WWF Living Planet Report 2022 mencatat terjadinya penurunan populasi satwa liar sebesar 69% sejak tahun 1970. Kerusakan ekosistem ini tidak dapat dipisahkan dari krisis iklim yang terjadi, dan secara langsung melemahkan kemampuan alam untuk meregulasi emisi gas rumah kaca.
Tanpa keutuhan ekosistem, upaya sustainability bisnis akan terganggu dan tujuan net-zero yang ambisius secara rasional akan sulit untuk dicapai. Integrasi strategi nature-positive ke dalam corporate climate action plan merupakan sebuah akselerasi strategis yang perusahaan butuhkan untuk ketahanan bisnis jangka panjang.
Baca Juga: Menyusun Climate Action Plan yang Solid untuk Ketangguhan Bisnis Berkelanjutan
Table of Contents
ToggleFokus dan Prinsip Strategi Nature Positive
Jika net positive impact berfokus pada hasil positif proyek iklim tertentu, nature positive merupakan tujuan kolektif dan strategis untuk menghentikan dan membalikkan kerusakan alam secara global pada tahun 2030.
Pendekatan ini memusatkan strategi pada ketahanan alam dan keanekaragaman hayati melalui upaya restorasi, konservasi, integrasi, dan pengukuran. Seluruh upaya ini harus berbasis data dan keilmuan agar akurat dan diintegrasikan pada seluruh lingkup bisnis.
6 Prinsip Nature-Positive untuk Mendukung Corporate Climate Action Plan
TNFD melaporkan peluncuran panduan prinsip nature-positive yang dapat membawa manfaat nyata yang berpengaruh secara operasional maupun finansial bisnis.
1. Integrasi Holistik
Mengakui bahwa kesejahteraan manusia, kesehatan ekologi, dan iklim saling bergantung sehingga strategi perusahaan harus mendukung ketiganya secara bersamaan.
2. Definisi Alam yang Luas
Mengadopsi pandangan holistik yang mencakup seluruh ekosistem, mulai dari ruang hijau perkotaan hingga hutan alami.
3. Hierarki Mitigasi
Menerapkan hierarki mitigasi secara sistematis (avoid, minimize, restore, offset) untuk memastikan upaya mendukung alam terintegrasi di setiap tahap operasional.
4. Kontribusi Sistemik
Bertujuan untuk menciptakan kontribusi yang melampaui dampak operasional langsung, dengan terlibat dalam inisiatif lintas industri yang memperkuat hasil positif bagi alam.
5. Fokus Lokasi Prioritas
Mengarahkan sumber daya ke area yang dapat memberikan dampak positif paling signifikan, didukung oleh pemahaman mendalam tentang konteks ekologis.
6. Net Gain yang Menyeluruh
Memastikan aktivitas perusahaan menghasilkan dampak bersih yang positif pada alam, meningkatkan keanekaragaman hayati dan layanan ekosistem.
Proses Integrasi Tujuan Nature-Positivity dalam Climate Action Plan

Perusahaan dapat mengintegrasikan prinsip nature positivity ke dalam rencana aksi iklim melalui empat tahap implikasi ke dalam seluruh rantai nilai.
1. Assess/Penilaian Komprehensif
- Tujuan: mengidentifikasi risiko dan peluang terkait alam di seluruh operasional dan rantai nilai.
- Implikasi: pemetaan ketergantungan dan dampak, serta penggunaan kerangka kerja seperti TNFD (Taskforce on Nature-related Financial Disclosures) dan SBTN (Science Based Targets for Nature).
2. Commit/Komitmen
mmit/Komitmen
- Tujuan: menetapkan tujuan yang jelas, terukur, dan ambisius.
- Implikasi: fokus pada pengurangan dampak yang terukur; berbasis sains, selaras dengan tujuan global seperti Global Biodiversity Framework (GBF).
3. Transform/Transformasi
- Tujuan: implementasi rencana menjadi tindakan nyata yang terukur.
- Implikasi: integrasi tujuan nature positive dalam fungsi inti bisnis (mulai dari pengadaan hingga riset dan desain/R&D); melibatkan pemasok dan komunitas lokal untuk solusi efektif.
4. Disclose/Pengungkapan
- Tujuan: membangun kepercayaan pemangku kepentingan.
- Implikasi: memantau kemajuan secara berkala dan melaporkan hasil secara transparan dipandu oleh standar seperti TNFD dan ISSB (International Sustainability Standards Board).
