Green Finance vs Sustainable Finance: Apa Perbedaannya?

Istilah green finance dan sustainable finance kerap digunakan secara bergantian, padahal keduanya memiliki cakupan yang berbeda. Kesalahpahaman ini bisa berdampak pada bagaimana perusahaan menyusun strategi pembiayaan, memilih instrumen keuangan, hingga menyusun laporan keberlanjutan. Memahami perbedaan mendasar antara keduanya menjadi penting, terutama di tengah dorongan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang semakin mengarahkan sektor jasa keuangan Indonesia menuju praktik yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.

Apa Itu Green Finance?

Green finance atau keuangan hijau merujuk secara spesifik pada pembiayaan dan instrumen keuangan yang dialokasikan untuk kegiatan usaha berwawasan lingkungan, seperti energi terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, transportasi ramah lingkungan, hingga konservasi alam. Contoh instrumen green finance yang umum dijumpai di Indonesia antara lain green bond atau obligasi hijau, yang diatur melalui POJK Nomor 60/POJK.04/2017, serta green loan atau kredit hijau yang disalurkan perbankan kepada debitur dengan proyek berbasis lingkungan. Fokus utama green finance adalah pada dimensi lingkungan (environmental) dari suatu kegiatan usaha.

8

Apa Itu Sustainable Finance?

Sustainable finance atau keuangan berkelanjutan memiliki cakupan yang lebih luas dibanding green finance. Berdasarkan definisi yang digunakan OJK, keuangan berkelanjutan merujuk pada dukungan menyeluruh dari sektor jasa keuangan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan kepentingan sosial dan lingkungan hidup. Artinya, sustainable finance tidak hanya mempertimbangkan aspek lingkungan, tetapi juga aspek sosial dan tata kelola (ESG) secara menyeluruh. Kerangka ini diatur melalui Peraturan OJK Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik, yang mewajibkan pelaku jasa keuangan menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB).

Baca Juga : Green Finance and ESG Performance

Perbedaan Utama Green Finance dan Sustainable Finance

  1. Cakupan aspek: green finance berfokus pada aspek lingkungan (E) semata, sedangkan sustainable finance mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) secara terintegrasi.
  2. Ruang lingkup instrumen: green finance identik dengan instrumen spesifik seperti green bond dan green loan, sementara sustainable finance mencakup ragam produk keuangan yang lebih luas, termasuk sustainability bond, social bond, hingga kebijakan kredit berbasis ESG.
  3. Tujuan strategis: green finance lebih menyasar pembiayaan proyek ramah lingkungan tertentu, sedangkan sustainable finance menyasar transformasi strategi bisnis dan tata kelola lembaga keuangan secara menyeluruh agar selaras dengan prinsip keberlanjutan.
  4. Kerangka acuan: green finance banyak merujuk pada Taksonomi Hijau, sementara sustainable finance kini mengacu pada Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) yang merupakan pengembangan dari Taksonomi Hijau Indonesia.

Mengapa Perbedaan Ini Penting bagi Perusahaan?

Bagi perusahaan yang tengah menyusun strategi pembiayaan proyek berkelanjutan, memahami perbedaan ini membantu menentukan instrumen dan pendekatan yang tepat. Perusahaan yang fokus membiayai proyek lingkungan spesifik, misalnya pembangkit energi terbarukan, dapat memanfaatkan skema green finance seperti green bond. Sementara itu, perusahaan yang ingin mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola secara menyeluruh dalam strategi bisnis dan pelaporannya perlu mengacu pada kerangka sustainable finance yang lebih komprehensif, termasuk dalam penyusunan laporan keberlanjutan dan pengungkapan risiko ESG kepada investor maupun regulator.

Green finance dapat dipahami sebagai bagian dari sustainable finance yang berfokus secara spesifik pada pembiayaan proyek ramah lingkungan, sementara sustainable finance mencakup pendekatan yang jauh lebih luas dengan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola secara menyeluruh. Bagi pelaku usaha dan lembaga keuangan di Indonesia, memahami perbedaan ini penting untuk menyusun strategi pembiayaan yang tepat sasaran sekaligus memenuhi ketentuan regulasi keuangan berkelanjutan yang terus berkembang.

Baik untuk kebutuhan green finance maupun sustainable finance, penyusunan data dan pelaporan ESG yang akurat menjadi kunci keberhasilan strategi keberlanjutan perusahaan. Satuplatform membantu perusahaan mengelola data ESG, memantau kinerja keberlanjutan, dan menyusun laporan yang sesuai standar secara terintegrasi.

Tentang Satuplatform – End-to-End ESG & Carbon Management Solution

Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Strategy yang membantu perusahaan mengelola keberlanjutan secara menyeluruh. Mulai dari pengukuran emisi karbon, pengelolaan data ESG, penyusunan Sustainability Report, hingga implementasi strategi dekarbonisasi, Satuplatform menghadirkan solusi komprehensif yang terukur dan sesuai standar nasional maupun internasional.

Sebagai end-to-end solution partner, Satuplatform menggabungkan kekuatan teknologi digital dengan pendampingan konsultan ahli untuk memastikan transformasi keberlanjutan berjalan efektif, akurat, dan berdampak nyata bagi bisnis.

Solusi Terintegrasi Satuplatform meliputi:

  • Perhitungan dan monitoring emisi karbon (Scope 1, Scope 2, Scope 3)

  • ESG reporting & compliance sesuai standar nasional dan global

  • Dashboard analitik untuk pengambilan keputusan berbasis data

  • Training, capacity building & ESG awareness program untuk perusahaan

  • Pendampingan ahli dalam strategi dekarbonisasi dan sustainability transformation

Siap Memulai Perjalanan Bisnis Berkelanjutan?

Dapatkan FREE DEMO Satuplatform dan temukan bagaimana solusi end-to-end kami dapat membantu perusahaan Anda lebih siap regulasi, lebih transparan bagi investor, dan lebih unggul dalam praktik keberlanjutan.

Similar Article