga ini relatif sederhana, tidak membutuhkan fasilitas khusus, dapat dilakukan hampir di mana saja. Perkembangan media sosial turut mempercepat popularitasnya. Pelari dapat membagikan catatan jarak, kecepatan, rute, hingga pencapaian pribadi melalui berbagai platform digital. Di sisi lain, runfluencer ikut membentuk tren baru dengan membagikan pengalaman, rekomendasi perlengkapan, program latihan, maupun gaya hidup yang berkaitan dengan olahraga lari.
Fenomena ini membuat lari berkembang dari aktivitas individual menjadi sebuah ekosistem sosial dan ekonomi. Ada komunitas, penyelenggara lomba, produsen sepatu dan pakaian olahraga, penyedia aplikasi kebugaran, hingga sektor pariwisata yang ikut mendapatkan manfaat dari meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga. Tetapi, semakin besar sebuah industri, semakin besar pula dampak yang berpotensi ditimbulkannya ketika kondisi lingkungan berubah.
Perubahan Iklim Mulai Mengubah Pengalaman Berlari
Salah satu dampak perubahan iklim yang paling mudah dirasakan pelari adalah peningkatan suhu. Berlari dalam kondisi panas membuat tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap stabil. Jika kondisi tersebut disertai kelembapan tinggi, kemampuan tubuh untuk melepaskan panas melalui keringat juga dapat terganggu.
Baca Juga : Perubahan Iklim dan Kebutuhan Data Lingkungan yang Akurat
Bagi pelari, kondisi ini bukan hanya persoalan kenyamanan. Cuaca panas ekstrem dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama ketika seseorang berolahraga dalam durasi dan intensitas tinggi.
Masalahnya, kondisi panas ekstrem semakin menjadi perhatian dalam penyelenggaraan olahraga. Dengan kondisi tersebut, jadwal olahraga luar ruangan berpotensi semakin sulit ditentukan. Waktu penyelenggaraan dapat perlu disesuaikan untuk menghindari suhu paling panas, sementara beberapa pertandingan atau kompetisi dapat menghadapi risiko penundaan maupun pembatalan ketika terjadi kondisi cuaca ekstrem.
Maraton Menghadapi Tantangan Suhu yang Semakin Panas
Lari jarak jauh menjadi salah satu cabang olahraga yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan. Maraton membutuhkan waktu berjam-jam untuk diselesaikan. Pelari harus mempertahankan aktivitas fisik dalam durasi panjang, sementara tubuh terus berhadapan dengan kondisi suhu dan kelembapan lingkungan. Kondisi panas yang ekstrem juga telah menjadi tantangan dalam sejumlah ajang lari. Perubahan iklim juga mempengaruhi sebuah lomba lari dirancang dan diselenggarakan, bukan hanya bagaimana seseorang berlari.
Tren Lari dan Tantangan Sustainability
Pertumbuhan tren lari membuka peluang untuk mendorong gaya hidup yang lebih sehat sekaligus lebih berkelanjutan. Lari merupakan olahraga yang dapat dilakukan tanpa kendaraan bermotor dan tanpa konsumsi energi dalam jumlah besar. Berlari ke taman atau menggunakan transportasi publik menuju lokasi latihan, misalnya, dapat menjadi bagian dari gaya hidup rendah emisi.
Namun, sustainability dalam olahraga tidak berhenti pada aktivitas berlarinya.
Event lari berskala besar tetap menghasilkan berbagai dampak lingkungan. Peserta perlu melakukan perjalanan menuju lokasi, panitia menggunakan energi untuk operasional acara, sementara perlengkapan lomba seperti pakaian, nomor peserta, kemasan makanan dan minuman, hingga medali dapat menghasilkan limbah.
Karena itu, pertumbuhan tren lari juga perlu diikuti dengan perhatian terhadap sustainable sport.
Bagaimana Masa Depan Tren Lari di Tengah Perubahan Iklim?
Trend lari kemungkinan masih akan terus berkembang. Komunitas baru bermunculan, event semakin banyak, dan media sosial terus membuat olahraga ini semakin mudah diakses oleh masyarakat. Namun, perubahan iklim dapat mengubah cara tren tersebut berkembang.
Pelari mungkin perlu semakin memperhatikan kondisi cuaca sebelum berolahraga. Penyelenggara event perlu memasukkan risiko iklim dalam perencanaan. Kota juga perlu menyediakan ruang publik yang lebih nyaman dan aman untuk aktivitas fisik.
