Jejak Karbon Digital – Penggunaan internet menjadi salah satu aktivitas yang hampir setiap hari banyak orang lakukan, baik untuk berkomunikasi, belanja, mencari informasi, atau kegiatan lainnya.

Aktivitas harian yang kita lakukan menggunakan internet, selain dapat meninggalkan jejak digital atau riwayat, juga dapat meninggalkan jejak karbon digital yang jumlahnya bahkan melebihi kegiatan industri penerbangan global.
Jejak karbon digital merupakan jumlah total gas rumah kaca (GRK) yang dapat dihasilkan dari konsumsi energi aktivitas digital, mencakup juga proses pembangunan dan pemeliharaan jaringan, layanan, dan penggunaan perangkat digital.
Menurut UNICEF, rata-rata seseorang menerima email dalam setahun dapat menambah 136 kg emisi pada jejak karbon tahunannya. Selain itu, tingginya penggunaan internet oleh masyarakat dunia turut menyumbang sekitar empat persen emisi GRK dan diperkirakan akan terus tumbuh mengikuti perkembangan cara hidup yang semakin digital.
Jejak karbon digital juga dapat berasal dari perkembangan teknologi pada perangkat elektronik. Pada tahun 2021, UNICEF mencatat sekitar 15 miliar smartphone terjual secara global yang dapat memberikan dampak ke lingkungan dengan cara yang beragam.
Smartphone yang laku keras ini berdampak terhadap penggunaan air dan material yang tinggi dalam proses produksi, serta menghasilkan polusi dan emisi dari sampah elektronik yang tidak terkelola dengan baik.
Maka dari itu, mengurangi jejak karbon digital merupakan langkah penting yang dapat dilakukan dalam berkontribusi mengurangi emisi karbon bagi lingkungan. Berikut adalah tiga langkah strategis untuk mengurangi jejak karbon digital dilansir dari berbagai sumber:
Table of Contents
Toggle1. Mengoptimalkan Penggunaan Internet dan Perangkat
Penyimpanan data di server cloud membutuhkan energi yang signifikan.
Semakin banyak email yang diterima dan disimpan, maka akan semakin banyak pula energi yang diperlukan yang berdampak pada jumlah jejak karbon digital. Kita bisa mulai dengan menghapus email yang tidak diperlukan secara berkala dan berhenti langganan buletin yang tidak diinginkan.
Baca juga artikel lainnya : 3 Teknologi Atasi Perubahan Iklim
Selain itu, gunakan perangkat elektronik dengan awet dan hindari membeli perangkat baru hanya untuk mengikuti tren. Membeli perangkat elektronik dengan bijak dapat membantu mengurangi potensi sampah elektronik baru.
2. Menghemat Konsumsi Energi Perangkat
Nonaktifkan perangkat saat tidak digunakan. Perangkat seperti router, komputer, atau televisi pintar terus mengonsumsi daya jika sengaja dibiarkan menyala.
Pilih perangkat elektronik bersertifikasi hemat energi seperti Energy Star. Tutup aplikasi dan tab serta nonaktifkan layanan lokasi saat tidak menggunakannya. Cabut juga pengisi daya saat tidak lagi digunakan
3. Bersihkan File dan Aplikasi
Aktivitas atau kunjungan kita di suatu situs biasanya meninggalkan jejak, riwayat, hingga cookies yang bersarang dan menetap di perangkat.
Namun, jejak tersebut umumnya tidak akan digunakan lagi dan hanya akan menambah kapasitas ruang di server sehingga memerlukan energi untuk mengaktifkannya kembali. Oleh karena itu, tinjau dan bersihkan file di aplikasi atau peranti pencarian secara berkala.
Kurangi ukuran file dokumen, gambar, video, dan aset multimedia lainnya. Berhenti menyimpan dan menimbun data yang kemungkinan besar tidak akan pernah digunakan lagi.
Turut Serta dalam Keberlanjutan
Selain mengurangi jejak karbon digital, kita juga dapat turut berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dengan memerhatikan jejak karbon kita di dunia nyata.
Pelaku usaha, bisnis, dan perusahaan dapat turut serta dengan melakukan pengukuran dan pemantauan emisi karbon secara teratur serta melaporkannya secara transparan kepada publik.
Aktivitas ini juga dapat membantu perusahaan memahami dampak lingkungan dari operasinya dan menetapkan target-target pengurangan emisi.
Agar kegiatan pengukuran dan analisa emisi gas rumah kaca dapat dikerjakan secara lebih efektif, lakukan semua prosesnya bersama Satuplatform!
Satuplatform merupakan platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting. Kami dapat membantu Anda mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku.
Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat:
- Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien
- Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi
- Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional
Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang!
Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform.
Similar Article
Satuplatform Bawa Inovasi Carbon & ESG Management di Demo Day OJK Fintech Accelerator 2026
Jakarta, 27 Agustus 2026 — Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru bagi perusahaan rintisan untuk menghadirkan solusi yang menjawab kebutuhan…
Bencana Karhutla Mengancam Hutan Konservasi dan Penyerapan Karbon
Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) bukan hanya persoalan lingkungan yang menyebabkan kerusakan ekosistem dan hilangnya keanekaragaman hayati. Bencana ini juga…
Menghitung Jejak Karbon: Langkah Awal Perusahaan Mengurangi Emisi dan Menghadapi Perubahan Iklim
Perubahan iklim semakin mendorong perusahaan untuk memahami dan mengelola dampak lingkungan dari aktivitas bisnisnya. Salah satu langkah penting yang dapat…
Pemanasan Global dan Bencana di Indonesia: Mengapa Menghitung Jejak Karbon Itu Penting?
Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Namun, di saat yang sama, Indonesia juga menghadapi…
Mengapa Kota-Kota di Indonesia Semakin Panas? Mengenal Fenomena Urban Heat Island dan Dampak Iklimnya
Jakarta, Surabaya, Bekasi, hingga Palembang belakangan kerap muncul dalam daftar wilayah dengan suhu harian tertinggi di Indonesia. Bagi warga yang…
Meningkatnya Frekuensi Cuaca Ekstrem di Indonesia: Bagaimana Data Menunjukkan Dampak Perubahan Iklim?
Banjir bandang, angin kencang, hingga siklon tropis yang belakangan lebih sering muncul di pemberitaan bukan sekadar kesan subjektif. Badan Meteorologi,…

