Inovasi pengolahan sampah menjadi sebuah hal yang dibutuhkan untuk dapat mengatasi masalah terkait persampahan di Indonesia. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan kesadaran masyarakat akan kelestarian lingkungan, pengelolaan sampah memerlukan penanganan yang lebih maju dari sebelumnya.
Baca Juga: Mengenal Prinsip Hirarki Pengelolaan Sampah Bertanggung Jawab
Dalam beberapa tahun ke belakang, terhitung telah banyak ide dan inovasi yang dihasilkan anak bangsa untuk mengolah sampah-sampah yang setiap hari dihasilkan masyarakat. Ketahui 5 contoh inovasi pengelolaan sampah di Indonesia selengkapnya dalam paparan di bawah ini.
Table of Contents
Toggle1. Pengolahan Sampah Organik Guna Biofertilizer oleh Fakultas Biologi UGM
Mahasiswa di Fakultas Biologi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, pada tahun 2023 lalu memperkenalkan sejumlah teknologi untuk mengolah limbah organik rumah tangga.
Salah satu temuannya ialah penggunaan biofertilizer dalam pengolahan sampah menjadi pupuk (kompos).
Dilansir dari siaran resmi UGM, penambahan biofertilizer dari urine ternak dapat menjadikan proses degradasi sampah berlangsung lebih cepat dibanding cara konvensional. Memanfaatkan sembilan spesies mikrobia.
Temuan tersebut diharapkan dapat dengan mudah diaplikasikan masyarakat dalam mengolah sampah organik di rumah. Membantu mengurangi timbulan sampah organik rumah tangga di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
2. Teknologi MASARO dari ITB
Manajemen Sampah Zero (MASARO) menjadi sebuah teknologi di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan yang diperkenalkan ITB dalam mengatasi permasalahan sampah.
Dikutip dari situs resmi ITB, Masaro merupakan pengelolaan sampah yang menghasilkan zero waste. Teknologi tersebut mengubah paradigma sampah menjadi profit center, terdiri dari proses pilah-angkut-proses-jual.
Tujuan utama dari teknologi ini adalah mengolah barang bekas menjadi produk baru yang lebih berguna. Sampah dijadikan bahan baku untuk berbagai bidang, mulai dari pertanian hingga penguat jalan aspal.
3. Teknologi TOSS Listrik Kerakyatan
Inovasi yang satu ini merupakan hasil kerjasama Pemerintah Daerah Klungkung, Bali, dengan Indonesia Power dan STT PLN.
TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Listrik Kerakyatan hadir dengan konsep pembangunan pembangkit listrik skala kecil yang tenaganya berasal dari sampah organik masyarakat setempat.
Dengan menggunakan teknologi ini, sampah dari masyarakat akan diolah untuk digunakan sebagai sumber listrik tambahan lingkungan sekitar. Jika konsepnya berjalan lancar, TOSS Listrik Kerakyatan dapat menjadi sumber ekonomi alternatif bagi warga.
4. Inovasi Waste to Energy

Waste-to-Energy (WTE) menjadi salah satu inovasi yang membantu menangani sampah dalam jumlah signifikan untuk menghindari penumpukan sampah.
Terdapat berbagai metode dalam WTE, di antaranya pirolisis, gasifikasi, anaerobic disgestion, hingga Refuse-Derived Fuel (RDF) sebagai bagian dari inovasi pengelolaan sampah menjadi sumber energi.
5. Start-Up Pengelolaan Sampah
Selama 10 tahun belakangan, bermunculan banyak startup pengelolaan sampah di Indonesia yang punya ciri khas dan layanan persampahan yang beragam.
Selain menyediakan layanan pengangkutan dan pengolahan sampah bertanggung jawab, terdapat juga startup yang khusus menyediakan layanan jual beli makanan sisa layak konsumsi, layanan daur ulang sampah, dan lain sebagainya.
Melihat inovasi yang ada, sudah sepatutnya bagi kita untuk turut menyukseskan upaya pengelolaan sampah bertanggung jawab di Indonesia, salah satunya dengan mengurangi produksi sampah dan menggiatkan langkah daur ulang untuk meminimalkan sampah berakhir di TPA.
Bagaimana denganmu, apakah kamu sudah mencoba salah satu inovasi di atas?
Similar Article
Membangun Karier di Sustainability: Seberapa Besar Peluang Green Jobs?
Survei global yang dilakukan oleh salah satu perusahaan Big Four menunjukkan bahwa 86% Gen Z dan 89% Milenial menganggap penting…
Pengaruh Sustainability Report terhadap Nilai Perusahaan: Mengapa Semakin Penting di Era ESG?
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap bisnis berkelanjutan, sustainability report menjadi salah satu dokumen penting. Dokumen ini umumnya digunakan perusahaan untuk…
Sustainability Report Manual vs Digital: Mana yang Lebih Efektif untuk Perusahaan Anda?
Menyusun sustainability report atau laporan keberlanjutan kini menjadi kebutuhan nyata bagi perusahaan di Indonesia bukan hanya bagi emiten publik yang…
ESG untuk Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG)
Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) adalah salah satu sektor dengan jejak lingkungan dan sosial terbesar di dunia. Dari rantai pasokan…
Panduan Membuat Baseline Emisi Karbon Perusahaan
Di tengah meningkatnya tekanan regulasi dan ekspektasi pemangku kepentingan terhadap keberlanjutan, semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mulai menyusun strategi…
Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM): Ancaman atau Peluang bagi Ekspor Indonesia?
Uni Eropa (UE) tengah mengubah cara dunia berbisnis. Mulai 2026, setiap produk yang masuk ke pasar Eropa dari negara-negara di…

