Komitmen berbagai negara untuk mengajukan NDCs setiap 5 tahun sekali membuka tabir risiko dan peluang transisi menuju net-zero ekonomi. Kebutuhan ini mendorong emiten bisnis mencapai tujuan jangka panjang untuk menekan emisi karbon dan pemanasan global melalui strategi yang solid, yaitu corporate climate action plan.
Apa saja yang perlu emiten bisnis persiapkan dan lakukan dalam membangun perencanaan dan penyelenggaraan rencana aksi iklim yang efektif?
Table of Contents
TogglePilar Dasar Climate Action Plan yang Kredibel
Rencana aksi iklim perusahaan yang solid merupakan peta strategis pengurangan emisi karbon dan pengelolaan risiko fisik (contohnya bencana alam) dan risiko transisi (akibat regulasi maupun pergeseran trend pasar). Emiten bisnis dapat menjadikan climate action plan framework yang berdasar pada tiga pilar utama yang selaras dengan aksi iklim daerah atau negara tertentu.
1. Pilar Mitigasi
Fokus pada upaya proaktif untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) penyebab perubahan iklim. Prosesnya melibatkan bukti dan kondisi awal, termasuk inventarisasi emisi dasar, untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam transisi menuju ekonomi net-zero.
Mitigasi yang efektif mencakup pengurangan emisi dari operasional langsung perusahaan (Scope 1) dan konsumsi energi (Scope 2), tetapi juga dari rantai nilai (Scope 3), dengan tujuan mencapai target netralitas emisi.
2. Adaptasi dan Ketahanan
Menekankan pentingnya persiapan menghadapi dampak fisik perubahan iklim yang tidak dapat dihindari, seperti cuaca ekstrem dan bencana alam. Rencana yang kuat harus mengidentifikasi dan menilai kerentanan fisik untuk memastikan ketahanan operasional dan rantai pasok.
3. Sarana Implementasi
Pilar ini mendefinisikan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk menerjemahkan komitmen menjadi tindakan nyata, seperti alokasi sumber daya, pendanaan yang berkelanjutan, transfer teknologi, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan, dan proses evaluasi dan pelaporan.
5 Elemen Esensial dalam Climate Action Plan
Selayaknya rencana aksi iklim dalam konteks kebijakan yang lebih luas, corporate climate action plan harus dapat memberikan kejelasan dan memiliki akuntabilitas. 5 elemen berikut ini memegang peranan penting untuk tujuan tersebut.
1. Target yang Komprehensif
Perusahaan harus menetapkan target pengurangan emisi jangka pendek dan jangka panjang yang selaras dengan batas 1.5°C, mencakup seluruh scope emisi. Strategi yang solid harus didasarkan pada analisis yang komprehensif atas emisi saat ini, penggunaan energi, dan kerentanannya.
2. Strategi dan Aksi Nyata
Merincikan bagaimana perusahaan akan mencapai target tersebut melalui langkah-langkah seperti efisiensi energi, dekarbonisasi rantai pasok, dan potensi penerapan harga karbon internal.
3. Tata Kelola dan Integrasi Bisnis
Memastikan bahwa rencana ini terintegrasi ke dalam strategi dan tata kelola perusahaan dengan dukungan manajemen puncak.
4. Penilaian Risiko dan Alokasi Sumber Daya
Melibatkan analisis skenario iklim untuk mengidentifikasi kerentanan dan peluang, lalu mengalokasikan sumber daya untuk adaptasi
5. Sistem Pelaporan dan Verifikasi
Mengharuskan adanya pelaporan tahunan yang transparan berbasis standar tertentu (contohnya: the Task Force on Climate-related Financial Disclosures framework). Laporan berkaitan dengan kemajuan dan melalui verifikasi pihak ketiga untuk inventarisasi emisi demi membangun kredibilitas.