Ruang terbuka hijau, jalur pedestrian yang baik, pepohonan, serta area yang terlindung dari panas dapat menjadi bagian penting dari kota yang mendukung gaya hidup aktif sekaligus beradaptasi terhadap perubahan iklim.
Artinya, keberlanjutan tren lari tidak hanya bergantung pada antusiasme masyarakat, tetapi juga pada kemampuan kota dan penyelenggara olahraga untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berubah.
Menjaga Tren Lari Tetap Berkelanjutan
Tren lari menunjukkan bahwa aktivitas sederhana dapat berkembang menjadi gerakan sosial dan industri yang besar. Namun, perubahan iklim menghadirkan tantangan baru yang tidak bisa diabaikan. Cuaca panas ekstrem, polusi, dan kejadian cuaca yang semakin sulit diprediksi dapat mempengaruhi kenyamanan, kesehatan, hingga keberlangsungan event olahraga. Karena itu, pertumbuhan olahraga lari perlu berjalan beriringan dengan upaya membangun lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Bagi pelari, bisa dimulai dari kebiasaan kecil seperti memilih waktu berlari yang lebih aman, menggunakan transportasi rendah emisi, membawa botol minum yang dapat digunakan kembali, dan menghindari konsumsi perlengkapan olahraga secara berlebihan. Sementara bagi penyelenggara, sustainability bisa mulai diterapkan melalui pengelolaan sampah, efisiensi energi, penggunaan sumber daya secara bijak, serta pengukuran dampak lingkungan dari setiap event.
Pada akhirnya, tantangan terbesar bukan hanya bagaimana membuat tren lari tetap populer, tetapi bagaimana memastikan olahraga tersebut dapat terus dilakukan di tengah dunia yang semakin terdampak perubahan iklim.
Tentang Satuplatform – End-to-End ESG & Carbon Management Solution
Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Strategy yang membantu perusahaan mengelola keberlanjutan secara menyeluruh. Mulai dari pengukuran emisi karbon, pengelolaan data ESG, penyusunan Sustainability Report, hingga implementasi strategi dekarbonisasi, Satuplatform menghadirkan solusi komprehensif yang terukur dan sesuai standar nasional maupun internasional.
Sebagai end-to-end solution partner, Satuplatform menggabungkan kekuatan teknologi digital dengan pendampingan konsultan ahli untuk memastikan transformasi keberlanjutan berjalan efektif, akurat, dan berdampak nyata bagi bisnis.
Solusi Terintegrasi Satuplatform meliputi:
- Perhitungan dan monitoring emisi karbon (Scope 1, Scope 2, Scope 3)
- ESG reporting & compliance sesuai standar nasional dan global
- Dashboard analitik untuk pengambilan keputusan berbasis data
- Training, capacity building & ESG awareness program untuk perusahaan
- Pendampingan ahli dalam strategi dekarbonisasi dan sustainability transformation
Siap Memulai Perjalanan Bisnis Berkelanjutan?
Dapatkan FREE DEMO Satuplatform dan temukan bagaimana solusi end-to-end kami dapat membantu perusahaan Anda lebih siap regulasi, lebih transparan bagi investor, dan lebih unggul dalam praktik keberlanjutan.
Similar Article
Tren Lari dan Perubahan Iklim: Ketika Cuaca Ekstrem Mengancam Hobi Baru
Trend lari berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan dalam beberapa tahun terakhir. Munculnya komunitas lari, berbagai ajang marathon,…
Mengenal 3 Desa di Indonesia yang Mulai Menerapkan Transisi Energi
Transisi energi sering dipahami sebagai proyek besar dengan investasi triliunan rupiah, seperti pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan atau infrastruktur berskala…
Sustainable dan Circular Fashion: Apa Perbedaan Keduanya?
Industri fashion terus berkembang seiring perubahan tren dan kebutuhan konsumen. Namun, di balik pertumbuhannya, industri ini juga menghadapi berbagai tantangan…
Mangrove: Bukan Hanya Menjaga Benteng Pesisir
Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, perhatian terhadap ekosistem pesisir semakin penting. Salah satu ekosistem yang memiliki peran besar dalam…
Mengapa Risiko Biodiversitas Bisa Menjadi Risiko Finansial?
Selama ini, kerusakan keanekaragaman hayati atau biodiversitas kerap dipandang semata sebagai isu lingkungan yang jauh dari pertimbangan bisnis. Padahal, lebih…
Green Finance vs Sustainable Finance: Apa Perbedaannya?
Istilah green finance dan sustainable finance kerap digunakan secara bergantian, padahal keduanya memiliki cakupan yang berbeda. Kesalahpahaman ini bisa berdampak…

