1

Jenis Jejak Karbon: Primer, Sekunder, dan Skala Pengukurannya

Satuplatform sebagai perusahaan yang memiliki solusi terintegrasi untuk ESG reporting, GHG accounting, pelatihan keberlanjutan, hingga pelaporan emisi karbon membantu perusahaan menghitung, memantau, dan mengelola jejak karbon secara komprehensif sesuai standar internasional. Melalui pendekatan berbasis data dan teknologi, Satuplatform mendukung organisasi dalam memahami scope 1, scope 2, dan scope 3 emissions serta menyusun strategi dekarbonisasi yang terukur dan berdampak nyata dengan dukungan para ahli di bidangnya. Jejak karbon adalah sejumlah emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida (CO2), yang dilepaskan ke atmosfer sebagai akibat dari aktivitas manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jejak ini merupakan salah satu indikator penting untuk memahami kontribusi suatu aktivitas terhadap perubahan iklim global. Secara umum, jejak karbon dibagi menjadi dua jenis utama berdasarkan cara emisi itu terjadi, yaitu primer dan sekunder. Jejak Karbon Primer (Langsung) Jejak karbon primer adalah emisi gas rumah kaca yang terjadi secara langsung dari aktivitas yang memakai bahan bakar fosil. Emisi ini biasanya dihasilkan dari pembakaran langsung bahan bakar seperti bensin, diesel, gas, atau batu bara. Contoh paling sederhana adalah emisi dari kendaraan bermotor saat digunakan atau pembakaran bahan bakar untuk memasak dan menggerakkan mesin industri. Sifatnya yang langsung berarti bahwa emisi dapat diukur dan dikaitkan secara jelas dengan sumber tertentu (“scope 1” dalam terminologi korporat), misalnya: Baca Juga : Penting Jejak Karbon Produk Bagi Pengelolaan Karbon Perusahaan Karena karakteristiknya yang langsung, pengukuran jejak karbon primer seringkali lebih mudah diidentifikasi dalam audit lingkungan untuk perusahaan atau individu. Jejak Karbon Sekunder (Tidak Langsung) Berbeda dengan yang primer, jejak karbon sekunder adalah emisi tidak langsung yang terjadi sepanjang siklus hidup suatu produk atau jasa. Ini mencakup emisi yang timbul dari: Misalnya, sebuah baju yang Anda beli mungkin tidak mengeluarkan emisi saat dipakai, tetapi proses pembuatan kain, pencelupan, hingga pengirimannya semuanya menimbulkan emisi karbon yang diakumulasikan sebagai jejak karbon sekunder. Jejak karbon sekunder seringkali lebih kompleks dihitung karena melibatkan banyak tahapan produksi dan rantai pasokan (scope 3 emissions dalam standar pelaporan internasional), tetapi penting untuk memahami dampak total dari konsumsi atau layanan tertentu. Jejak Karbon Berdasarkan Skala Pengukurannya Jejak karbon tidak hanya dibedakan berdasarkan jenis emisinya, tetapi juga skala di mana jejak itu diukur. Menurut berbagai sumber termasuk laman YIARI, jejak karbon dapat dikalkulasi pada beberapa tingkat sebagai berikut: Jejak Karbon Individu Ini adalah perhitungan emisi yang dihasilkan oleh satu orang melalui aktivitas sehari-hari. Misalnya: Jejak Karbon Organisasi Skala ini diterapkan pada tubuh bisnis atau lembaga. Jejak karbon organisasi mencakup: Jejak Karbon Produk Produk jejak karbon mengukur total emisi yang terakumulasi sepanjang siklus hidup sebuah produk, mulai dari ekstraksi bahan baku hingga penanganan akhir setelah pemakaian. Ini membantu produsen dan konsumen memahami dampak lingkungan dari produk yang dibeli atau dijual. Skala Lain: Negara, Kegiatan, Acara Selain tiga skala di atas, jejak karbon juga dapat dihitung untuk wilayah yang lebih luas seperti tingkat nasional, yang mencerminkan total emisi dari seluruh aktivitas sosial, industri, dan pemerintah. Demikian juga, kegiatan besar atau acara khusus dapat memiliki jejak karbonnya sendiri yang mesti dihitung untuk kompensasi atau pengurangan. Mengapa Memahami Jejak Karbon Itu Penting? Memahami jenis dan skala jejak karbon bukan hanya soal hitung-menghitung angka. Ini adalah langkah strategis untuk: Dengan mengidentifikasi sumber jejak karbon, baik yang langsung (primer) maupun tidak langsung (sekunder), setiap pihak dapat menyusun strategi berkelanjutan yang nyata, mulai dari menggunakan energi bersih hingga memilih produk dengan jejak karbon rendah. Tentang Satuplatform – End-to-End ESG & Carbon Management Solution Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Strategy yang membantu perusahaan mengelola keberlanjutan secara menyeluruh. Mulai dari pengukuran emisi karbon, pengelolaan data ESG, penyusunan Sustainability Report, hingga implementasi strategi dekarbonisasi, Satuplatform menghadirkan solusi komprehensif yang terukur dan sesuai standar nasional maupun internasional. Sebagai end-to-end solution partner, Satuplatform menggabungkan kekuatan teknologi digital dengan pendampingan konsultan ahli untuk memastikan transformasi keberlanjutan berjalan efektif, akurat, dan berdampak nyata bagi bisnis. Solusi Terintegrasi Satuplatform meliputi: Perhitungan dan monitoring emisi karbon (Scope 1, Scope 2, Scope 3) ESG reporting & compliance sesuai standar nasional dan global Dashboard analitik untuk pengambilan keputusan berbasis data Training, capacity building & ESG awareness program untuk perusahaan Pendampingan ahli dalam strategi dekarbonisasi dan sustainability transformation Siap Memulai Perjalanan Bisnis Berkelanjutan? Dapatkan FREE DEMO Satuplatform dan temukan bagaimana solusi end-to-end kami dapat membantu perusahaan Anda lebih siap regulasi, lebih transparan bagi investor, dan lebih unggul dalam praktik keberlanjutan. Waste to Energy: Strategi 4 Negara Eropa dalam Menekan Jejak Karbon dan Peluang Indonesia Mengikutinya Waste to Energy: Strategi 4 Negara Eropa dalam Menekan Jejak Karbon dan Peluang Indonesia Mengikutinya Keyword  Waste to energy  Sources  https://katadata.co.id/ekonomi-hijau/ekonomi-sirkular/695facd5024af/daftar-4-negara-eropa-yang-berhasil-kelola-sampah-jadi-energi-lewat-program-wte  Photos  Pemerintah menargetkan 100% sampah di Indonesia dapat terkelola pada 2029 dengan mempercepat pembangunan proyek-proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Kebijakan yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden No. 109 Tahun 2025 ini bukan hanya berfokus pada pengurangan volume sampah, tetapi juga berkontribusi dalam penurunan jejak karbon nasional melalui pemanfaatan limbah sebagai sumber energi alternatif. Keberhasilan program waste-to-energy (WtE) di negara-negara Eropa menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dan ekonomi sirkular dapat berjalan seiring dalam pengelolaan sampah sekaligus menekan emisi gas… Mendorong Bisnis Berkelanjutan melalui Implementasi Ekonomi Hijau Ekonomi hijau menjadi salah satu konsep yang semakin relevan di tengah krisis iklim, degradasi lingkungan, dan ketimpangan sosial global. Model pembangunan berbasis eksploitasi sumber daya alam memang mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi sering kali mengabaikan keberlanjutan jangka panjang. Melalui pendekatan ekonomi hijau, pembangunan tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga pada kelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial. Inilah alasan mengapa ekonomi hijau disebut sebagai pilar utama pembangunan berkelanjutan di era modern. Apa Itu Ekonomi Hijau? Secara definisi, ekonomi hijau merupakan sistem ekonomi yang memiliki fokus pada peningkatan kesejahteraan manusia dan keadilan sosial, sekaligus mengurangi risiko lingkungan. Menurut United Nations Environment Programme… Jenis Jejak Karbon: Primer, Sekunder, dan Skala Pengukurannya Satuplatform sebagai perusahaan yang memiliki solusi terintegrasi untuk ESG reporting, GHG accounting, pelatihan keberlanjutan, hingga pelaporan emisi karbon membantu perusahaan menghitung, memantau, dan mengelola jejak karbon secara komprehensif sesuai standar internasional. Melalui pendekatan berbasis data dan teknologi, Satuplatform mendukung organisasi dalam memahami scope 1, scope 2, dan scope 3 emissions serta menyusun strategi dekarbonisasi yang terukur dan berdampak nyata dengan …

