Bursa Karbon Indonesia: Peluang dan Tantangan dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)

Bursa Karbon Indonesia: Peluang dan Tantangan dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)

Presiden Joko Widodo telah secara resmi meluncurkan Bursa Karbon Indonesia pada 26 September 2023 lalu. Hal ini sebagai bagian dari upaya Indonesia dalam melawan krisis dunia akibat perubahan iklim. Sebelumnya, izin penyelenggaraan bursa karbon juga telah dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Keputusan nomor KEP-77/D.04/2023 kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 September 2023. Ini membuktikan bahwa Indonesia kian serius berkontribusi mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) melalui skema perdagangan kredit karbon. Baca Juga: Pengertian Emisi Karbon: Sumber, Dampak, dan Cara Mengatasinya Emisi GRK Peran Bursa Karbon Indonesia dalam Mengurangi Emisi GRK Hadirnya Bursa Karbon Indonesia merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk dapat turut serta mengatasi masalah dan dampak akibat emisi gas rumah kaca. Presiden menyebut bahwa Bursa Karbon Indonesia dapat berperan signifikan kepada pengurangan emisi karbon nasional maupun dunia. Adapun beberapa peran penting lainnya yang dapat dimainkan oleh Bursa Karbon Indonesia dalam upaya mengurangi emisi GRK diantaranya: Bursa Karbon Indonesia dapat menjadi platform perdagangan hak emisi karbon dan menciptakan mekanisme pasar yang memberikan insentif ekonomi bagi perusahaan melalui praktik jual-beli karbon. Mendukung upaya pemerintah dalam mengejar target untuk menurunkan emisi GRK sesuai ratifikasi Paris Agreement. Mendorong seluruh lingkungan bisnis bergerak ke arah perdagangan karbon. Menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia atau target pengurangan emisi. Mendorong perusahaan mulai mengadopsi teknologi hijau untuk mengurangi emisi dan meningkatkan daya saing mereka di pasar karbon. Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengurangan emisi dan keterlibatan pemangku kepentingan, termasuk perusahaan, pemerintah dan masyarakat. Untuk mengoptimalkan perannya, seluruh pihak perlu bekerja sama menjalankan inisiatif ini untuk mencapai target pengurangan emisi dan mendukung komitmen Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim. Baca Juga: Jejak Karbon di Industri Pangan Peluang Bursa Karbon di Indonesia Menurut Refinitiv, sebagaimana dikutip dari Ekonomi Bisnis, nilai pasar karbon tahun 2022 secara global diestimasikan mencapai US$ 909 miliar atau setara Rp13.635 triliun. Nilai pasar pun naik 14% karena harga yang menanjak signifikan. Kemudian, nilai pasar karbon di pasar karbon terbesar dunia, European Union Emissions Trading System (EU ETS), mencapai sekitar 751 miliar euro atau setara Rp12.057 triliun pada tahun 2022. Angka tersebut naik 10% dari tahun sebelumnya dan mewakili 87% dari total pasar karbon global. Bagaimana dengan bursa karbon di Indonesia? Sejumlah pihak menyebut, nilai pasar perdagangan karbon dalam negeri diestimasikan dapat mencapai ratusan miliar dolar. Angkanya berpotensi menyentuh US$ 300 miliar atau sekitar Rp4.500 triliun per tahun.  Presiden Joko Widodo pun juga menyampaikan bahwa nature-based solutions yang dimiliki Indonesia punya potensi yang luar biasa. Sekitar 113,18 gigaton total emisi karbon yang mampu diserap Indonesia dapat berkontribusi dalam upaya pemenuhan pengurangan emisi karbon dari sektor alam. Hal tersebut diyakini dapat memberikan sebuah kesempatan ekonomi baru yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, sejalan dengan arah dunia yang sedang menuju kepada ekonomi hijau. Tantangan Bursa Karbon di Indonesia Meskipun pemerintah optimis akan kesempatan dan peluang yang ada, perlu diperhatikan bahwa terdapat tantangan terkait pelaksanaan bursa karbon di Indonesia yang perlu dihadapi. Bawono Kristiaji, Director of DDTC Fiscal Research & Advisory menyampaikan dalam Hukumonline Sharing Session, ada beberapa tantangan yang mungkin dapat terjadi. Diantaranya adalah kurangnya ketersediaan pasar karbon, efektivitas pengurangan emisi, standarisasi, verifikasi, integrasi dan transparansi, potensi praktik greenwashing, regulasi yang tepat, intensitas teknologi dan SDM yang berkeahlian, risiko campur tangan politik, hingga pasar karbon yang sepi dan tidak aktif. Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat melihat dan memanfaatkan dengan cerdas potensi bursa karbon. Didukung oleh pengawasan dari konsumen dan masyarakat untuk memastikan bahwa bursa karbon berjalan sesuai tujuan demi mencapai pengurangan emisi karbon yang direncanakan. Lalu, sudahkah Anda mengelola data ESG dan perhitungan karbon secara efektif dan berkualitas? Wujudkan dengan mudah bersama Satuplatform sebagai platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG management, carbon accounting, dan sustainability reporting. Membantu Anda mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. /*! elementor – v3.18.0 – 20-12-2023 */ .elementor-heading-title{padding:0;margin:0;line-height:1}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title[class*=elementor-size-]>a{color:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-small{font-size:15px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-medium{font-size:19px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-large{font-size:29px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xl{font-size:39px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xxl{font-size:59px} Similar Article Bursa Karbon Indonesia: Peluang dan Tantangan dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Tantangan Utama dalam Menyiapkan Laporan Keberlanjutan Sustainability report atau laporan keberlanjutan merupakan salah satu instrumen pelaporan khusus yang kehadirannya saat ini begitu dibutuhkan, terutama bagi perusahaan. Hal ini selaras dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap praktik berkelanjutan, hadirnya laporan ini dapat menciptakan beragam citra positif bagi mereka. Laporan ini membahas praktik bisnis berkelanjutan, pencapaian tujuan keberlanjutan, serta langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi tantangan dan memperbaiki dampak negatif yang mungkin terjadi pada lingkungan, ekonomi, dan sosial dari kegiatan operasional mereka. Baca Juga: Sustainability Report: Transparansi Membangun Kepercayaan Sustainability report penting bukan hanya karena memungkinkan perusahaan mengidentifikasi risiko dan peluang yang mungkin berdampak pada kinerja jangka panjang, namun juga… Siapa Saja yang Seharusnya Terlibat dalam Penerapan ESG di Indonesia? Environmental, Social, and Governance (ESG) adalah kerangka kerja yang digunakan untuk mengukur dan menilai kinerja keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan. mencakup tiga dimensi utama yang digunakan untuk mengevaluasi dampak bisnis pada lingkungan, masyarakat, dan tata kelola perusahaan. Peran Environmental, Social, and Governance semakin penting di masa kini. Hal ini dipengaruhi juga oleh berbagai faktor, termasuk meningkatnya kesadaran masyarakat, tuntutan pemangku kepentingan, dan perubahan dinamika bisnis global. Baca Juga: ESG Ratings: Kriteria dan Investasi Tidak hanya itu, dalam beberapa tahun terakhir, investor menjadi lebih sadar akan pentingnya kriteria ESG dalam keputusan investasi mereka. Hasilnya, banyak perusahaan mulai mengintegrasikan ESG ke… Pengertian Emisi Karbon: Sumber, Dampak, dan Cara Mengatasinya Produksi emisi karbon tanpa disadari terus meningkat secara pesat. Sebanyak lebih dari 35 miliar ton emisi karbon timbul setiap tahunnya dari kegiatan pembakaran bahan bakar fosil dan industri di seluruh dunia. Baca Juga: Alasan Perusahaan Perlu Menghitung Jejak Karbon Aktivitas manusia diyakini telah memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer. Berbagai konsekuensi dari peningkatan emisi karbon yang tidak terkendali melibatkan perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan ancaman terhadap kesehatan manusia pun dapat semakin memburuk. Diperlukan kesadaran dari banyak pihak, mulai dari pemerintah hingga kalangan masyarakat dan pelaku industri untuk mulai ikut berperan memperbaiki keadaan dan membantu mengurangi emisi karbon… Mereduksi Konsumsi Energi pada Bangunan, …

Tantangan Utama dalam Menyiapkan Laporan Keberlanjutan

Tantangan Utama dalam Menyiapkan Laporan Keberlanjutan

