Table of Contents
ToggleApa itu Good Corporate Governance?
Tata kelola perusahaan atau good corporate governance (GCG) merupakan suatu sistem yang dirancang untuk mengarahkan pengelolaan perusahaan secara profesional yang berdasarkan prinsip-prinsip transparansi, akuntabillitas, tanggung jawab, independen, kewajaran dan kesetaraan. GCG juga menjadi fondasi strategis bagi pencapaian keunggulan daya saing berkelanjutan. Baca Juga : Mencegah Konflik Kepentingan dalam Bisnis
Pilar Utama Good Corporate Governance
Pemerintah
Pemerintah yang berperan dalam mengarahkan, memfasilitasi kegiatan, dan juga memberikan peluang lebih banyak kepada masyarakat dan swasta dalam dalam pelaksanaan pembangunan.
Swasta
Berperan sebagai pelaku utama dalam pembangunan, penggerak pertumbuhan ekonomi wilayah, menciptakan lapangan kerja, dan kontributor utama penerimaan pemerintah dan daerah.
Masyarakat
Berperan sebagai pemeran utama dalam proses pembangunan, pengembangan dan penguatan kelembagaan agar mampu mandiri dan membangun jaringan dengan berbagai pihak.
Landasan Hukum Good Corporate Governance
- Undang-undang Republik Indonesia No 19 Tahun 2003 Tentang Badan Usaha Milik Negara
- Undang-undang Republik Indonesia No 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas
- Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-01/MBU/2011 Tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) pada BUMN
- Keputusan Sekretaris Kementrian BUMN Nomor: SK-16/S.MBU/2012 Tentang Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) pada BUMN
- Pedoman Umum Good Corporate Governance yang dikeluarkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance tahun 2016
- Roadmap Tata Kelola Perusahaan Indonesia yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Prinsip Good Corporate Governance
- Transparansi. Keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi.
- Akuntabilitas. Kejelasan fungsi, pelaksanaan, dan penanggungjawaban kinerja secara transparan dan wajar.
- Tanggung Jawab. Taat terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku serta menjalankan tanggung jawab msyarakat dan lingkungan.
- Independensi. Pengelolaan secara independen tanpa benturan kepentingan dan pengaruh atau tekanan dari pihak manapun.
- Kewajaran. Keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan.
Code of Conduct (CoC)
Code of conduct merupakan sekumpulan komitmen yang terdiri dari etika bisnis perusahaan dan etika kerja perusahaan. CoC disusun untuk mempengaruhi, membentuk, mengatur, dan melakukan kesesuaian tingkah laku sehingga tercapai output yang konsisten dan sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Baca Juga : Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat
Perusahaan harus konsisten mendorong kepatuhan terhadap standar etika dan berkomitmen untuk mengimplementasikannya. Juga serta mewajibkan seluruh pimpinan dari setiap tingkatan perusahaan bertanggung jawab memastikan pedoman etika bisnis dan etika kerja dipatuhi dan dijalankan dengan baik pada jajaran masing-masing.
Your All-in-One Sustainability Platform
Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG management, carbon accounting, dan sustainability reporting.
Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat:
- Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien
- Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi
- Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional
Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform.
Similar Article
Satuplatform Bawa Inovasi Carbon & ESG Management di Demo Day OJK Fintech Accelerator 2026
Jakarta, 27 Agustus 2026 — Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru bagi perusahaan rintisan untuk menghadirkan solusi yang menjawab kebutuhan…
Bencana Karhutla Mengancam Hutan Konservasi dan Penyerapan Karbon
Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) bukan hanya persoalan lingkungan yang menyebabkan kerusakan ekosistem dan hilangnya keanekaragaman hayati. Bencana ini juga…
Menghitung Jejak Karbon: Langkah Awal Perusahaan Mengurangi Emisi dan Menghadapi Perubahan Iklim
Perubahan iklim semakin mendorong perusahaan untuk memahami dan mengelola dampak lingkungan dari aktivitas bisnisnya. Salah satu langkah penting yang dapat…
Pemanasan Global dan Bencana di Indonesia: Mengapa Menghitung Jejak Karbon Itu Penting?
Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Namun, di saat yang sama, Indonesia juga menghadapi…
Mengapa Kota-Kota di Indonesia Semakin Panas? Mengenal Fenomena Urban Heat Island dan Dampak Iklimnya
Jakarta, Surabaya, Bekasi, hingga Palembang belakangan kerap muncul dalam daftar wilayah dengan suhu harian tertinggi di Indonesia. Bagi warga yang…
Meningkatnya Frekuensi Cuaca Ekstrem di Indonesia: Bagaimana Data Menunjukkan Dampak Perubahan Iklim?
Banjir bandang, angin kencang, hingga siklon tropis yang belakangan lebih sering muncul di pemberitaan bukan sekadar kesan subjektif. Badan Meteorologi,…