3

Investor Semakin Selektif terhadap Perusahaan dengan Komitmen ESG

Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, Sustainability Reporting, yang membantu perusahaan meningkatkan transparansi, mengelola risiko iklim, serta memenuhi tuntutan investor global. Melalui solusi end-to-end yang mencakup pengukuran emisi karbon (Scope 1, 2, 3), pengelolaan data ESG, penyusunan Sustainability Report, hingga strategi dekarbonisasi, Satuplatform mendukung perusahaan membangun ketahanan bisnis jangka panjang di tengah tekanan regulasi dan perubahan preferensi pasar. Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena perubahan iklim telah bertransformasi dari isu lingkungan semata menjadi faktor penting dalam keputusan investasi global. Investor institusional dan manajer portofolio kini tidak hanya menilai kinerja keuangan perusahaan, tetapi juga mempertimbangkan sejauh mana perusahaan menghadapi risiko iklim, baik risiko fisik akibat bencana maupun risiko transisi akibat perubahan regulasi dan teknologi. Dampaknya terasa jelas, perusahaan dengan eksposur tinggi terhadap risiko iklim kini semakin dianggap kurang menarik oleh investor yang berorientasi pada performa jangka panjang. Baca Juga : Regulasi ESG Semakin Mengikat: Dari Pilihan Sukarela ke Kewajiban Korporasi Mengapa Risiko Iklim Menjadi Fokus Investor? Perubahan iklim menghadirkan risiko nyata yang dapat mempengaruhi profitabilitas dan nilai pasar perusahaan di masa depan. Risiko ini mencakup: Investor memahami bahwa risiko iklim bukan hanya masalah lingkungan; risiko ini berdampak material terhadap nilai investasi mereka. Ketidakpastian regulasi, misalnya, dapat menambah biaya operasional atau mempercepat pengurangan permintaan terhadap produk yang intensif karbon. Sementara itu, bencana alam yang semakin sering terjadi dapat merusak rantai pasok, menghancurkan fasilitas, dan menekan kinerja keuangan perusahaan. Total kerugian finansial akibat risiko iklim global telah mencapai angka miliaran dolar dalam beberapa tahun terakhir, membuatnya menjadi faktor yang semakin diperhitungkan dalam strategi alokasi aset. Risiko Iklim sebagai Prioritas Strategis dalam Keputusan Investasi Global Survei global menunjukkan perubahan pola investasi yang signifikan. Sejumlah besar investor kini menganggap penanganan perubahan iklim sebagai prioritas utama dalam mengevaluasi perusahaan. Survei terbesar seperti yang dilakukan oleh PwC menunjukkan bahwa hampir 44% investor menilai bahwa mengatasi perubahan iklim harus menjadi lima prioritas utama bagi perusahaan yang mereka dukung. Lebih lanjut, survei lain mencatat bahwa kekhawatiran terhadap risiko iklim terus meningkat tajam setiap tahunnya. Data menunjukkan bahwa sekitar 85% pemilik aset kini memandang risiko iklim sebagai perhatian utama, terutama dalam konteks volatilitas pasar dan tantangan geopolitik lainnya. Ciri lain dari selektivitas investor juga terlihat pada meningkatnya permintaan akan informasi keberlanjutan yang dapat dipercaya. Sebagian besar investor menganggap bahwa laporan keberlanjutan perusahaan sering memuat klaim yang tidak didukung, atau yang biasa disebut greenwashing, yang pada akhirnya menurunkan keyakinan investor terhadap kualitas informasi tersebut. (Sumber: PwC) Dampak pada Perusahaan dengan Risiko Iklim Tinggi Ketika investor menilai perusahaan, mereka mulai memprioritaskan ketahanan terhadap risiko iklim sebagai indikator nilai jangka panjang. Perusahaan yang memiliki strategi manajemen risiko iklim yang lemah cenderung dipandang kurang menarik, terutama oleh investor institusional seperti dana pensiun, manajer aset besar, dan dana kekayaan negara. Beberapa dampak yang muncul dari tren ini antara lain: Similar Article Jenis Jejak Karbon: Primer, Sekunder, dan Skala Pengukurannya Satuplatform sebagai perusahaan yang memiliki solusi terintegrasi untuk ESG reporting, GHG accounting, pelatihan keberlanjutan, hingga pelaporan emisi karbon membantu perusahaan menghitung, memantau, dan mengelola jejak karbon secara komprehensif sesuai standar internasional. Melalui pendekatan berbasis data dan teknologi, Satuplatform mendukung organisasi dalam memahami scope 1, scope 2, dan scope 3 emissions serta menyusun strategi dekarbonisasi yang terukur dan berdampak nyata dengan dukungan para ahli di bidangnya. Jejak karbon adalah sejumlah emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida (CO2), yang dilepaskan ke atmosfer sebagai akibat dari aktivitas manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jejak ini merupakan salah satu indikator penting untuk… Investor Semakin Selektif terhadap Perusahaan dengan Komitmen ESG Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena perubahan iklim telah bertransformasi dari isu lingkungan semata menjadi faktor penting dalam keputusan investasi global. Investor institusional dan manajer portofolio kini tidak hanya menilai kinerja keuangan perusahaan, tetapi juga mempertimbangkan sejauh mana perusahaan menghadapi risiko iklim, baik risiko fisik akibat bencana maupun risiko transisi akibat perubahan regulasi dan teknologi. Dampaknya terasa jelas, perusahaan dengan eksposur tinggi terhadap risiko iklim kini semakin dianggap kurang menarik oleh investor yang berorientasi pada performa jangka panjang. Mengapa Risiko Iklim Menjadi Fokus Investor? Perubahan iklim menghadirkan risiko nyata yang dapat mempengaruhi profitabilitas dan nilai pasar perusahaan di masa depan. Risiko… Regulasi ESG Semakin Mengikat: Dari Pilihan Sukarela ke Kewajiban Korporasi Dalam beberapa tahun terakhir, istilah Environmental, Social, and Governance (ESG) yang awalnya merupakan kerangka sukarela bagi perusahaan untuk mengukur dampak non-keuangan mereka, telah berubah menjadi bagian penting dari struktur regulasi dan strategi bisnis di seluruh dunia. ESG kini bukan sekadar slogan pemasaran atau nilai tambah moral, tetapi sebuah kerangka yang makin mengikat secara hukum dan strategis bagi perusahaan, investor, hingga pembuat kebijakan. Dari Sukarela Menuju Kewajiban ESG pada awalnya lahir dari kesadaran akan kebutuhan pembangunan berkelanjutan, di mana perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan finansial semata tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan, kesejahteraan sosial, serta tata kelola yang baik. Di banyak negara,… Fenomena Cuaca Ekstrem dan Pergeseran Pola Musim Akibat Perubahan Iklim Perubahan iklim global bukan lagi sekadar wacana ilmiah, fenomena ini telah mempengaruhi kehidupan nyata jutaan orang di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Dua aspek penting yang kini makin nyata dampaknya adalah semakin seringnya cuaca ekstrem dan pergeseran pola musim yang mengubah kapan dan bagaimana hujan turun di berbagai wilayah Tanah Air. Apa Itu Cuaca Ekstrem dan Pola Musim yang Bergeser? Cuaca ekstrem merujuk pada kondisi atmosfer yang secara signifikan di luar rata-rata tahunan, seperti hujan badai, banjir bandang, gelombang panas intens, atau kekeringan panjang. Sementara itu, pola musim yang bergeser mencerminkan perubahan waktu atau intensitas musiman, misalnya musim hujan yang… Mengapa Sustainability Report Penting bagi Perusahaan Saat Ini? Mengapa Sustainability Report Penting bagi Perusahaan Saat Ini? Di era bisnis modern, perusahaan tidak lagi hanya dinilai dari kinerja keuangan, tetapi juga dari dampaknya terhadap lingkungan dan sosial. Sustainability Report menjadi alat penting bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen terhadap praktik bisnis berkelanjutan. Dengan meningkatnya tuntutan regulator, investor, dan masyarakat, pelaporan keberlanjutan kini menjadi kebutuhan strategis, bukan sekadar pelengkap. Melalui Sustainability Report, perusahaan dapat mengkomunikasikan transparansi kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG). Dalam hal ini, Satuplatform hadir sebagai solusi digital yang membantu perusahaan menyusun Sustainability Report secara terstruktur, sesuai standar global maupun regulasi …

