Climate management (manajemen iklim) merupakan sebuah komitmen global jangka panjang mengurangi jejak karbon dan menangani risiko krisis iklim yang membutuhkan aksi konkret dari berbagai pihak. Peningkatan kesadaran dan desakan keadaan di berbagai belahan dunia sudah mendorong munculnya beragam gerakan dan proyek global.
Proyek-proyek tersebut merupakan contoh nyata bagaimana sebuah komunitas, lembaga, hingga negara mengambil peran dalam memitigasi krisis iklim dengan pendekatan inovatif yang kontekstual, mulai dari solusi berbasis alam, teknologi, hingga kolaborasi berbagai pihak.
Baca Juga: Financed-Emission: Penyebab Jejak Karbon di Sektor Perbankan dan Keuangan
Table of Contents
Toggle1. The Great Green Wall – Afrika

Proyek Great Green Wall telah diimulai pada 2007 oleh Uni Afrika dengan tujuan membangun sabuk kehutanan sepanjang 8.000 km di kawasan Sahel (Gurun Sahara) untuk melawan desertifikasi yang terus meluas.
Proyek ini tidak hanya berupaya melakukan penghijauan untuk mengantisipasi risiko iklim pada kehidupan di masa depan, tetapi juga telah berkontribusi dalam berbagai aspek berikut.
- Menyerap jutaan ton karbon dioksida,
- Meningkatkan ketahanan pangan dan air bagi komunitas lokal,
- Menciptakan lebih dari 350.000 lapangan kerja hijau.
Hingga tahun 2020, 18 juta hektare lahan telah direstorasi. Meski masih menghadapi tantangan pendanaan dan politik, proyek ini menjadi simbol pendekatan nature-based solution berskala besar.
2. Miyawaki Forest Urban Project – Jepang & Global
Metode Miyawaki merupakan pendekatan penanaman hutan mini di kawasan urban dengan keanekaragaman tinggi. Meskipun terlihat sederhana, tetapi metode penanaman hutan ini melibatkan keputusan strategis dalam pemilihan spesies, kerapatan penanaman, dan membutuhkan keterlibatan komunitas yang mendalam.
Proyek ini memungkinkan proses revitalisasi untuk lahan kecil dengan proses tumbuh lebih cepat dan pemeliharaan yang lebih sedikit setelah dua atau tiga tahun. Metode dan bahan baku yang dimanfaatkan juga mendukung penyerapan karbon dioksida yang lebih efektif.
Proyek ini memperlihatkan bahwa skala kecil bisa memberikan dampak besar jika dilakukan dengan keterlibatan komunitas dan strategi sehingga disebut pula dengan istilah Community Pocket Forest. Implementasi metode Miyawaki kini telah meluas secara global, termasuk di India, sejumlah negara Eropa, dan Amerika Serikat, sebagai bagian dari strategi climate management di lingkungan perkotaan.
3. DACMA Direct Air Capture (DAC)
Teknologi DAC Dacma dapat beroperasi di berbagai kondisi iklim global. Beberapa proyek unggulannya mencerminkan potensi teknologi ini dalam mendukung strategi dekarbonisasi lintas wilayah.
- PUCRS, Brasil: Fasilitas DAC terbesar di Amerika Selatan dengan kapasitas penangkapan 300 ton CO₂/tahun, mulai beroperasi sejak akhir 2024 di Porto Alegre.
- Brasil (5.000 TA CO₂): Proyek DACCS skala besar dalam tahap studi kelayakan, ditargetkan beroperasi pada 2027.
- KIT H2Mare, Jerman: Unit DAC dipasang secara offshore sebagai bagian dari proyek hidrogen laut, berkapasitas 60 ton CO₂/tahun, aktif sejak Mei 2025.
- PEGASUS, Jerman: Pembangunan fasilitas DAC di Pelabuhan Hamburg dengan kapasitas 60 ton CO₂/tahun, ditargetkan selesai Q3 2025.
- KIT SEKO, Jerman: Kolaborasi dengan Karlsruher Institut für Technologie untuk mengintegrasikan DAC dalam sistem ventilasi gedung, mempelajari sinergi antara pengkondisian udara dan penyerapan CO₂.
- Australia (5.000 TA CO₂): Proyek DACCS dalam tahap studi kelayakan hingga musim panas 2025.
