Jakarta identik dengan gedung tinggi, lalu lintas padat, dan aktivitas urban yang tidak pernah berhenti. Di tengah dinamika tersebut, ruang terbuka hijau (RTH) menjadi bagian penting dari kota yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga memberikan manfaat ekologis bagi masyarakat.

Bagi para profesional yang sehari-hari berkutat dengan isu bisnis, sustainability, ESG, maupun lingkungan, keberadaan RTH dapat menjadi pengingat bahwa keberlanjutan juga perlu hadir dalam ruang hidup perkotaan.
Namun, perlu diluruskan bahwa istilah “ruang bebas emisi karbon” dalam artikel ini lebih tepat dimaknai sebagai ruang yang mendorong aktivitas rendah emisi, bukan berarti lokasi tersebut benar-benar memiliki emisi karbon nol. Pengunjung tetap dapat menghasilkan emisi dari perjalanan menuju lokasi, konsumsi energi, maupun aktivitas lainnya.
Lalu, di mana saja RTH di Jakarta yang menarik untuk dikunjungi?
Table of Contents
Toggle1. Tebet Eco Park
Tebet Eco Park merupakan salah satu contoh bagaimana ruang publik dapat dikembangkan dengan pendekatan ekologis sekaligus menjadi ruang interaksi masyarakat.
Area ini memiliki berbagai ruang hijau dan fasilitas publik yang memungkinkan masyarakat beraktivitas, berolahraga, maupun sekadar menikmati suasana terbuka.
Konsep eco park membuat kawasan ini menarik bagi masyarakat yang ingin mengambil jeda dari aktivitas perkotaan tanpa harus meninggalkan Jakarta.
Tips rendah emisi: manfaatkan transportasi umum atau berjalan kaki/bersepeda jika memungkinkan untuk mengurangi emisi perjalanan.
2. Taman Literasi Martha Christina Tiahahu
Berada di kawasan Blok M, Taman Literasi Martha Christina Tiahahu menawarkan kombinasi ruang hijau, ruang publik, dan aktivitas literasi.
Lokasinya yang berada di kawasan yang terhubung dengan berbagai moda transportasi publik menjadikannya pilihan menarik bagi profesional yang ingin menikmati ruang terbuka tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
Baca Juga : Manfaat Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Perkotaan
Selain menjadi tempat bersantai, taman ini menunjukkan bagaimana ruang publik dapat mendukung gaya hidup urban yang lebih terhubung dengan transportasi publik.
3. Taman Menteng
Terletak di pusat Jakarta, Taman Menteng menjadi salah satu ruang terbuka yang cukup populer untuk berolahraga dan bersantai.
Keberadaan taman di tengah kawasan perkotaan menunjukkan pentingnya ruang hijau dalam menciptakan keseimbangan antara pembangunan, aktivitas ekonomi, dan kebutuhan masyarakat terhadap ruang publik.
Bagi profesional yang bekerja di sekitar pusat Jakarta, taman ini dapat menjadi pilihan untuk mengambil short break sekaligus menikmati ruang terbuka.
4. Taman Suropati
Taman Suropati merupakan salah satu ruang hijau yang berada di kawasan Menteng. Pepohonan yang cukup rindang membuat taman ini terasa berbeda dari lingkungan perkotaan di sekitarnya.
Ruang seperti ini memiliki fungsi penting dalam menghadirkan area hijau di tengah kawasan dengan aktivitas perkotaan yang tinggi.
Menariknya, menikmati taman tidak harus selalu dikaitkan dengan aktivitas besar. Berjalan kaki, membaca, atau sekadar menghabiskan waktu di ruang hijau juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih sadar terhadap lingkungan.
5. Hutan Kota GBK
Hutan Kota GBK menawarkan pengalaman ruang hijau yang cukup unik karena berada di tengah kawasan bisnis dan aktivitas urban Jakarta.
Kawasan ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati pepohonan dan area terbuka dengan latar gedung-gedung perkotaan.
Bagi profesional, keberadaan ruang seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan kawasan urban dan ruang hijau tidak harus selalu menjadi dua hal yang berlawanan. Dengan perencanaan yang tepat, keduanya dapat hadir secara berdampingan.
Ruang Terbuka Hijau dan Gaya Hidup Rendah Emisi
Keberadaan ruang terbuka hijau memang tidak otomatis membuat sebuah kawasan menjadi zero carbon. Namun, RTH dapat menjadi bagian dari ekosistem kota yang lebih berkelanjutan.
