Alasan Perusahaan Perlu Menghitung Jejak Karbon

Alasan Perusahaan Perlu Menghitung Jejak Karbon

Jejak karbon mengacu pada jumlah total gas rumah kaca yang dihasilkan secara langsung maupun tidak langsung dari suatu aktivitas tertentu. Gas rumah kaca (GRK) tersebut mencakup karbon dioksida (CO2) dan gas lain seperti metana (CH4) dan nitrogen oksida (N2O), yang semuanya berkontribusi terhadap pemanasan global. Baca Juga: Memahami Jejak Karbon Jejak karbon atau carbon footprint dapat diproduksi oleh individu, organisasi, kegiatan, produk, hingga industri. Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap emisi karbon.  Pembakaran bahan bakar fosil dari kegiatan industri, penggunaan transportasi, dan pembangkit listrik adalah salah satu penghasil emisi karbon yang tinggi. Menurut laporan Anggaran Karbon Global, dunia diperkirakan mengeluarkan sebanyak 36,8 miliar metrik ton CO2 dari bahan bakar fosil pada 2023. Baca Juga: Jejak Karbon : Cara Perhitungan dalam Perusahaan Jejak Karbon Mengapa Perusahaan Perlu Menghitung Jejak Karbon? Perusahaan perlu menghitung carbon footprint mereka karena ada beberapa alasan yang sangat penting, baik dari perspektif lingkungan maupun bisnis. Salah satunya perusahaan dapat memainkan peran yang lebih aktif dalam upaya global untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Menghitung Jejak Karbon dalam Kepatuhan Peraturan Saat ini, dunia terus memperluas aturan pelaporan karbon. Banyak negara dan daerah mulai menetapkan peraturan dan standar terkait emisi gas rumah kaca dan mewajibkan perusahaan untuk menyiapkan laporan perhitungan karbon yang dimiliki. Salah satunya Inggris yang memberlakukan Streamlined Energy and Carbon Reporting atau SECR. Perusahaan-perusahaan besar di sana diharuskan untuk berbagi informasi dan mengungkapkan penggunaan energi dan emisi karbon dalam laporan tahunan mereka. Oleh karena itu, menghitung carbon footprint merupakan salah satu langkah yang membantu perusahaan untuk memenuhi persyaratan ini. Juga mencegah potensi sanksi atau denda yang mungkin diberlakukan oleh pihak berwenang.  Perhitungan Jejak Karbon = Tanggung Jawab Lingkungan Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk mengelola dan mengurangi kontribusi mereka terhadap emisi gas rumah kaca. Tujuannya tidak lain untuk memperbaiki kondisi dan menghambat proses perubahan iklim. Menghitung carbon footprint menjadi salah satu upaya berperan dalam mendukung perusahaan mencapai tujuan berkelanjutan. Jejak Karbon Meminimalkan Risiko Melakukan perhitungan carbon footprint nyatanya juga dapat membantu perusahaan menghindari risiko kerugian, salah satunya praktik greenwashing.  Menurut survey Boston Consulting Group (2021), sebanyak 30 sampai 40 persen perusahan melakukan kesalahan dalam menghitung carbon footprint yang mereka hasilkan. Kesenjangan akurasi ini masih seringkali menjadi kesalahan umum yang menyebabkan perusahaan dianggap melakukan kegiatan greenwashing. Oleh karena itu, penghitungan karbon yang komprehensif dan akurat merupakan kebutuhan mitigasi risiko. Mengetahui Jejak Karbon = Meningkatkan Efisiensi Energi Mengidentifikasi sumber-sumber emisi membantu perusahaan dalam mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan efisiensi energi. Dengan memahami di mana emisi berasal, perusahaan dapat mengembangkan strategi untuk mengurangi konsumsi energi dan mengoptimalkan proses operasional. Selain itu, dengan melihat jejak karbon, perusahaan dapat memperkirakan total volume emisi gas rumah kaca yang keluar dari aktivitas yang dilakukan, serta berkontribusi menguranginya. Meningkatkan Citra Perusahaan Saat ini, sebagian konsumen, investor, dan mitra bisnis semakin menyadari isu-isu lingkungan.  Perusahaan yang secara terbuka menghitung dan berusaha mengurangi jejak karbon mereka cenderung mendapatkan kepercayaan dan dukungan lebih besar dari pihak-pihak tersebut. Ini dapat meningkatkan citra perusahaan dan daya saing di pasar. Your All-in-One Sustainability Platform Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article Berbagai Sumber Energi Biomassa dan Proses Konversinya Biomassa merupakan salah satu wujud dari energi alternatif yang hadir untuk dapat mengurangi ketergantungan manusia terhadap energi konvensional. Baca juga: Energi Biomassa: Keuntungan dan Kerugian Tingginya penggunaan energi konvensional, termasuk bahan bakar fosil, dalam kegiatan sehari-hari, dapat berdampak pada ketersediaannya yang semakin menipis karena cenderung tidak terbarukan. Penggunaannya yang berlebih pun juga berkontribusi pada perubahan iklim dan dampak lingkungan lainnya. Oleh karena itu, para ilmuwan terus berupaya mengembangkan sumber energi alternatif untuk dapat mengatasi isu-isu tersebut. Biomassa menjadi salah satunya. Apa Itu Energi Biomassa?  Biomassa merupakan energi yang bersumber dari berbagai jenis bahan-bahan organik seperti limbah pertanian, sampah organik, kayu, alga,… Energi Biomassa: Keuntungan dan Kekurangan Biomassa menjadi salah satu bentuk dari sumber energi alternatif yang diyakini dapat membantu mengurangi ketergantungan manusia terhadap energi konvensional. Namun, sama seperti energi lainnya, terdapat keuntungan dan kerugian dari penggunaan biomassa. Sebagaimana yang telah diketahui, energi konvensional termasuk bahan bakar fosil yang menjadi sumber utama energi di dunia berkontribusi terhadap perubahan iklim. Penggunaannya yang masif juga menjadikan energi tersebut semakin terbatas.  Sifatnya yang tidak terbarukan menjadikan bahan bakar fosil menurun ketersediannya. Berdasarkan penelitian oleh The Millennium Alliance for Humanity and the Biosphere (MAHB) Universitas Stanford, dengan tingkat konsumsi sekarang, persediaan bahan bakar fosil akan habis dalam waktu 51 tahun. Bisa… Potensi Energi Surya bagi Kesejahteraan di Indonesia Energi surya atau tenaga surya menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan banyak negara dalam melakukan transisi energi sebagai upaya mengatasi krisis energi yang mengancam dunia. Indonesia adalah salah satunya yang berupaya mengembangkan solusi ini. Terletak di garis khatulistiwa, Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki iklim tropis. Sebagai negara tropis, Indonesia bisa dibilang beruntung sebab memperoleh limpahan sinar matahari yang besar setiap tahunnya sehingga kaya akan sumber energi surya dan angin. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, Indonesia saat ini memiliki potensi akan pemanfaatan energi terbarukan sebesar lebih dari 3.600 Giga Watt (GW). Energi surya disebut-sebut mendominasi… 3 Negara dengan Sistem Tenaga Surya Paling Maju di Dunia Ancaman krisis energi yang kian meningkat, mendorong berbagai negara untuk segera beradaptasi dan mencari solusi mengatasi isu ini. Selain menghindari konsumsi energi fosil berlebih, pemanfaatan energi terbarukan juga menjadi pilihan sebagai opsi energi alternatif yang berkelanjutan. Salah satu jenis energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan ialah energi surya. Energi surya diyakini memiliki potensi yang besar untuk dipertimbangkan penggunaannya. Sebuah sumber energi bersih yang tidak hanya ramah lingkungan, namun juga bersifat tidak …

