Pada tanggal 23 Juni 2025, IFRS Foundation telah merilis panduan baru yang signifikan untuk mendukung pengungkapan transisi iklim perusahaan di bawah standar iklim International Sustainability Standards Board (ISSB), IFRS S2. Langkah ini merupakan tonggak penting dalam upaya harmonisasi persyaratan sustainability reporting secara global.
Peluncuran panduan ini bertujuan mengatasi standar yang terpecah dan kurang harmonis serta membebani perusahaan maupun investor selama ini, sekaligus respons terhadap meningkatnya urgensi informasi mengenai rencana transisi iklim dalam strategi bisnis yang lebih luas. Kenyataan ini turut menandai era baru dalam transparansi korporat.

Table of Contents
TogglePanduan Transisi Iklim IFRS S2 untuk Kebutuhan Sustainability Reporting Perusahaan
Panduan baru dari IFRS Foundation hadir untuk mendukung penerapan IFRS S2 Climate-related Disclosures. Pada asalnya, tujuan utama IFRS S2 adalah menyediakan informasi yang relevan dan berguna bagi investor.
Informasi ini mencakup risiko dan peluang terkait iklim yang secara wajar dapat mempengaruhi arus kas entitas, akses terhadap pembiayaan, atau biaya modal dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Di sisi lain, transisi Iklim (climate transition) didefinisikan sebagai proses di mana suatu entitas, dalam konteks strategi keseluruhannya, menetapkan target, melakukan tindakan, atau mengerahkan sumber daya untuk merespons risiko dan peluang terkait iklim. Proses ini termasuk upaya transisi menuju ekonomi rendah karbon dan/atau ekonomi yang berketahanan iklim.
Konteks ini menuntut perusahaan untuk memahami tentang Perencanaan Transisi dan Rencana Transisi.
- Perencanaan Transisi mengacu pada proses strategis yang diikuti oleh entitas untuk menetapkan tujuan dan merencanakan tindakan transisi mereka.
- Rencana Transisi: hasil konkret dari proses perencanaan tersebut, yaitu aspek strategi keseluruhan entitas yang menjabarkan target, tindakan, atau sumber daya untuk transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Perlu digaris bawahi bahwa IFRS S2 tidak secara eksplisit mewajibkan entitas untuk memiliki rencana transisi. Namun, jika suatu entitas telah menetapkan strategi transisi, maka informasi material terkait strategi tersebut wajib diungkapkan sesuai standar.
Strategi Pengungkapan Transisi Iklim yang Efektif sesuai IFRS S2
Panduan baru ini dirancang untuk memungkinkan entitas menyediakan informasi berkualitas tinggi dan relevan mengenai transisi iklim mereka, mencakup upaya mitigasi (pengurangan emisi) dan adaptasi (penyesuaian terhadap dampak iklim). Struktur disclosure mengikuti pilar IFRS S2 berikut ini.
1. Tata Kelola (Governance)
Mengungkapkan bagaimana perusahaan merespons dan merencanakan respons terhadap risiko dan peluang terkait iklim.
2. Strategi (Strategy)
Menjelaskan perubahan atau harapan perubahan model bisnis, upaya mitigasi/adaptasi langsung dan tidak langsung, dan detail rencana transisi jika ada (termasuk asumsi dan ketergantungan).
3. Metrik dan Target (Metrics & Targets)
Memaparkan bagaimana perusahaan berencana mencapai target terkait iklim, termasuk target emisi Gas Rumah Kaca (GRK).
Panduan ini dibangun dari materi Transition Plan Taskforce (TPT), memfasilitasi integrasi upaya pelaporan yang sudah ada (TPT, Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ)) ke pengungkapan IFRS S2.
Fokus utamanya adalah materialitas untuk memastikan perusahaan mengungkapkan informasi relevan yang memengaruhi keputusan investor. Panduan ini juga memberi fleksibilitas yurisdiksi untuk menambah persyaratan pelaporan lokal dengan syarat bahwa pengungkapan keuangan inti perusahaan jelas.