5

Regulasi ESG Semakin Mengikat: Dari Pilihan Sukarela ke Kewajiban Korporasi

Satuplatform merupakan perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Sustainability Reporting, dan Carbon Accounting yang membantu perusahaan memenuhi regulasi ESG yang semakin mengikat, meningkatkan transparansi pelaporan, serta mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi bisnis. Melalui solusi end-to-end yang mencakup pengelolaan data ESG, perhitungan emisi karbon (Scope 1, 2, 3), hingga penyusunan Sustainability Report sesuai standar nasional dan internasional, Satuplatform mendukung perusahaan menghadapi tuntutan regulator, investor, dan pasar secara lebih sistematis dan kredibel. Dalam beberapa tahun terakhir, istilah Environmental, Social, and Governance (ESG) yang awalnya merupakan kerangka sukarela bagi perusahaan untuk mengukur dampak non-keuangan mereka, telah berubah menjadi bagian penting dari struktur regulasi dan strategi bisnis di seluruh dunia. ESG kini bukan sekadar slogan pemasaran atau nilai tambah moral, tetapi sebuah kerangka yang makin mengikat secara hukum dan strategis bagi perusahaan, investor, hingga pembuat kebijakan. Dari Sukarela Menuju Kewajiban ESG pada awalnya lahir dari kesadaran akan kebutuhan pembangunan berkelanjutan, di mana perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan finansial semata tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan, kesejahteraan sosial, serta tata kelola yang baik. Di banyak negara, ESG berkembang melalui panduan sukarela seperti Global Reporting Initiative (GRI) atau Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD), yang mendorong transparansi tanpa kewajiban hukum yang kuat. Namun, dalam praktiknya tren ini mulai bergeser. Di Indonesia, misalnya, prinsip ESG telah masuk dalam kerangka regulasi yang memiliki konsekuensi hukum. Peraturan OJK Nomor 51/POJK.03/2017 mewajibkan lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik menyusun serta melaporkan informasi keberlanjutan yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola setiap tahun. Selain itu, Taksonomi Hijau Indonesia yang disusun OJK bertujuan mengklasifikasikan aktivitas ekonomi yang mendukung pelestarian lingkungan demi pembiayaan berkelanjutan. Penegasan kewajiban ini menunjukkan bahwa ESG mulai dilihat bukan hanya sebagai alat sukarela melaporkan nilai sosial dan lingkungan, tetapi sebagai persyaratan kepatuhan hukum dan administratif yang mempengaruhi akses modal, izin operasi, hingga reputasi perusahaan. Dampak Regulasi yang Mengikat Perubahan ESG dari kerangka sukarela ke kewajiban regulatif membawa implikasi luas bagi dunia usaha, di antaranya: 1. Akses Investasi dan Modal PasarInvestor global kini semakin menilai perusahaan berdasarkan skor ESG mereka. Perusahaan yang tidak memenuhi standar ESG berisiko kehilangan akses ke modal institusi besar yang mensyaratkan transparansi keberlanjutan. Ini menandakan ESG bukan lagi pilihan, tetapi faktor penentu akses pendanaan dan daya saing di pasar modal global. 2. Kepatuhan Hukum dan Sanksi RegulatifLarangan, denda, atau sanksi administratif dapat diberlakukan terhadap entitas yang tidak mematuhi persyaratan pelaporan atau praktik ESG yang ditetapkan oleh regulator. Dengan regulasi yang semakin rinci, isu seperti greenwashing, klaim keberlanjutan yang menyesatkan, bukan hanya isu etika, tetapi berpotensi menjadi pelanggaran hukum. Banyak yurisdiksi mulai memberlakukan aturan verifikasi eksternal untuk laporan ESG guna memerangi praktik ini. 3. Integrasi ESG dalam Strategi BisnisPerusahaan kini tidak hanya dituntut melaporkan, tetapi juga mengintegrasikan ESG ke dalam strategi inti mereka. Hal ini didorong oleh fakta bahwa ESG yang baik dapat membantu mengelola risiko, menarik talenta berkualitas, dan menciptakan nilai jangka panjang yang stabil, bukan sekadar mematuhi peraturan.  Baca Juga : Investor Semakin Selektif terhadap Perusahaan dengan Komitmen ESG Tantangan Regulasi ESG yang Meningkat Meskipun regulasi ESG menawarkan keuntungan dalam transparansi dan akuntabilitas, ia juga membawa tantangan sebagai berikut: Melihat dinamika global dan nasional, arah regulasi ESG tidak lagi menuju pelaporan sukarela semata, tetapi menuju kewajiban yang mengikat. Bisnis yang ingin bertahan dan berkembang di lanskap baru akan membutuhkan optimalisasi praktik keberlanjutan, integrasi ESG dalam manajemen risiko dan strategi, serta keterbukaan informasi yang lebih tinggi. Investor, konsumen, regulator, dan masyarakat kini memiliki harapan yang lebih besar terhadap perusahaan dalam mengelola dampak sosial dan ekologi mereka. ESG, yang dulu mungkin sekadar panduan moral, kini telah menjadi landasan hukum dan strategi bisnis yang tak terelakkan di dunia usaha modern. Tentang Satuplatform – End-to-End ESG & Carbon Management Solution Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Strategy yang membantu perusahaan mengelola keberlanjutan secara menyeluruh. Mulai dari pengukuran emisi karbon, pengelolaan data ESG, penyusunan Sustainability Report, hingga implementasi strategi dekarbonisasi, Satuplatform menghadirkan solusi komprehensif yang terukur dan sesuai standar nasional maupun internasional. Sebagai end-to-end solution partner, Satuplatform menggabungkan kekuatan teknologi digital dengan pendampingan konsultan ahli untuk memastikan transformasi keberlanjutan berjalan efektif, akurat, dan berdampak nyata bagi bisnis. Solusi Terintegrasi Satuplatform meliputi: Perhitungan dan monitoring emisi karbon (Scope 1, Scope 2, Scope 3) ESG reporting & compliance sesuai standar nasional dan global Dashboard analitik untuk pengambilan keputusan berbasis data Training, capacity building & ESG awareness program untuk perusahaan Pendampingan ahli dalam strategi dekarbonisasi dan sustainability transformation Siap Memulai Perjalanan Bisnis Berkelanjutan? Dapatkan FREE DEMO Satuplatform dan temukan bagaimana solusi end-to-end kami dapat membantu perusahaan Anda lebih siap regulasi, lebih transparan bagi investor, dan lebih unggul dalam praktik keberlanjutan. Similar Article Jenis Jejak Karbon: Primer, Sekunder, dan Skala Pengukurannya Satuplatform sebagai perusahaan yang memiliki solusi terintegrasi untuk ESG reporting, GHG accounting, pelatihan keberlanjutan, hingga pelaporan emisi karbon membantu perusahaan menghitung, memantau, dan mengelola jejak karbon secara komprehensif sesuai standar internasional. Melalui pendekatan berbasis data dan teknologi, Satuplatform mendukung organisasi dalam memahami scope 1, scope 2, dan scope 3 emissions serta menyusun strategi dekarbonisasi yang terukur dan berdampak nyata dengan dukungan para ahli di bidangnya. Jejak karbon adalah sejumlah emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida (CO2), yang dilepaskan ke atmosfer sebagai akibat dari aktivitas manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jejak ini merupakan salah satu indikator penting untuk… Investor Semakin Selektif terhadap Perusahaan dengan Komitmen ESG Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, Sustainability Reporting, yang membantu perusahaan meningkatkan transparansi, mengelola risiko iklim, serta memenuhi tuntutan investor global. Melalui solusi end-to-end yang mencakup pengukuran emisi karbon (Scope 1, 2, 3), pengelolaan data ESG, penyusunan Sustainability Report, hingga strategi dekarbonisasi, Satuplatform mendukung perusahaan membangun ketahanan bisnis jangka panjang di tengah tekanan regulasi dan perubahan preferensi pasar. Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena perubahan iklim telah bertransformasi dari isu lingkungan semata menjadi faktor penting dalam keputusan investasi global. Investor institusional dan manajer portofolio kini tidak hanya menilai kinerja keuangan perusahaan, tetapi juga… Regulasi ESG Semakin Mengikat: Dari Pilihan Sukarela ke Kewajiban Korporasi Dalam beberapa tahun terakhir, istilah Environmental, Social, and …

7

Fenomena Cuaca Ekstrem dan Pergeseran Pola Musim Akibat Perubahan Iklim

Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, Climate Management, dan Sustainability Strategy yang membantu perusahaan memahami dampak perubahan iklim terhadap operasional bisnis serta menyusun strategi mitigasi dan adaptasi berbasis data. Melalui solusi end-to-end yang mencakup pengukuran emisi karbon (Scope 1, 2, 3), pengelolaan risiko iklim, hingga penyusunan Sustainability Report sesuai standar nasional dan internasional, Satuplatform mendukung perusahaan meningkatkan ketahanan (climate resilience) di tengah ketidakpastian cuaca ekstrem dan pergeseran pola musim. Perubahan iklim global bukan lagi sekadar wacana ilmiah, fenomena ini telah mempengaruhi kehidupan nyata jutaan orang di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Dua aspek penting yang kini makin nyata dampaknya adalah semakin seringnya cuaca ekstrem dan pergeseran pola musim yang mengubah kapan dan bagaimana hujan turun di berbagai wilayah Tanah Air. Apa Itu Cuaca Ekstrem dan Pola Musim yang Bergeser? Cuaca ekstrem merujuk pada kondisi atmosfer yang secara signifikan di luar rata-rata tahunan, seperti hujan badai, banjir bandang, gelombang panas intens, atau kekeringan panjang. Sementara itu, pola musim yang bergeser mencerminkan perubahan waktu atau intensitas musiman, misalnya musim hujan yang datang lebih cepat atau lambat dari biasanya, durasinya yang berubah, atau puncaknya yang terjadi di luar periode normal. Hal ini terkait erat dengan perubahan iklim global dan fenomena iklim besar seperti El Niño dan La Niña, yang secara alami mempengaruhi sirkulasi atmosfer dan distribusi curah hujan global. Baca Juga : Bencana Alam di Indonesia dan Dampak Perubahan Iklim Dampak El Niño–La Niña dan ENSO terhadap Indonesia Fenomena El Niño dan La Niña merupakan bagian dari siklus iklim global yang dikenal sebagai El Niño Southern Oscillation (ENSO). El Niño biasanya memicu kondisi lebih kering di banyak wilayah tropis, memperpanjang musim kemarau dan meningkatkan risiko kekeringan. Sebaliknya, La Niña cenderung meningkatkan curah hujan, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia, berpotensi memperbesar risiko banjir dan cuaca ekstrem. Menurut prediksi BMKG dan lembaga iklim global, La Niña diperkirakan masih akan berlanjut hingga awal tahun 2026, kemudian secara bertahap beralih ke fase yang lebih netral sekitar pertengahan tahun. Kondisi ini membawa peningkatan peluang curah hujan tinggi pada awal musim hujan serta potensi cuaca ekstrem selama periode tersebut. Studi Kasus Musim Hujan yang Bergeser Dalam beberapa musim hujan terakhir di Indonesia, puncak curah hujan tidak lagi terjadi pada waktu yang sama setiap tahun. Misalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan bahwa puncak musim hujan 2026 berpotensi bergeser hingga Maret, meskipun prediksi awal mengatakan musim puncak seharusnya terjadi pada Januari–Februari. Hal ini menunjukkan ketidakpastian yang lebih besar dalam penentuan siklus musim hujan akibat kombinasi faktor iklim global dan lokal. Perubahan semacam ini mempunyai dampak serius seperti pada sektor pertanian yang sangat bergantung pada pola hujan tradisional menjadi semakin sulit merencanakan waktu tanam dan panen, sistem drainase kota bisa kewalahan menghadapi hujan lebat yang tak terduga, dan daerah-daerah rawan banjir harus meningkatkan kesiapsiagaan lebih dini. Cuaca Ekstrem Menjadi Lebih Sering, Lebih Tak Terduga Kondisi peralihan musim yang tidak stabil juga memicu kejadian cuaca ekstrem. BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang, kilat, atau petir bahkan pada periode yang biasanya kurang intens hujannya. Risiko ini diperkuat oleh aktivitas atmosfer yang lebih dinamis, termasuk kemungkinan terbentuknya bibit siklon tropis di perairan selatan Indonesia. Selain itu, kejadian seperti banjir di Jakarta pada awal 2026 memperlihatkan bagaimana curah hujan tinggi dalam waktu singkat kini punya potensi lebih besar untuk melumpuhkan infrastruktur kota besar, mengingat keterbatasan sistem drainase dan faktor antropogenik lain. Akar Penyebabnya, Perubahan Iklim Global Perubahan pola musim dan cuaca ekstrem tak bisa dilepaskan dari fenomena pemanasan global yang dipicu oleh peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, hasil dari pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan aktivitas manusia lainnya. Kondisi ini meningkatkan volatilitas atmosfer dan distribusi uap air, sehingga proses pembentukan awan hujan menjadi kurang stabil dan semakin sulit diprediksi Ketidakpastian dalam pola cuaca mengharuskan pemerintah, komunitas ilmiah, dan masyarakat umum meningkatkan kapasitas adaptasi. Pemantauan berbasis data iklim, sistem peringatan dini, serta perencanaan infrastruktur yang resilient menjadi sangat penting. Selain itu, kolaborasi lintas sektor mulai dari pertanian hingga urban planning penting untuk memitigasi risiko ekonomis, sosial, dan ekologis dari fenomena cuaca ekstrem dan perubahan musim. Tentang Satuplatform – End-to-End ESG & Carbon Management Solution Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Strategy yang membantu perusahaan mengelola keberlanjutan secara menyeluruh. Mulai dari pengukuran emisi karbon, pengelolaan data ESG, penyusunan Sustainability Report, hingga implementasi strategi dekarbonisasi, Satuplatform menghadirkan solusi komprehensif yang terukur dan sesuai standar nasional maupun internasional. Sebagai end-to-end solution partner, Satuplatform menggabungkan kekuatan teknologi digital dengan pendampingan konsultan ahli untuk memastikan transformasi keberlanjutan berjalan efektif, akurat, dan berdampak nyata bagi bisnis. Solusi Terintegrasi Satuplatform meliputi: Perhitungan dan monitoring emisi karbon (Scope 1, Scope 2, Scope 3) ESG reporting & compliance sesuai standar nasional dan global Dashboard analitik untuk pengambilan keputusan berbasis data Training, capacity building & ESG awareness program untuk perusahaan Pendampingan ahli dalam strategi dekarbonisasi dan sustainability transformation Siap Memulai Perjalanan Bisnis Berkelanjutan? Dapatkan FREE DEMO Satuplatform dan temukan bagaimana solusi end-to-end kami dapat membantu perusahaan Anda lebih siap regulasi, lebih transparan bagi investor, dan lebih unggul dalam praktik keberlanjutan. Similar Article Jenis Jejak Karbon: Primer, Sekunder, dan Skala Pengukurannya Satuplatform sebagai perusahaan yang memiliki solusi terintegrasi untuk ESG reporting, GHG accounting, pelatihan keberlanjutan, hingga pelaporan emisi karbon membantu perusahaan menghitung, memantau, dan mengelola jejak karbon secara komprehensif sesuai standar internasional. Melalui pendekatan berbasis data dan teknologi, Satuplatform mendukung organisasi dalam memahami scope 1, scope 2, dan scope 3 emissions serta menyusun strategi dekarbonisasi yang terukur dan berdampak nyata dengan dukungan para ahli di bidangnya. Jejak karbon adalah sejumlah emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida (CO2), yang dilepaskan ke atmosfer sebagai akibat dari aktivitas manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jejak ini merupakan salah satu indikator penting untuk… Investor Semakin Selektif terhadap Perusahaan dengan Komitmen ESG Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, Sustainability Reporting, yang membantu perusahaan meningkatkan transparansi, mengelola risiko iklim, serta memenuhi tuntutan investor global. Melalui solusi end-to-end yang mencakup pengukuran emisi karbon (Scope 1, 2, 3), pengelolaan …