Pentingnya Carbon Accounting dan Manfaatnya bagi Organisasi dan Bisnis

Pentingnya Carbon Accounting dan Manfaatnya bagi Organisasi dan Bisnis

Penting untuk di pahami bahwa carbon accounting merupakan salah satu cara terbaik dalam upaya global untuk mengatasi perubahan iklim. Dengan memahami jejak karbon, organisasi dan tentu saja bisnis dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk mengurangi dampak lingkungan mereka. Apa Itu Carbon Accounting? Carbon accounting (akuntansi karbon) adalah suatu pendekatan untuk mengukur, melaporkan, dan mengelola emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan oleh suatu organisasi, proyek, atau kegiatan. Metode ini mencakup emisi langsung dan tidak langsung yang dihasilkan oleh kegiatan manusia. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang seberapa besar dampak suatu aktivitas terhadap perubahan iklim. Baca Juga: Dekarbonisasi: Menuju Emisi Nol Karbon (Zero Emisi) carbon accounting Komponen dalam Carbon Accounting – Sumber Emisi Sumber emisi dalam carbon accounting dapat dibagi menjadi dua kategori utama: sumber langsung dan tidak langsung. Sumber langsung melibatkan emisi yang berasal langsung dari suatu entitas, seperti pembakaran bahan bakar fosil. Sementara itu, sumber tidak langsung terkait dengan emisi yang terjadi di luar kendali langsung entitas, seperti emisi yang dihasilkan oleh rantai pasokan. – Laporan Karbon Laporan karbon adalah hasil akhir dari proses carbon accounting. Laporan ini mencakup jumlah total emisi karbon yang dihasilkan oleh suatu organisasi atau kegiatan. Laporan ini dapat digunakan untuk memantau progres dalam mengurangi emisi dan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang lebih berkelanjutan. Manfaat Carbon Accounting – Mengukur Dampak Lingkungan Dengan menggunakan metode carbon accounting, entitas dapat mengukur dampak lingkungan dari kegiatan mereka. Ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kontribusi mereka terhadap perubahan iklim dan membantu mengidentifikasi area-area yang perlu diperbaiki. – Menyusun Strategi Pengurangan Emisi Data yang dihasilkan dari carbon accounting memungkinkan organisasi untuk menyusun strategi pengurangan emisi yang lebih efektif. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang sumber-sumber emisi, entitas dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk mengurangi jejak karbon mereka. – Kepatuhan Regulasi Banyak negara dan wilayah sekarang mengharuskan organisasi untuk melaporkan emisi karbon mereka sebagai bagian dari upaya global untuk mengatasi perubahan iklim. Melalui carbon accounting, organisasi dapat memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang ada. – Keuntungan Reputasi Organisasi yang berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon mereka seringkali mendapatkan keuntungan reputasi. Konsumen dan mitra bisnis semakin menyadari pentingnya keberlanjutan, dan berinvestasi dalam praktik bisnis yang ramah lingkungan dapat meningkatkan citra merek. Tantangan dalam Implementasi Carbon Accounting – Kesulitan Pengumpulan Data Pengumpulan data yang akurat seringkali menjadi tantangan utama dalam implementasi carbon accounting. Organisasi perlu bekerja sama dengan seluruh rantai pasokan mereka untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. – Biaya Implementasi Proses implementasi carbon accounting dapat memerlukan investasi signifikan dalam teknologi dan pelatihan. Ini bisa menjadi hambatan, terutama bagi organisasi kecil dan menengah. – Kesulitan Mengukur Emisi Tidak Langsung Emisi tidak langsung, seperti yang terkait dengan pasokan rantai, seringkali sulit diukur secara akurat. Ini dapat menyulitkan organisasi untuk mendapatkan gambaran yang lengkap tentang jejak karbon mereka. Ikuti Perkembangan Terkini Kita setidaknya harus bisa mengikuti informasi terbaru tentang regulasi carbon accounting di Indonesia dan dunia. Ini termasuk kebijakan pemerintah atau informasi dari luar seperti info perjanjian internasional Paris Agreement. Selain itu, teknologi penangkapan karbon yang sedang berkembang atau penggunaan AI dalam pengukuran emisi juga bisa kita pelajari. Dan ada juga hal yan sering dilupakan, yaitu pada tahun 2023, pemerintah Indonesia sudah mulai menerapkan peraturan baru terkait carbon pricing. Dengan peraturan ini, pemerintah mewajibkan perusahaan besar untuk melaporkan emisi karbon mereka dan membayar pajak karbon jika emisi mereka melebihi batas tertentu. Jangan lupa ikuti juga standar ISO Greenhouse gases terbaru. Your All-in-One Sustainability Platform Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG management, carbon accounting, dan sustainability reporting. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Artikel terkait: 5 Istilah Penting yang Berkaitan dengan Perubahan Iklim Isu terkait perubahan iklim semakin menjadi pembahasan yang ramai diperbincangkan saat ini. Di seluruh dunia, masyarakat lintas generasi mulai menunjukkan ketertarikannya akan informasi tentang perubahan iklim. Hasil survei People’s Climate Vote 2024 menunjukkan bahwa sekitar 87 persen populasi dunia telah menaruh perhatian mereka pada isu ini. Sementara itu, 63 persen pengisi survei sudah mulai mempertimbangkan dampak perubahan iklim terhadap keputusan yang mereka buat. Melalui kondisi ini, bisa digambarkan bahwa perubahan iklim semakin memberikan pengaruhnya terhadap orang-orang di berbagai belahan dunia. Mengganggu mereka dengan beragam cara. Perubahan iklim tidak lagi sebatas konteks khusus bagi beberapa kalangan. Istilah ini perlu diumumkan lebih… Keuntungan Berlangganan Jasa Perhitungan Jejak Karbon bagi Perusahaan di Masa Kini Jejak karbon merupakan sejumlah emisi gas rumah kaca (GRK) yang lepas ke atmosfer dan bersumber dari berbagai kegiatan tertentu. Konsentrasi emisi karbon antropogenik atau yang dihasilkan dari aktivitas manusia adalah sumber yang paling dominan dalam menimbulkan dampak bagi lingkungan. Salah satunya berasal dari sektor industri yang disebut sebagai kontributor utama emisi karbon global.  Menurut laporan emisi CO2 tahun 2022 oleh IEA, emisi karbon dioksida global dari pembakaran energi dan proses industri telah mencapai level tertinggi sepanjang masa, yakni sebesar 36,8 Gt pada 2022. Meskipun produksi emisi karbon dari industri sempat menyusut 5 persen pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19, akan… Pengertian Industri Hijau: Tujuan, Manfaat, dan Contohnya Penerapan industri hijau di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim selayaknya angin segar yang memberikan kesejukan dalam upaya keberlanjutan. Sektor industri sebagai salah satu kontributor utama emisi gas rumah kaca (GRK) global seringkali didorong untuk dapat berkontribusi dalam langkah pengurangan emisi karbon atau dekarbonisasi. Maka dari itu, industri hijau sebagai bagian dari bisnis berkelanjutan dapat menjadi opsi yang bisa dipilih perusahaan dan entitas komersial lainnya dalam mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan keberlanjutan. Namun, apa itu industri hijau beserta tujuan, keuntungan, dan contohnya? Apa Itu Industri Hijau? Dilansir dari Tirto ID, menurut Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI), pengertian industri hijau adalah… Bagaimana Cara Tepat Memilih Carbon Accounting Software untuk Industri? Carbon …

Data Integration for Effortless Carbon Emission Monitoring and Reporting

Data Integration for Effortless Carbon Emission Monitoring and Reporting

Data silos are some of the key reasons for the slow pace of emission measurement in every company. Accessing data for calculations of carbon emission is a challenge since data is stored and managed in isolated systems. This often leads to information being inaccessible and difficult to integrate effectively. This fragmentation not only complicates the process of collecting and analyzing carbon-related data, but also obstructs the creation of a comprehensive view and accuracy of an organization’s carbon emissions. This challenge can be overcome by having the right data integration strategy. Carbon accounting needs the seamless integration of data from various sources such as energy consumption, transportation, supply chain, purchased goods, and services data. Data integration helps with this process of combining data from disparate sources into a unified and coherent structure. Visit: ESG Excellence: A Digital Handbook for Monitoring and Enhancing Corporate Sustainability carbon emission Data Integration Benefits to Handle Carbon Emission Complete Analysis Integrated data enables organizations to conduct comprehensive analyses, identifying hidden relationships between processes and emissions sources. This leads to a more accurate assessment of the carbon impact of various activities. Monitoring Carbon Emission Integrated systems allow tracking of emissions, helping organizations respond promptly to deviations and make informed decisions to reduce their carbon footprint. Efficiency Improvements Integrated data systems can reveal inefficiencies and opportunities for optimisation across operations. For example, by analyzing the entire supply chain, organizations can find ways to reduce transportation-related emissions. Improved Reporting and Transparency Integrated data simplifies the process of generating accurate and detailed emissions reports. These reports are crucial for internal tracking, compliance with regulations, and transparency in sustainability reporting to stakeholders. Satuplatform Carbon Accounting Solution for Industries Satuplatform is a data integration platform that can help companies to streamline their carbon emissions monitoring and reporting processes. Satuplatform offers a variety of features that make it easy to integrate data from disparate sources, including: Calculating scope 1, 2, and 3 carbon footprints across various industries Comparing emissions generated with government-set upper limits/baseline targets Establishing emission reduction targets Automating Greenhouse Gas (GHG) reports Managing sustainability performance & generating sustainability reports Automate your data collection process with bulk upload capabilities and templates that help steer exactly what data is required to start your journey Unify all your sustainability documents in one digital and digestible format. Storing and searching for paper documents is a thing of the past Visualize Your Carbon Emission in One Dashboard Visualizing carbon emission data is an effective way to understand and analyze it. Dashboards are one of the data visualization tools that can be used for this purpose. Dashboards offer several advantages that make them a perfect choice for carbon emission data visualization, including: Presenting data in various formats: Dashboards can present data in various formats, such as graphs, tables, and maps. This allows users to view data from different perspectives and gain a better understanding of it. Customization to user needs: Dashboards can be customized to suit user needs. Users can add or remove visualization elements, change their size and color, and set filters and markers. This allows users to tailor the dashboard to their specific analysis requirements. Ease of data interpretation: Dashboards can make data interpretation easier. Data presented in an appealing and readily understandable visual format can help users grasp it faster and more efficiently. Supporting decision-making: Data presented in an easily understandable visual format can aid in better decision-making. Users can utilize the data to identify trends, patterns, and relationships that are not readily apparent in raw data. Contact Satuplatform and get a FREE DEMO now! Create a sustainable, competitive, and responsible business with Satuplatform.