Sustainability report atau laporan keberlanjutan merupakan salah satu instrumen pelaporan khusus yang kehadirannya saat ini begitu dibutuhkan, terutama bagi perusahaan. Hal ini selaras dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap praktik berkelanjutan, hadirnya laporan ini dapat menciptakan beragam citra positif bagi mereka. Laporan ini membahas praktik bisnis berkelanjutan, pencapaian tujuan keberlanjutan, serta langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi tantangan dan memperbaiki dampak negatif yang mungkin terjadi pada lingkungan, ekonomi, dan sosial dari kegiatan operasional mereka. Baca Juga: Sustainability Report: Transparansi Membangun Kepercayaan Sustainability report penting bukan hanya karena memungkinkan perusahaan mengidentifikasi risiko dan peluang yang mungkin berdampak pada kinerja jangka panjang, namun juga karena dapat membantu meningkatkan transparansi dan meningkatkan citra merek. Sustainability report yang transparan dan kredibel juga dapat membantu menarik minat investor untuk berinvestasi. Laporan Keberlanjutan Tantangan dalam Menyiapkan Sustainability Report Menyiapkan laporan keberlanjutan bisa menjadi tantangan, mengingat terdapat berbagai aspek yang perlu dipersiapkan. Beberapa tantangan umum yang dihadapi dalam proses penyusunan laporan keberlanjutan melibatkan kompleksitas, transparasi, hingga pengukuran dampak. Baca Juga: Menilik Sejarah Sustainability Report 1. Kerumitan Data dan Pengukuran Merupakan tugas yang kompleks untuk dapat mengumpulkan data yang akurat dan relevan mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk dimasukkan ke dalam laporan. Perusahaan perlu mengembangkan metode pengukuran yang efektif untuk dapat mengatasi indikator yang sulit diukur secara kuantitatif. 2. Konsistensi dan Standardisasi Saat ini terdapat beberapa kerangka kerja yang telah menjadi standar dalam menyusun laporan keberlanjutan, salah satunya yang dikembangkan oleh The Global Reporting Initiative (GRI). Namun, inkonsistensi seringkali menjadi tantangan dalam mengimplementasikan data ke dalam laporan. 3. Kompleksitas dan Keterbatasan Dibutuhkan investasi, waktu, tenaga, dan sumber daya keuangan untuk dapat mengumpulkan, mengelola, dan melaporkan dampak keberlanjutan dari seluruh data rantai pasokan yang kompleks sehingga dapat diterjemahkan dan dimengerti dengan baik. 4. Pengukuran Dampak Sosial Mengukur dampak sosial yang dilakukan perusahaan, seperti kontribusi terhadap masyarakat sekitar atau kesejahteraan karyawan bisa menjadi sulit dilakukan mengingat perlu dilakukan secara objektif. 5. Tuntutan Peraturan yang Berubah Peraturan pelaporan keberlanjutan bisa saja mengalami perubahan atau pembaharuan. Menyebabkan perusahaan perlu beradaptasi dan memastikan kepatuhan mereka dengan standar dan persyaratan yang berlaku. Meskipun banyak tantangan yang dihadapi, menyusun laporan keberlanjutan juga memberikan peluang untuk meningkatkan praktik bisnis dan membangun hubungan yang lebih baik dengan pemangku kepentingan. Mulai Menyiapkan Laporan Keberlanjutan Menyiapkan laporan keberlanjutan melibatkan serangkaian langkah dan proses yang sistematis. Penyusunan laporan keberlanjutan memerlukan kerja sama antara berbagai departemen dalam organisasi dan memerlukan pendekatan yang terstruktur serta komitmen pada transparansi dan tanggung jawab keberlanjutan. Anda bisa mulai dengan menentukan tujuan dan sasaran yang jelas dan selaras dengan strategi keberlanjutan perusahaan, mengidentifikasi dan melibatkan pemangku kepentingan yang relevan, memilih pedoman pelaporan yang sesuai di antara GRI, SASB, atau ISO 26000 untuk perusahaan anda, mulai mengumpulkan dan menganalisis data yang diperlukan dalam laporan, memperkuat statement dari pemangku kepentingan, dan seterusnya hingga akhirnya laporan siap diterbitkan dengan percaya diri. Namun, semua itu dapat Anda lakukan dengan lebih mudah bersama Satuplatform, sebuah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting.  Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article Carbon Capture and Storage For Mitigating the Climate Change Climate change continues to be such a pressing global issue. The effects of climate change are inevitable for every country. This includes the phenomenon of water scarcity, increasing risk of agricultural drought, massive heat waves, and so on.  