Panduan Membuat Corporate Climate Action Plan Perusahaan

Menyusun rencana aksi iklim memerlukan pendekatan yang terstruktur. 4 langkah praktis berikut ini disusun berdasarkan panduan rilisan SHARE (Climate Action Plan, Januari 2023), Global Impact Network Germany (Corporate Climate Action A Step-by step guide for Companies), dan kerangka Climate Transition Plan dari WMB.
1. Persiapan dan Komitmen Pimpinan Perusahaan
Langkah awal yang krusial adalah mendapatkan komitmen dari pimpinan senior. Setelah itu, bentuk tim perencanaan lintas departemen untuk memastikan keterlibatan dan akuntabilitas di seluruh organisasi.
2. Ukur dan Pahami Jejak Karbon
Lakukan inventarisasi emisi GRK secara komprehensif menggunakan panduan GHG Protocol. Proses ini merupakan dasar dari seluruh strategi iklim perusahaan sehingga harus transparan, relevan, lengkap, konsisten, dan akurat.
3. Tetapkan Target dan Strategi Berbasis Sains
Tetapkan target pengurangan emisi jangka pendek dan panjang berbasis sains dengan panduan dari Science Based Targets initiative (SBTi).
Rincikan aktivitas yang diperlukan untuk mencapai target pengurangan emisi, tentukan jangka waktu (durasi) dan tingkat ambisi pencapaian, dan sarana prasaran penunjang. Prioritaskan rencana pada tindakan untuk mengurangi emisi absolut di rantai nilai bisnis.
4. Ukur, Pantau, Tinjau, Lapor
Gunakan KPI untuk mengukur kemajuan secara rutin, dan integrasikan proses ini ke dalam operasional harian. Tinjau, perbarui, dan komunikasi rencana secara berkala agar tetap fleksibel dan relevan.
Kemudian, laporkan kemajuan dan hasil secara transparan kepada pemangku kepentingan eksternal, seperti investor dan publik, untuk membangun kepercayaan dan reputasi dan mendorong keterlibatan internal yang lebih optimal.
Langkah Awal Menuju Climate Credibility
Corporate climate action plan merupakan langkah strategis awal perusahan untuk mencapai progres bisnis yang berkelanjutan secara proaktif dan konkret. Perencanaan yang solid memudahkan perusahaan mengelola risiko, memanfaatkan peluang transisi menuju ekonomi rendah karbon secara efektif.Untuk menyelaraskan rencana aksi iklim dengan praktik terbaik global, gunakan layanan lengkap berbasis teknologi yang terukur dan real-time dari Satuplatform. Segera jadwalkan demo gratis dengan pakar keberlanjutan kami.
Similar Article
Membangun Karier di Sustainability: Seberapa Besar Peluang Green Jobs?
Survei global yang dilakukan oleh salah satu perusahaan Big Four menunjukkan bahwa 86% Gen Z dan 89% Milenial menganggap penting…
Pengaruh Sustainability Report terhadap Nilai Perusahaan: Mengapa Semakin Penting di Era ESG?
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap bisnis berkelanjutan, sustainability report menjadi salah satu dokumen penting. Dokumen ini umumnya digunakan perusahaan untuk…
Sustainability Report Manual vs Digital: Mana yang Lebih Efektif untuk Perusahaan Anda?
Menyusun sustainability report atau laporan keberlanjutan kini menjadi kebutuhan nyata bagi perusahaan di Indonesia bukan hanya bagi emiten publik yang…
ESG untuk Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG)
Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) adalah salah satu sektor dengan jejak lingkungan dan sosial terbesar di dunia. Dari rantai pasokan…
Panduan Membuat Baseline Emisi Karbon Perusahaan
Di tengah meningkatnya tekanan regulasi dan ekspektasi pemangku kepentingan terhadap keberlanjutan, semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mulai menyusun strategi…
Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM): Ancaman atau Peluang bagi Ekspor Indonesia?
Uni Eropa (UE) tengah mengubah cara dunia berbisnis. Mulai 2026, setiap produk yang masuk ke pasar Eropa dari negara-negara di…