Selain menyediakan ruang hijau, taman kota dapat mendorong aktivitas berjalan kaki, bersepeda, interaksi sosial, hingga penggunaan transportasi publik ketika lokasinya terintegrasi dengan sistem mobilitas perkotaan.
Dari perspektif sustainability, hal ini menarik karena pengurangan emisi tidak hanya berbicara mengenai teknologi atau industri. Pilihan mobilitas dan aktivitas sehari-hari masyarakat juga memiliki peran.
Karena itu, jika ingin menikmati ruang bebas emisi karbon, kita juga perlu memperhatikan emisi dari perjalanan menuju lokasi. Memilih transportasi publik, berjalan kaki, atau bersepeda ketika memungkinkan dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi jejak karbon pribadi.
Menjadikan Ruang Hijau sebagai Bagian dari Kota Berkelanjutan
Ruang hijau merupakan salah satu elemen yang mendukung kualitas lingkungan perkotaan. Namun, dampak keberlanjutan sebuah kota membutuhkan lebih dari sekadar penambahan taman. Diperlukan integrasi antara ruang hijau, transportasi rendah emisi, pengelolaan sampah, efisiensi energi, tata kelola kota, dan pengukuran dampak lingkungan.
Pada akhirnya, menikmati RTH bukan hanya tentang mencari tempat untuk melepas penat. Ini juga menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana sebuah kota berusaha menciptakan keseimbangan antara aktivitas ekonomi, kebutuhan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.
Tentang Satuplatform – End-to-End ESG & Carbon Management Solution
Satuplatform adalah perusahaan konsultan dan penyedia teknologi platform terintegrasi untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Strategy yang membantu perusahaan mengelola keberlanjutan secara menyeluruh. Mulai dari pengukuran emisi karbon, pengelolaan data ESG, penyusunan Sustainability Report, hingga implementasi strategi dekarbonisasi, Satuplatform menghadirkan solusi komprehensif yang terukur dan sesuai standar nasional maupun internasional.
Sebagai end-to-end solution partner, Satuplatform menggabungkan kekuatan teknologi digital dengan pendampingan konsultan ahli untuk memastikan transformasi keberlanjutan berjalan efektif, akurat, dan berdampak nyata bagi bisnis.
Solusi Terintegrasi Satuplatform meliputi:
-
Perhitungan dan monitoring emisi karbon (Scope 1, Scope 2, Scope 3)
-
ESG reporting & compliance sesuai standar nasional dan global
-
Dashboard analitik untuk pengambilan keputusan berbasis data
-
Training, capacity building & ESG awareness program untuk perusahaan
-
Pendampingan ahli dalam strategi dekarbonisasi dan sustainability transformation
Siap Memulai Perjalanan Bisnis Berkelanjutan?
Dapatkan FREE DEMO Satuplatform dan temukan bagaimana solusi end-to-end kami dapat membantu perusahaan Anda lebih siap regulasi, lebih transparan bagi investor, dan lebih unggul dalam praktik keberlanjutan.
Similar Article
Satuplatform dan OJK Bahas Akselerasi Inovasi Generasi Baru melalui FGD “Accelerating the Next Generation of Innovators”
Perkembangan teknologi digital di Indonesia terus membuka peluang baru bagi startup untuk menciptakan solusi inovatif di berbagai sektor. Namun, pertumbuhan…
5 Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Bebas Emisi
Jakarta identik dengan gedung tinggi, lalu lintas padat, dan aktivitas urban yang tidak pernah berhenti. Di tengah dinamika tersebut, ruang…
10 Strategi Efisiensi Energi yang Bisa Mulai Diterapkan di Perusahaan
Efisiensi energi semakin menjadi bagian penting dalam strategi keberlanjutan perusahaan. Bukan hanya karena dapat membantu menekan biaya operasional, tetapi juga…
Persetujuan Teknis Emisi: Apa yang Perlu Dipersiapkan Perusahaan?
Bagi perusahaan yang memiliki kegiatan dengan sumber emisi, pengendalian pencemaran udara bukan hanya persoalan teknis operasional. Perusahaan juga perlu memastikan…
Zero Waste sebagai Strategi Efisiensi Operasional, Untuk Kurangi Emisi Karbon
Zero waste sering dipandang sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan yang berdiri sendiri, terpisah dari operasional inti bisnis. Padahal, jika…
Cara Melakukan Materiality Assessment untuk Laporan Keberlanjutan
Banyak perusahaan menyusun laporan keberlanjutan dengan memasukkan semua isu ESG yang bisa dipikirkan, mulai dari emisi karbon sampai kesejahteraan karyawan.…