Kredit Karbon: Solusi Perusahaan Wujudkan Keberlanjutan Lingkungan

Kredit Karbon: Solusi Perusahaan Wujudkan Keberlanjutan Lingkungan

Pentingnya Kredit Karbon Perubahan iklim telah menjadi salah satu isu global yang paling mendesak saat ini. Emisi karbon yang terus meningkat dari berbagai aktivitas manusia menjadi salah satu penyebab utama perubahan iklim. Untuk mengatasinya, diperlukan upaya penurunan emisi karbon secara signifikan. Upaya ini tidak hanya dapat dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh sektor swasta, termasuk perusahaan. Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengurangi emisi karbon adalah dengan membeli kredit karbon (carbon credit). Baca Juga: Jejak Karbon : Cara Perhitungan dalam Perusahaan kredit karbon Kredit karbon adalah sertifikat yang mewakili penurunan emisi karbon dioksida (CO2) atau gas rumah kaca lainnya sebesar satu ton. Kredit karbon dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti proyek-proyek konservasi hutan, energi terbarukan, dan efisiensi energi. Perusahaan dapat membeli kredit karbon untuk memenuhi komitmennya dalam mengurangi emisi karbon. Manfaat Kredit Karbon bagi Perusahaan Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dari pembelian kredit karbon, antara lain: Membantu perusahaan untuk mengurangi emisi karbon. Pembelian kredit karbon dapat membantu perusahaan untuk mengurangi emisi karbonnya tanpa perlu melakukan perubahan signifikan pada proses produksinya. Meningkatkan reputasi perusahaan. Perusahaan yang berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon akan mendapatkan reputasi yang baik di mata konsumen dan masyarakat. Membuka peluang bisnis baru. Perusahaan yang memiliki kredibilitas dalam hal lingkungan dapat membuka peluang bisnis baru, seperti penyediaan jasa konsultasi lingkungan atau penjualan produk-produk ramah lingkungan. Cara Membeli Kredit Karbon Kredit karbon dapat dibeli dari berbagai lembaga yang menawarkan perdagangan karbon. Lembaga-lembaga ini biasanya bermitra dengan proyek-proyek pengurangan emisi karbon untuk menerbitkan kredit karbon. Dalam memilih lembaga perdagangan karbon, perusahaan perlu memperhatikan beberapa hal, antara lain: Kepercayaan: Lembaga perdagangan karbon harus memiliki kredibilitas dan dapat dipercaya dalam memberikan kredit karbon yang valid. Transparansi: Lembaga perdagangan karbon harus transparan dalam hal proses penerbitan kredit karbon. Keterjangkauan: Harga kredit karbon harus terjangkau bagi perusahaan. Kredit karbon merupakan salah satu solusi bagi perusahaan untuk mewujudkan komitmennya dalam mengurangi emisi karbon. Dengan membeli kredit karbon, perusahaan dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim dan meningkatkan reputasinya di mata konsumen dan masyarakat. Baca Juga: Emisi Gas Rumah Kaca Scope 1, 2 dan 3 Your All-in-One Sustainability Platform Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG management, carbon accounting, dan sustainability reporting. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article Kredit Karbon: Solusi Perusahaan Wujudkan Keberlanjutan Lingkungan Pentingnya Kredit Karbon Perubahan iklim telah menjadi salah satu isu global yang paling mendesak saat ini. Emisi karbon yang terus meningkat dari berbagai aktivitas manusia menjadi salah satu penyebab utama perubahan iklim. Untuk mengatasinya, diperlukan upaya penurunan emisi karbon secara signifikan. Upaya ini tidak hanya dapat dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh sektor swasta, termasuk perusahaan. Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengurangi emisi karbon adalah dengan membeli kredit karbon (carbon credit). Baca Juga: Jejak Karbon : Cara Perhitungan dalam Perusahaan kredit karbon Kredit karbon adalah sertifikat yang mewakili penurunan emisi karbon dioksida (CO2) atau gas rumah kaca… ESG: 3 Kriteria yang Harus Perusahaan Penuhi Pengertian ESG merupakan singkatan dari Environmental, Social, and Governance. ESG adalah konsep yang mengedepankan kegiatan pembangunan, investasi maupun bisnis yang berkelanjutan sesuai dengan tiga kriteria tersebut yaitu lingkungan, sosial serta tata kelola. Baca Juga: ESG Ratings: Kriteria dan Investasi Beberapa waktu ini, ESG menjadi perhatian semua masyarakat karena potensi jangka panjang yang diberikan kepada investasi pada pemangku kepentingan, tidak terbatas dengan pemegang saham saja. Konsep ESG ini merupakan praktik untuk mengukur, mengungkapkan, serta mempertanggung jawabkan kepada semua pemangku kepentingan baik di dalam maupun luar perusahaan.  esg Kriteria ESG Kriteria Lingkungan Hidup  Pada kriteria ini, terdapat beberapa hal yang harus dipenuhi… Energi Baru Terbarukan yang Diterapkan di Indonesia Pengertian Energi baru terbarukan (EBT) merupakan sumber daya energi yang diperoleh dari sumber-sumber alam yang terbarukan dan dapat diperbaharui secara berkelanjutan. Sumber energi ini melibatkan proses alam yang terus menerus tersedia, diantaranya: Matahari Angin Air Panas bumi Biomassa energi baru terbarukan Potensi Energi Baru Terbarukan Pada COP26 tahun 2021, Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM),  mengatakan bahwa Indonesia telah berkomitmen untuk melakukan penurunan emisi gas rumah kaca yang dipertegas bahwa Indonesia akan mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat. Baca Juga: Konservasi Energi: Pengertian, Tujuan, dan Langkah untuk Mewujudkannya Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan atau… Emisi Gas Rumah Kaca Scope 1, 2 dan 3 Pengetian Emisi gas rumah kaca (GHG) mengacu pada pelepasan gas-gas tertentu ke atmosfer yang dapat berperan dalam fenomena perubahan iklim. Gas-gas ini menyebabkan efek rumah kaca, yang mempertahankan panas matahari di atmosfer dan berkontribusi pada peningkatan suhu global. Baca Juga: Upaya Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca Beberapa gas rumah kaca yang dimaksud antara lain: Karbon dioksida (CO2) Metana (CH4) Nitro oksida (N2O) Gas-gas lainnya (HFCs, PFCs, SF6) emisi gas rumah kaca Protokol Gas Rumah Kaca (GHG Protocol) GHG Protocol diciptakan pada tahun 1998. Protokol ini memiliki tujuan sebagai berikut: Mengembangkan dan Memfasilitasi Standar Pelaporan Emisi Menyediakan panduan dan standar untuk… Sustainability Report: Transparansi Membangun Kepercayaan Sustainability Report – Transparansi terutama dalam bidang akuntansi karbon, memainkan peran penting dalam membangun kepercayaan dengan pemangku kepentingan. Seiring dengan mulai tingginya kesadaran terhadap lingkungan, upaya perusahaan dalam menunjukkan komitmen dan tanggung jawab terhadap lingkungan, memiliki data yang jelas dan akurat menjadi suatu penilaian penting dalam membangun kepercayaan dan kredibilitas. Sustainability report Transparansi dalam Sustainability Report Transparansi merupakan komitmen terhadap keterbukaan dan kejujuran dalam praktik bisnis. Di dalam sustainability report, hal ini memiliki beberapa manfaat seperti memberikan kesempatan kepada pemangku kepentingan termasuk pelanggan, investor, dan masyarakat umum untuk dapat memahami dampak lingkungan dari sebuah perusahaan. Hal ini termasuk kemampuan suatu… Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lingkungan Perusahaan Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan …

