Bagi perusahaan yang memiliki kegiatan dengan sumber emisi, pengendalian pencemaran udara bukan hanya persoalan teknis operasional. Perusahaan juga perlu memastikan kegiatan dan sistem pengendalian emisinya memenuhi ketentuan lingkungan yang berlaku.
Salah satu instrumen yang perlu diperhatikan adalah Persetujuan Teknis Emisi. Dalam kerangka regulasi lingkungan di Indonesia, Persetujuan Teknis merupakan bagian dari mekanisme pemenuhan baku mutu dan pengendalian pencemaran lingkungan. Ketentuan mengenai tata cara penerbitannya diatur dalam Permen LHK No. 5 Tahun 2021, sementara kerangka perlindungan dan pengelolaan mutu udara diatur dalam PP No. 22 Tahun 2021.
Lalu, apa saja yang perlu dipersiapkan perusahaan?
Table of Contents
ToggleApa Itu Persetujuan Teknis Emisi?
Secara sederhana, Persetujuan Teknis Emisi merupakan persetujuan yang berkaitan dengan pemenuhan baku mutu emisi untuk kegiatan usaha tertentu. Persetujuan ini menjadi bagian dari pengendalian pencemaran lingkungan dan perlu disesuaikan dengan karakteristik kegiatan serta sumber emisi perusahaan.
PP No. 22 Tahun 2021 mengatur bahwa baku mutu emisi dapat diterapkan pada sumber emisi tidak bergerak maupun sumber emisi bergerak, dengan mempertimbangkan karakteristik dan dampak emisinya.
Sementara itu, Permen LHK No. 5 Tahun 2021 mengatur tata cara penerbitan Persetujuan Teknis dan Surat Kelayakan Operasional (SLO) dalam bidang pengendalian pencemaran lingkungan.
1. Identifikasi Kegiatan dan Sumber Emisi
Langkah pertama adalah memahami kegiatan perusahaan secara menyeluruh.
Perusahaan perlu mengidentifikasi sumber emisi yang dihasilkan, termasuk sumber emisi tidak bergerak seperti boiler, genset, furnace, kiln, atau unit proses lainnya, sesuai karakteristik kegiatan.
Identifikasi ini penting karena kebutuhan teknis dan baku mutu yang berlaku dapat berbeda berdasarkan jenis kegiatan dan sumber emisinya.
2. Tentukan Baku Mutu yang Berlaku
Setelah sumber emisi teridentifikasi, perusahaan perlu menentukan baku mutu emisi yang relevan.
Jangan sampai perusahaan menyiapkan dokumen teknis tanpa terlebih dahulu memastikan standar yang harus dipenuhi. Baku mutu dapat berkaitan dengan jenis industri, jenis sumber emisi, bahan bakar, teknologi proses, maupun parameter tertentu.
Karena regulasi lingkungan dapat diperbarui, perusahaan juga perlu memastikan referensi yang digunakan merupakan ketentuan yang masih berlaku.
3. Siapkan Data Teknis Kegiatan
Persiapan teknis emisi membutuhkan data yang menggambarkan kondisi aktual kegiatan perusahaan.
Data yang perlu disiapkan dapat mencakup informasi mengenai proses produksi, kapasitas, bahan bakar, sumber emisi, karakteristik cerobong, peralatan pengendalian emisi, hingga parameter emisi yang relevan.
Semakin baik kualitas data yang tersedia, semakin mudah perusahaan menyusun dokumen teknis yang menggambarkan kondisi sebenarnya.
4. Siapkan Kajian Teknis atau Dokumen Pemenuhan Standar Teknis
Permen LHK No. 5 Tahun 2021 membedakan kebutuhan dokumen berdasarkan hasil penapisan dan ketentuan yang berlaku. Dalam kondisi tertentu diperlukan kajian teknis, sementara untuk kegiatan yang wajib memenuhi standar teknis dapat disusun dokumen pemenuhan standar teknis.
Kajian teknis antara lain memuat deskripsi kegiatan, rona awal lingkungan, desain sarana dan prasarana pengendalian emisi, prakiraan dampak, rencana pemantauan lingkungan, serta internalisasi biaya lingkungan.
Artinya, perusahaan perlu memastikan data dan informasi teknis yang digunakan benar-benar lengkap dan konsisten.
5. Evaluasi Sistem Pengendalian Emisi
Perusahaan juga perlu memastikan bahwa sistem pengendalian emisi yang digunakan sesuai dengan kebutuhan kegiatan.
Hal ini dapat mencakup teknologi pengendalian, kapasitas peralatan, spesifikasi teknis, sistem operasi, hingga pemeliharaan.
Tujuannya bukan sekadar memiliki alat pengendali emisi, tetapi memastikan sistem tersebut mampu mendukung pemenuhan baku mutu yang dipersyaratkan.
6. Siapkan Rencana Pemantauan
Pengendalian emisi membutuhkan monitoring yang konsisten. Karena itu, perusahaan perlu memiliki rencana pemantauan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian emisi.
Data hasil pemantauan juga penting bagi tim ESG dan Carbon Professional karena dapat menjadi bagian dari basis data lingkungan perusahaan.
