Gas rumah kaca merupakan salah satu ancaman yang nyata bagi bumi. Berbagai upaya dilakukan oleh negara-negara di dunia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan. Termasuk pula dari negara-negara industri, mengingat bahwa sektor industri menyumbang sebanyak 23% emisi gas di dunia per tahun 2021. Baca Juga: Bursa Karbon Indonesia: Peluang dan Tantangan dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)
Emisi yang disumbangkan oleh industri tidak lain utamanya adalah datang dari aktivitas menghasilkan energi berbasis pembakaran bahan bakar fosil, serta dari reaksi-reaksi kimia tertentu dalam proses produksi bahan mentah. Baca Juga: Emisi Gas Rumah Kaca Scope 1, 2 dan 3
Gas Rumah Kaca
Dengan kondisi tersebut, kini tiap-tiap perusahaan mulai berambisi untuk kurangi emisi gas rumah kaca, seperti 3 perusahaan berikut ini:
Table of Contents
ToggleNestlé Dalam Mengurangi Gas Rumah Kaca
Mengingat kondisi gas rumah kaca yang tengah terjadi saat ini, Nestlé merupakan salah satu perusahaan yang berkomitmen secara serius untuk mengurangi emisi yang dihasilkan. Ditargetkan pada 2030, Nestlé akan mengurangi separuh emisinya dan mencapai Net Zero Emission di 2050 di tengah pertumbuhan perusahaannya.
Sebagai hasil dari penandatanganan Komitmen UN Business Ambition for 1.5ºC, Nestle merealisasikan kontribusi pengurangan gas rumah kaca melalui dukungan kepada para petani dan pemasok untuk mengembangkan pertanian regeneratif, penanaman jutaan pohon untuk 10 tahun ke depan dan penyelesaian transisi perusahaan menggunakan energi listrik terbarukan.
Salah satu contohnya adalah pada penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT Nestlé Indonesia dan PT Tasma Bioenergy Bioenergy (Berkeley Energy Commercial Industry Services – BECIS) untuk pembangunan 2 biomass boilers di Pabrik Nestllé Kejayan, Jawa Timur dan Pabrik Nestlé Karawang, Jawa Barat, yang menggunakan gabah sebagai sumber energi terbarukan.
Frisian Flag Indonesia Tangani Emisi Gas Rumah Kaca
Perusahaan berikutnya yang juga telah berkomitmen untuk menciptakan bumi yang lebih ramah lingkungan adalah Frisian Flag Indonesia. Menyadari kondisi bumi yang tengah menghadapi tantangan lingkungan global dan emisi gas rumah kaca, Frisian Flag Indonesia telah berhasil menurunkan Index Emisi Gas Rumah Kaca hingga 38%.
Keberhasilan ini dicapai oleh Frisian Flag Indonesia melalui berbagai inisiasi. Seperti dengan menghemat pemakaian listrik hingga 1,5 juta Kwh (2017-2021), menghemat penggunaan air sebanyak 42.778m³ air (2017-2021), serta melakukan terobosan dengan memodifikasi kemasan produknya. Kemasan produk yang telah mempertimbangkan dampak lingkungan dari Frisian Flag Indonesia adalah kemasan yang dapat didaur ulang sebanyak 84% kemasan.
Frisian Flag Indonesia juga menyerukan ajakan kepada masyarakat dengan menyelenggarakan program pengumpulan kemasan bekas pakai untuk kemudian dimanfaatkan kembali sebagai bahan dasar produk yang bermanfaat.
Indofood Berhasil Menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca
Di tengah risiko krisis pangan global, Indofood merupakan suatu perusahaan yang telah sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Indofood telah menerapkan praktik agrikultur yang berkelanjutan guna mendukung target pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Sink dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan di tahun 2030.
Penerapan berkelanjutan yang telah diterapkan oleh Grup Indofood mencakup penggunaan energi terbarukan, di mana sekitar 67% sumber energi berasal dari biomassa (cangkang) dan energi surya. Grup Indofood juga mengoptimalkan penggunaan air dengan teknologi Sea Water Reverse Osmosis guna mengurangi penggunaan air tanah (ground water) dan berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca.
Pada dasarnya, tiap-tiap perusahaan maupun entitas perlu untuk menyadari jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkannya. Oleh karena itu, perhitungan emisi penting untuk dilakukan. Dalam hal ini, Satuplatform hadir sebagai all-in-one sustainability platform yang memberikan FREE DEMO kepada perusahaan dan entitas untuk menghitung simulasi emisi karbon. Cek sekarang juga!
Similar Article
Zero Waste sebagai Strategi Efisiensi Operasional, Untuk Kurangi Emisi Karbon
Zero waste sering dipandang sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan yang berdiri sendiri, terpisah dari operasional inti bisnis. Padahal, jika…
Cara Melakukan Materiality Assessment untuk Laporan Keberlanjutan
Banyak perusahaan menyusun laporan keberlanjutan dengan memasukkan semua isu ESG yang bisa dipikirkan, mulai dari emisi karbon sampai kesejahteraan karyawan.…
Panduan Lengkap POJK 51: Siapa Wajib Lapor dan Sanksinya
Sejak beberapa tahun terakhir, laporan keberlanjutan bukan lagi dokumen tambahan yang boleh ada atau tidak. Bagi banyak perusahaan di Indonesia,…
Panduan Dasar Green Bond di Indonesia
Kebutuhan pendanaan untuk proyek ramah lingkungan terus meningkat, mulai dari energi terbarukan, transportasi rendah emisi, hingga pengelolaan limbah yang lebih…
Proyek Karbon di Sistem Registri Unit Karbon (SRUK)
Proyek karbon di Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) menjadi salah satu topik yang semakin penting bagi perusahaan, pengembang proyek, dan…
Panduan Persiapan Penyusunan Sustainability Report
Mengapa Sustainability Report Menjadi Kebutuhan Perusahaan? Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), sustainability report…

