Mengapa perusahaan perlu memadukan pengurangan emisi karbon dengan fokus pada lingkungan sebagai strategi mitigasi perubahan iklim? Hutan dan vegetasi lainnya menyerap sekitar 30% karbon yang dihasilkan manusia setiap tahun.
Namun, kapasitas ini menurun tajam akibat kebakaran hutan dan peristiwa iklim ekstrem, yang berpotensi mengubah hutan dari penyerap karbon menjadi sumber emisi, menurut WRI.
Untuk itu, perusahaan di berbagai sektor dapat menerapkan praktik kehutanan tahan iklim (climate resilient forest practice) sebagai langkah adaptif menjaga keberlanjutan operasional bisnis di tengah tantangan krisis iklim.
Baca juga: Strategi Mitigasi Perubahan Iklim yang Terlupakan: Keseimbangan Keanekaragaman Hayati
Table of Contents
ToggleApa itu Praktik Kehutanan Tahan Iklim?

Climate resilient forest practice merupakan serangkaian metode pengelolaan hutan yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan, keberlanjutan, dan ketahanan hutan terhadap dampak perubahan iklim.
Titik berat metode ini meliputi lingkup pengelolaan lanskap hutan secara adaptif untuk menghadapi risiko akibat krisis iklim, seperti suhu tinggi, perubahan pola curah hujan, hingga kebakaran hutan liar yang akan berpengaruh pada rantai pasok dan nilai bisnis.
3 Contoh Umum Climate Resilient Forest Practices
1. Adaptive Agroforestry
Mengintegrasikan pohon ke dalam sistem pertanian untuk meningkatkan keanekaragaman hayati, memperbaiki kualitas tanah, dan menyediakan ketahanan terhadap bencana iklim.
2. Forest Buffer Restoration
Memulihkan area hutan di sekitar sungai dan kawasan rawan banjir untuk mengurangi risiko erosi dan banjir.
3. Flood Mitigation Forest
Mengelola area hutan yang secara alami berfungsi sebagai penyerap dan pengontrol banjir, menjaga kestabilan ekosistem dan masyarakat sekitar.
Pada dasarnya, praktik kehutanan tahan iklim ini diatur oleh prinsip pengelolaan adaptif yang memungkinkan penyesuaian terus-menerus sesuai kondisi iklim yang berubah.
Climate Resilient Forest Practices dan Standar dan Kerangka Global
Perusahaan perlu memahami praktik ini karena memiliki kaitan erat dengan standar dan kerangka transisi bisnis untuk mengupayakan mitigasi perubahan iklim sebagai bagian dari strategi sustainability.
1. Kaitan dengan TNFD (Taskforce on Nature-related Financial Disclosures)
TNFD membantu perusahaan mengidentifikasi, mengelola, dan melaporkan risiko serta peluang terkait alam, terutama dalam pengelolaan hutan yang menjadi aspek penting pengungkapan keberlanjutan.
Dengan praktik kehutanan tahan iklim, perusahaan dapat mengurangi risiko fisik dari gangguan iklim serta risiko regulasi dan reputasi, meningkatkan ketahanan bisnis dan transparansi pelaporan
2. Nature-based Solutions (NbS)
NbS menekankan solusi berbasis alam yang esensial dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Integrasi praktik kehutanan ini mendukung akses perusahaan pada insentif investasi hijau dan membantu memenuhi standar global pengungkapan iklim, sehingga memperkuat posisi sebagai pemimpin keberlanjutan dan membuka peluang pendanaan baru.
Memahami dan mengintegrasikan praktik kehutanan ini dalam strategi bisnis tidak hanya membantu memenuhi standar pengungkapan dan regulasi yang berkembang tetapi juga memperkuat posisi bisnis sebagai pemimpin tanggung jawab lingkungan.
Peran Lanskap Hutan dalam Mitigasi Perubahan Iklim dan Ketahanan Bisnis
Hutan memiliki kapasitas alami untuk menyerap sekitar seperseribu karbon global setiap tahun dan menjadi elemen penting dalam pengelolaan keberlanjutan lingkungan dan iklim. Pendekatan berbasis lanskap yang integral membantu perencanaan dan pengelolaan yang mempertimbangkan risiko perubahan iklim dan biodiversitas.