7. Perhatikan Kompetensi SDM dan Sistem Manajemen
Persetujuan Teknis tidak hanya berkaitan dengan spesifikasi teknis. Dalam ketentuannya, Persetujuan Teknis dapat memuat standar kompetensi sumber daya manusia, sistem manajemen lingkungan, dan periode waktu uji coba instalasi pengendali emisi.
Karena itu, perusahaan perlu memastikan terdapat personel yang memiliki kompetensi dan tanggung jawab yang jelas dalam pengelolaan emisi.
8. Pastikan Data Emisi Terdokumentasi
Bagi ESG professional dan Carbon Professional, satu hal yang tidak kalah penting adalah kualitas data.
Data sumber emisi, hasil pemantauan, aktivitas operasional, bahan bakar, hingga kinerja peralatan pengendalian perlu terdokumentasi secara konsisten.
Data yang rapi akan memudahkan perusahaan ketika melakukan evaluasi kepatuhan, audit lingkungan, maupun penyusunan laporan keberlanjutan.
Persetujuan Teknis Emisi Bukan Sekadar Dokumen Kepatuhan
Persiapan Persetujuan Teknis Emisi sebaiknya tidak dilakukan hanya ketika perusahaan membutuhkan dokumen untuk memenuhi persyaratan regulasi.
Bagi perusahaan yang serius membangun strategi lingkungan, data emisi dapat menjadi bagian dari sistem pengelolaan lingkungan yang lebih luas. Data tersebut dapat membantu perusahaan memahami sumber emisi terbesar, mengevaluasi efektivitas teknologi pengendalian, serta menentukan peluang pengurangan emisi.
Persiapan Persetujuan Teknis Emisi membutuhkan lebih dari sekadar pengumpulan dokumen administratif. Perusahaan perlu memahami kegiatan dan sumber emisinya, menentukan baku mutu yang relevan, menyiapkan data teknis, mengevaluasi sistem pengendalian, serta memiliki rencana pemantauan dan kompetensi SDM yang memadai.
Pada akhirnya, persiapan teknis emisi yang baik bukan hanya membantu perusahaan memenuhi ketentuan lingkungan, tetapi juga menjadi fondasi untuk mengelola dan meningkatkan kinerja lingkungan secara lebih terukur dan berkelanjutan. Dengan demikian, kepatuhan dapat berjalan beriringan dengan environmental performance improvement.
Tentang Satuplatform – End-to-End ESG & Carbon Management Solution
Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Strategy yang membantu perusahaan mengelola keberlanjutan secara menyeluruh. Mulai dari pengukuran emisi karbon, pengelolaan data ESG, penyusunan Sustainability Report, hingga implementasi strategi dekarbonisasi, Satuplatform menghadirkan solusi komprehensif yang terukur dan sesuai standar nasional maupun internasional.
Sebagai end-to-end solution partner, Satuplatform menggabungkan kekuatan teknologi digital dengan pendampingan konsultan ahli untuk memastikan transformasi keberlanjutan berjalan efektif, akurat, dan berdampak nyata bagi bisnis.
Solusi Terintegrasi Satuplatform meliputi:
-
Perhitungan dan monitoring emisi karbon (Scope 1, Scope 2, Scope 3)
-
ESG reporting & compliance sesuai standar nasional dan global
-
Dashboard analitik untuk pengambilan keputusan berbasis data
-
Training, capacity building & ESG awareness program untuk perusahaan
-
Pendampingan ahli dalam strategi dekarbonisasi dan sustainability transformation
Siap Memulai Perjalanan Bisnis Berkelanjutan?
Dapatkan FREE DEMO Satuplatform dan temukan bagaimana solusi end-to-end kami dapat membantu perusahaan Anda lebih siap regulasi, lebih transparan bagi investor, dan lebih unggul dalam praktik keberlanjutan.
Similar Article
Satuplatform dan OJK Bahas Akselerasi Inovasi Generasi Baru melalui FGD “Accelerating the Next Generation of Innovators”
Perkembangan teknologi digital di Indonesia terus membuka peluang baru bagi startup untuk menciptakan solusi inovatif di berbagai sektor. Namun, pertumbuhan…
5 Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Bebas Emisi
Jakarta identik dengan gedung tinggi, lalu lintas padat, dan aktivitas urban yang tidak pernah berhenti. Di tengah dinamika tersebut, ruang…
10 Strategi Efisiensi Energi yang Bisa Mulai Diterapkan di Perusahaan
Efisiensi energi semakin menjadi bagian penting dalam strategi keberlanjutan perusahaan. Bukan hanya karena dapat membantu menekan biaya operasional, tetapi juga…
Persetujuan Teknis Emisi: Apa yang Perlu Dipersiapkan Perusahaan?
Bagi perusahaan yang memiliki kegiatan dengan sumber emisi, pengendalian pencemaran udara bukan hanya persoalan teknis operasional. Perusahaan juga perlu memastikan…
Zero Waste sebagai Strategi Efisiensi Operasional, Untuk Kurangi Emisi Karbon
Zero waste sering dipandang sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan yang berdiri sendiri, terpisah dari operasional inti bisnis. Padahal, jika…
Cara Melakukan Materiality Assessment untuk Laporan Keberlanjutan
Banyak perusahaan menyusun laporan keberlanjutan dengan memasukkan semua isu ESG yang bisa dipikirkan, mulai dari emisi karbon sampai kesejahteraan karyawan.…