There have been several initiatives to tackle climate change, such as the Paris Agreement and the Agenda of Sustainable Development Goals (SDGs), which also concern zero-carbon initiatives. The United Nations Economic Commission for Europe (UNECE), as a multilateral platform that facilitates greater economic integration and promotes sustainable development, has set the target for its member countries to deploy zero-carbon and negative-carbon technologies… Sejarah Penerapan Pajak Karbon Penerapan pajak karbon dilakukan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan pengurangan emisi karbon dan menekan perubahan iklim Pajak Karbon: Pengertian, Manfaat, hingga Contoh Penerapannya Berbagai manfaat bisa diperoleh dari pajak karbon dalam upaya mengatasi perubahan iklim dan mendorong transisi menuju ekonomi berkelanjutan 3 Isu Lingkungan Berikut Ini Didorong untuk Segera Ditangani Isu lingkungan masih menjadi salah satu topik permasalahan yang didorong untuk segera diselesaikan pemerintah 5 Cara Mengurangi Jejak Karbon dari Aktivitas Perkantoran Jejak karbon salah satunya dapat bersumber dari aktivitas kantor/perkantoran dan disebabkan oleh banyak faktor. Sejauh Mana Upaya Indonesia Melawan Krisis Perubahan Iklim? Perubahan iklim menjadi ancaman serius yang dapat membahayakan keberlanjutan bumi, lingkungan, juga masa depan manusia. Hal ini perlu dihadapi dengan serius oleh seluruh negara yang ada, termasuk Indonesia. Baca Juga: 3 Fakta Terbaru Kondisi Perubahan Iklim  Menurut Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI, pada acara The 11th Indonesia EBTKE Conference and Exhibition 2023, menyampaikan bahwa perubahan iklim bisa sangat berisiko signifikan bagi keberlangsungan dunia. Terutama negara berpenghasilan rendah dan negara berkembang.  Di Indonesia sendiri, menurut data BMKG, suhu udara rata-rata di Indonesia per Oktober 2023 mencapai 27,7 derajat Celcius. Mengalami kenaikan sebanyak 0,7 derajat Celcius dibandingkan periode rata-rata kurun 1991-2020…

Siapa Saja yang Seharusnya Terlibat dalam Penerapan ESG di Indonesia?

Siapa Saja yang Seharusnya Terlibat dalam Penerapan ESG di Indonesia?

Pengertian ESG Environmental, Social, and Governance (ESG) adalah kerangka kerja yang digunakan untuk mengukur dan menilai kinerja keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan. Mencakup tiga dimensi utama yang digunakan untuk mengevaluasi dampak bisnis pada lingkungan, masyarakat, dan tata kelola perusahaan. Peran Environmental, Social, and Governance semakin penting di masa kini. Hal ini dipengaruhi juga oleh berbagai faktor, termasuk meningkatnya kesadaran masyarakat, tuntutan pemangku kepentingan, dan perubahan dinamika bisnis global. Baca Juga: ESG Ratings: Kriteria dan Investasi Tidak hanya itu, dalam beberapa tahun terakhir, investor menjadi lebih sadar akan pentingnya kriteria ESG dalam keputusan investasi mereka. Hasilnya, banyak perusahaan mulai mengintegrasikan ESG ke dalam operasi dan strategi bisnis mereka. ESG Peran ESG di Masa Kini Konsep ini tidak lagi hanya menjadi sebuah tren, tetapi semakin menjadi landasan bagi keberlanjutan bisnis jangka panjang.  Peran hal ini dapat menciptakan dampak signifikan pada bagaimana perusahaan beroperasi, diukur, dan dinilai di tengah dinamika bisnis dan sosial yang berkembang pesat. Konsep ini berfungsi sebagai sistem penilaian yang mempertimbangkan permasalahan terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola. Kerangka kerja ESG penting bagi investasi berkelanjutan karena dapat membantu organisasi menentukan nilai-nilai keberlanjutan dan memastikan berjalan sesuai garis untuk mencapai tujuan mereka. Dengan melihat kondisi sekarang, penting bagi organisasi dunia mulai melakukan peralihan dan beradaptasi dengan inisiatif-inisiatif ESG. Baca Juga: ESG: 3 Kriteria yang Harus Perusahaan Penuhi Penerapan ESG di Indonesia Di Indonesia sendiri, penerapan ESG masih menghadapi tantangan dan belum diimplementasikan secara optimal. Menurut survei IBCSD, 40% perusahaan di Indonesia belum sadar terhadap pentingnya penerapan konsep ini dalam kegiatan bisnis. Selain itu juga, berdasarkan survei IBCSD tahun 2021, Indeks ESG Indonesia berada pada peringkat 36 dari 47 pasar modal di dunia. Tantangan di berbagai aspek dalam penerapannya menjadi hal yang perlu diperhatikan dan diatasi, di antaranya: Tidak mempunyai keahlian Merasa belum siap dan terus menunda Tidak mempunyai resources yang cukup  Biaya konsultan yang cukup mahal Konsep ini sangat