Emisi Gas Rumah Kaca Scope 1, 2 dan 3

Emisi Gas Rumah Kaca Scope 1, 2 dan 3

Pengetian Emisi gas rumah kaca (GHG) mengacu pada pelepasan gas-gas tertentu ke atmosfer yang dapat berperan dalam fenomena perubahan iklim. Gas-gas ini menyebabkan efek rumah kaca, yang mempertahankan panas matahari di atmosfer dan berkontribusi pada peningkatan suhu global. Baca Juga: Upaya Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca Beberapa gas rumah kaca yang dimaksud antara lain: Karbon dioksida (CO2) Metana (CH4) Nitro oksida (N2O) Gas-gas lainnya (HFCs, PFCs, SF6) emisi gas rumah kaca Protokol Gas Rumah Kaca (GHG Protocol) GHG Protocol diciptakan pada tahun 1998. Protokol ini memiliki tujuan sebagai berikut: Mengembangkan dan Memfasilitasi Standar Pelaporan Emisi Menyediakan panduan dan standar untuk perhitungan, pelaporan, dan verifikasi emisi gas rumah kaca. Dengan menyediakan kerangka kerja yang konsisten, perusahaan dan organisasi dapat mengukur serta melaporkan emisi dengan cara yang dapat dibandingkan dan diverifikasi. Standar ini membantu dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca. Mendorong Praktik Manajemen Emisi yang Berkelanjutan GHG Protocol berusaha untuk mendorong perusahaan dan organisasi untuk mengelola emisi gas rumah kaca secara berkelanjutan. Dengan memberikan panduan tentang pengukuran emisi yang komprehensif, GHG Protocol membantu perusahaan dan organisasi memahami sumber emisi dan mengidentifikasi peluang untuk mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan. Ini berkontribusi pada upaya global untuk mengatasi perubahan iklim dengan mengarahkan perhatian pada mitigasi emisi. GHG Protocol: Scope 1, 2 dan 3 GHG Protocol membagi emisi gas rumah kaca menjadi tiga scope atau lingkup dalam membantu perusahaan dan organisasi dalam mengkategorikan dan mengelola emisi dengan lebih terperinci. Baca Juga: Dampak Peningkatan Gas Rumah Kaca Terhadap Dunia Scope 1 Emisi scope 1 merupakan emisi yang berasal dari sumber atau dikendalikan oleh perusahaan dan organisasi, yaitu: Stationery combustion: Pembakaran dan boiler Mobile combustion: Emisi dari kendaraan yang merupakan milik perusahaan Fugitive combustion: Kebocoran emisi gas rumah kaca dari sumber tertentu seperti AC dan lemari pendingin Process emission: Emisi yang berasal dari proses produksi Industri dari peralatan yang dikendalikan oleh perusahaan Scope 2 Lingkup 2 ini merupakan emisi gas rumah kaca secara tidak langsung yang berasal dari listrik. Dengan kata lain, emisi scope ini bersumber dari konsumsi energi listrik perusahaan. Scope 3 Scope 3 merupakan emisi tidak langsung yang terkait dengan kegiatan perusahaan, tetapi tidak dimiliki atau dikendalikan secara langsung oleh perusahaan tersebut, diantaranya: Rantai pasokan Distribusi produk Penggunaan produk Perjalanan bisnis Pengelolaan sampah Dan lain sebagainya Your All-in-One Sustainability Platform Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG management, carbon accounting, dan sustainability reporting. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article Emisi Gas Rumah Kaca Scope 1, 2 dan 3 Pengetian Emisi gas rumah kaca (GHG) mengacu pada pelepasan gas-gas tertentu ke atmosfer yang dapat berperan dalam fenomena perubahan iklim. Gas-gas ini menyebabkan efek rumah kaca, yang mempertahankan panas matahari di atmosfer dan berkontribusi pada peningkatan suhu global. Baca Juga: Upaya Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca Beberapa gas rumah kaca yang dimaksud antara lain: Karbon dioksida (CO2) Metana (CH4) Nitro oksida (N2O) Gas-gas lainnya (HFCs, PFCs, SF6) emisi gas rumah kaca Protokol Gas Rumah Kaca (GHG Protocol) GHG Protocol diciptakan pada tahun 1998. Protokol ini memiliki tujuan sebagai berikut: Mengembangkan dan Memfasilitasi Standar Pelaporan Emisi Menyediakan panduan dan standar untuk… Sustainability Report: Transparansi Membangun Kepercayaan Sustainability Report – Transparansi terutama dalam bidang akuntansi karbon, memainkan peran penting dalam membangun kepercayaan dengan pemangku kepentingan. Seiring dengan mulai tingginya kesadaran terhadap lingkungan, upaya perusahaan dalam menunjukkan komitmen dan tanggung jawab terhadap lingkungan, memiliki data yang jelas dan akurat menjadi suatu penilaian penting dalam membangun kepercayaan dan kredibilitas. Sustainability report Transparansi dalam Sustainability Report Transparansi merupakan komitmen terhadap keterbukaan dan kejujuran dalam praktik bisnis. Di dalam sustainability report, hal ini memiliki beberapa manfaat seperti memberikan kesempatan kepada pemangku kepentingan termasuk pelanggan, investor, dan masyarakat umum untuk dapat memahami dampak lingkungan dari sebuah perusahaan. Hal ini termasuk kemampuan suatu… Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lingkungan Perusahaan Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Menurut PP Nomor 50 Tahun 2012, K3 adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Sedangkan berdasarkan OHSAS 18001:2007, K3 didefinisikan sebagai kondisi dan faktor yang mempengaruhi atau akan mempengaruhi keselamatan dan kesehatan pekerja, tamu atau orang lain di tempat kerja. Baca Juga: Dampak Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Peraturan yang mengatur terkait pelaksanaan K3 antara lain: Undang-Undang Nomor… Company Culture Suatu Perusahaan Company Culture  Company culture adalah nilai, tujuan, sikap, dan praktik bersama yang menjadi nilai dan ciri perusahaan atau organisasi. Aspek-aspek yang dapat dilihat seperti lingkungan kerja, kebijakan perusahaan, dan perilaku karyawan. Budaya perusahaan seringkali hanya tersirat, tidak difefinisikan secara tertulis dan tegas, mengikuti perkembangan dari waktu ke waktu. Baca Juga: Green Supply Chain Dalam Perusahaan Company Culture Faktor yang Mempengaruhi  Company culture tidak terlepas dari beberapa faktor berikut:  Nilai perusahaan Sejarah perusahaan Visi dan misi perusahaan Praktik nilai-nilai perusahaan Sumber daya manusia  Tempat kerja  Jenis Budaya Perusahaan Kebudayaan Klan (Clan Culture) Budaya perusahaan klan biasanya terjadi di perusahaan dimana anggota staf… Hak Asasi Manusia Bagi Setiap Individu Pengertian Hak Asasi Manusia Menurut UU Nomor 39 Tahun 1999, Hak Asasi Manusia (HAM) atau human rights merupakan seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Setiap orang wajib untuk menghormati, menjunjung tinggi dan melindungi haknya setiap individu manusia serta tidak dapat dirampas oleh siapapun karena dilindungi secara nasional (Undang-Undang) maupun internasional (PBB). Baca Juga: Hak Pekerja yang Dilindungi UU Ketenagakerjaan Hak Asasi Manusia Hal yang perlu diperhatikan terkait HAM antara lain: Tidak dapat dicabut …