9

Mengapa Sustainability Report Penting bagi Perusahaan Saat Ini?

Di era bisnis modern, perusahaan tidak lagi hanya dinilai dari kinerja keuangan, tetapi juga dari dampaknya terhadap lingkungan dan sosial. Sustainability Report menjadi alat penting bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen terhadap praktik bisnis berkelanjutan. Dengan meningkatnya tuntutan regulator, investor, dan masyarakat, pelaporan keberlanjutan kini menjadi kebutuhan strategis, bukan sekadar pelengkap. Melalui Sustainability Report, perusahaan dapat mengkomunikasikan transparansi kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG). Dalam hal ini, Satuplatform hadir sebagai solusi digital yang membantu perusahaan menyusun Sustainability Report secara terstruktur, sesuai standar global maupun regulasi lokal. Baca Juga : Pengaruh Panduan IFRS Terbaru Terhadap Climate-Transition dan Sustainability Reporting Perusahaan Apa Itu Sustainability Report dan Mengapa Penting? Sustainability Report adalah laporan yang menjelaskan dampak operasional perusahaan terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Laporan ini biasanya mengacu pada standar global seperti GRI, ISSB, maupun regulasi lokal yang berlaku. Pentingnya Sustainability Report bagi perusahaan meliputi beberapa aspek utama: Dengan meningkatnya perhatian terhadap isu perubahan iklim dan tanggung jawab sosial, Sustainability Report menjadi alat komunikasi strategis antara perusahaan dan stakeholder. Manfaat Sustainability Report bagi Perusahaan Perusahaan yang menyusun Sustainability Report menunjukkan komitmen terhadap transparansi. Hal ini meningkatkan kepercayaan investor, mitra bisnis, dan masyarakat. Saat ini, banyak perusahaan diwajibkan untuk menyampaikan laporan keberlanjutan. Sustainability Report membantu perusahaan memenuhi regulasi sekaligus menyesuaikan dengan standar internasional. Perusahaan yang memiliki strategi ESG yang jelas cenderung lebih kompetitif. Banyak investor global kini mempertimbangkan kinerja ESG sebelum melakukan investasi. Tantangan dalam Penyusunan Sustainability Report Meskipun penting, penyusunan Sustainability Report memiliki beberapa tantangan, seperti: Tanpa sistem yang tepat, proses penyusunan Sustainability Report bisa memakan waktu lama dan berisiko menghasilkan data yang tidak konsisten. Peran Satuplatform dalam Mendukung Sustainability Report Satuplatform hadir sebagai solusi end-to-end yang membantu perusahaan mengelola data ESG dan menyusun Sustainability Report secara efisien. Dengan pendekatan digital terintegrasi, Satuplatform membantu perusahaan dalam: Satuplatform memudahkan pengumpulan data dari berbagai departemen dalam satu sistem terpusat. Platform ini mendukung penyusunan Sustainability Report berdasarkan berbagai framework seperti GRI, ISSB, dan regulasi lokal. Dengan otomatisasi proses, perusahaan dapat menghemat waktu dan meningkatkan akurasi data pelaporan. Melalui penggunaan teknologi dan konsultan ahli dari Satuplatform, perusahaan dapat lebih fokus pada strategi keberlanjutan dibandingkan proses administrasi pelaporan. Masa Depan Sustainability Report dalam Dunia Bisnis Ke depan, Sustainability Report diperkirakan akan menjadi standar wajib dalam praktik bisnis global. Investor, regulator, dan konsumen semakin menuntut transparansi ESG. Perusahaan yang tidak beradaptasi berpotensi kehilangan peluang bisnis dan investasi. Digitalisasi pelaporan melalui solusi seperti Satuplatform akan menjadi kunci dalam memastikan perusahaan mampu memenuhi tuntutan tersebut secara efektif dan efisien. Yang perlu digaris bawahi adalah Sustainability Report bukan lagi sekedar dokumen pelengkap, tetapi menjadi bagian penting dari strategi bisnis modern. Laporan ini membantu perusahaan menunjukkan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial sekaligus meningkatkan reputasi bisnis. Dengan dukungan teknologi seperti Satuplatform, perusahaan dapat menyusun Sustainability Report secara lebih mudah, akurat, dan sesuai standar yang berlaku. Implementasi pelaporan keberlanjutan yang baik akan membantu perusahaan bertahan dan berkembang di tengah perubahan lanskap bisnis global. Tentang Satuplatform – End-to-End ESG & Carbon Management Solution Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Strategy yang membantu perusahaan mengelola keberlanjutan secara menyeluruh. Mulai dari pengukuran emisi karbon, pengelolaan data ESG, penyusunan Sustainability Report, hingga implementasi strategi dekarbonisasi, Satuplatform menghadirkan solusi komprehensif yang terukur dan sesuai standar nasional maupun internasional. Sebagai end-to-end solution partner, Satuplatform menggabungkan kekuatan teknologi digital dengan pendampingan konsultan ahli untuk memastikan transformasi keberlanjutan berjalan efektif, akurat, dan berdampak nyata bagi bisnis. Solusi Terintegrasi Satuplatform meliputi: Perhitungan dan monitoring emisi karbon (Scope 1, Scope 2, Scope 3) ESG reporting & compliance sesuai standar nasional dan global Dashboard analitik untuk pengambilan keputusan berbasis data Training, capacity building & ESG awareness program untuk perusahaan Pendampingan ahli dalam strategi dekarbonisasi dan sustainability transformation Siap Memulai Perjalanan Bisnis Berkelanjutan? Dapatkan FREE DEMO Satuplatform dan temukan bagaimana solusi end-to-end kami dapat membantu perusahaan Anda lebih siap regulasi, lebih transparan bagi investor, dan lebih unggul dalam praktik keberlanjutan. Similar Article Jenis Jejak Karbon: Primer, Sekunder, dan Skala Pengukurannya Satuplatform sebagai perusahaan yang memiliki solusi terintegrasi untuk ESG reporting, GHG accounting, pelatihan keberlanjutan, hingga pelaporan emisi karbon membantu perusahaan menghitung, memantau, dan mengelola jejak karbon secara komprehensif sesuai standar internasional. Melalui pendekatan berbasis data dan teknologi, Satuplatform mendukung organisasi dalam memahami scope 1, scope 2, dan scope 3 emissions serta menyusun strategi dekarbonisasi yang terukur dan berdampak nyata dengan dukungan para ahli di bidangnya. Jejak karbon adalah sejumlah emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida (CO2), yang dilepaskan ke atmosfer sebagai akibat dari aktivitas manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jejak ini merupakan salah satu indikator penting untuk… Investor Semakin Selektif terhadap Perusahaan dengan Komitmen ESG Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, Sustainability Reporting, yang membantu perusahaan meningkatkan transparansi, mengelola risiko iklim, serta memenuhi tuntutan investor global. Melalui solusi end-to-end yang mencakup pengukuran emisi karbon (Scope 1, 2, 3), pengelolaan data ESG, penyusunan Sustainability Report, hingga strategi dekarbonisasi, Satuplatform mendukung perusahaan membangun ketahanan bisnis jangka panjang di tengah tekanan regulasi dan perubahan preferensi pasar. Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena perubahan iklim telah bertransformasi dari isu lingkungan semata menjadi faktor penting dalam keputusan investasi global. Investor institusional dan manajer portofolio kini tidak hanya menilai kinerja keuangan perusahaan, tetapi juga… Regulasi ESG Semakin Mengikat: Dari Pilihan Sukarela ke Kewajiban Korporasi Satuplatform merupakan perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Sustainability Reporting, dan Carbon Accounting yang membantu perusahaan memenuhi regulasi ESG yang semakin mengikat, meningkatkan transparansi pelaporan, serta mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi bisnis. Melalui solusi end-to-end yang mencakup pengelolaan data ESG, perhitungan emisi karbon (Scope 1, 2, 3), hingga penyusunan Sustainability Report sesuai standar nasional dan internasional, Satuplatform mendukung perusahaan menghadapi tuntutan regulator, investor, dan pasar secara lebih sistematis dan kredibel. Dalam beberapa tahun terakhir, istilah Environmental, Social, and Governance (ESG) yang awalnya merupakan kerangka sukarela bagi perusahaan untuk mengukur dampak non-keuangan mereka, telah berubah menjadi bagian… Fenomena Cuaca Ekstrem dan Pergeseran Pola Musim Akibat Perubahan Iklim Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, Climate Management, dan …