Mengapa Kepemimpinan Perusahaan Harus Bertindak
Integrasi nature positive dan climate action plan perlu mengadopsi double materiality (menilai risiko dari sudut pandang finansial sekaligus dampak lingkungan dan sosial yang lebih luas). Tujuannya adalah untuk menekan risiko sistemik pada bisnis. Oleh sebab itu, tanggung jawab tersebut berada pada level dewan dan pimpinan perusahaan.
Kepemimpinan yang kuat harus memastikan penerapan prinsip-prinsip nature-positive secara menyeluruh dan selaras dengan target lingkungan global, memecah silo antar departemen, dan mendorong kolaborasi erat dengan pihak eksternal seperti pemasok dan komunitas lokal.
Contoh Integrasi Aksi Nature-Positive dalam Bisnis
Berikut adalah contoh nyata bagaimana strategi nature-positive secara langsung mendukung ketahanan bisnis dan climate action.
1. Resiliensi Rantai Pasok
Model Wildfarmed menggunakan pertanian regeneratif (bebas bahan kimia dan menggunakan metode intercropping) untuk meningkatkan kualitas tanah dan hasil panen.
2. Inovasi & Efisiensi Operasional
Volkswagen menggunakan analisis geospasial untuk mengidentifikasi “titik panas” (hotspots) pengadaan bahan baku (seperti karet atau mineral) yang mungkin berpotensi merusak ekosistem; memitigasi risiko, baik mencari sumber daya baru maupun berkolaborasi dengan pemasok lokal; dan meningkatkan efisiensi operasional. 3. Keunggulan Finansial
Kering menerapkan metodologi Environmental Profit & Loss dengan menghitung biaya finansial dari dampak seperti polusi udara, emisi gas rumah kaca, dan konsumsi air, dan menyajikannya dalam laporan keuangan merupakan. Data ini memfasilitasi mereka untuk mengadopsi inovasi ramah lingkungan nature-positive dan membuka akses ke pendanaan berkelanjutan.
Memenuhi Komitmen Corporate Climate Action Plan dengan Mengedepankan Alam
Membangung corporate climate action plan berbasis nature positive (restorasi, konservasi, integrasi, pengukuran) tidak hanya berperan sebagai langkah mitigasi iklim. Upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab strategis emiten bisnis pada kelangsungan ekosistem secara umum, dan pembentukan ketahanan rantai nilai bisnis itu sendiri.
Siapkan langkah perusahaan Anda untuk mengoptimalkan climate action plan dan sustainability yang komprehensif bersama Satuplatform. Pelajari solusi all-in-one sustainability dan ESG kami melalui demo gratis segera.
Similar Article
Satuplatform Bawa Inovasi Carbon & ESG Management di Demo Day OJK Fintech Accelerator 2026
Jakarta, 27 Agustus 2026 — Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru bagi perusahaan rintisan untuk menghadirkan solusi yang menjawab kebutuhan…
Bencana Karhutla Mengancam Hutan Konservasi dan Penyerapan Karbon
Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) bukan hanya persoalan lingkungan yang menyebabkan kerusakan ekosistem dan hilangnya keanekaragaman hayati. Bencana ini juga…
Menghitung Jejak Karbon: Langkah Awal Perusahaan Mengurangi Emisi dan Menghadapi Perubahan Iklim
Perubahan iklim semakin mendorong perusahaan untuk memahami dan mengelola dampak lingkungan dari aktivitas bisnisnya. Salah satu langkah penting yang dapat…
Pemanasan Global dan Bencana di Indonesia: Mengapa Menghitung Jejak Karbon Itu Penting?
Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Namun, di saat yang sama, Indonesia juga menghadapi…
Mengapa Kota-Kota di Indonesia Semakin Panas? Mengenal Fenomena Urban Heat Island dan Dampak Iklimnya
Jakarta, Surabaya, Bekasi, hingga Palembang belakangan kerap muncul dalam daftar wilayah dengan suhu harian tertinggi di Indonesia. Bagi warga yang…
Meningkatnya Frekuensi Cuaca Ekstrem di Indonesia: Bagaimana Data Menunjukkan Dampak Perubahan Iklim?
Banjir bandang, angin kencang, hingga siklon tropis yang belakangan lebih sering muncul di pemberitaan bukan sekadar kesan subjektif. Badan Meteorologi,…