Jejak Karbon : Cara Perhitungan dalam Perusahaan

Jejak Karbon : Cara Perhitungan dalam Perusahaan

Pengertian Jejak karbon adalah ukuran total emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh suatu aktivitas, baik individu maupun organisasi. Emisi gas rumah kaca ini dapat berasal dari berbagai sumber, seperti konsumsi energi, transportasi, produksi makanan, dan pengelolaan limbah. Baca Juga: Dampak Peningkatan Gas Rumah Kaca Terhadap Dunia Jejak karbon Cara Menghitung Jejak Karbon dalam Sebuah Perusahaan Ada beberapa cara untuk menghitung jejak karbon dalam sebuah perusahaan. Salah satu cara yang paling umum adalah dengan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). LCA adalah metode yang digunakan untuk menganalisis dampak lingkungan dari suatu produk atau aktivitas sepanjang siklus hidupnya, mulai dari bahan baku, produksi, konsumsi, hingga pembuangan. Baca Juga: Memahami Jejak Karbon Dalam melakukan perhitungan dengan metode LCA, perusahaan perlu mengumpulkan data tentang berbagai sumber emisi di dalam perusahaan, seperti: Konsumsi energi Transportasi Produksi makanan Pengelolaan limbah Data-data tersebut kemudian dimasukkan ke dalam rumus LCA untuk menghitung total emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh perusahaan. Contoh Rumus LCA Berikut adalah contoh rumus LCA untuk menghitung jejak karbon dari konsumsi energi: Jejak Karbon = Konsumsi Energi * Faktor Emisi Dimana: Konsumsi Energi adalah jumlah energi yang dikonsumsi oleh perusahaan dalam satuan metrik ton ekuivalen CO2 (MTCO2e) Faktor Emisi adalah koefisien yang menunjukkan jumlah emisi CO2 yang dihasilkan dari setiap satuan energi yang dikonsumsi Misalnya, jika sebuah perusahaan menggunakan 10.000 MWh listrik dalam setahun, dan faktor emisi untuk listrik adalah 0,67 MTCO2e/MWh, maka jejak karbon dari konsumsi energi perusahaan tersebut adalah: Jejak Karbon = 10.000 MWh * 0,67 MTCO2e/MWh = 6.700 MTCO2e Metode Perhitungan Lainnya Selain metode LCA, ada beberapa metode lain yang dapat digunakan untuk menghitung jejak karbon dalam sebuah perusahaan. Beberapa metode tersebut antara lain: Metode Emission Inventory: Metode ini dilakukan dengan mengumpulkan data tentang sumber-sumber emisi di dalam perusahaan, kemudian menghitung total emisi dari masing-masing sumber. Metode Carbon Footprint Calculation Tool: Metode ini menggunakan alat bantu untuk menghitung jejak karbon. Alat bantu ini biasanya tersedia secara online dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Pilihan metode yang digunakan untuk perhitungan tergantung pada berbagai faktor, seperti kompleksitas aktivitas perusahaan, ketersediaan data, dan anggaran. Dengan mengetahui jejak karbonnya, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi emisi dan berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim. Hal ini dapat meningkatkan kesadaran akan dampak lingkungan, menemukan peluang untuk mengurangi emisi, dan meningkatkan kredibilitas perusahaan. Your All-in-One Sustainability Platform Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG management, carbon accounting, dan sustainability reporting. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article CollaborAction Satuplatform dalam Langkah Membumi Festival Satuplatform, platform yang mendukung inisiatif keberlanjutan khususnya pada Carbon & ESG Management, dengan bangga mengumumkan keterlibatannya sebagai Ecopreneur Partner dalam acara Langkah Membumi Festival, yang diselenggarakan oleh Ecoxyztem dan Blibli Tiket Action pada 2-3 November 2024 di Senayan Park, Jakarta. Acara ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan dan menginspirasi tindakan positif untuk bumi melalui berbagai kegiatan, diskusi, dan aksi nyata. Dalam festival yang penuh semangat ini, untuk itu Satuplatform berkomitmen dalam memperkenalkan dan mendukung berbagai produk serta inisiatif ramah lingkungan yang berfokus pada perhitungan reduksi emisi karbon dan arah keberlanjutan. Tak hanya itu, Satuplatform juga mengkampanyekan aksi… 5 Istilah Penting yang Berkaitan dengan Perubahan Iklim Isu terkait perubahan iklim semakin menjadi pembahasan yang ramai diperbincangkan saat ini. Di seluruh dunia, masyarakat lintas generasi mulai menunjukkan ketertarikannya akan informasi tentang perubahan iklim. Hasil survei People’s Climate Vote 2024 menunjukkan bahwa sekitar 87 persen populasi dunia telah menaruh perhatian mereka pada isu ini. Sementara itu, 63 persen pengisi survei sudah mulai mempertimbangkan dampak perubahan iklim terhadap keputusan yang mereka buat. Melalui kondisi ini, bisa digambarkan bahwa perubahan iklim semakin memberikan pengaruhnya terhadap orang-orang di berbagai belahan dunia. Mengganggu mereka dengan beragam cara. Perubahan iklim tidak lagi sebatas konteks khusus bagi beberapa kalangan. Istilah ini perlu diumumkan lebih… Keuntungan Berlangganan Jasa Perhitungan Jejak Karbon bagi Perusahaan di Masa Kini Jejak karbon merupakan sejumlah emisi gas rumah kaca (GRK) yang lepas ke atmosfer dan bersumber dari berbagai kegiatan tertentu. Konsentrasi emisi karbon antropogenik atau yang dihasilkan dari aktivitas manusia adalah sumber yang paling dominan dalam menimbulkan dampak bagi lingkungan. Salah satunya berasal dari sektor industri yang disebut sebagai kontributor utama emisi karbon global.  Menurut laporan emisi CO2 tahun 2022 oleh IEA, emisi karbon dioksida global dari pembakaran energi dan proses industri telah mencapai level tertinggi sepanjang masa, yakni sebesar 36,8 Gt pada 2022. Meskipun produksi emisi karbon dari industri sempat menyusut 5 persen pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19, akan… Pengertian Industri Hijau: Tujuan, Manfaat, dan Contohnya Penerapan industri hijau di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim selayaknya angin segar yang memberikan kesejukan dalam upaya keberlanjutan. Sektor industri sebagai salah satu kontributor utama emisi gas rumah kaca (GRK) global seringkali didorong untuk dapat berkontribusi dalam langkah pengurangan emisi karbon atau dekarbonisasi. Maka dari itu, industri hijau sebagai bagian dari bisnis berkelanjutan dapat menjadi opsi yang bisa dipilih perusahaan dan entitas komersial lainnya dalam mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan keberlanjutan. Namun, apa itu industri hijau beserta tujuan, keuntungan, dan contohnya? Apa Itu Industri Hijau? Dilansir dari Tirto ID, menurut Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI), pengertian industri hijau adalah… Bagaimana Cara Tepat Memilih Carbon Accounting Software untuk Industri? Carbon Accounting – Seiring dengan meningkatnya sustainability awareness di berbagai kalangan, banyak pihak mulai turut serta menerapkan praktik-praktik kebelanjutan melalui berbagai cara.  Peningkatan dampak perubahan iklim seakan menjadi ‘alarm’ yang mendorong masyarakat untuk bergabung dalam upaya mitigasi iklim. Utamanya dari sektor industri sebagai salah satu kontributor utama emisi gas rumah kaca (GRK) global. Kegiatan industri diketahui menyumbang paling banyak emisi karbon ke atmosfer. Di Indonesia saja, sekitar 70 persen penyumbang emisi karbon …