11

Transformasi Pelaporan Perusahaan Melalui IFRS S1 & S2

Transformasi pelaporan perusahaan kini memasuki babak baru dengan hadirnya standar global keberlanjutan. Indonesia secara resmi meluncurkan Standar Pengungkapan Keberlanjutan (SPK) yang terdiri dari PSPK 1 dan PSPK 2 pada Juli 2025 dan akan mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2027. Standar ini mengadopsi IFRS S1 dan IFRS S2, yang menjadi kerangka global dalam pengungkapan informasi keberlanjutan berbasis finansial. Dalam proses transisi menuju standar baru ini, perusahaan membutuhkan sistem pengelolaan data ESG, integrasi pelaporan, serta tools digital yang mampu menghubungkan informasi keberlanjutan dengan laporan keuangan. Satuplatform hadir sebagai solusi digital yang membantu perusahaan mengelola data keberlanjutan, melakukan gap analysis terhadap standar IFRS S1 & S2, serta menyusun Sustainability Report yang selaras dengan framework global dan regulasi nasional. Baca Juga : Pembaruan Standar Iklim GRI untuk Sustainability Reporting Global yang Efisien Langkah ini menandai komitmen Indonesia untuk menyelaraskan praktik pelaporan dengan standar internasional. Bagi perusahaan, khususnya emiten dan entitas besar, masa menuju 2027 menjadi periode transisi yang krusial untuk membangun sistem pelaporan yang lebih kuat, terintegrasi, dan berbasis data. Melalui pendekatan teknologi terintegrasi seperti yang ditawarkan Satuplatform, perusahaan dapat mempercepat kesiapan implementasi sekaligus meningkatkan kualitas transparansi ESG kepada investor dan pemangku kepentingan. Peran IFRS S1 & S2 dalam Transformasi Pelaporan Perusahaan IFRS S1 menetapkan kerangka umum pengungkapan informasi keberlanjutan yang memiliki dampak finansial terhadap perusahaan. Standar ini menekankan bahwa risiko dan peluang keberlanjutan harus dikaitkan langsung dengan kinerja keuangan perusahaan, termasuk dampaknya terhadap arus kas, akses pendanaan, dan biaya modal dalam jangka pendek hingga jangka panjang. IFRS S1 berfokus pada empat komponen utama, yaitu tata kelola, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target. Pendekatan ini mendorong perusahaan untuk tidak hanya menyampaikan narasi keberlanjutan, tetapi juga menunjukkan keterkaitan yang jelas dengan laporan keuangan. Sementara itu, IFRS S2 secara khusus mengatur pengungkapan terkait perubahan iklim. Standar ini menuntut perusahaan untuk mengidentifikasi dampak risiko fisik dan transisi terhadap model bisnis, rantai nilai, serta kinerja keuangan perusahaan. IFRS S2 juga mendorong perusahaan untuk melakukan analisis ketahanan strategi bisnis terhadap berbagai skenario perubahan iklim. Hal ini membantu investor dan pemangku kepentingan memahami kesiapan perusahaan menghadapi risiko iklim jangka panjang. Dampak Implementasi IFRS S1 & S2 bagi Perusahaan Indonesia Adopsi PSPK 1 dan PSPK 2 yang selaras dengan IFRS S1 dan S2 akan mengubah pendekatan pelaporan keberlanjutan perusahaan di Indonesia. Pelaporan tidak lagi hanya bersifat deskriptif, tetapi harus berbasis data, terukur, dan dapat dibandingkan secara global. Perusahaan dituntut untuk membangun tata kelola keberlanjutan yang lebih kuat, meningkatkan kualitas data ESG, serta memastikan integrasi antara data keberlanjutan dan laporan keuangan. Selain itu, standar ini juga meningkatkan transparansi perusahaan di mata investor global. Tantangan Implementasi IFRS S1 & S2 Salah satu tantangan terbesar adalah pengukuran emisi Gas Rumah Kaca Lingkup 3 yang berasal dari rantai pasok dan penggunaan produk. Proses ini membutuhkan data dari berbagai pihak dan sering kali belum tersedia secara sistematis. Banyak perusahaan masih menghadapi tantangan dalam kualitas data keberlanjutan, integrasi sistem informasi, serta ketersediaan teknologi pelaporan yang memadai. Implementasi IFRS S1 dan S2 membutuhkan SDM yang mampu melakukan analisis risiko keberlanjutan dan menghubungkannya dengan dampak finansial perusahaan. Strategi Persiapan Menuju Implementasi 2027 Perusahaan perlu segera menyusun roadmap implementasi yang terstruktur. Langkah strategis yang dapat dilakukan antara lain: Persiapan sejak dini akan membantu perusahaan mengurangi risiko kepatuhan serta meningkatkan kualitas pelaporan. IFRS S1 & S2 sebagai Peluang Strategis bagi Perusahaan Meskipun awalnya dipandang sebagai kewajiban regulasi, IFRS S1 dan S2 sebenarnya membuka peluang strategis bagi perusahaan. Standar ini dapat meningkatkan transparansi, memperkuat kepercayaan investor, serta meningkatkan akses terhadap pendanaan berkelanjutan. Perusahaan yang mampu mengimplementasikan standar ini dengan baik akan memiliki keunggulan kompetitif di pasar global, terutama dalam menarik investor yang berfokus pada ESG. Hal penting bahwa transformasi pelaporan melalui IFRS S1 dan S2 menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pengungkapan keberlanjutan perusahaan. Dengan penerapan standar global ini, perusahaan Indonesia dapat meningkatkan transparansi, daya saing, serta kesiapan menghadapi risiko keberlanjutan di masa depan. Persiapan yang matang dan implementasi yang strategis akan menjadikan IFRS S1 dan S2 bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai peluang untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar global. Tentang Satuplatform – End-to-End ESG & Carbon Management Solution Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Strategy yang membantu perusahaan mengelola keberlanjutan secara menyeluruh. Mulai dari pengukuran emisi karbon, pengelolaan data ESG, penyusunan Sustainability Report, hingga implementasi strategi dekarbonisasi, Satuplatform menghadirkan solusi komprehensif yang terukur dan sesuai standar nasional maupun internasional. Sebagai end-to-end solution partner, Satuplatform menggabungkan kekuatan teknologi digital dengan pendampingan konsultan ahli untuk memastikan transformasi keberlanjutan berjalan efektif, akurat, dan berdampak nyata bagi bisnis. Solusi Terintegrasi Satuplatform meliputi: Perhitungan dan monitoring emisi karbon (Scope 1, Scope 2, Scope 3) ESG reporting & compliance sesuai standar nasional dan global Dashboard analitik untuk pengambilan keputusan berbasis data Training, capacity building & ESG awareness program untuk perusahaan Pendampingan ahli dalam strategi dekarbonisasi dan sustainability transformation Siap Memulai Perjalanan Bisnis Berkelanjutan? Dapatkan FREE DEMO Satuplatform dan temukan bagaimana solusi end-to-end kami dapat membantu perusahaan Anda lebih siap regulasi, lebih transparan bagi investor, dan lebih unggul dalam praktik keberlanjutan. Similar Article Jenis Jejak Karbon: Primer, Sekunder, dan Skala Pengukurannya Satuplatform sebagai perusahaan yang memiliki solusi terintegrasi untuk ESG reporting, GHG accounting, pelatihan keberlanjutan, hingga pelaporan emisi karbon membantu perusahaan menghitung, memantau, dan mengelola jejak karbon secara komprehensif sesuai standar internasional. Melalui pendekatan berbasis data dan teknologi, Satuplatform mendukung organisasi dalam memahami scope 1, scope 2, dan scope 3 emissions serta menyusun strategi dekarbonisasi yang terukur dan berdampak nyata dengan dukungan para ahli di bidangnya. Jejak karbon adalah sejumlah emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida (CO2), yang dilepaskan ke atmosfer sebagai akibat dari aktivitas manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jejak ini merupakan salah satu indikator penting untuk… Investor Semakin Selektif terhadap Perusahaan dengan Komitmen ESG Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, Sustainability Reporting, yang membantu perusahaan meningkatkan transparansi, mengelola risiko iklim, serta memenuhi tuntutan investor global. Melalui solusi end-to-end yang mencakup pengukuran emisi karbon (Scope 1, 2, 3), pengelolaan data ESG, penyusunan Sustainability Report, hingga strategi dekarbonisasi, Satuplatform mendukung perusahaan membangun …

