Audit Energi 101: Panduan Lengkap bagi Bisnis Menuju Efisiensi Energi dan Emisi Rendah

Melansir dari The World Counts, U.S Energy Information Administration memprediksi  peningkatan konsumsi energi listrik global hingga 56% antara 2010 dan 20420. Prediksi ini turut mendorong peningkatan kesadaran dan fokus pada efisiensi energi dan keberlanjutan. 

Audit energi (energy audit) menjadi langkah awal yang krusial bagi setiap individu maupun bisnis dalam menavigasi upaya efisiensi energi dan pemenuhan kebutuhan pada masa mendatang. Proses berfungsi untuk mengidentifikasi penghematan biaya, sekaligus  fondasi strategis yang diperlukan untuk mengatasi hambatan umum dalam strategi dekarbonisasi yang lebih besar. 

Baca Juga: Audit Energi pada Bisnis di Era Teknologi

Definisi, Prinsip Inti, dan Tipe-Tipe Audit Energi 

Pada dasarnya, energy audit merupakan sebuah analisis sistematis terhadap pemanfaatan dan konsumsi energi dalam lingkup yang telah ditentukan, baik itu lingkup perumahan perorangan, maupun organisasi atau perusahaan, dan industri tertentu. 

Tujuan pelaksanaan audit ini adalah untuk mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan peluang perbaikan kinerja energi dan sesuai dengan standar yang terukur dan terverifikasi. 

Di tingkat global, standar ISO 50002:2014 menyediakan kerangka kerja audit yang solid bagi perusahaan untuk mengukur kinerja audit secara komprehensif.  

Prinsip Audit Energi Berdasarkan ISO 50002:2014

Untuk memastikan hasil yang efektif, audit harus didasarkan pada prinsip-prinsip inti, seperti yang tercantum pada standar ISO 50002:2014.

1. Konsisten terhadap ruang lingkup, batasan, dan tujuan yang disepakati.

2. Pengukuran dan observasi sesuai dengan konsumsi dan pemanfaatan energi.

3. Data yang digunakan mewakili seluruh aktivitas, proses, peralatan, dan sistem.

4. Data untuk mengukur kinerja dan mengidentifikasi peluang harus konsisten dan unik.

5. Pengumpulan, validasi, dan analisis data harus dapat dilacak.

6. Peluang dalam laporan audit harus berdasarkan analisis teknikal dan ekonomikal yang tepat. 

Secara garis besar emiten bisnis atau organisasi dapat menyelenggarakan audit berdasarkan tipe bisnis dan cakupan penilaian. 

  • Tipe 1 (Dasar): Memberikan gambaran umum konsumsi energi dan estimasi penghematan awal, sering kali cocok untuk bisnis yang baru memulai inisiatif efisiensi energi atau baru pertama kali melakukan audit. 
  • Tipe 2 (Rinci): Merupakan analisis yang lebih mendalam, termasuk evaluasi finansial untuk memprioritaskan peluang penghematan.
  • Tipe 3 (Akurat): Fokus pada subsistem energi utama, seperti boiler atau sistem udara bertekanan, untuk mengukur peluang efisien secara mendalam dengan pengukuran yang menyeluruh dan sangat akurat.

Manfaat Strategis Audit Energi untuk Strategi Dekarbonisasi

2

Strategi dekarbonisasi menghadapi tantangan berupa kurangnya data, resistensi budaya, dan perkiraan potensi penghematan energi dan penurunan emisi yang tidak akurat.  Energy audit menjadi salah satu langkah fundamental perusahaan dalam manajemen energi untuk mengatasi hambatan umum dalam strategi dekarbonisasi.

1. Mengidentifikasi Penghematan Biaya Operasional

Menemukan inefisiensi dan energi yang terbuang yang mungkin tidak terlihat dan dapat menyebabkan bisnis menghabiskan 10-30% lebih banyak dari yang diperlukan. Audit juga mengungkap potensi efisiensi yang sering terlewatkan dalam audit standar, seperti optimasi sistem kontrol gedung (BMS) dan perbaikan struktur fenestration pada bangunan (contohnya: jendela dan pintu).

2. Membangun Fondasi Data untuk Strategi Dekarbonisasi

Menyediakan data yang kuat sebagai alat untuk mendapatkan dukungan dari para pemangku kepentingan dalam melakukan perubahan dan pengambilan keputusan untuk strategi pengurangan karbon yang  lebih optimal. 

3. Pengurangan Emisi dan Peningkatan Reputasi

Selain manfaat tersebut, audit juga memberikan keuntungan strategis yang lebih luas, termasuk pengurangan emisi, baik dari penggunaan bahan bakar di lokasi (Scope 1) maupun dari listrik yang dibeli.

Langkah-Langkah Pelaksanaan Audit Energi 

Pelaksanaan audit energi yang efektif mengikuti serangkaian langkah logis dan terstruktur. Langkah audit yang efektif selalu dimulai dengan struktur, dari persiapan hingga evaluasi berbasis data. 

1. Perencanaan dan Persiapan

Tentukan ruang lingkup dan tujuan audit, lalu kumpulkan data energi historis dari tagihan dan meteran listrik selama 12 bulan terakhir. Pemilihan auditor yang tepat juga sangat krusial. Pastikan mereka memiliki kredensial dan keahlian yang relevan dengan industri Anda.

2. Pengumpulan Data dan Pengukuran

Auditor akan melakukan kunjungan lapangan, mengumpulkan data, mengukur konsumsi energi dengan instrumen canggih, seperti kamera inframerah, dan melakukan tes (blower door test) untuk mengidentifikasi kebocoran udara. Wawancara dengan staf operasional juga penting untuk memahami praktik penggunaan energi sehari-hari

3. Analisis dan Identifikasi Peluang

Auditor akan menganalisis data untuk membuat profil konsumsi energi dan melakukan benchmarking terhadap fasilitas serupa. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi peluang penghematan energi (ECM), seperti meningkatkan praktik pemeliharaan, menyesuaikan prosedur operasional, atau mengganti peralatan yang tidak efisien . Setiap peluang dievaluasi berdasarkan potensi penghematan energi dan biaya .

4. Pelaporan dan Rekomendasi

Auditor menyusun laporan yang berisi temuan, analisis, dan rekomendasi. Laporan harus menyertakan estimasi penghematan yang realistis dan saran rencana implementasi.

Investasi Data Energi untuk Dekarbonisasi yang Efektif

Audit energi merupakan investasi strategis yang membekali bisnis dengan data dan wawasan untuk menavigasi tantangan kebutuhan energi dan membangun fondasi yang kokoh untuk strategi dekarbonisasi jangka panjang.Untuk memetakan perjalanan efisiensi dan dekarbonisasi Anda dengan akurat, jadwalkan demo gratis  Satuplatform dan konsultasikan strategi dekarbonisasi bisnis Anda bersama tim ahli kami.

Similar Article