Financed Emission: Mendukung Transisi Emisi Nol Bersih

Financed Emission: Mendukung Transisi Emisi Nol Bersih

Bank memiliki peran penting dalam mendukung transisi emisi nol bersih. Hal ini karena bank memberikan kredit dan investasi kepada berbagai sektor ekonomi, termasuk sektor-sektor yang menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK). Dengan mengelola financed emission, bank dapat membantu nasabahnya untuk mengurangi emisi GRK dan berkontribusi pada upaya global untuk mengurangi perubahan iklim. Baca Juga: Mengenal Green Accounting Financed Emissison Apa itu Financed Emission? Financed emission adalah emisi GRK yang dihasilkan oleh nasabah bank. Emisi ini dapat berasal dari berbagai kegiatan, seperti produksi, konsumsi, dan transportasi. Bank dapat mengelola financed emission dengan menerapkan berbagai strategi, seperti: Mengukur dan melaporkan financed emission nasabahnya. Hal ini penting untuk memahami dampak lingkungan dari kegiatan usaha nasabah. Mengembangkan kebijakan dan praktik yang mendorong nasabah untuk mengurangi emisi GRK. Kebijakan ini dapat mencakup, misalnya, persyaratan untuk nasabah untuk melaporkan emisi GRK mereka dan untuk mengambil langkah-langkah untuk mengurangi emisi. Menawarkan produk dan layanan yang mendukung transisi emisi nol bersih, seperti kredit untuk proyek energi terbarukan dan investasi dalam proyek-proyek yang bertujuan untuk mengurangi emisi GRK. Financed Emission Bank Dapat Mendukung Transisi Emisi Nol Bersih Ada beberapa cara yang dapat dilakukan bank untuk mendukung transisi emisi nol bersih, antara lain: Menerapkan kebijakan dan praktik yang mendorong nasabah untuk mengurangi emisi GRK, seperti persyaratan untuk nasabah untuk melaporkan emisi GRK mereka dan untuk mengambil langkah-langkah untuk mengurangi emisi. Menawarkan produk dan layanan yang mendukung transisi emisi nol bersih, seperti kredit untuk proyek energi terbarukan dan investasi dalam proyek-proyek yang bertujuan untuk mengurangi emisi GRK. Mendukung pengembangan teknologi rendah karbon, seperti energi terbarukan dan penyimpanan energi. Bermitra dengan pemangku kepentingan lain, seperti pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan perusahaan, untuk mendukung transisi emisi nol bersih. Your All-in-One Sustainability Platform Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG management, carbon accounting, dan sustainability reporting. Baca Juga: Prinsip-Prinsip Etika Keuangan dan Akuntansi dalam Perusahaan Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article Sustainability Report dan Fungsinya Apa Itu Sustainability Report?  Sustainability report atau laporan keberlanjutan merupakan sebuah praktik terkait pengukuran, pengungkapan, dan upaya akuntabilitas kinerja perusahaan atau organisasi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang ditujukan kepada pemangku kepentingan secara internal maupun eksternal. Singkatnya, sustainability report merupakan laporan yang didasarkan pada konsep sustainability development. Baca Juga: Sustainability dan Sustainable Business Sustainability Report Untuk implementasinya, laporan ini didukung oleh UU Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007. Secara global mengacu pada Global Reporting Initiative (GRI), sementara di Indonesia mengacu pada National Center for Corporate Reporting (NCSR) yang merupakan organisasi pertama yang mengembangkan sustainability report di Indonesia. Baca Juga:… Jejak Karbon : Cara Perhitungan dalam Perusahaan Pengertian Jejak karbon adalah ukuran total emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh suatu aktivitas, baik individu maupun organisasi. Emisi gas rumah kaca ini dapat berasal dari berbagai sumber, seperti konsumsi energi, transportasi, produksi makanan, dan pengelolaan limbah. Baca Juga: Dampak Peningkatan Gas Rumah Kaca Terhadap Dunia Jejak karbon Cara Menghitung Jejak Karbon dalam Sebuah Perusahaan Ada beberapa cara untuk menghitung jejak karbon dalam sebuah perusahaan. Salah satu cara yang paling umum adalah dengan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). LCA adalah metode yang digunakan untuk menganalisis dampak lingkungan dari suatu produk atau aktivitas sepanjang siklus hidupnya, mulai dari bahan… Financed Emission: Mendukung Transisi Emisi Nol Bersih Bank memiliki peran penting dalam mendukung transisi emisi nol bersih. Hal ini karena bank memberikan kredit dan investasi kepada berbagai sektor ekonomi, termasuk sektor-sektor yang menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK). Dengan mengelola financed emission, bank dapat membantu nasabahnya untuk mengurangi emisi GRK dan berkontribusi pada upaya global untuk mengurangi perubahan iklim. Financed Emissison   Apa itu Financed Emission? Financed emission adalah emisi GRK yang dihasilkan oleh nasabah bank. Emisi ini dapat berasal dari berbagai kegiatan, seperti produksi, konsumsi, dan transportasi. Bank dapat mengelola financed emission dengan menerapkan berbagai strategi, seperti: Mengukur dan melaporkan financed emission nasabahnya. Hal ini penting untuk memahami dampak… Green Supply Chain Dalam Perusahaan Definisi dan Konsep Green supply chain adalah salah satu pendekatan strategis dalam bidang supply chain yang berfokus pada praktek berkelanjutan dalam setiap aspek rantai pasok dalam perusahaan. Tujuan utamanya untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan mempromosikan penggunaan sumber daya yang lebih efisien. Green supply chain selalu mempertimbangkan serta menyisipkan prinsip-prinsip keberlanjutan dan keberlangsungan lingkungan hidup dalam proses pengadaan, produksi, transportasi, penyimpanan, hingga distribusi produk. Hal ini mencakup pemilihan bahan baku yang ramah lingkungan, penggunakan energi terbarukan, pengurangan limbah, pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, dan pengoptimalan logistik untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Dalam hal ini merupakan pengintegrasian perspektif lingkungan… Green Marketing dan Penerapannya Di Indonesia Pengertian Green marketing adalah sebuah konsep yang meliputi pengembangan seluruh kegiatan pemasaran untuk merangsang dan mempertahankan perilaku konsumen yang ramah lingkungan. Proses marketing ini harus memiliki keuntungan bagi lingkungan dan alam. Produk yang dipromosikan dengan green marketing adalah produk yang ramah lingkungan. Proses produksinya pun harus tidak merusak lingkungan. Misalnya produk yang bebas dari materi yang bersifat beracun dan berbahaya bagi lingkungan. Bisa juga produk yang terbuat dari bahan yang bisa didaur ulang atau produk yang didesain supaya bisa dipakai kembali. Baca Juga : Mengenal Green Accounting Tujuan Perusahaan Melakukan Investasi di Green Marketing? Tujuan green marketing dapat merujuk pada… Dampak Peningkatan Gas Rumah Kaca Terhadap Dunia Pengertian Gas Rumah Kaca Gas rumah kaca adalah gas alami yang terdapat di atmosfer bumi dan memiliki kemampuan menyerap radiasi inframerah dari matahari dan bumi. Gas rumah kaca menyebabkan efek rumah kaca, yaitu kemampuan untuk mempertahankan sebagian panas yang terpancar dari bumi. Hal ini membuat suhu di permukaan bumi menjadi hangat dan menjadi layak dihuni. Gas rumah kaca umumnya terdiri dari: Penyebab Peningkatan Gas Rumah Kaca Beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan gas rumah …

Dampak Peningkatan Gas Rumah Kaca Terhadap Dunia

Dampak Peningkatan Gas Rumah Kaca Terhadap Dunia

Pengertian Gas Rumah Kaca Gas rumah kaca adalah gas alami yang terdapat di atmosfer bumi dan memiliki kemampuan menyerap radiasi inframerah dari matahari dan bumi. Gas rumah kaca menyebabkan efek rumah kaca, yaitu kemampuan untuk mempertahankan sebagian panas yang terpancar dari bumi. Hal ini membuat suhu di permukaan bumi menjadi hangat dan menjadi layak dihuni. Gas rumah kaca umumnya terdiri dari: Penyebab Peningkatan Gas Rumah Kaca Beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan gas rumah kaca adalah sebagai berikut: Dampak Negatif Gas Rumah Kaca Terhadap Bumi Tanpa disadari, peningkatan gas rumah kaca yang tidak tekontrol dapat meningkatkan efek rumah kaca dan memberikan dampak negatif terhadap bumi, diantaranya: Gas Rumah Kaca dan Kenaikan Suhu Global Kenaikan suhu global atau dikenal sebagai pemanasan global (global warming) merupakan fenomena peningkatan suhu global yang terjadi di atmosfer dan permukaan bumi. Jika lingkungan mengalami perubahan suhu akan mengubah bentuk tatanan ekosistem, diantaranya: Menurut BBC News Indonesia, Ilmuwan telah memprediksi bahwa suhu di bumi akan melewati ambang batas yang telah ditetapkan yaitu 1,5 derajat Celcius antara saat ini sampai dengan tahun 2027. Tetapi para ilmuwan menekankan bahwa kemungkinan hanya terjadi sementara, walaupun situasi tersebut tetap mengkhawatirkan. Maksud dari prediksi di atas adalah bahwa bumi akan menjadi 1,5 derajat Celcius lebih hangat dibandingkan dengan paruh kedua abad ke-19. Jika hal ini terjadi, maka akan memberikan dampak seperti gelombang panas yang akan terjadi lebih lama, fenomena badai yang lebih intens sampai dengan kebakaran hutan. Fenomena ini disebabkan oleh peningkatan efek rumah kaca. Baca Juga : Upaya Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca Gas Rumah Kaca dan Perubahan Iklim Global Perubahan iklim yang signifikan seperti suhu udara dan curah hujan. Dampak dari fenomena pemanasan global yang disebabkan oleh efek rumah kaca. Iklim berubah karena beberapa faktor yang disebabkan oleh alam dan aktivitas manusia, diantaranya: Jika iklim mengalami perubahan secara terus menerus akan memberikan dampak sebagai berikut: Peningkatan Intensitas Cuaca Ekstrem Perubahan iklim berdampak pada cuaca ekstrem seperti curah hujan yang tinggi dan musim kemarau yang berkepanjangan. Cuaca ekstrem sendiri diartikan sebagai keadaan iklim yang berubah cepat dan menimbulkan bencana alam di mana penyebab utamanya adalah efek rumah kaca. Baca Juga : Memahami Jejak Karbon Indonesia menjadi salah satu negara yang merasakan hal ini seperti: Dampak dari fenomena cuaca ekstrem ini diantaranya: Gas Rumah Kaca dan Kenaikan Permukaan Air Laut Kenaikan permukaan air laut adalah fenomena naiknya kenaikan air laut di mana penyebab utamanya adalah efek rumah kaca. Fenomena ini terjadi karena dua hal, yaitu: Menurut Kompas, sekitar 900 juta orang yang tinggal di pesisir di seluruh dunia akan menjadi korban dari kenaikan permukaan air laut ini yang berjalan lebih cepat sejak tahun 1900. Dampak dari kenaikan permukaan air laut adalah sebagai berikut: Your All-in-One Sustainability Platform Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG management, carbon accounting, dan sustainability reporting. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lingkungan Perusahaan Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Menurut PP Nomor 50 Tahun 2012, K3 adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Sedangkan berdasarkan OHSAS 18001:2007, K3 didefinisikan sebagai kondisi dan faktor yang mempengaruhi atau akan mempengaruhi keselamatan dan kesehatan pekerja, tamu atau orang lain di tempat kerja. Baca Juga: Dampak Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Peraturan yang mengatur terkait pelaksanaan K3 antara lain: Undang-Undang Nomor… Company Culture Suatu Perusahaan Company Culture  Company culture adalah nilai, tujuan, sikap, dan praktik bersama yang menjadi nilai dan ciri perusahaan atau organisasi. Aspek-aspek yang dapat dilihat seperti lingkungan kerja, kebijakan perusahaan, dan perilaku karyawan. Budaya perusahaan seringkali hanya tersirat, tidak difefinisikan secara tertulis dan tegas, mengikuti perkembangan dari waktu ke waktu. Baca Juga: Green Supply Chain Dalam Perusahaan Company Culture Faktor yang Mempengaruhi  Company culture tidak terlepas dari beberapa faktor berikut:  Nilai perusahaan Sejarah perusahaan Visi dan misi perusahaan Praktik nilai-nilai perusahaan Sumber daya manusia  Tempat kerja  Jenis Budaya Perusahaan Kebudayaan Klan (Clan Culture) Budaya perusahaan klan biasanya terjadi di perusahaan dimana anggota staf… Hak Asasi Manusia Bagi Setiap Individu Pengertian Menurut UU Nomor 39 Tahun 1999, Hak Asasi Manusia (HAM) atau human rights merupakan seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Setiap orang wajib untuk menghormati, menjunjung tinggi dan melindungi haknya setiap individu manusia serta tidak dapat dirampas oleh siapapun karena dilindungi secara nasional (Undang-Undang) maupun internasional (PBB). Baca Juga: Hak Pekerja yang Dilindungi UU Ketenagakerjaan Hak Asasi Manusia Hal yang perlu diperhatikan terkait HAM antara lain: Tidak dapat dicabut Tidak dapat dipisahkan Semua hak saling bergantung Cerminan dari kebutuhan hidup Selain hak, setiap orang juga memiliki tanggung jawab untuk menghormati… Supply Chain Management Apa Itu Supply Chain Management? Supply chain management adalah proses mengelola flow barang dan jasa suatu bisnis, termasuk setiap langkah yang terlibat dalam mengubah bahan baku dan komponen menjadi produk akhir serta mengirimkannya kepada pelanggan utama. Supply chain management dikatakan efektif apabila dapat membantu menyederhanakan aktivitas perusahaan agar dapat menghilangkan pemborosan, memaksimalkan nilai pelanggan, dan memperoleh keunggulan kompetitif di market. Baca Juga: Green Supply Chain Dalam Perusahaan supply chain management Bagaimana Fase Supply Chain Management?  Perencanaan (Planning) Pada tahap ini, meliputi proses menyusun perencanaan agar dapat membantu flow Supply Chain agar lebih efisien. Proses ini umumnya berkaitan dengan pengumpulan data dan… Sustainability Report dan Fungsinya Apa Itu Sustainability Report?  Sustainability report atau laporan keberlanjutan merupakan sebuah praktik terkait pengukuran, pengungkapan, dan upaya akuntabilitas kinerja perusahaan atau organisasi dalam mencapai tujuan …