13

Satuplatform Berkomitmen untuk Masa Depan Rendah Karbon Indonesia bersama ACEXI

Upaya Indonesia untuk mencapai target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat, kredibel, dan berbasis keahlian. Dalam konteks ini, pengelolaan emisi karbon tidak hanya menjadi isu teknis, tetapi juga menyangkut integritas data, kapasitas sumber daya manusia, serta tata kelola yang transparan. Sebagai perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk Carbon Management, ESG Management, dan Sustainability Reporting, Satuplatform berperan aktif membantu organisasi menghitung, memonitor, dan melaporkan emisi karbon secara akurat sesuai standar nasional dan internasional. Melalui pendekatan end-to-end yang mencakup Carbon Accounting (Scope 1, Scope 2, Scope 3), Sustainability Report, serta strategi dekarbonisasi berbasis data, Satuplatform mendukung kesiapan sektor swasta dalam memenuhi regulasi dan target transisi menuju ekonomi rendah karbon. Menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda nasional tersebut, Satuplatform resmi bergabung sebagai anggota ACEXI – Association of Carbon Emission Experts Indonesia (Asosiasi Ahli Emisi Karbon Indonesia). Asosiasi Ahli Emisi Karbon Indonesia ACEXI merupakan wadah para ahli dan praktisi emisi karbon di Indonesia yang memiliki visi bersama untuk membangun kapasitas, kompetensi, dan integritas dalam pengelolaan emisi karbon nasional. ACEXI berperan penting dalam mendorong praktik pengukuran, pelaporan, dan verifikasi emisi karbon yang kredibel, selaras dengan standar nasional maupun internasional. Melalui kolaborasi antaranggota, ACEXI menjadi ruang strategis untuk pertukaran pengetahuan, penguatan kebijakan, serta peningkatan kualitas praktik pengelolaan karbon di berbagai sektor. Baca Juga : Perkuat Komitmen pada Ekosistem Bisnis Berkelanjutan Bersama KADIN  Sebagai solusi terintegrasi all-in-one untuk ESG Management, Carbon Management, dan Sustainability Reporting, Satuplatform telah aktif mendukung perusahaan dan organisasi dalam mengelola data emisi dan keberlanjutan secara terstruktur. Dengan pendekatan berbasis teknologi dan data, Satuplatform membantu menjembatani kebutuhan dunia usaha terhadap transparansi emisi, kepatuhan regulasi, serta pengambilan keputusan yang berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang. Keanggotaan Satuplatform di ACEXI memperkuat posisi perusahaan sebagai bagian dari ekosistem nasional yang berfokus pada kualitas dan integritas pengelolaan emisi karbon. Satuplatform dan Perannya dalam Ekosistem Keberlanjutan Bergabungnya Satuplatform dengan ACEXI mencerminkan pentingnya sinergi antara keahlian teknis dan inovasi teknologi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Di tengah kompleksitas perhitungan emisi, pelaporan karbon, serta implementasi pasar karbon, kolaborasi antara platform teknologi dan para ahli menjadi kunci untuk memastikan data yang akurat, dapat diaudit, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui ACEXI, Satuplatform berkesempatan untuk terus menyelaraskan pengembangan produknya dengan praktik terbaik, standar terbaru, serta dinamika kebijakan pengelolaan emisi karbon di Indonesia. Membangun Kapasitas Nasional dalam Pengelolaan Emisi Salah satu fokus utama ACEXI adalah pembangunan kapasitas nasional dalam pengelolaan emisi karbon. Hal ini mencakup peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pemahaman metodologi penghitungan emisi, serta integritas dalam pelaporan. Dengan menjadi bagian dari ACEXI, Satuplatform berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam penguatan kapasitas ini, baik melalui pengembangan solusi teknologi, dukungan terhadap program edukasi, maupun kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Sebagai tambahan informasi,target Net Zero Emission 2060 menuntut sistem pengelolaan emisi yang tidak hanya canggih, tetapi juga berintegritas tinggi. Keandalan data emisi menjadi fondasi utama dalam perumusan kebijakan, implementasi strategi dekarbonisasi, dan pengembangan pasar karbon. Kolaborasi antara Satuplatform dan ACEXI diharapkan dapat mendorong standar pengelolaan data emisi yang lebih transparan, konsisten, dan terpercaya di tingkat nasional. Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kunci Transisi Pengelolaan emisi karbon tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, asosiasi profesi, dan penyedia teknologi. Keanggotaan Satuplatform di ACEXI membuka ruang kolaborasi yang lebih luas untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam agenda iklim global. Bergabungnya Satuplatform sebagai anggota ACEXI menjadi langkah strategis dalam perjalanan perusahaan untuk terus mendukung pengelolaan emisi karbon yang bertanggung jawab dan berintegritas. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Satuplatform bersama ACEXI berkomitmen untuk berkontribusi nyata dalam membangun sistem pengelolaan emisi karbon nasional yang kuat sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih berkelanjutan dan pencapaian #NetZero2060 atau lebih cepat. Tentang Satuplatform – End-to-End ESG & Carbon Management Solution Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Strategy yang membantu perusahaan mengelola keberlanjutan secara menyeluruh. Mulai dari pengukuran emisi karbon, pengelolaan data ESG, penyusunan Sustainability Report, hingga implementasi strategi dekarbonisasi, Satuplatform menghadirkan solusi komprehensif yang terukur dan sesuai standar nasional maupun internasional. Sebagai end-to-end solution partner, Satuplatform menggabungkan kekuatan teknologi digital dengan pendampingan konsultan ahli untuk memastikan transformasi keberlanjutan berjalan efektif, akurat, dan berdampak nyata bagi bisnis. Solusi Terintegrasi Satuplatform meliputi: Perhitungan dan monitoring emisi karbon (Scope 1, Scope 2, Scope 3) ESG reporting & compliance sesuai standar nasional dan global Dashboard analitik untuk pengambilan keputusan berbasis data Training, capacity building & ESG awareness program untuk perusahaan Pendampingan ahli dalam strategi dekarbonisasi dan sustainability transformation Siap Memulai Perjalanan Bisnis Berkelanjutan? Dapatkan FREE DEMO Satuplatform dan temukan bagaimana solusi end-to-end kami dapat membantu perusahaan Anda lebih siap regulasi, lebih transparan bagi investor, dan lebih unggul dalam praktik keberlanjutan. Similar Article Jenis Jejak Karbon: Primer, Sekunder, dan Skala Pengukurannya Satuplatform sebagai perusahaan yang memiliki solusi terintegrasi untuk ESG reporting, GHG accounting, pelatihan keberlanjutan, hingga pelaporan emisi karbon membantu perusahaan menghitung, memantau, dan mengelola jejak karbon secara komprehensif sesuai standar internasional. Melalui pendekatan berbasis data dan teknologi, Satuplatform mendukung organisasi dalam memahami scope 1, scope 2, dan scope 3 emissions serta menyusun strategi dekarbonisasi yang terukur dan berdampak nyata dengan dukungan para ahli di bidangnya. Jejak karbon adalah sejumlah emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida (CO2), yang dilepaskan ke atmosfer sebagai akibat dari aktivitas manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jejak ini merupakan salah satu indikator penting untuk… Investor Semakin Selektif terhadap Perusahaan dengan Komitmen ESG Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, Sustainability Reporting, yang membantu perusahaan meningkatkan transparansi, mengelola risiko iklim, serta memenuhi tuntutan investor global. Melalui solusi end-to-end yang mencakup pengukuran emisi karbon (Scope 1, 2, 3), pengelolaan data ESG, penyusunan Sustainability Report, hingga strategi dekarbonisasi, Satuplatform mendukung perusahaan membangun ketahanan bisnis jangka panjang di tengah tekanan regulasi dan perubahan preferensi pasar. Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena perubahan iklim telah bertransformasi dari isu lingkungan semata menjadi faktor penting dalam keputusan investasi global. Investor institusional dan manajer portofolio kini tidak hanya menilai kinerja keuangan perusahaan, tetapi juga… Regulasi ESG Semakin Mengikat: Dari Pilihan Sukarela ke Kewajiban Korporasi Satuplatform merupakan perusahaan konsultan dan penyedia …

15

Perkuat Inovasi Keberlanjutan Digital Indonesia, Satuplatform Raih 2nd Runner-Up di NextDev 10 by Telkomsel

Di tengah percepatan transformasi digital, kebutuhan akan inovasi teknologi yang berdampak pada lingkungan dan sosial semakin meningkat. Satuplatform hadir sebagai startup yang berfokus pada solusi keberlanjutan digital melalui pengelolaan data ESG dan Sustainability Report yang terintegrasi. Prestasi Satuplatform meraih 2nd Runner-Up di NextDev 10 by Telkomsel menjadi bukti bahwa inovasi digital Indonesia mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Melalui program NextDev sebagai inisiatif CSR Telkomsel, Satuplatform menunjukkan komitmen dalam memperkuat ekosistem startup sekaligus mendorong transformasi digital yang berkelanjutan di Indonesia. Baca Juga : Satuplatform Menang People’s Choice ASEAN Sparks: Catalyse untuk Inovasi Climate Tech Satuplatform Tampil sebagai Solusi ESG dan Karbon di Panggung 10th NextDev  Dalam ajang tersebut, Satuplatform hadir sebagai salah satu startup yang mencuri perhatian melalui solusi all-in-one untuk manajemen data ESG (Environmental, Social, Governance) dan pengelolaan jejak karbon. Satuplatform dirancang untuk membantu perusahaan mengelola data keberlanjutan secara terintegrasi, mulai dari pengukuran emisi, pemantauan kinerja ESG, hingga penyusunan laporan keberlanjutan yang selaras dengan standar nasional dan global. Solusi ini menjawab kebutuhan dunia usaha yang semakin dituntut untuk transparan dan bertanggung jawab dalam menjalankan bisnis. Prestasi 2nd Runner-Up di 10th NextDev Summit 2025 Kerja keras dan inovasi yang dikembangkan Satuplatform mendapat pengakuan dengan diraihnya posisi 2nd Runner-Up di NextDev 10 by Telkomsel. Prestasi ini menunjukkan potensi besar Satuplatform dalam mengatasi tantangan ESG dan karbon melalui teknologi digital. Penilaian yang dilakukan dalam ajang ini tidak hanya melihat aspek teknologi, tetapi juga dampak sosial, keberlanjutan model bisnis, serta kesiapan solusi untuk diadopsi secara luas oleh industri. “Penghargaan ini menjadi validasi bahwa isu ESG dan pengelolaan karbon bukan lagi sekadar compliance, tetapi sudah menjadi bagian penting dari strategi bisnis masa depan,” ujar Mira Dwi Pangestu, Chief Operating Officer (COO) Satuplatform. Program Inkubasi NextDev sebagai Katalis Pertumbuhan Partisipasi Satuplatform dalam program NextDev memberikan nilai strategis dalam perjalanan pengembangan bisnisnya. Melalui program inkubasi ini, Satuplatform mendapatkan bimbingan dari mentor berpengalaman, akses ke jaringan industri, serta insight strategis untuk memperkuat model bisnis dan pengembangan produk. Salah satu fokus penting yang dikembangkan adalah integrasi teknologi AI dalam solusi keberlanjutan, guna meningkatkan akurasi analisis data ESG dan efisiensi pengelolaan jejak karbon. Apresiasi dan Pengakuan terhadap Inovasi Keberlanjutan Penghargaan sebagai 2nd Runner-Up menjadi bentuk apresiasi terhadap visi dan konsistensi Satuplatform dalam menghadirkan solusi keberlanjutan berbasis teknologi. Di tengah meningkatnya tuntutan regulasi dan kesadaran publik terhadap isu lingkungan dan sosial, pengakuan ini menegaskan bahwa solusi ESG dan carbon management memiliki peran strategis dalam transformasi bisnis di Indonesia. Satuplatform membuktikan bahwa inovasi digital dapat menjadi alat yang efektif untuk mendorong praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab. “Pengakuan ini juga menunjukkan bahwa ekosistem semakin terbuka terhadap solusi keberlanjutan yang praktis dan berbasis data. Ini memberi sinyal positif bagi startup climate tech di Indonesia,” ungkap Bunga Asih Pratiwi, Partnership Manager Satuplatform, yang mewakili Satuplatform dalam rangkaian program NextDev. Penghargaan ini menjadi validasi bahwa isu ESG dan pengelolaan karbon bukan lagi sekadar compliance, tetapi sudah menjadi bagian penting dari strategi bisnis masa depan Kesempatan Ekspansi Global melalui London Tech Week 2025 Sebagai salah satu startup terbaik dari NextDev, Satuplatform memperoleh kesempatan untuk mengikuti International Benchmarking di London Tech Week 2025. Partisipasi ini membuka peluang bagi Satuplatform untuk menjelajahi ekosistem teknologi global, belajar dari praktik terbaik internasional, serta membangun jejaring dengan pelaku industri, investor, dan inovator dari berbagai negara. Pengalaman ini diharapkan dapat memperkaya perspektif Satuplatform dalam mengembangkan solusi yang kompetitif di pasar global. Keikutsertaan dalam NextDev dan pencapaian di tingkat nasional hingga internasional memperkuat posisi Satuplatform sebagai inovator di bidang keberlanjutan bisnis. Dengan solusi ESG dan karbon yang terintegrasi, Satuplatform membantu perusahaan bertransformasi menjadi lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial, sekaligus meningkatkan daya saing bisnis di era ekonomi hijau. Memperkuat Posisi sebagai Inovator Keberlanjutan Bisnis Prestasi sebagai 2nd Runner-Up di NextDev 10 by Telkomsel menjadi tonggak penting dalam perjalanan Satuplatform. Dengan dukungan ekosistem NextDev dan pengalaman internasional di London Tech Week 2025, Satuplatform berkomitmen untuk terus mengembangkan solusi teknologi yang mendukung bisnis berkelanjutan. Ke depan, Satuplatform optimistis dapat berkontribusi lebih luas dalam mendorong transformasi digital dan keberlanjutan di Indonesia maupun di tingkat global. Tentang Satuplatform – End-to-End ESG & Carbon Management Solution Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Strategy yang membantu perusahaan mengelola keberlanjutan secara menyeluruh. Mulai dari pengukuran emisi karbon, pengelolaan data ESG, penyusunan Sustainability Report, hingga implementasi strategi dekarbonisasi, Satuplatform menghadirkan solusi komprehensif yang terukur dan sesuai standar nasional maupun internasional. Sebagai end-to-end solution partner, Satuplatform menggabungkan kekuatan teknologi digital dengan pendampingan konsultan ahli untuk memastikan transformasi keberlanjutan berjalan efektif, akurat, dan berdampak nyata bagi bisnis. Solusi Terintegrasi Satuplatform meliputi: Perhitungan dan monitoring emisi karbon (Scope 1, Scope 2, Scope 3) ESG reporting & compliance sesuai standar nasional dan global Dashboard analitik untuk pengambilan keputusan berbasis data Training, capacity building & ESG awareness program untuk perusahaan Pendampingan ahli dalam strategi dekarbonisasi dan sustainability transformation Siap Memulai Perjalanan Bisnis Berkelanjutan? Dapatkan FREE DEMO Satuplatform dan temukan bagaimana solusi end-to-end kami dapat membantu perusahaan Anda lebih siap regulasi, lebih transparan bagi investor, dan lebih unggul dalam praktik keberlanjutan. Similar Article Jenis Jejak Karbon: Primer, Sekunder, dan Skala Pengukurannya Satuplatform sebagai perusahaan yang memiliki solusi terintegrasi untuk ESG reporting, GHG accounting, pelatihan keberlanjutan, hingga pelaporan emisi karbon membantu perusahaan menghitung, memantau, dan mengelola jejak karbon secara komprehensif sesuai standar internasional. Melalui pendekatan berbasis data dan teknologi, Satuplatform mendukung organisasi dalam memahami scope 1, scope 2, dan scope 3 emissions serta menyusun strategi dekarbonisasi yang terukur dan berdampak nyata dengan dukungan para ahli di bidangnya. Jejak karbon adalah sejumlah emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida (CO2), yang dilepaskan ke atmosfer sebagai akibat dari aktivitas manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jejak ini merupakan salah satu indikator penting untuk… Investor Semakin Selektif terhadap Perusahaan dengan Komitmen ESG Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, Sustainability Reporting, yang membantu perusahaan meningkatkan transparansi, mengelola risiko iklim, serta memenuhi tuntutan investor global. Melalui solusi end-to-end yang mencakup pengukuran emisi karbon (Scope 1, 2, 3), pengelolaan data ESG, penyusunan Sustainability Report, hingga strategi dekarbonisasi, Satuplatform mendukung perusahaan membangun ketahanan bisnis …

