Isu lingkungan masih menjadi salah satu topik permasalahan yang didorong untuk segera diselesaikan pemerintah. Isu ini semakin ramai dibahas terlebih di saat momen-momen politik tahun 2024 yang juga menjadi perhatian. Baca juga: Dampak Peningkatan Gas Rumah Kaca Terhadap Dunia
Dikutip dari Katadata, menurut survei terbaru Populix, terdapat beberapa isu lingkungan yang diharapkan anak muda dapat ditangani dengan segera oleh presiden terpilih dan pemerintahan selanjutnya. Tidak lupa diselesaikan secara bersama-sama dengan pihak-pihak lain.

Berikut ini 3 daftar teratas isu lingkungan yang diharapkan dapat segera tertangani.
Table of Contents
Toggle1. Polusi Udara
Dikutip dari survei Populix, sebanyak 82% responden anak muda menilai bahwa masalah polusi udara adalah isu lingkungan yang paling mendesak untuk segera ditangani. Kondisi ini hampir setiap tahun menjadi pembahasan yang ramai dibahas.
Tahun lalu Indonesia masuk ke dalam daftar ‘Enam Negara Paling Berkontribusi terhadap Polusi Udara Global’ sebagaimana yang disampaikan dalam Laporan Indeks Kualitas Udara Kehidupan (AQLI). Baca juga: Upaya Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Indonesia, juga China, India, Pakistan, Bangladesh, dan Nigeria menyumbang 75% dari total beban polusi udara global. Bahkan menjadikan Indonesia sebagai negara di Asia Tenggara dengan tingkat polusi udara paling buruk, sebagaimana diterangkan BBC.
Polusi udara yang tinggi ini disebut berkontribusi pada pengurangan 1,4 tahun usia harapan hidup masyarakat. Memperparah risiko beban penyakit akibat polusi udara dan hal ini tidak sesuai dengan pedoman WHO.
Oleh karena itu, pemerintah khususnya presiden terpilih selanjutnya diharapkan dapat mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Juga mencari penyelesaian dalam menghadapi umber-sumber pencemaran udara seperti bakar fosil, limbah industri, kendaraan bermotor, dan aktivitas lainnya.
2. Pengelolaan Sampah
Selanjutnya sebanyak 78% responden mengharapkan krisis pengelolaan sampah juga bisa ditangani dengan benar. Baca juga: Food Loss vs Food Waste
Sebagaimana yang kita tau, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam manajemen sampah. Mulai dari kebiasaan pengelolaan sampah yang belum tepat, kurangnya infrastruktur daur ulang, peningkatan jumlah sampah plastik yang berakhir di lautan dan lingkungan alam lainnya, dan isu persampahan lainnya belum menjadi fokus pembahasan utama.
Dikutip dari data SIPSN Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2022, dari sekitar 21,1 juta ton sampah oleh 202 kab/kota se Indonesia, 34,29% di antaranya belum terkelola dengan baik. Sebagian besar bahkan masih berakhir begitu saja di TPA dan belum dimanfaatkan kembali secara optimal.
Untuk itu isu serius ini perlu mendapat perhatian yang besar. Dan pemerintah selanjutnya diharapkan dapat menerapkan langkah-langkah konkret untuk menciptakan solusi permasalah sampah yang berkelanjutan.
3. Banjir
Kemudian, sebanyak 64% responden mengharapkan isu banjir dapat ditemukan solusinya secara segera. Mengingat banjir juga merupakan salah satu isu yang sering terjadi, terutama saat musim hujan.
Tidak hanya di Jakarta, terdapat cukup banyak daerah diterjang banjir parah selama paruh pertama tahun 2024. Mulai dari Cirebon, Semarang, Kendari, Sumatera Barat, hingga ke Palangka Raya dilanda banjir dengan luapan air yang cukup tinggi.
Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan banjir terjadi, seperti drainase yang kurang baik ataupun pengelolaan lingkungan yang belum optimal. Selain itu, perubahan iklim yang semakin parah juga berdampak pada intensitas hujan yang tidak stabil. Memperburuk risiko banjir di berbagai tempat. Baca juga: 3 Mitos dan Fakta terkait Perubahan Iklim
Untuk itu, pemerintah selanjutnya dituntut untuk bisa bekerja keras menemukan solusi atas isu-isu lingkungan di atas dan isu lain yang semakin mendesak. Pemerintah juga perlu mempertimbangkan solusi-solusi yang bersifat holistik dan terintegrasi serta melibatkan partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan yang mengutamakan keberlanjutan lingkungan.
Your All-in-One Sustainability Platform
Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting.
Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat:
- Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien
- Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi
- Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional
Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform.
Similar Article
Membangun Karier di Sustainability: Seberapa Besar Peluang Green Jobs?
Survei global yang dilakukan oleh salah satu perusahaan Big Four menunjukkan bahwa 86% Gen Z dan 89% Milenial menganggap penting…
Pengaruh Sustainability Report terhadap Nilai Perusahaan: Mengapa Semakin Penting di Era ESG?
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap bisnis berkelanjutan, sustainability report menjadi salah satu dokumen penting. Dokumen ini umumnya digunakan perusahaan untuk…
Sustainability Report Manual vs Digital: Mana yang Lebih Efektif untuk Perusahaan Anda?
Menyusun sustainability report atau laporan keberlanjutan kini menjadi kebutuhan nyata bagi perusahaan di Indonesia bukan hanya bagi emiten publik yang…
ESG untuk Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG)
Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) adalah salah satu sektor dengan jejak lingkungan dan sosial terbesar di dunia. Dari rantai pasokan…
Panduan Membuat Baseline Emisi Karbon Perusahaan
Di tengah meningkatnya tekanan regulasi dan ekspektasi pemangku kepentingan terhadap keberlanjutan, semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mulai menyusun strategi…
Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM): Ancaman atau Peluang bagi Ekspor Indonesia?
Uni Eropa (UE) tengah mengubah cara dunia berbisnis. Mulai 2026, setiap produk yang masuk ke pasar Eropa dari negara-negara di…