Standar Emisi Euro – Euro 2, 3, 4, 5, dan 6

Standar Emisi Euro – Euro 2, 3, 4, 5, dan 6

Apa Itu Standar Emisi Euro? Standar emisi euro merupakan standar yang digunakan negara eropa untuk kualitas udara di negara eropa. Semakin tinggi standar euro yang ditetapkan maka semakin kecil batas kandungan yang didalamnya. Seperti gas karbon dioksida, nitrogen oksida, karbon monoksida, volatil hidrokarbon, dan partikel lain yang berdampak negatif kepada manusia dan lingkungan. Baca Juga : Persetujuan Teknis (Pertek) Pembuangan Emisi Sesuai dengan Baku Mutu Standar Emisi Euro 2 Dimulai pada tahun 1996, euro 2 memperkenalkan batas emisi yang berbeda untuk mesin bensin dan diesel pada parameter emisi. Standar Emisi Euro 3 Dimulai pada tahun 2000, memperkenalkan batas terpisah untuk emisi hidrokarbon dan nitrogen oksida untuk mesin bensin dan mesin diesel. Standar Emisi Euro 4 Kemudian pada tahun 2005, euro 4 mulai diperkenalkan. Euro 4 mengurangi secara signifikan ambang batas untuk partikulat dan nitrogen oksida di dalam mesin diesel. Beberapa mobil bermesin diesel baru memperoleh saringan partikel diesel yang dapat menangkap 99% partikulat. Standar Emisi Euro 5 Pada tahun 2009, euro 5 mengenalkan diesel particulate filters untuk semua mobil diesel. Batas partikulat dapat juga diperkenalkan untuk mesin bensin direct injection. Standar Emisi Euro 6 Kemudian pada tahun 2014, mengenalkan penurunan hingga 67% tingkat nitrogen oksida yang diizinkan pada bahan bakar diesel dan pengenalan batas jumlah partikel untuk bensin. Produsen menggunakan dua metode untuk memenuhi batas-batas diesel pada Euro 6. Metode pertama melalui reduksi katalitik selektif yang melibatkan cairan pengubah nitrogen oksida menjadi air dan nitrogen yang disemprotkan ke dalam knalpot mobil. Metode kedua sistem resirkulasi gas buang dipasang menggantikan sebagian gas buang untuk mengurangi jumlah nitrogen yang dapat diubah menjadi NOx. Batas Emisi di Indonesia Batas emisi kendaraan bermotor di Eropa juga diadopsi di beberapa negara dengan berbagai modifikasi tidak terkecuali di Indonesia. Indonesia saat ini memberlakukan batas emisi euro 4 melalui peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017 dan berlaku dua tahun setelahnya untuk kendaraan bermotor tipe M, N, dan O. Kendaraan bermotor tipe M yaitu mobil angkutan orang, tipe N mobil angkutan barang, dan tipe O untuk kendaraan bermotor gandengan atau tempel. Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama Pertamina bertugas mengembangkan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi euro 4. Namun saat ini Indonesia belum bisa memberlakukan batas emisi euro 5 ataupun euro 6 karena bahan bakarnya yang belum tersedia. Baca Juga : Baku Mutu Emisi dan Penerapannya Your All-in-One Sustainability Platform Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG management, carbon accounting, dan sustainability reporting. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lingkungan Perusahaan Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Menurut PP Nomor 50 Tahun 2012, K3 adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Sedangkan berdasarkan OHSAS 18001:2007, K3 didefinisikan sebagai kondisi dan faktor yang mempengaruhi atau akan mempengaruhi keselamatan dan kesehatan pekerja, tamu atau orang lain di tempat kerja. Baca Juga: Dampak Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Peraturan yang mengatur terkait pelaksanaan K3 antara lain: Undang-Undang Nomor… Company Culture Suatu Perusahaan Company Culture  Company culture adalah nilai, tujuan, sikap, dan praktik bersama yang menjadi nilai dan ciri perusahaan atau organisasi. Aspek-aspek yang dapat dilihat seperti lingkungan kerja, kebijakan perusahaan, dan perilaku karyawan. Budaya perusahaan seringkali hanya tersirat, tidak difefinisikan secara tertulis dan tegas, mengikuti perkembangan dari waktu ke waktu. Baca Juga: Green Supply Chain Dalam Perusahaan Company Culture Faktor yang Mempengaruhi  Company culture tidak terlepas dari beberapa faktor berikut:  Nilai perusahaan Sejarah perusahaan Visi dan misi perusahaan Praktik nilai-nilai perusahaan Sumber daya manusia  Tempat kerja  Jenis Budaya Perusahaan Kebudayaan Klan (Clan Culture) Budaya perusahaan klan biasanya terjadi di perusahaan dimana anggota staf… Hak Asasi Manusia Bagi Setiap Individu Pengertian Menurut UU Nomor 39 Tahun 1999, Hak Asasi Manusia (HAM) atau human rights merupakan seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Setiap orang wajib untuk menghormati, menjunjung tinggi dan melindungi haknya setiap individu manusia serta tidak dapat dirampas oleh siapapun karena dilindungi secara nasional (Undang-Undang) maupun internasional (PBB). Baca Juga: Hak Pekerja yang Dilindungi UU Ketenagakerjaan Hak Asasi Manusia Hal yang perlu diperhatikan terkait HAM antara lain: Tidak dapat dicabut Tidak dapat dipisahkan Semua hak saling bergantung Cerminan dari kebutuhan hidup Selain hak, setiap orang juga memiliki tanggung jawab untuk menghormati… Supply Chain Management Apa Itu Supply Chain Management? Supply chain management adalah proses mengelola flow barang dan jasa suatu bisnis, termasuk setiap langkah yang terlibat dalam mengubah bahan baku dan komponen menjadi produk akhir serta mengirimkannya kepada pelanggan utama. Supply chain management dikatakan efektif apabila dapat membantu menyederhanakan aktivitas perusahaan agar dapat menghilangkan pemborosan, memaksimalkan nilai pelanggan, dan memperoleh keunggulan kompetitif di market. Baca Juga: Green Supply Chain Dalam Perusahaan supply chain management Bagaimana Fase Supply Chain Management?  Perencanaan (Planning) Pada tahap ini, meliputi proses menyusun perencanaan agar dapat membantu flow Supply Chain agar lebih efisien. Proses ini umumnya berkaitan dengan pengumpulan data dan… Sustainability Report dan Fungsinya Apa Itu Sustainability Report?  Sustainability report atau laporan keberlanjutan merupakan sebuah praktik terkait pengukuran, pengungkapan, dan upaya akuntabilitas kinerja perusahaan atau organisasi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang ditujukan kepada pemangku kepentingan secara internal maupun eksternal. Singkatnya, sustainability report merupakan laporan yang didasarkan pada konsep sustainability development. Baca Juga: Sustainability dan Sustainable Business Sustainability Report Untuk implementasinya, laporan ini didukung oleh UU Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007. Secara global mengacu pada Global Reporting Initiative (GRI), sementara di Indonesia mengacu pada …