1

Penciptaan Green Jobs dan Peranannya dalam Sektor Keberlanjutan

Transisi menuju ekonomi hijau bukan lagi wacana masa depan namun sedang terjadi sekarang, dan membutuhkan peran nyata dari dunia kerja. Di tengah meningkatnya komitmen Indonesia terhadap dekarbonisasi, ESG, dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK), Satuplatform melihat bahwa kesiapan data, strategi, dan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci utama agar transisi ini tidak hanya berjalan, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan. Salah satu fondasi penting dari transisi tersebut adalah hadirnya green jobs, pekerjaan yang tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga menjaga lingkungan dan masa depan bersama. Pengertian Green Jobs Green jobs atau pekerjaan hijau adalah jenis pekerjaan yang berkontribusi secara signifikan terhadap pelestarian lingkungan dan transisi ekonomi menuju keberlanjutan. Secara umum, green jobs mencakup pekerjaan yang membantu mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem, menurunkan emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan efisiensi energi dan penggunaan sumber daya terbarukan. Contoh spesifiknya termasuk pekerjaan di bidang energi terbarukan seperti instalasi panel surya, konstruksi turbin angin, efisiensi energi dalam bangunan, pengelolaan limbah, serta perencanaan energi bersih. Istilah ini tidak hanya mencakup pekerjaan teknis dalam energi baru terbarukan (EBT), tetapi juga pekerjaan di sektor lain yang mendukung ekonomi rendah karbon, seperti green finance, manajemen keberlanjutan (sustainability management), serta pengembangan teknologi bersih (clean technology). Green jobs berbeda dari pekerjaan konvensional yang seringkali bergantung pada bahan bakar fosil atau proses yang merusak lingkungan karena fokusnya adalah pada pertumbuhan ekonomi yang adil sekaligus ramah lingkungan. Hubungan Green Jobs dengan Kondisi Saat Ini Transisi energi global saat ini sedang berada di persimpangan penting. Di satu sisi, permintaan energi dunia terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dan industrialisasi, di sisi lain, tekanan untuk mengurangi emisi karbon dan mengatasi perubahan iklim semakin kuat. Data terbaru menunjukkan bahwa hampir seluruh kapasitas pembangkit baru yang ditambahkan secara global berasal dari sumber energi terbarukan (EBT), mencerminkan percepatan pergeseran dari bahan bakar fosil menuju EBT. Baca Juga : Bagaimana Kondisi Perkembangan Green Jobs di Indonesia? Kondisi ini membuka peluang besar bagi penciptaan green jobs. Misalnya, sektor energi terbarukan seperti solar photovoltaics (PV) dan energi angin menjadi motor utama penciptaan kerja hijau. Pada 2023, pekerjaan di sektor energi terbarukan mencapai sekitar 16,2 juta secara global, meningkat dari 13,7 juta pada tahun sebelumnya, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan menjadi signifikan dalam tenaga kerja hijau di seluruh dunia. Namun, transformasi energi tidak seragam di seluruh negara. Ketergantungan pada bahan bakar fosil masih kuat di banyak wilayah, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, misalnya, penggunaan batu bara masih tinggi meskipun pemerintah telah menetapkan berbagai komitmen untuk meningkatkan porsi energi terbarukan. Green jobs juga mencerminkan dinamika yang lebih luas di pasar kerja global. Laporan dari World Economic Forum memproyeksikan bahwa teknologi hijau dan transformasi energi dapat mengubah hampir seperempat sektor pekerjaan global pada 2027, baik dengan menciptakan peluang baru maupun menggantikan peran yang sudah ada. Estimasi Kebutuhan Green Jobs Secara Global Berapa banyak green jobs yang dibutuhkan saat ini? Data terbaru dari berbagai lembaga internasional menunjukkan bahwa jumlah pekerjaan di sektor energi terbarukan terus meningkat dan diproyeksikan tumbuh lebih besar lagi. Namun, kebutuhan green jobs yang ideal jauh melebihi angka saat ini. Menurut berbagai proyeksi lembaga terkait transisi energi, jutaan pekerjaan baru diperkirakan akan tercipta seiring dengan target global mempercepat penggunaan energi bersih hingga 2030. Misalnya, beberapa studi memperkirakan hingga puluhan juta pekerjaan baru akan muncul, terutama dalam instalasi, pengoperasian, dan pemeliharaan infrastruktur EBT serta teknologi pendukung lain seperti energy storage dan smart grid. Angka-angka ini tentu masih tergantung pada kebijakan energi nasional masing-masing negara, investasi, serta dukungan pelatihan tenaga kerja. Selain itu, menurut laporan yang lebih baru, pada 2024 sektor energi terbarukan global mencapai sekitar 16,6 juta pekerjaan, menunjukkan tren peningkatan pekerja di industri ini terus berlanjut. Walau pertumbuhan ini menggembirakan, kebutuhan tenaga kerja hijau sebenarnya jauh lebih tinggi karena transisi yang cepat dari energi fosil ke energi bersih memerlukan keahlian khusus dan peningkatan kapasitas kerja di banyak negara. Kesempatan Green Jobs di Indonesia Indonesia sebagai negara berkembang memiliki potensi besar untuk menciptakan green jobs, terutama melalui transisi ke energi terbarukan. Beberapa data menunjukkan peluang nyata di Tanah Air: Potensi penciptaan pekerjaan hijau di Indonesia juga terlihat dari kebutuhan tenaga teknik di sektor EBT. Misalnya, perhitungan studi menunjukkan bahwa pembangunan pembangkit energi terbarukan dengan kapasitas tertentu dapat menyerap puluhan hingga ratusan ribu tenaga kerja teknik, jauh lebih tinggi dibandingkan pembangkit berbasis fosil. (Lestari) Selain itu, dengan ambisi Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca dan meningkatkan peran energi terbarukan dalam bauran energi nasional, peluang karir di sektor green jobs semakin terbuka. Bidang seperti pengembangan proyek energi surya, instalasi turbin angin, efisiensi energi bangunan, serta pengelolaan limbah dan ekonomi sirkular merupakan area yang berpotensi tinggi menyerap tenaga kerja baru. Namun, tantangan masih ada: perlu peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan keterampilan teknis, serta insentif kebijakan untuk mendukung investasi di sektor energi bersih. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan institusi pendidikan menjadi kunci utama memastikan bahwa tenaga kerja Indonesia siap memasuki era green economy. Solusi Satuplatform Membangun green jobs bukan hanya tentang menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga memastikan kesiapan sistem, data, dan sumber daya manusia untuk mendukung transisi ekonomi hijau secara berkelanjutan.Di sinilah kolaborasi menjadi kunci. Satuplatform hadir untuk mendampingi organisasi dalam perjalanan menuju ekonomi rendah karbon melalui pendekatan terpadu, mulai dari carbon management dan ESG management, layanan konsultan dan advisory keberlanjutan, pemanfaatan technology platform untuk pengelolaan data emisi dan ESG, hingga program training dan awareness guna membangun kapasitas internal dan kesiapan talenta hijau. Bagi perusahaan, institusi, maupun individu yang ingin memahami, mempersiapkan, dan berperan aktif dalam ekosistem green jobs dan transisi energi, Satuplatform membuka ruang kolaborasi untuk bersama-sama mengubah data dan strategi menjadi dampak nyata. Pelajari lebih lanjut dan mulai perjalanan keberlanjutan Anda bersama Satuplatform. Similar Article Jenis Jejak Karbon: Primer, Sekunder, dan Skala Pengukurannya Jejak karbon adalah sejumlah emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida (CO2), yang dilepaskan ke atmosfer sebagai akibat dari aktivitas manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jejak ini merupakan salah satu indikator penting untuk memahami kontribusi suatu aktivitas terhadap perubahan iklim global. Secara umum, jejak karbon dibagi menjadi dua jenis utama berdasarkan cara emisi itu terjadi, yaitu primer dan sekunder. Jejak Karbon Primer (Langsung) Jejak karbon primer adalah …