Pentingnya Pengungkapan Transisi Iklim bagi Bisnis
Proses pengungkapan perencanaan dan rencana terkait penanganan iklim mendorong perusahaan mengidentifikasi risiko dan mengelola peluang pasar hijau. Adopsi panduan IFRS menciptakan standar global harmonis juga mengurangi pelaporan yang terfragmentasi (tidak utuh) dan berbiaya tinggi sehingga meningkatkan kredibilitas secara lebih luas.
Kepatuhan terhadap standar ISSB yang makin diadopsi juga memperkuat reputasi entitas bisnis sebagai kontributor maupun pemimpin di bidang bisnis yang berkelanjutan.
Sustainability Reporting Terpadu untuk Mengatasi Tantangan dan Perubahan di Masa Depan
Panduan terbaru IFRS memang memberikan kejelasan bagi perusahaan dalam memproses upaya sustainability. Akan tetapi, tantangan yang mengancam konsistensi pelaporan keuangan tetap ada, diantaranya adalah deregulasi dan kebutuhan ketersediaan data yang akurat dan lengkap.
Layanan Carbon & ESG Management Satuplatform menjadi solusi yang dapat perusahaan andalkan untuk memfasilitasi adaptasi strategi. Layanan ini menyediakan pemantauan emisi karbon dan data ESG real-time yang akurat dan secara efektif membantu mengatasi masalah ketersediaan data dan fragmentasi pelaporan.
Dengan fitur sustainability reporting yang dapat disesuaikan dengan standar global (GRI, ISSB) dan nasional, perusahaan dapat memenuhi persyaratan IFRS S2 lebih efisien.
Fitur dukungan data-driven insights turut memberdayakan perusahaan mengelola emisi dan strategi ESG secara bertanggung jawab untuk menghasilkan keunggulan kompetitif.
Memperkuat Strategi Bisnis dengan Pelaporan yang Solid
Mengutip Green Central Banking, IFRS Foundation akan terus memantau pengungkapan yang diberikan entitas dan mempertimbangkan peningkatan panduan di masa mendatang. Mereka juga berencana memperluas panduan spesifik sektor (SASB) dan meneliti area baru seperti keanekaragaman hayati dan modal manusia.
Oleh sebab itu, pengelola dan melaporkan data keberlanjutan akurat adalah investasi strategis yang sangat berharga bagi perusahaan di berbagai industri hari ini.
Konsultasikan kebutuhan perusahaan untuk memahami dan mengimplementasikan panduan pelaporan transisi iklim terbaru secara efisien dengan solusi terintegrasi Satuplatform. Segera jadwalkan demo gratis melalui situs web utama kami hari ini.
Similar Article
Membangun Karier di Sustainability: Seberapa Besar Peluang Green Jobs?
Survei global yang dilakukan oleh salah satu perusahaan Big Four menunjukkan bahwa 86% Gen Z dan 89% Milenial menganggap penting…
Pengaruh Sustainability Report terhadap Nilai Perusahaan: Mengapa Semakin Penting di Era ESG?
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap bisnis berkelanjutan, sustainability report menjadi salah satu dokumen penting. Dokumen ini umumnya digunakan perusahaan untuk…
Sustainability Report Manual vs Digital: Mana yang Lebih Efektif untuk Perusahaan Anda?
Menyusun sustainability report atau laporan keberlanjutan kini menjadi kebutuhan nyata bagi perusahaan di Indonesia bukan hanya bagi emiten publik yang…
ESG untuk Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG)
Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) adalah salah satu sektor dengan jejak lingkungan dan sosial terbesar di dunia. Dari rantai pasokan…
Panduan Membuat Baseline Emisi Karbon Perusahaan
Di tengah meningkatnya tekanan regulasi dan ekspektasi pemangku kepentingan terhadap keberlanjutan, semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mulai menyusun strategi…
Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM): Ancaman atau Peluang bagi Ekspor Indonesia?
Uni Eropa (UE) tengah mengubah cara dunia berbisnis. Mulai 2026, setiap produk yang masuk ke pasar Eropa dari negara-negara di…