kompleks dan tidak tahu untuk memulai dari mana Meski begitu, penerapan ESG di Indonesia didukung dengan keseriusan pemerintah melalui dikeluarkannya berbagai kebijakan terkait hal ini untuk semakin menguatkan implementasi ESG. Kebijakan tersebut di antaranya: UU No.16/2016 Pengesahan Paris Agreement Perpres 59/2017 Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan POJK 51/2017 Keuangan Berkelanjutan & Taksonomi Hijau Roadmap Transisi Energi & RUPTL PLN Percepatan Program KBLBB (Electric Vehicle) UU No.7/2021 & RUU PPSK: Carbon Tax & Carbon Trading Pihak-Pihak yang Seharusnya Terlibat dalam Penerapan ESG Meskipun terdapat sejumlah tantangan, kolaborasi, kesadaran, dan langkah-langkah konkret diyakini dapat mendukung penerapan secara efektif dan berkelanjutan di Indonesia.  Oleh karena itu, penerapan Environmental, Social, and Governance di Indonesia perlu melibatkan kontribusi dari berbagai pemangku kepentingan. Bertujuan memastikan adopsi yang holistik dan mendalam dari prinsip-prinsip keberlanjutan dalam kegiatan bisnis dan investasi. Perusahaan dan Organisasi Bisnis Mereka merupakan aktor kunci dalam implementasi, melalui kebijakan dan praktik berkelanjutan. Pemerintah dan Regulator Pemerintah dan regulator memiliki peran dalam menciptakan lingkungan regulasi yang mendukung dan mendorong penerapannya.  Lembaga Keuangan Lembaga keuangan, seperti bank dan lembaga pembiayaan, memiliki pengaruh besar dalam mendukung atau menahan perusahaan berdasarkan prinsip utamanya konsep ini. Media Media memiliki peran penting dalam memberikan informasi dan menciptakan kesadaran publik terkait keberlanjutan dan praktik-praktiknya di perusahaan.  Institusi Pendidikan Institusi pendidikan dan penelitian dapat berkontribusi dalam peningkatan pemahaman dan pengetahuan.  Masyarakat Masyarakat dan organisasi non-pemerintah (LSM) memainkan peran kritis dalam mengawasi dan mendorong keberlanjutan perusahaan. Your All-in-One Sustainability Platform Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article Sejarah Penerapan Pajak Karbon Penerapan pajak karbon dilakukan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan pengurangan emisi karbon dan menekan perubahan iklim Pajak Karbon: Pengertian, Manfaat, hingga Contoh Penerapannya Berbagai manfaat bisa diperoleh dari pajak karbon dalam upaya mengatasi perubahan iklim dan mendorong transisi menuju ekonomi berkelanjutan 3 Isu Lingkungan Berikut Ini Didorong untuk Segera Ditangani Isu lingkungan masih menjadi salah satu topik permasalahan yang didorong untuk segera diselesaikan pemerintah 5 Cara Mengurangi Jejak Karbon dari Aktivitas Perkantoran Jejak karbon salah satunya dapat bersumber dari aktivitas kantor/perkantoran dan disebabkan oleh banyak faktor. Sejauh Mana Upaya Indonesia Melawan Krisis Perubahan Iklim? Perubahan iklim menjadi ancaman serius yang dapat membahayakan keberlanjutan bumi, lingkungan, juga masa depan manusia. Hal ini perlu dihadapi dengan serius oleh seluruh negara yang ada, termasuk Indonesia. Baca Juga: 3 Fakta Terbaru Kondisi Perubahan Iklim  Menurut Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI, pada acara The 11th Indonesia EBTKE Conference and Exhibition 2023, menyampaikan bahwa perubahan iklim bisa sangat berisiko signifikan bagi keberlangsungan dunia. Terutama negara berpenghasilan rendah dan negara berkembang.  Di Indonesia sendiri, menurut data BMKG, suhu udara rata-rata di Indonesia per Oktober 2023 mencapai 27,7 derajat Celcius. Mengalami kenaikan sebanyak 0,7 derajat Celcius dibandingkan periode rata-rata kurun 1991-2020… Penerapan Energi Bersih di Indonesia Ditengah ketergantungan dunia terhadap energi konvensional yang semakin terbatas, diperlukan sebuah perubahan yang mendorong masyarakat beralih ke penggunaan energi yang berkelanjutan. Transisi menuju energi bersih adalah salah satu yang bisa dilakukan. Baca Juga: Energi Baru Terbarukan yang Diterapkan di Indonesia Energi bersih merupakan sumber energi dan teknologi yang mengandung gas rumah kaca lebih rendah bahkan nol dibandingkan sumber energi konvensional. Energi bersih umumnya memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah, berbeda dengan energi dari bahan bakar fosil. Energi Bersih Penggunaan energi bersih bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan keberlanjutan, dan meminimalisir dampak negatif penggunaannya terhadap lingkungan. Beberapa jenis energi bersih…

