Sektor transportasi dikenal akan potensinya menghasilkan emisi karbon yang dapat berdampak terhadap perubahan iklim. Termasuk juga transportasi udara, yakni penerbangan yang disebut menyumbang lebih dari 2% emisi karbon dunia. Baca juga: Pengertian Emisi Karbon: Sumber, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Dikutip dari Katadata, berdasarkan laporan International Energy Agency (IEA), penerbangan internasional mengeluarkan emisi CO2 sebesar 299,06 mt CO2e pada 2020. Sedangkan untuk penerbangan domestik sebesar 287,24 mt CO2 dihasilkan selama tahun 2020. Angkanya meningkat dengan rata-rata 2,3% per tahun sejak 1990 sampai dengan 2019.
Table of Contents
ToggleFaktor Penyebab Emisi Karbon Penerbangan
Secara global, sektor penerbangan menyumbang 13% emisi CO2 yang dihasilkan dari seluruh kendaraan yang beroperasi di dunia. Emisi tersebut berasal dari berbagai faktor. Baca juga: Jejak Karbon di Industri Pangan
Kegiatan operasional pesawat yang masih menggunakan bahan bakar fosil seperti avtur adalah penyebab utama emisi karbon dalam penerbangan. Proses pembakaran avtur menghasilkan gas buang berupa karbon dioksida, nitrogen oksida, sulfur oksida, karbon monoksida, dan debu. Merupakan jenis polutan yang dapat merusak lapisan ozon.
Kemudian, jarak perjalanan penerbangan memiliki pengaruh langsung terhadap jumlah emisi karbon yang dihasilkan. Melakukan penerbangan jarak jauh menghasilkan lebih banyak emisi karbon dibandingkan dengan penerbangan jarak pendek. Belum lagi dipengaruhi juga oleh proses lepas landas dan mendarat membutuhkan energi yang besar.
Tingkat efisiensi pesawat juga memainkan peran penting dalam jumlah emisi karbon yang dihasilkan. Pesawat yang dilengkapi dengan teknologi terbaru dan lebih efisien cenderung menghasilkan emisi yang lebih rendah. Dan masih ada faktor lainnya seperti muatan dan berat pesawat, praktik operasi dan manajemen penerbangan yang efisien, serta penggunaan APU untuk menyediakan daya saat pesawat berada di darat.
Semua faktor ini saling terkait dan memainkan peran penting dalam menentukan tingkat emisi karbon dalam penerbangan. Upaya untuk mengurangi emisi karbon memerlukan pendekatan yang komprehensif dan terpadu yang melibatkan teknologi, regulasi, dan praktik operasional yang lebih berkelanjutan
Upaya Mereduksi Emisi Karbon dalam Penerbangan
Meskipun nampak bukan angka yang besar, namun Carbon Brief menjelaskan bahwa dampak dari emisi karbon dari sektor penerbangan diperkirakan dapat meningkat 200%-360% pada tahun 2050 jika solusi tidak segera dipersiapkan.
Untuk itu, mengurangi emisi karbon sektor penerbangan merupakan bagian penting dari upaya global untuk mengatasi perubahan iklim. Berdasarkan laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), terdapat empat sumber pengurangan emisi gas rumah kaca dalam penerbangan, yakni:
- Peningkatan inovasi teknologi
- Pemanfaatan bahan bakar berkelanjutan
- Peningkatan efisiensi operasional
- Regulasi dan kebijakan
Semua upaya ini harus diintegrasikan secara holistik dan mendapat dukungan dari industri, pemerintah, dan masyarakat secara luas untuk mencapai target pengurangan emisi karbon. Juga untuk mencapai komitmen maskapai penerbangan untuk mencapai net zero carbon pada tahun 2050, sebagaimana sejalan dengan tujuan Perjanjian Paris untuk membatasi pemanasan global hingga di bawah 2oC.
Your All-in-One Sustainability Platform
Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting.
Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat:
- Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien
- Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi
- Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional
Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform.
Similar Article
Bioplastic dari Rumput Laut: Solusi Ramah Lingkungan untuk Masa Depan Bisnis Berkelanjutan
Mengenal Bioplastic dari Rumput Laut Bioplastic dari rumput laut (alga) menjadi salah satu inovasi material ramah lingkungan yang semakin menarik…
Menuju Hubungan Kelautan Dunia: Potensi Ekonomi Biru Indonesia Sebagai Pusat Global
Bersama World Economic Forum (WEF), Indonesia menjadi tuan rumah Ocean Impact Summit (OIS) pertama yang digelar di Bali pada 8–9…
Tren Sustainability 2026 yang Wajib Dipahami Perusahaan
Isu keberlanjutan atau sustainability kini bukan lagi sekadar tren tambahan dalam strategi perusahaan, melainkan telah menjadi bagian penting dalam arah…
Tantangan Pengumpulan Data ESG di Perusahaan Multi-Site
Penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance) kini menjadi bagian penting dalam strategi bisnis modern. Tidak hanya perusahaan besar global, perusahaan…
Hubungan Carbon Accounting dan Sustainability Report dalam Mendukung ESG Perusahaan
Perusahaan tidak lagi hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga harus mampu menunjukkan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial. Dalam konteks…
Kesalahan Umum dalam Penyusunan Sustainability Report
Kesadaran terhadap pentingnya praktik bisnis berkelanjutan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan kini tidak hanya dinilai dari performa finansial,…