Bagi bisnis, khususnya di sektor manufaktur, agro-industri, energi, dan kehutanan, integrasi praktik kehutanan tahan iklim berkontribusi pada mitigasi karbon dan risiko yang krusial. Pengelolaan lanskap hutan yang adaptif dapat memberi manfaat berikut.
- Meminimalkan kerusakan akibat kejadian iklim ekstrem seperti banjir dan kekeringan, yang berpotensi mengganggu rantai pasok dan produksi.
- Mendukung konservasi sumber daya alam yang menjadi modal utama usahanya.
- Menyediakan peluang investasi strategis berbasis keberlanjutan yang dapat meningkatkan nilai bisnis dan reputasi di mata pemangku kepentingan.
Contoh Implementasi Climate Resilient Forest Practices Skala Global
Proyek riset kolaboratif antara IKEA dan European Forest Institute mengadopsi teknik kehutanan yang berorientasi pada keberlanjutan dan adaptasi, seperti continuous cover forestry dan close-to-nature forestry.
Teknik ini bertujuan meningkatkan daya tahan hutan terhadap gangguan iklim ekstrem sekaligus meningkatkan keanekaragaman hayati.
Sebuah kajian di Korea Selatan juga menunjukkan bahwa perencanaan kehutanan dengan pendekatan pembangunan tahan iklim mampu menjaga keseimbangan kelas umur pohon dan meningkatkan penyerapan karbon seiring waktu. Pendekatan tersebut menghasilkan manfaat jangka panjang untuk sumber daya hutan dan bisnis terkait.
Langkah Implementasi dan Peran Satuplatform
Pendekatan landscape-based mitigation and adaptation yang berpusat pada pembangunan ketahanan hutan memungkinkan bisnis mengambil langkah konkret dan menyeluruh dalam rencana aksi dan mitigasi perubahan iklim-nya.
Satuplatform menyediakan alat dan dukungan untuk mengintegrasikan praktik kehutanan tahan iklim dalam strategi mitigasi iklim maupun climate action plan.
Layanan Climate Management kami menawarkan solusi lengkap: Carbon & ESG Management, Sustainability Report & GHG Report, Supplier Sustainability Management hingga Carbon Economy Service.
Perusahaan dapat melakukan pemantauan real-time, pelaporan, dan pengelolaan karbon yang terkait dengan aktivitas kehutanan secara efektif, serta mengevaluasi risiko iklim untuk mendukung ketahanan bisnis.
Mitigasi Perubahan Iklim Adaptif untuk Transisi Ekonomi Hijau
Melalui investasi lanskap hutan yang adaptif, bisnis dapat menavigasi risiko untuk membuka peluang strategis baru, memperkuat keberlanjutan operasional bisnis dan ekosistemnya, sekaligus melakukan transisi penuh menuju ekonomi hijau.Akses demo gratis layanan kami dan konsultasi kebutuhan climate management Anda dengan tim ahli kami.
Similar Article
Membangun Karier di Sustainability: Seberapa Besar Peluang Green Jobs?
Survei global yang dilakukan oleh salah satu perusahaan Big Four menunjukkan bahwa 86% Gen Z dan 89% Milenial menganggap penting…
Pengaruh Sustainability Report terhadap Nilai Perusahaan: Mengapa Semakin Penting di Era ESG?
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap bisnis berkelanjutan, sustainability report menjadi salah satu dokumen penting. Dokumen ini umumnya digunakan perusahaan untuk…
Sustainability Report Manual vs Digital: Mana yang Lebih Efektif untuk Perusahaan Anda?
Menyusun sustainability report atau laporan keberlanjutan kini menjadi kebutuhan nyata bagi perusahaan di Indonesia bukan hanya bagi emiten publik yang…
ESG untuk Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG)
Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) adalah salah satu sektor dengan jejak lingkungan dan sosial terbesar di dunia. Dari rantai pasokan…
Panduan Membuat Baseline Emisi Karbon Perusahaan
Di tengah meningkatnya tekanan regulasi dan ekspektasi pemangku kepentingan terhadap keberlanjutan, semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mulai menyusun strategi…
Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM): Ancaman atau Peluang bagi Ekspor Indonesia?
Uni Eropa (UE) tengah mengubah cara dunia berbisnis. Mulai 2026, setiap produk yang masuk ke pasar Eropa dari negara-negara di…