4

Deforestasi, ESG, dan Kepercayaan Investor: Mengapa Dunia Bisnis Tak Bisa Lagi Menutup Mata

Di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap transparansi lingkungan dan kepatuhan ESG, perusahaan kini tidak hanya dituntut untuk beroperasi secara efisien, tetapi juga bertanggung jawab terhadap dampak lingkungannya. Satuplatform, sebagai mitra strategis di bidang carbon management, ESG management, dan sustainability, melihat bahwa isu deforestasi telah bergeser dari sekadar isu lingkungan menjadi faktor krusial yang memengaruhi reputasi bisnis, kepercayaan investor, dan keberlanjutan jangka panjang perusahaan. Isu deforestasi bukan lagi sekadar urusan aktivis lingkungan. Hari ini, pembukaan hutan secara masif telah menjadi perhatian investor global, lembaga keuangan, hingga konsumen. Dalam lanskap bisnis modern, cara perusahaan memperlakukan lingkungan kini berpengaruh langsung terhadap reputasi, nilai perusahaan, bahkan kepercayaan pasar. Di sinilah peran ESG (Environmental, Social, and Governance) menjadi semakin penting. Baca Juga : Mengapa Bisnis Perlu Peduli pada Masalah Deforestasi Hubungan antara deforestasi, kepatuhan ESG, dan kepercayaan investor bukan sekadar tren, melainkan realitas baru dalam dunia usaha. Memahami Deforestasi, ESG, dan Kepercayaan Investor Deforestasi pada dasarnya adalah hilangnya tutupan hutan akibat aktivitas manusia, mulai dari pembukaan lahan perkebunan, pertambangan, pembangunan infrastruktur, hingga pembalakan liar. Dampaknya tidak main-main, seperti rusaknya ekosistem, hilangnya habitat satwa, meningkatnya emisi karbon, serta memburuknya krisis iklim. Namun yang sering luput disadari, deforestasi juga membawa konsekuensi ekonomi dan reputasi bagi perusahaan yang terlibat di dalamnya. Di sisi lain, muncul konsep ESG sebagai kerangka baru dalam menilai kualitas sebuah bisnis. ESG adalah pendekatan yang melihat perusahaan tidak hanya dari sisi keuntungan, tetapi juga dari bagaimana mereka memperlakukan lingkungan, masyarakat, dan bagaimana tata kelolanya dijalankan. Perusahaan yang serius menerapkan ESG akan lebih berhati-hati dalam mengelola dampak lingkungan, lebih transparan dalam operasional, serta lebih bertanggung jawab terhadap pemangku kepentingan. Ketika perusahaan mampu menunjukkan komitmen tersebut secara konsisten, kepercayaan investor pun tumbuh. Investor masa kini tidak hanya bertanya “berapa laba perusahaan?”, tetapi juga “apakah bisnis ini berkelanjutan?”, “apakah berisiko merusak lingkungan?”, dan “apakah reputasinya aman untuk jangka panjang?”. Ketika Ketiganya Saling Terhubung Hubungan antara deforestasi, ESG, dan kepercayaan investor bisa dibilang seperti rantai yang saling mengikat. Praktik bisnis yang berkontribusi terhadap deforestasi sering kali mencerminkan lemahnya komitmen ESG. Ketika hal ini terungkap ke publik, reputasi perusahaan langsung dipertaruhkan. Kita sudah sering melihat contoh perusahaan besar yang disorot karena rantai pasoknya terkait perusakan hutan. Akibatnya bukan hanya kritik di media sosial, tetapi juga tekanan dari investor, penurunan kepercayaan konsumen, bahkan potensi penarikan investasi. Sebaliknya, perusahaan yang berani mengambil posisi jelas, misalnya dengan komitmen zero deforestation, penggunaan bahan baku berkelanjutan, serta pelaporan ESG yang transparan justru semakin dilirik investor. Mereka dipandang lebih siap menghadapi risiko masa depan dan lebih tahan terhadap gejolak reputasi. Dalam konteks ini, ESG bukan lagi sekadar formalitas laporan, melainkan strategi membangun kepercayaan. Dampak: Bisa Menjadi Kekuatan, Bisa Juga Menjadi Ancaman Jika dikelola dengan baik, isu ini bisa menjadi kekuatan besar bagi perusahaan. Komitmen terhadap ESG dan perlindungan lingkungan dapat meningkatkan citra merek, memperkuat loyalitas konsumen, serta membuka akses ke investor yang fokus pada investasi berkelanjutan. Bahkan banyak lembaga keuangan global kini menyediakan skema pembiayaan khusus bagi perusahaan dengan performa ESG yang baik. Lebih jauh, perusahaan juga ikut berkontribusi nyata dalam menjaga lingkungan, mengurangi emisi karbon, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Artinya, ada nilai bisnis sekaligus nilai moral yang berjalan beriringan. Namun sebaliknya, jika perusahaan abai, dampaknya bisa serius. Isu deforestasi bisa berubah menjadi krisis reputasi. Publik bisa kehilangan kepercayaan, konsumen beralih ke merek lain, investor menarik dananya, dan regulator mulai memberikan sanksi. Dalam era keterbukaan informasi seperti sekarang, reputasi bisa runtuh hanya dalam hitungan hari. Apa yang Mempengaruhi Dinamika Ini? Ada beberapa faktor yang membuat isu ini semakin kuat pengaruhnya. Pertama adalah regulasi. Pemerintah di berbagai negara mulai memperketat aturan tentang lingkungan dan mendorong kewajiban pelaporan keberlanjutan. Kedua adalah tekanan konsumen. Generasi muda khususnya semakin kritis terhadap produk yang mereka konsumsi, mereka ingin tahu apakah produk itu merusak hutan atau tidak. Ketiga adalah peran media dan transparansi informasi. Dengan mudahnya akses data dan laporan ESG, publik kini bisa menilai sendiri komitmen perusahaan. Terakhir, tentu saja faktor internal seperti keseriusan manajemen perusahaan. Tanpa komitmen dari pimpinan, ESG hanya akan menjadi dokumen, bukan budaya. Dari Komitmen ke Aksi Nyata Perusahaan tidak cukup hanya menyatakan “peduli lingkungan” dalam slogan. Yang dibutuhkan adalah langkah nyata. Dimulai dari kebijakan internal, seperti komitmen zero deforestation, pemilihan mitra bisnis yang bertanggung jawab, hingga sistem pelacakan rantai pasok agar bahan baku benar-benar berasal dari sumber yang legal dan berkelanjutan. Transparansi juga menjadi kunci. Laporan keberlanjutan atau ESG report yang jujur, terukur, dan bisa diverifikasi akan jauh lebih dihargai daripada sekadar klaim sepihak. Di sisi lain, investor dan lembaga keuangan juga perlu konsisten menerapkan prinsip responsible investment, yakni hanya mendukung bisnis yang memang bertanggung jawab. Pemerintah pun berperan penting dalam menciptakan ekosistem yang mendukung baik melalui regulasi, pengawasan, maupun insentif bagi perusahaan yang benar-benar berkomitmen pada keberlanjutan. Solusi Satuplatform Di era ketika isu deforestasi, ESG, dan kepercayaan investor saling terkait erat, perusahaan membutuhkan pendekatan yang terstruktur dan berbasis data untuk bertransformasi dari komitmen menjadi aksi nyata. Satuplatform hadir untuk mendukung perjalanan tersebut melalui layanan konsultan dan advisory keberlanjutan, pengelolaan carbon management dan ESG management, pemanfaatan technology platform untuk pelacakan dan pelaporan kinerja keberlanjutan, serta program training dan awareness guna membangun kapasitas internal dan pemahaman para pemangku kepentingan. Bagi perusahaan dan institusi yang ingin memperkuat strategi ESG, mengelola risiko deforestasi, serta membangun kepercayaan investor secara berkelanjutan, Satuplatform membuka ruang kolaborasi untuk menciptakan dampak nyata bagi bisnis dan lingkungan. Mulai langkah keberlanjutan Anda bersama Satuplatform hari ini. Similar Article Penciptaan Green Jobs dan Peranannya dalam Sektor Keberlanjutan Transisi menuju ekonomi hijau bukan lagi wacana masa depan namun sedang terjadi sekarang, dan membutuhkan peran nyata dari dunia kerja. Di tengah meningkatnya komitmen Indonesia terhadap dekarbonisasi, ESG, dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK), Satuplatform melihat bahwa kesiapan data, strategi, dan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci utama agar transisi ini tidak hanya berjalan, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan. Salah satu fondasi penting dari transisi tersebut adalah hadirnya green jobs, pekerjaan yang tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga menjaga lingkungan dan masa depan bersama. Pengertian Green Jobs Green jobs atau pekerjaan hijau adalah jenis pekerjaan yang berkontribusi secara signifikan terhadap… Deforestasi, ESG, dan Kepercayaan Investor: Mengapa Dunia Bisnis …