Pengertian Emisi Karbon: Sumber, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Pengertian Emisi Karbon: Sumber, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Produksi emisi karbon tanpa disadari terus meningkat secara pesat. Sebanyak lebih dari 35 miliar ton emisi karbon timbul setiap tahunnya dari kegiatan pembakaran bahan bakar fosil dan industri di seluruh dunia. Baca Juga: Alasan Perusahaan Perlu Menghitung Jejak Karbon Aktivitas manusia diyakini telah memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer. Berbagai konsekuensi dari peningkatan emisi karbon yang tidak terkendali melibatkan perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan ancaman terhadap kesehatan manusia pun dapat semakin memburuk. Diperlukan kesadaran dari banyak pihak, mulai dari pemerintah hingga kalangan masyarakat dan pelaku industri untuk mulai ikut berperan memperbaiki keadaan dan membantu mengurangi emisi yang biasa dihasilkan. Emisi Karbon Apa Itu Emisi Karbon? Pengertian emisi karbon (carbon emissions) adalah zat hasil dari aktivitas pembakaran senyawa-senyawa yang mengandung karbon. Emisi ini menjadi penyumbang utama peningkatan efek rumah kaca yang berperan dalam pemanasan global.  Dikutip dari Our World in Data, emisi karbon berada pada tingkat sangat rendah sebelum terjadinya Revolusi Industri. Hingga pada tahun 1950 dunia mulai menghasilkan 6 miliar ton CO2 dan terus meningkat pesat sampai saat ini. Diproduksi dari berbagai sumber yang kebanyakan merupakan bagian dari aktivitas manusia. Baca Juga: Jejak Karbon di Industri Pangan Darimana Emisi Karbon Dihasilkan? Emisi CO2 dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk aktivitas manusia dan alam. Sederhananya, zat ini bisa dilihat dalam wujud asap knalpot kendaraan bermotor dan asap sisa kegiatan pabrik/industri. Berikut ini adalah kegiatan yang menjadi sumber-sumber penghasil emisi karbon. Pembakaran Bahan Bakar Fosil Salah satu sumber utama emisi karbon dunia adalah kegiatan pembakaran bahan bakar fosil, termasuk batu bara, minyak bumi, dan gas alam.  Aktivitas ini biasa terjadi dalam kegiatan industri, sistem transportasi, dan pembangkit listrik yang melepaskan sejumlah karbon dioksida ke atmosfer dan menimbulkan efek rumah kaca. Deforestasi Kegiatan menebang hutan secara besar-besaran atau deforestasi dapat menghilangkan kemampuan hutan dalam menyerap karbon. Selain itu, terjadinya kebakaran hutan yang dilakukan secara sengaja dan tidak bertanggung jawab dapat mengurangi jumlah hutan dan meningkatkan jumlah emisi karbon di atmosfer. Kegiatan Industri Penggunaan bahan bakar fosil, produksi listrik, pengolahan limbah, beternak hingga proses pembuatan semen merupakan contoh kegiatan industri yang melepaskan emisi ke alam. Kegiatan industri seringnya menghasilkan emisi zat-zat yang membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan. Terlebih emisi karbon kian meningkat pasca terjadinya era industri di tahun 1750-an sampai saat ini. Pertanian Sekitar 13% emisi gas rumah kaca di Indonesia disumbang dari sektor pertanian sebagaimana dikutip dari Low Carbon Development Indonesia. Hal ini bisa terjadi melalui manajemen pertanian yang tidak berkelanjutan, seperti pembakaran lahan dan perubahan praktik pertanian yang faktanya melepaskan CO2 ke alam. Pembakaran Sampah Meski terlihat sebagai cara cepat dalam mengelola sampah, sampah yang dibakar akan berubah menjadi gas karbon dioksida dan menyumbang sekitar 40 sampai 50 persen massa karbon di atmosfer. Memperparah pemanasan global. Dampak dari Emisi Karbon Peningkatan emisi karbon memberikan dampak negatif tidak hanya bagi manusia, namun juga lingkungan. Pemanasan global, naiknya permukaan air laut, meningkatnya suhu bumi, perubahan iklim yang ekstrem, pencemaran udara, dan hilangnya keanekaragaman hayati menjadi dampak dari semakin parahnya jumlah emisi karbon.  