Berbagai kegiatan manusia tanpa disadari dapat berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca dan menghasilkan jejak karbon. Jejak karbon salah satunya dapat bersumber dari aktivitas kantor/perkantoran dan disebabkan oleh banyak faktor. Baca juga: 3 Kegiatan yang Tanpa Disadari Menghasilkan Jejak Karbon

Mulai dari penggunaan energi listrik, transportasi karyawan, hingga ke penanganan limbah kantor seluruhnya menghasilkan jejak karbon yang tidak dapat dihindari. Berdasarkan penelitian dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), penggunaan energi merupakan kontributor utama jejak karbon.
Oleh karena itu, untuk dapat mengurangi dampak dari hal ini, diperlukan perbaikan dan inisiatif menerapkan kebiasaan berkelanjutan. Berikut ini adalah beberapa hal yang efektif berkontribusi dalam mengurangi jejak karbon dari aktivitas perkantoran.
Table of Contents
Toggle1. Menghemat Penggunaan Energi
Aktivitas kantor tentu membutuhkan banyak peralatan elektronik dan konsumsi energi listrik pun bisa menjadi tidak terkendali. Mulai dari komputer, pendingin atau pemanas ruangan, hingga perkakas operasional. Belum lagi penggunaan air harian oleh banyak karyawan.
Untuk membantu mengurangi jejak karbon, kantor bisa mulai meminta karyawan menghemat penggunaan energi. Mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan dan bijak dalam menggunakan air.
Kantor juga bisa beralih ke penggunaan perangkat elektronik bersertifikasi Energy Star untuk mengurangi konsumsi energi dan produksi emisi karbon serta menggunakan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Contohnya dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai penerang ruangan dan membuat ventilasi pertukaran udara yang baik. Baca juga: Mereduksi Konsumsi Energi pada Bangunan, Bagaimana?
2. Mengurangi Penggunaan Kertas
Penggunaan kertas telah melekat dalam berbagai kegiatan, seperti perkantoran juga sekolah. Diperkirakan dibutuhkan banyak sekali rim kertas untuk mencetak dokumen, mencatat memo, membungkus surat, dan lain sebagainya.
Padahal, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2020, setiap tahunnya ada sekitar 34,5 ton sampah kertas yang dihasilkan di Indonesia. Sebagian besar masih belum terkelola dengan baik dan berakhir begitu saja di TPA.
Oleh karena itu, kantor bisa mulai menerapkan prinsip paperless office atau paper-free office untuk mendorong pengurangan atau peniadaan penggunaan kertas dan beralih ke dokumen digital dalam aktivitas perkantoran.
3. Menerapkan Sistem Kerja Hybrid
Berdasarkan studi oleh Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), karyawan yang bekerja jarak jauh atau remote worker menghasilkan dampak jejak karbon 54% lebih rendah dibandingkan mereka yang bekerja di kantor.
Hal ini karena karyawan tidak melakukan perjalanan pulang pergi ke kantor yang dapat menyumbang 79% emisi gas rumah kaca. Disebutkan bahwa emisi transportasi menjadi isu lingkungan terbesar yang memperparah jejak karbon dari aktivitas perkantoran.
4. Mengelola Sampah Kantor dengan Tepat
Produksi sampah kantor tentu tidak dapat dihindari, namun dampaknya bisa dicegah dengan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan tepat.
Mulai dari sampah organik seperti sisa makanan dan sampah taman hingga sampah anorganik dan limbah sisa produksi dapat menghasilkan emisi gas jika tidak didaur ulang atau dikelola dengan benar. Baca juga: Pengertian Emisi Karbon: Sumber, Dampak, dan Cara Mengatasinya
Mendorong karyawan untuk menerapkan paperless dalam bekerja bisa menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan, sembari mengurangi produksi sampah, melakukan pemilahan sampah sejak dari sumber dan memastikan sampah berharga didaur ulang.
5. Mengukur Jejak Karbon Perusahaan
Perusahaan juga dapat turut mengukur jejak karbon dari kegiatan kantor sebagai panduan dalam memulai kebiasaan berkelanjutan sehari-hari. Data ini dapat memberikan gambaran aktivitas yang berguna untuk membantu kantor dan karyawan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Semua itu dapat diwujudkan dengan mudah bersama Satuplatform sebagai platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting. Membantu Anda mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Baca Juga: Tantangan Utama dalam Menyiapkan Laporan Keberlanjutan
Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat:
- Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien
- Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi
- Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional
Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform.
Similar Article
Membangun Karier di Sustainability: Seberapa Besar Peluang Green Jobs?
Survei global yang dilakukan oleh salah satu perusahaan Big Four menunjukkan bahwa 86% Gen Z dan 89% Milenial menganggap penting…
Pengaruh Sustainability Report terhadap Nilai Perusahaan: Mengapa Semakin Penting di Era ESG?
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap bisnis berkelanjutan, sustainability report menjadi salah satu dokumen penting. Dokumen ini umumnya digunakan perusahaan untuk…
Sustainability Report Manual vs Digital: Mana yang Lebih Efektif untuk Perusahaan Anda?
Menyusun sustainability report atau laporan keberlanjutan kini menjadi kebutuhan nyata bagi perusahaan di Indonesia bukan hanya bagi emiten publik yang…
ESG untuk Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG)
Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) adalah salah satu sektor dengan jejak lingkungan dan sosial terbesar di dunia. Dari rantai pasokan…
Panduan Membuat Baseline Emisi Karbon Perusahaan
Di tengah meningkatnya tekanan regulasi dan ekspektasi pemangku kepentingan terhadap keberlanjutan, semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mulai menyusun strategi…
Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM): Ancaman atau Peluang bagi Ekspor Indonesia?
Uni Eropa (UE) tengah mengubah cara dunia berbisnis. Mulai 2026, setiap produk yang masuk ke pasar Eropa dari negara-negara di…

