Bahan bakar fosil seperti bensin maupun minyak bumi, kini mengalami krisis yang semakin mencekik dengan meningkatnya kebutuhan energi global dan dampak lingkungan yang semakin buruk. Menurut laporan terbaru dari Badan Energi Internasional (IEA), konsumsi bahan bakar fosil terus meningkat setiap tahunnya, menyumbang lebih dari 75% emisi gas rumah kaca global. Hal ini tidak hanya menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim, tetapi juga menimbulkan berbagai masalah lingkungan, seperti polusi udara dan pencemaran air. Di tengah tantangan ini, energi terbarukan menawarkan harapan sebagai solusi yang bersih dan berkelanjutan.
Sebagai contoh, di Indonesia sendiri data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi menunjukkan bahwa per Semester I tahun 2023, kapasitas terpasang energi terbarukan di seluruh dunia mencapai rekor tertinggi sebesar 2800 gigawatt. Ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam adopsi teknologi energi terbarukan.
Dalam artikel ini, akan diuraikan mengenai peran energi terbarukan, seperti tenaga surya, dan biomassa, dalam mengatasi krisis bahan bakar fosil. Baca Juga: Penerapan Energi Bersih di Indonesia
Table of Contents
ToggleTenaga Surya
Tenaga surya adalah salah satu sumber energi terbarukan yang dapat digunakan untuk mengatasi krisis bahan bakar fosil. Pemanfaatan tenaga surya dilakukan melalui panel surya yang dapat mengubah energi sinar matahari menjadi energi listrik dengan proses efek fotovoltaic.
Panel surya sangat ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi dan tidak memerlukan bahan bakar tambahan. Melalui solar panel atau panel surya akan dihasilkan energi yang tidak terbatas dan terbarukan. Baca Juga: Ancaman Krisis Energi, Bagaimana Kondisinya di Indonesia?

Salah satu contoh penggunaan energi terbarukan tenaga surya adalah transportasi kapal pesiar dari Silent-Yacth. Dengan kapal pesiar unggulan mereka adalah Silent 55 yang dibekali 30 solar panel dengan efisiensi tinggi, baterai lithium, dan pengatur muatan matahari bernama maximum power point tracking (MPPT).
Biomassa
Biomassa adalah sumber energi terbarukan yang berbasis pada siklus karbon. Biomassa dihasilkan dari hasil limbah tumbuh-tumbuhan ataupun hasil panen. Energi terbarukan biomassa juga merupakan salah satu energi yang dapat digunakan untuk mengatasi krisis energi fosil.

Biomassa dapat digunakan secara langsung dalam bentuk briket arang, briket sekam, ataupun briket padi. Di samping itu, biomassa juga dapat digunakan secara tidak langsung untuk menggantikan bahan bakar bensin untuk transportasi. Dalam hal ini, biomassa perlu diproses terlebih dahulu menjadi biofuel.
Geothermal
Selain tenaga surya dan biomassa, untuk mengatasi krisis bahan bakar fosil berikutnya sebagai alternatif batu bara dapat digunakan sumber panas bumi atau geothermal. Energi Geothermal adalah sumber energi terbarukan yang berasal dari panas yang dihasilkan oleh radioaktivitas dan proses geologi di dalam kerak bumi.
Penggunaan energi geothermal meliputi berbagai aplikasi di berbagai sektor, termasuk pembangkit listrik, pemanasan, pendinginan, dan aplikasi industri. Tentunya lebih ramah lingkungan karena lebih rendah emisi jika dibandingkan dengan batu bara.

Dengan menyadari bahwa di samping bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan bensin tengah menghadapi krisis, dampak emisi yang dihasilkan dari bahan bakar fosil juga sangat tinggi maka diperlukan transformasi menuju energi bersih dan berkelanjutan. Dalam hal ini, tiap-tiap pihak perlu lebih memperhatikan jumlah emisi yang dihasilkannya. Seperti untuk pelaku industri, perlu dengan jeli menghitung emisi yang muncul dalam proses industrinya. Saat ini telah hadir Satuplatfrom sebagai all-in-one solution yang memberikan pelayanan ESG untuk perusahaan termasuk simulasi perhitungan emisi. Coba FREE DEMO dari Satuplatform sekarang juga!
Similar Article
Satuplatform Bawa Inovasi Carbon & ESG Management di Demo Day OJK Fintech Accelerator 2026
Jakarta, 27 Agustus 2026 — Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru bagi perusahaan rintisan untuk menghadirkan solusi yang menjawab kebutuhan…
Bencana Karhutla Mengancam Hutan Konservasi dan Penyerapan Karbon
Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) bukan hanya persoalan lingkungan yang menyebabkan kerusakan ekosistem dan hilangnya keanekaragaman hayati. Bencana ini juga…
Menghitung Jejak Karbon: Langkah Awal Perusahaan Mengurangi Emisi dan Menghadapi Perubahan Iklim
Perubahan iklim semakin mendorong perusahaan untuk memahami dan mengelola dampak lingkungan dari aktivitas bisnisnya. Salah satu langkah penting yang dapat…
Pemanasan Global dan Bencana di Indonesia: Mengapa Menghitung Jejak Karbon Itu Penting?
Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Namun, di saat yang sama, Indonesia juga menghadapi…
Mengapa Kota-Kota di Indonesia Semakin Panas? Mengenal Fenomena Urban Heat Island dan Dampak Iklimnya
Jakarta, Surabaya, Bekasi, hingga Palembang belakangan kerap muncul dalam daftar wilayah dengan suhu harian tertinggi di Indonesia. Bagi warga yang…
Meningkatnya Frekuensi Cuaca Ekstrem di Indonesia: Bagaimana Data Menunjukkan Dampak Perubahan Iklim?
Banjir bandang, angin kencang, hingga siklon tropis yang belakangan lebih sering muncul di pemberitaan bukan sekadar kesan subjektif. Badan Meteorologi,…