Hal ini tentu dapat berdampak pada kesehatan manusia. Untuk menghindari konsekuensi serius ini, upaya global diperlukan untuk mengurangi emisi karbon dan beralih ke sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan Mengatasi Masalah Emisi Karbon Diperlukan pendekatan terpadu dan tindakan konkret dari individu, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat secara keseluruhan untuk membantu mengurangi emisi karbon. Dimulai dengan bijak dalam berkegiatan, seperti menggunakan transportasi umum dan pilihan kendaraan berkelanjutan lainnya, beralih ke energi terbarukan dan mengurangi konsumsi energi fosil, melindungi dan melakukan reboisasi yang dapat membantu mengurangi emisi dan meningkatkan kapasitas penyerapan karbon, mengelola sampah secara tepat dan bertanggung jawab serta memahami lebih dalam upaya dalam mengatasi perubahan iklim. Your All-in-One Sustainability Platform Siapapun dapat berkontribusi dalam mewujudkan pengurangan emisi karbon dan mengatasi perubahan iklim. Untuk itu Satuplatform hadir mendukung perusahaan mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku.  Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article Sejarah Penerapan Pajak Karbon Penerapan pajak karbon dilakukan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan pengurangan emisi karbon dan menekan perubahan iklim Pajak Karbon: Pengertian, Manfaat, hingga Contoh Penerapannya Berbagai manfaat bisa diperoleh dari pajak karbon dalam upaya mengatasi perubahan iklim dan mendorong transisi menuju ekonomi berkelanjutan 3 Isu Lingkungan Berikut Ini Didorong untuk Segera Ditangani Isu lingkungan masih menjadi salah satu topik permasalahan yang didorong untuk segera diselesaikan pemerintah 5 Cara Mengurangi Jejak Karbon dari Aktivitas Perkantoran Jejak karbon salah satunya dapat bersumber dari aktivitas kantor/perkantoran dan disebabkan oleh banyak faktor. Sejauh Mana Upaya Indonesia Melawan Krisis Perubahan Iklim? Perubahan iklim menjadi ancaman serius yang dapat membahayakan keberlanjutan bumi, lingkungan, juga masa depan manusia. Hal ini perlu dihadapi dengan serius oleh seluruh negara yang ada, termasuk Indonesia. Baca Juga: 3 Fakta Terbaru Kondisi Perubahan Iklim  Menurut Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI, pada acara The 11th Indonesia EBTKE Conference and Exhibition 2023, menyampaikan bahwa perubahan iklim bisa sangat berisiko signifikan bagi keberlangsungan dunia. Terutama negara berpenghasilan rendah dan negara berkembang.  Di Indonesia sendiri, menurut data BMKG, suhu udara rata-rata di Indonesia per Oktober 2023 mencapai 27,7 derajat Celcius. Mengalami kenaikan sebanyak 0,7 derajat Celcius dibandingkan periode rata-rata kurun 1991-2020… Penerapan Energi Bersih di Indonesia Ditengah ketergantungan dunia terhadap energi konvensional yang semakin terbatas, diperlukan sebuah perubahan yang mendorong masyarakat beralih ke penggunaan energi yang berkelanjutan. Transisi menuju energi bersih adalah salah satu yang bisa dilakukan. Baca Juga: Energi Baru Terbarukan yang Diterapkan di Indonesia Energi bersih merupakan sumber energi dan teknologi yang mengandung gas rumah kaca lebih rendah bahkan nol dibandingkan sumber energi konvensional. Energi bersih umumnya memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah, berbeda dengan energi dari …

Mereduksi Konsumsi Energi pada Bangunan, Bagaimana?

Mereduksi Konsumsi Energi pada Bangunan, Bagaimana?

Aktivitas manusia sehari-hari faktanya dapat menghasilkan jejak karbon yang berdampak pada kondisi iklim global. Selain sektor transportasi dan industri yang umumnya menggunakan bahan bakar fosil dalam kegiatannya, bangunan juga mempunyai dampak lingkungan yang setara kegiatan tersebut. Menurut US Green Building Council, bangunan mewakili setidaknya 39% emisi karbon dunia secara langsung dan tidak langsung. Lebih besar dibandingkan jejak emisi yang dihasilkan transportasi dan aktivitas industri. Baca Juga: Energi Baru Terbarukan yang Diterapkan di Indonesia Terdapat dua cara emisi karbon diproduksi dari sebuah bangunan. Dihasilkan ketika proses pembangunan dilakukan (embodied CO2 emissions) dan emisi karbon yang berasal pada saat pemanfaatan bangunan. Untuk itulah konsep green building menjadi salah satu pendekatan ramah lingkungan yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi dampak negatif bangunan bagi lingkungan. Sebab salah satu indikatornya adalah bangunan diharuskan mengkonsumsi energi secara efisien sampai dengan zero energy. Energi Kontribusi Bangunan Dalam Menghasilkan Jejak Karbon Bangunan dapat melepaskan karbon dioksida secara langsung maupun tidak langsung dan keduanya memberikan dampak terhadap lingkungan dan perubahan iklim. Emisi bangunan langsung dapat berasal dari konsumsi energi dalam bangunan, seperti penggunaan listrik, pemanasan, dan pendinginan. Sayangnya, bagian tersebut bertanggung jawab atas sebagian besar konsumsi di gedung, mencapai 50 sampai 60 persen.  