Dalam era urbanisasi yang semakin masif, ruang terbuka hijau (RTH) menjadi komponen vital yang sering kali terpinggirkan di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur dan kawasan bisnis di perkotaan. Padahal, keberadaan RTH di wilayah perkotaan tidak hanya memiliki manfaat ekologis, tetapi juga nilai strategis dalam konteks bisnis dan keberlanjutan lingkungan.
Ruang Terbuka Hijau (RTH) didefinisikan sebagai area memanjang atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka dan ditumbuhi tanaman, baik yang tumbuh secara alami maupun yang sengaja ditanam. Menurut undang undang (UU) nomor 26 tahun 2007 tentang penataan ruang, RTH di wilayah kota paling sedikit adalah 30 persen dari luas wilayah kota. Di kawasan perkotaan, RTH bisa berbentuk taman kota, hutan kota, jalur hijau, hingga kebun komunitas.
Mari simak, sebetulnya apa saja manfaat RTH untuk wilayah perkotaan!
Table of Contents
ToggleMeningkatkan Kualitas Lingkungan dan Daya Saing Kota

Manfaat utama dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah terletak dari fungsi ekologisnya, yaitu dapat berperan sebagai paru-paru kota. Pepohonan dan tanaman hijau berperan penting dalam menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Kehadiran RTH membantu menurunkan suhu udara, menyerap air hujan untuk mencegah banjir, serta meredam kebisingan. Semua ini meningkatkan kualitas hidup masyarakat, yang secara tidak langsung juga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja di wilayah tersebut.
Baca juga artikel lainnya : Aspek Penting dalam Menerapkan Inisiatif Industri Hijau
Dari sisi bisnis, kota dengan kualitas lingkungan yang baik akan lebih menarik bagi investor. Perusahaan global kini semakin memperhatikan aspek ESG (Environmental, Social, and Governance) sebelum berinvestasi. Kota yang memiliki RTH memadai seringkali dinilai lebih progresif dan berkelanjutan, sehingga perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah tersebut akan lebih ‘stand out’. Mempertimbangkan aspek RTH bagi bisnis telah menjadi hal yang penting, seperti contohnya kawasan BSD City Green Office Park sebagai perkantoran hijau pertama Indonesia yang terletak di area seluas 25 hektar.
Meningkatkan Nilai Properti
Keberadaan RTH juga memberikan manfaat untuk meningkatkan nilai properti. Faktanya, properti yang berdekatan dengan taman kota atau jalur hijau memiliki nilai jual dan sewa yang lebih tinggi dibandingkan properti yang jauh dari elemen hijau. Ini membuka peluang investasi properti yang lebih menguntungkan, terutama di sektor perumahan dan komersial.
Bagi pengembang properti, penyediaan RTH bukan hanya kewajiban regulatif, tetapi juga strategi nilai tambah. Meningkatkan kualitas lingkungan sekitar proyek akan menarik lebih banyak konsumen dengan preferensi hidup sehat dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat brand perusahaan sebagai pelaku bisnis yang peduli pada keberlanjutan.
Meningkatkan Kesehatan dan Produktivitas Masyarakat
RTH menyediakan ruang untuk aktivitas fisik, rekreasi, dan relaksasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kota yang sibuk dan padat. Akses terhadap ruang hijau terbukti menurunkan tingkat stres, meningkatkan kesehatan mental, dan mendorong gaya hidup aktif. Dalam konteks bisnis, ini berarti peningkatan produktivitas karyawan.
Banyak perusahaan kini mulai melihat pentingnya desain lingkungan kerja yang terintegrasi dengan elemen hijau, seperti taman kantor, rooftop garden, atau bahkan hutan mini di lingkungan industri. Hal ini mencerminkan kesadaran bahwa kesehatan manusia dan kesehatan lingkungan berjalan beriringan.
Mitigasi Risiko Iklim
Manfaat berikutnya dari ruang terbuka hijau adalah berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim di perkotaan. RTH membantu menyerap karbon, meredam gelombang panas, serta meningkatkan resapan air tanah. Dalam jangka panjang, ini menurunkan risiko bencana seperti banjir dan kekeringan, yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi besar.
Kota-kota yang berinvestasi dalam infrastruktur hijau memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap dampak krisis iklim. Ini penting dalam strategi keberlanjutan bisnis jangka panjang, terutama bagi sektor yang sangat bergantung pada stabilitas lingkungan seperti agribisnis, pariwisata, dan manufaktur.
Mendorong Inovasi dan Kolaborasi Multisektor
RTH membuka peluang kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil. Inisiatif taman adopsi, urban farming berbasis komunitas, dan sponsor taman kota oleh perusahaan swasta adalah beberapa contoh model kemitraan yang produktif.
Inovasi dalam pengelolaan RTH juga bisa didorong melalui teknologi, seperti penggunaan sensor IoT untuk memantau kelembaban tanah atau sistem irigasi pintar. Hal ini membuka pasar baru bagi startup teknologi lingkungan, menciptakan peluang ekonomi sekaligus menjawab kebutuhan kota berkelanjutan.
RTH sebagai Aset Bisnis dan Lingkungan
Melihat berbagai manfaat tersebut, jelas bahwa ruang terbuka hijau bukan sekadar elemen estetika kota, melainkan aset strategis yang berkontribusi pada keberlanjutan bisnis dan lingkungan. Di tengah meningkatnya kesadaran terhadap perubahan iklim dan kesehatan urban, keberadaan RTH menjadi indikator penting dalam menilai kualitas tata kota dan daya saing ekonomi sebuah wilayah.
Seiring dengan keberadaan RTH, untuk perusahaan yang ingin mengambil langkah inisiatif untuk komitmen keberlanjutan lingkungan, kini telah hadir Satuplatform yang dapat membantu inisiatif lingkungan perusahaan dalam pengelolaan karbon dan ESG. Sebagai all-in-one solution, Satuplatform menyediakan berbagai layanan dan konsultasi bagi perusahaan dari berbagai sektor industri. Mari coba FREE DEMO nya sekarang!
Similar Article
Satuplatform dan OJK Bahas Akselerasi Inovasi Generasi Baru melalui FGD “Accelerating the Next Generation of Innovators”
Perkembangan teknologi digital di Indonesia terus membuka peluang baru bagi startup untuk menciptakan solusi inovatif di berbagai sektor. Namun, pertumbuhan…
5 Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Bebas Emisi
Jakarta identik dengan gedung tinggi, lalu lintas padat, dan aktivitas urban yang tidak pernah berhenti. Di tengah dinamika tersebut, ruang…
10 Strategi Efisiensi Energi yang Bisa Mulai Diterapkan di Perusahaan
Efisiensi energi semakin menjadi bagian penting dalam strategi keberlanjutan perusahaan. Bukan hanya karena dapat membantu menekan biaya operasional, tetapi juga…
Persetujuan Teknis Emisi: Apa yang Perlu Dipersiapkan Perusahaan?
Bagi perusahaan yang memiliki kegiatan dengan sumber emisi, pengendalian pencemaran udara bukan hanya persoalan teknis operasional. Perusahaan juga perlu memastikan…
Zero Waste sebagai Strategi Efisiensi Operasional, Untuk Kurangi Emisi Karbon
Zero waste sering dipandang sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan yang berdiri sendiri, terpisah dari operasional inti bisnis. Padahal, jika…
Cara Melakukan Materiality Assessment untuk Laporan Keberlanjutan
Banyak perusahaan menyusun laporan keberlanjutan dengan memasukkan semua isu ESG yang bisa dipikirkan, mulai dari emisi karbon sampai kesejahteraan karyawan.…

