Penggunaan kendaraan umum digadang-gadang sebagai solusi dari fenomena tingginya mobilitas penduduk dan kemacetan yang terjadi di kota-kota besar. Namun sedikit disadari bahwa memilih kendaraan umum saja tidak cukup untuk menjadi solusi terbaik di tengah kondisi iklim yang semakin mengkhawatirkan. Baca Juga: Bangga! Inisiatif Indonesia Wujudkan Transportasi Umum dan Berkelanjutan
Dalam hal ini, infrastruktur kendaraan umum dan angkutan publik yang ramah terhadap lingkungan sangat diperlukan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Kendaraan Umum
Table of Contents
ToggleTransportasi Berkelanjutan
Transportasi berkelanjutan adalah suatu moda transportasi yang minim emisi, efisien dari segi energi, terjangkau secara ekonomi, juga meliputi moda transportasi listrik dan transportasi dengan energi alternatif.
Menurut World Bank, transportasi merupakan salah satu sumber emisi karbon dengan pertumbuhan tercepat. Transportasi dapat menyumbang sampai dengan 70% polusi udara perkotaan.
Oleh karena emisi yang dihasilkan tersebut, mode transportasi berkelanjutan atau yang sering kali disebut green transportation mulai mencuat ke dalam diskursus di berbagai negara. Dimulai dari transportasi sederhana yang sejak dahulu banyak digunakan, yaitu sepeda. Sampai dengan transportasi berbasis listrik dan berwawasan masa depan. Baca Juga: Beralih ke Transportasi Umum untuk Kurangi Emisi
Kendaraan Umum yang Berkelanjutan
Untuk menciptakan fasilitas transportasi umum dengan mode transportasi berkelanjutan perlu didukung oleh kesiapan tata kota yang baik. Dalam hal ini, pertimbangan terhadap aspek ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial perlu menjadi dasar kerangka kerja yang terencana dan terpelihara.
Dari segi ekonomi, biaya untuk transportasi umum berkelanjutan harus terjangkau untuk berbagai kalangan masyarakat sehingga dapat digunakan secara massal. Dari aspek sosial, pengembangan pilihan mode transportasi berkelanjutan harus terjamin keamanannya termasuk dapat diakses oleh masyarakat tanpa memandang jenis kelamin, usia, maupun keterbatasan fisik mereka. Berikutnya dari segi lingkungan, tentu transportasi berkelanjutan harus dapat mengurangi polusi udara serta menciptakan lingkungan hidup yang lebih hijau.
Tantangan Implementasi Transportasi Umum Berkelanjutan
Untuk dapat menerapkan transportasi umum yang berkelanjutan, tidak dapat dipungkiri memang masih didapati berbagai tantangan. Utamanya adalah dari segi biaya peralihan dari energi berbasis minyak konvensional ke energi bersih dan kendaraan rendah emisi.
Khususnya untuk Indonesia, perlu untuk memetakan Total Cost of Ownership (TCO) dari kendaraan umum ramah lingkungan yang akan diimplementasikan. Tantangan lainnya adalah terkait dengan jaringan transportasi umum yang perlu untuk dipastikan keterjangkauannya oleh berbagai daerah dan masyarakat yang bermukim di rute tersebut.
Pada akhirnya, gerakan menuju transportasi berkelanjutan memang memerlukan komitmen dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, sektor publik dan swasta, hingga pada masyarakat selaku individu. Dalam hal ini, Satuplatform hadir sebagai all-in-one solution yang dapat membantu menghitung jumlah emisi karbon yang dihasilkan agar tujuan strategis menuju transportasi berkelanjutan dapat terlihat hasilnya secara konkret. Coba FREE DEMO dari Satuplatform sekarang juga!
Similar Article
Membangun Karier di Sustainability: Seberapa Besar Peluang Green Jobs?
Survei global yang dilakukan oleh salah satu perusahaan Big Four menunjukkan bahwa 86% Gen Z dan 89% Milenial menganggap penting…
Pengaruh Sustainability Report terhadap Nilai Perusahaan: Mengapa Semakin Penting di Era ESG?
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap bisnis berkelanjutan, sustainability report menjadi salah satu dokumen penting. Dokumen ini umumnya digunakan perusahaan untuk…
Sustainability Report Manual vs Digital: Mana yang Lebih Efektif untuk Perusahaan Anda?
Menyusun sustainability report atau laporan keberlanjutan kini menjadi kebutuhan nyata bagi perusahaan di Indonesia bukan hanya bagi emiten publik yang…
ESG untuk Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG)
Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) adalah salah satu sektor dengan jejak lingkungan dan sosial terbesar di dunia. Dari rantai pasokan…
Panduan Membuat Baseline Emisi Karbon Perusahaan
Di tengah meningkatnya tekanan regulasi dan ekspektasi pemangku kepentingan terhadap keberlanjutan, semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mulai menyusun strategi…
Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM): Ancaman atau Peluang bagi Ekspor Indonesia?
Uni Eropa (UE) tengah mengubah cara dunia berbisnis. Mulai 2026, setiap produk yang masuk ke pasar Eropa dari negara-negara di…

