Diskursus mengenai transportasi saat ini tidak cukup hanya melihat pada mode yang digunakan oleh orang-orang untuk mobilisasi. Namun, penting pula untuk memperhatikan dampak yang diberikan terhadap lingkungan. Sebab, tidak dapat dipungkiri bahwa kini, sekitar 90% transportasi masih berupa petroleum-based yang dapat menyisakan jejak karbon Mengingat bahwa transportasi menjadi objek yang perlu diperhatikan karena telah memberikan dampak emisi gas sisa terhadap lingkungan, maka setiap negara-negara di dunia perlu untuk memperhatikan mode transportasi yang berjalan, terutama yang digunakan sebagai transportasi umum. Baca Juga: Beralih ke Transportasi Umum untuk Kurangi Emisi
Transportasi Umum
Table of Contents
ToggleTransportasi Umum di Indonesia
Indonesia sejak dahulu memiliki berbagai kendaraan umum sebagai transportasi publik. Mulai dari bus kota, mikrolet, kereta api, commuter line, hingga saat ini terdapat kereta cepat. Namun minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik tidak selalu tinggi. Bahkan, berdasarkan survei Litbang Kompas yang bertajuk Peningkatan Layanan Transportasi Umum Atasi Kemacetan Ibu Kota pada tahun 2023 diketahui bahwa sebanyak 40,9% dari total responden mengaku jarang memanfaatkan fasilitas publik. Kemudian 31,9% responden mengaku tidak pernah sama sekali menggunakan mode transportasi umum. Baca Juga: 4 Cara Tepat Kurangi Jejak Karbon Pribadi
Kehadiran transportasi umum untuk menekan jumlah gas sisa kendaraan bermotor pada akhirnya masih kurang efektif. Oleh sebab itu, selain terus menghimbau penggunaan transportasi umum, pemerintah juga mulai beralih ke kendaraan umum yang lebih ramah lingkungan atau dikenal sebagai transportasi berkelanjutan.
Menuju Transportasi Umum Berkelanjutan
Indonesia merupakan salah satu negara yang berinisiatif untuk mewujudkan transportasi berkelanjutan di ASEAN. Di lingkup ASEAN sendiri transportasi berkelanjutan tengah menjadi perhatian utama dan dimuat dalam rencana strategis ASEAN 2016 – 2025. Adapun strategi yang dilakukan adalah meliputi penggunaan transportasi rendah emisi, efisiensi energi, sampai dengan penggunaan lahan yang terintegrasi.
Indonesia sendiri menjalankan inisiatif transportasi berkelanjutan dengan melakukan dua upaya, yaitu dekarbonisasi dan pembiayaan kreatif non APBN. Sebagai contoh konkret dalam mengimplementasikan transportasi berkelanjutan adalah dengan membangun LRT, MRT, serta kereta cepat sebagai kendaraan umum masyarakat yang berbasis listrik dan berwawasan masa depan. Kendaraan umum berbasis transportasi berkelanjutan dapat mengurangi emisi dari sektor transportasi yang selama ini telah berkontribusi terhadap perubahan iklim dunia.
Pada akhirnya, gerakan menuju transportasi berkelanjutan memang memerlukan komitmen dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, sektor publik dan swasta, hingga pada masyarakat selaku individu.
Terutama untuk perusahaan transportasi, penting untuk memperhatikan perhitungan karbon yang dihasilkan. Agar penggunaan bahan bakar transportasi yang masih memakai bahan fosil dapat secara gradual beralih ke energi alternatif secara lebih efisien. Coba simulasi FREE DEMO dari Satuplatform sekarang juga
Similar Article
Mengapa Kota-Kota di Indonesia Semakin Panas? Mengenal Fenomena Urban Heat Island dan Dampak Iklimnya
Jakarta, Surabaya, Bekasi, hingga Palembang belakangan kerap muncul dalam daftar wilayah dengan suhu harian tertinggi di Indonesia. Bagi warga yang…
Meningkatnya Frekuensi Cuaca Ekstrem di Indonesia: Bagaimana Data Menunjukkan Dampak Perubahan Iklim?
Banjir bandang, angin kencang, hingga siklon tropis yang belakangan lebih sering muncul di pemberitaan bukan sekadar kesan subjektif. Badan Meteorologi,…
Berapa Banyak Emisi Karbon yang Dilepas Saat Karhutla?
Setiap musim kemarau, asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hampir selalu menjadi berita utama di Indonesia mulai dari kabut asap…
Erupsi Gunung Berapi vs Emisi Industri Mempengaruhi Laporan ESG dan Carbon Footprint?
Ketika Gunung Lewotobi atau Merapi meletus dan menutupi langit dengan abu vulkanik, reaksi publik biasanya tertuju pada evakuasi dan kualitas…
Tren Lari dan Perubahan Iklim: Ketika Cuaca Ekstrem Mengancam Hobi Baru
Trend lari berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan dalam beberapa tahun terakhir. Munculnya komunitas lari, berbagai ajang marathon,…
Mengenal 3 Desa di Indonesia yang Mulai Menerapkan Transisi Energi
Transisi energi sering dipahami sebagai proyek besar dengan investasi triliunan rupiah, seperti pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan atau infrastruktur berskala…