Upaya Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Upaya Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Gas rumah kaca (GRK) merupakan gas di atmosfer (terbentuk secara alami maupun antropogenik) yang menyerap dan memancarkan radiasi inframerah. Berbagai aktivitas manusia, khususnya sejak masa pra-industrialisasi, mendorong bertambahnya emisi GRK di atmosfer. Baca Juga : Mengenal Gas Rumah Kaca Pemerintah juga berupaya mengurangi emisi GRK sebesar 314-398 juta ton CO2 pada 2030 mendatang. Dalam upaya mengurangi emisi yang dihasilkan gas rumah kaca, terdapat beberapa yang dapat dilakukan seperti berikut ini Pengurangan Penggunaan Bahan Bakar Fosil Aspermigas menyebut ada dua bentuk energi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM) ataupun Bahan Bakar Gas (BBG). Energi listrik sangat dibutuhkan untuk industri dan perumahan. Energi dalam bentuk listrik tersebut juga menggunakan sumber-sumber energi seperti fosil (batubara, minyak bumi, gas bumi), dan non fosil atau Energi Baru dan Terbarukan (EBT) seperi (Air, Geothermal, Angin, Matahari, Nuklir, Biofuel), yang akan didistribusikan melalui jaringan tegangan tinggi. Sementara, energi BBM/BBG sangat dibutuhkan untuk industri transportasi, rumah tangga, minyak bumi, gas bumi, syntectic fuel, batubara (coal gasification dan coal liquidfaction), Biofuel, Biogas, Hidrogen yang akan didistribusikan melalui pipa/pengangkutan. Di sektor kelistrikan, Indonesia berupaya untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (CO2) serta harus meningkatkan, di antaranya : Peningkatan Efisiensi Energi Efisiensi energi atau first fuel merupakan inti dan tumpuan untuk transisi menuju energi bersih oleh hampir seluruh negara di dunia. Efisiensi energi merupakan sumber daya energi yang melimpah, tidak memerlukan penggunaan bahan bakar, dan murah untuk diekstraksi. Pemerintah Indonesia mendorong implementasi efisiensi energi dalam memenuhi target reduksi emisi sesuai Nationally Determined Contributions (NDC) dan mencapai Net-Zero Emissions (NZE) di tahun 2060. Baca Juga : Konservasi Energi – Pengertian, Tujuan, dan Langkah untuk Mewujudkannya Pengembangan Proyek Efisiensi Energi Pemanfaatan Energi Terbarukan Energi terbarukan adalah sumber energi yang asalnya dari sumber daya alam dan tidak akan habis. Di Indonesia, pemanfaatan sumber daya terbarukan terus mengalami peningkatkan sejak 2015 silam. Menurut Badan Pusat Statistik yang menyebutkan bahwa bauran energi terbarukan Indonesia meningkat dari 4,4,% di 2015 menjadi 11,5% di 2020. Kementerian ESDM menargetkan bauran energi terbarukan mencapai 15% pada tahun 2021 dan 23% di tahun 2025. Memprediksi potensi energi terbarukan Indonesia mencapai 417,8 gigawatt (GW). Potensi energi terbarukan sebagai berikut : Penggunaan Teknologi Hijau Teknologi hijau adalah teknik untuk menghasilkan energi dan/atau produk yang tidak mencemari lingkungan hidup. Teknologi hijau bertujuan menghasilkan berbagai produk dan jasa dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbarui dan tidak menghasilkan limbah yang membahayakan lingkungan. Ada 6 prinsip yang diterapkan pada konsep teknologi hijau, yaitu: Contoh Teknologi Hijau Your All-in-One Sustainability Platform Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG management, carbon accounting, dan sustainability reporting. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lingkungan Perusahaan Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Menurut PP Nomor 50 Tahun 2012, K3 adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Sedangkan berdasarkan OHSAS 18001:2007, K3 didefinisikan sebagai kondisi dan faktor yang mempengaruhi atau akan mempengaruhi keselamatan dan kesehatan pekerja, tamu atau orang lain di tempat kerja. Baca Juga: Dampak Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Peraturan yang mengatur terkait pelaksanaan K3 antara lain: Undang-Undang Nomor… Company Culture Suatu Perusahaan Company Culture  Company culture adalah nilai, tujuan, sikap, dan praktik bersama yang menjadi nilai dan ciri perusahaan atau organisasi. Aspek-aspek yang dapat dilihat seperti lingkungan kerja, kebijakan perusahaan, dan perilaku karyawan. Budaya perusahaan seringkali hanya tersirat, tidak difefinisikan secara tertulis dan tegas, mengikuti perkembangan dari waktu ke waktu. Baca Juga: Green Supply Chain Dalam Perusahaan Company Culture Faktor yang Mempengaruhi  Company culture tidak terlepas dari beberapa faktor berikut:  Nilai perusahaan Sejarah perusahaan Visi dan misi perusahaan Praktik nilai-nilai perusahaan Sumber daya manusia  Tempat kerja  Jenis Budaya Perusahaan Kebudayaan Klan (Clan Culture) Budaya perusahaan klan biasanya terjadi di perusahaan dimana anggota staf… Hak Asasi Manusia Bagi Setiap Individu Pengertian Menurut UU Nomor 39 Tahun 1999, Hak Asasi Manusia (HAM) atau human rights merupakan seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Setiap orang wajib untuk menghormati, menjunjung tinggi dan melindungi haknya setiap individu manusia serta tidak dapat dirampas oleh siapapun karena dilindungi secara nasional (Undang-Undang) maupun internasional (PBB). Baca Juga: Hak Pekerja yang Dilindungi UU Ketenagakerjaan Hak Asasi Manusia Hal yang perlu diperhatikan terkait HAM antara lain: Tidak dapat dicabut Tidak dapat dipisahkan Semua hak saling bergantung Cerminan dari kebutuhan hidup Selain hak, setiap orang juga memiliki tanggung jawab untuk menghormati… Supply Chain Management Apa Itu Supply Chain Management? Supply chain management adalah proses mengelola flow barang dan jasa suatu bisnis, termasuk setiap langkah yang terlibat dalam mengubah bahan baku dan komponen menjadi produk akhir serta mengirimkannya kepada pelanggan utama. Supply chain management dikatakan efektif apabila dapat membantu menyederhanakan aktivitas perusahaan agar dapat menghilangkan pemborosan, memaksimalkan nilai pelanggan, dan memperoleh keunggulan kompetitif di market. Baca Juga: Green Supply Chain Dalam Perusahaan supply chain management Bagaimana Fase Supply Chain Management?  Perencanaan (Planning) Pada tahap ini, meliputi proses menyusun perencanaan agar dapat membantu flow Supply Chain agar lebih efisien. Proses ini umumnya berkaitan dengan pengumpulan data dan… Sustainability Report dan Fungsinya Apa Itu Sustainability Report?  Sustainability report atau laporan keberlanjutan merupakan sebuah praktik terkait pengukuran, pengungkapan, dan upaya akuntabilitas kinerja perusahaan atau organisasi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang ditujukan kepada pemangku kepentingan secara internal maupun eksternal. Singkatnya, sustainability report merupakan laporan yang didasarkan pada konsep sustainability development. Baca Juga: Sustainability dan Sustainable Business Sustainability Report Untuk …