Perubahan Iklim Di Balik Kebakaran Besar di Los Angeles
Ingatkah kamu pada kebakaran hebat yang melanda hutan di Kota Los Angeles, California, Amerika Serikat pada awal tahun 2025 lalu? Dikenal sebagai Eaton Fire, tragedi kebakaran hutan yang sangat merusak Los Angeles County itu dimulai pada hari Selasa, 7 Januari 2025 malam hari. Kebakaran ini berlangsung selama 24 hari lamanya dan baru berhasil dipadamkan secara total pada Jumat, 31 Januari 2025. Tragedi kebakaran tersebut terjadi begitu parah, memberikan dampak yang signifikan pada kondisi infrastruktur dan masyarakat, serta mempengaruhi aktivitas di sana. Sebuah sumber bahkan menyebut bahwa Eaton Fire atau Kebakaran Eaton menjadi salah satu kebakaran hutan paling mematikan dalam sejarah California. Apa yang sebenarnya terjadi? Penyebab Kebakaran di Los Angeles Melansir laman tempo.co, Kebakaran Eaton dimulai tepatnya di kaki bukit Hutan Nasional Angeles, Los Angeles County, dan dengan cepat melanda pemukiman penduduk di perkotaan. Kebakaran tersebut berawal dari semak belukar kering yang sudah tidak diguyur hujan selama tujuh bulan. Pada saat yang bersamaan, angin kencang juga membuat api menyebar ke daerah pemukiman, salah satunya Altadena dan Palisades. Dalam beberapa hari, kebakaran tersebut terus meluas hingga lebih dari 8.000 hektare dan berdampak terhadap 19 ribu warga setempat. Kepolisian setempat mencatat adanya korban jiwa dan bangunan terdampak dari tragedi kebakaran ini. Dikutip dari berbagai sumber, kebarakan yang melanda California Selatan selama lebih dari tiga minggu itu telah merenggut lebih sekitar 46 korban jiwa serta menghancurkan lebih dari 10 ribu bangunan termasuk tempat tinggal. Baca juga artike lainnya : Kebakaran TPA Sampah di Indonesia Sering Terjadi, Apa Penyebab dan Solusinya? Kebakaran di Los Angeles diyakini terjadi akibat kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia. Cuaca yang sangat kering ditambah angin yang bertiup kencang disebut menjadi beberapa penyebab Eaton Fire dan Palisades Fire butuh waktu lama untuk dipadamkan. Perubahan Iklim Memperparah Kondisi Kebakaran Wilayah Los Angeles dan California pada umumnya seringkali mengalami wildfire (kebakaran hutan dan lahan), terutama saat musim panas dan gugur. Frekuensi kebakaran hutan di sana pun kian meningkat dan semakin sering terjadi ditambah karena efek gabungan dari perubahan iklim dan angin Santa Ana, membuat tumbuhan sangat kering yang menciptakan kondisi ideal untuk penyebaran api. Di luar dari akibat kebakaran karena aktivitas manusia, perubahan iklim disebut-sebut ikut berperan membuat kebakaran menjadi lebih ekstrim dari sebelumnya. Perubahan iklim membuat suhu udara lebih panas, mengeringkan tanah dan vegetasi lebih cepat, dengan durasi yang panjang karena hujan makin jarang terjadi. Faktor angin Santa Ana juga berperan membawa udara kering dan menurunkan kelembaban. Dengan kondisi kering yang ekstrem ditambah dengan sumber daya air yang tidak memadai, kebakaran menjadi lebih sulit dipadamkan dan berpotensi menyebar lebih luas. Melansir laman Los Angeles Regional Fire Safe Council, tercatat hampir setiap tahun kebakaran hutan melanda wilayah ini dengan intensitas dan dampak yang beragam. Sebelumnya, Kebakaran Woolsey pada November 2018, sempat menjadi kebakaran hutan paling merusak dalam sejarah Los Angeles County. Kebakaran Woosley terjadi pada 8 November 2018 dan baru dapat dipadamkan sepenuhnya pada 21 November 2018. Luas lahan terbakar saat itu mencapai 39.234 hektare, dengan kerugian mencapai $6 miliar, dilansir dari Reuters. Upaya Pemulihan Pasca Kebakaran Los Angeles Setelah apa yang terjadi, pemerintah setempat bergegas melaksanakan upaya pemulihan untuk membantu menstabilkan kondisi dan memulihkan trauma masyarakat. Upaya pemulihan kebakaran hutan di Los Angeles (dan California secara umum) melibatkan strategi jangka pendek dan panjang. Kegiatan ini melibatkan berbagai lembaga seperti pemerintah negara bagian, pemerintah kota, dan lembaga federal. Selain membersihkan puing dan tanaman yang terbakar, pembangunan ulang infrastruktur publik yang penting juga dilakukan, termasuk menyediakan bantuan darurat bagi warga terdampak. Tentang Satuplatform Satuplatform merupakan platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG management, carbon accounting, dan sustainability reporting. Kami dapat membantu Anda mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien Menghitung & mengelola emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article Mengenal Eutrofikasi, Ancaman terhadap Kesehatan Ekosistem Air Ekosistem air tidak terlepas dari ancaman pencemaran polutan berbahaya yang salah satunya dapat menyebabkan terjadinya eutrofikasi di wilayah perairan. Pengertian eutrofikasi merupakan proses meningkatnya kadar nutrisi di badan air seperti danau, sungai, rawa, waduk, hingga laut, sehingga membuat pertumbuhan alga (blooming) di ekosistem terdampak tidak terkendali. Peningkatan nutrisi yang di antaranya terdiri dari nitrogen dan fosfor serta berbagai unsur hara juga dapat menyebabkan perairan memiliki kadar oksigen yang rendah. Peristiwa ini disebut juga dengan hipoksia. Melansir laman Lindungi Hutan, beberapa unsur atau zat yang termasuk dalam eutrofikasi ialah seperti nitrogen dan fosfor, serta elemen lain yakni potassium, silikon, mangan, dan… Hadapi Krisis Energi, Apa Saja yang Perlu Dilakukan? Krisis energi bukan lagi sekadar tantangan di masa depan, namun ia telah menjadi realitas di depan mata. Ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil, ketidakstabilan geopolitik, perubahan iklim, serta ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan energi telah menciptakan tekanan besar pada sistem energi global. Di Indonesia, fenomena ini terasa lewat lonjakan harga BBM (Bahan Bakar Minyak), pemadaman listrik di beberapa wilayah, dan ketergantungan pada impor energi. Menghadapi krisis energi yang semakin mendesak, diperlukan langkah-langkah strategis untuk dilakukan oleh berbagai pihak. Artikel ini akan menguraikan apa saja yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi dan menanggulangi krisis energi secara berkelanjutan. Diversifikasi Sumber Energi Salah satu… Business Adaptation Amid Environmental Challenges In today’s rapidly changing world, businesses are being confronted with a new kind of disruption, one that stems not from market competition or digital innovation, but from the environment itself. From extreme weather events and resource scarcity to stricter environmental regulations and shifting consumer expectations, environmental challenges are reshaping the business landscape. Businesses must not only survive amid mounting environmental pressures. They must adapt, transform, and lead. This article explores how companies across industries can strategically respond to environmental challenges while maintaining growth, relevance, and competitive advantage. Understanding the Environmental Business Imperative Environmental issues are no longer peripheral, they are… Benarkah Konsumsi Daging …
Read more “Perubahan Iklim Di Balik Kebakaran Besar di Los Angeles”