Melalui beragam proyek ini, DACMA menunjukkan peran penting teknologi DAC dalam menyerap CO₂ langsung dari atmosfer secara fleksibel dan berkelanjutan.
4. Australia’s Carbon Farming Initiative (CFI)
Australia’s Carbon Farming Initiative (CFI) adalah program nasional yang memungkinkan petani dan pengelola lahan untuk memperoleh kredit karbon dengan cara menyimpan karbon atau mengurangi emisi gas rumah kaca di lahan mereka.
Program ini memfasilitasi penyimpanan karbon melalui peningkatan cadangan karbon tanah atau vegetasi (misalnya dengan penanaman kembali pohon atau pengelolaan pertanian tanpa olah tanah).
Hasil inisiatif ini mencakup tiga aspek penting berikut.
- Pengurangan emisi dari kebakaran sabana di wilayah tropis utara Australia melalui pembakaran terkendali di awal musim kering.
- Pemanfaatan limbah peternakan (misalnya dari peternakan babi) untuk menghasilkan panas dan listrik sekaligus menurunkan emisi metana.
- Reforestasi dan revegetasi untuk meningkatkan kualitas air, mengurangi erosi tanah, serta menyediakan habitat keanekaragaman hayati.
Kunci Keberhasilan Proyek Climate Management Global
Proyek-proyek di atas menunjukkan bahwa konkret dalam memitigasi risiko iklim membutuhkan berbagai pendekatan strategis.
1. Skalabilitas
Proyek besar seperti Great Green Wall bisa direplikasi secara lokal karena strategi yang relevan dengan kondisi global saat ini.
2. Pendekatan hibrida
Kombinasi solusi berbasis alam dan teknologi DAC menawarkan jalur beragam menuju dekarbonisasi.
3. Keterlibatan multipihak
Kesuksesan sangat ditentukan oleh sinergi pemerintah, komunitas lokal, sektor swasta, dan lembaga internasional.
4. Peluang bisnis
Banyak proyek yang terhubung langsung ke pasar karbon sukarela dan sertifikasi ESG, membuka peluang monetisasi dan pendanaan hijau.
Proyek-proyek global climate management memberikan wawasan akan pentingnya pemahaman karakteristik masalah, pendekatan, dan dampak yang diperlukan. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek tersebut, bisnis dan organisasi di Indonesia bisa merancang strategi iklim yang relevan dan terukur.
Rancang strategi iklim perusahaan bersama solusi komprehensif Satuplatform sekarang dan mulai perjalanan Anda menuju aksi iklim yang profesional, transparan, dan berdampak.
Similar Article
Satuplatform dan OJK Bahas Akselerasi Inovasi Generasi Baru melalui FGD “Accelerating the Next Generation of Innovators”
Perkembangan teknologi digital di Indonesia terus membuka peluang baru bagi startup untuk menciptakan solusi inovatif di berbagai sektor. Namun, pertumbuhan…
5 Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Bebas Emisi
Jakarta identik dengan gedung tinggi, lalu lintas padat, dan aktivitas urban yang tidak pernah berhenti. Di tengah dinamika tersebut, ruang…
10 Strategi Efisiensi Energi yang Bisa Mulai Diterapkan di Perusahaan
Efisiensi energi semakin menjadi bagian penting dalam strategi keberlanjutan perusahaan. Bukan hanya karena dapat membantu menekan biaya operasional, tetapi juga…
Persetujuan Teknis Emisi: Apa yang Perlu Dipersiapkan Perusahaan?
Bagi perusahaan yang memiliki kegiatan dengan sumber emisi, pengendalian pencemaran udara bukan hanya persoalan teknis operasional. Perusahaan juga perlu memastikan…
Zero Waste sebagai Strategi Efisiensi Operasional, Untuk Kurangi Emisi Karbon
Zero waste sering dipandang sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan yang berdiri sendiri, terpisah dari operasional inti bisnis. Padahal, jika…
Cara Melakukan Materiality Assessment untuk Laporan Keberlanjutan
Banyak perusahaan menyusun laporan keberlanjutan dengan memasukkan semua isu ESG yang bisa dipikirkan, mulai dari emisi karbon sampai kesejahteraan karyawan.…