Selain itu, dapat juga berasal dari proses pembuatan, transportasi, dan instalasi material konstruksi, kegiatan operasional dan perawatan bangunan, serta pengelolaan gedung. Umumnya seluruh proses hampir menggunakan hal ini yang juga memiliki dampak terhadap lingkungan. Oleh karena itu, sebagai upaya mitigasi terhadap pemanasan global, sudah saatnya, besarnya emisi CO2 yang dihasilkan oleh bangunan dikendalikan. Upaya untuk mengurangi emisi langsung dapat melibatkan peningkatan efisiensinya dalam operasional bangunan dan beralih ke sumber energi terbarukan. Baca Juga: Konservasi Energi: Pengertian, Tujuan, dan Langkah untuk Mewujudkannya Melakukan Efisiensi Energi pada Bangunan Melakukan efisiensi pada bangunan adalah langkah yang penting untuk mengurangi dampak lingkungan. Manfaat lainnya adalah dapat membantu menekan biaya operasional dan meningkatkan kenyamanan penghuni.  Terdapat beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan efisiensi ini pada bangunan. 1. Perawatan Berkala Sistem HVAC Salah satu langkah efektif dalam menghemat penggunaannya pada bangunan adalah dengan secara rutin melakukan pemeliharaan sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning). Kegiatan ini termasuk memeriksa dan membersihkan berbagai bagian sistem secara menyeluruh, seperti filter yang tersumbat, saluran dan kumparan yang kotor, ventilasi yang dipenuhi serpihan, dan bagian yang lelah. Dengan mengatasi permasalahan ini, sistem HVAC dapat bekerja lebih efisien dan mencapai suhu yang disetel dengan lebih mudah, sehingga menghasilkan penghematan energi.  2. Isolasi Termal Pemasangan isolasi termal pada dinding, lantai, dan atap dapat membantu mempertahankan suhu di dalam bangunan. Ini dapat mengurangi kebutuhan pemanasan atau pendinginan dan penghematan. Menurut EPA, langkah ini juga dapat membantu menghemat hingga 10 persen tagihan energi. 3. Penggunaan Material Berkelanjutan Dengan memanfaatkan material konstruksi yang memiliki efisiensi yang tinggi dan ramah lingkungan dapat membantu mengurangi emisi energi yang terkait dengan siklus hidup bangunan. 4. Pemanfaatan Sinar Matahari Memaksimalkan pendayagunaan sinar matahari dapat mengurangi ketergantungan pada penerangan buatan dan pemanasan alami.  5. Beralih ke Perangkat Hemat Energi Menggunakan perangkat penghemat energi seperti termostat pintar, sensor gerak untuk pencahayaan, dan peralatan elektronik yang efisien dapat membantu mengurangi pemborosan. 6. Meningkatkan Pemahaman akan Efisiensi Energi Pendidikan dan keterlibatan penghuni sangat penting. Memastikan bahwa penghuni mengetahui cara menggunakan fasilitas dengan efisien dan mengadopsi praktik berkelanjutan dapat membantu meningkatkan efisiensi energi. Your All-in-One Sustainability Platform Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article Sejarah Penerapan Pajak Karbon Penerapan pajak karbon dilakukan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan pengurangan emisi karbon dan menekan perubahan iklim Pajak Karbon: Pengertian, Manfaat, hingga Contoh Penerapannya Berbagai manfaat bisa diperoleh dari pajak karbon dalam upaya mengatasi perubahan iklim dan mendorong transisi menuju ekonomi berkelanjutan 3 Isu Lingkungan Berikut Ini Didorong untuk Segera Ditangani Isu lingkungan masih menjadi salah satu topik permasalahan yang didorong untuk segera diselesaikan pemerintah 5 Cara Mengurangi Jejak Karbon dari Aktivitas Perkantoran Jejak karbon salah satunya dapat bersumber dari aktivitas kantor/perkantoran dan disebabkan oleh banyak faktor. Sejauh Mana Upaya Indonesia Melawan Krisis Perubahan Iklim? Perubahan iklim menjadi ancaman serius yang dapat membahayakan keberlanjutan bumi, lingkungan, juga masa depan manusia. Hal ini perlu dihadapi dengan serius oleh seluruh negara yang ada, termasuk Indonesia. Baca Juga: 3 Fakta Terbaru Kondisi Perubahan Iklim  Menurut Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI, pada acara The 11th Indonesia EBTKE Conference and Exhibition 2023, menyampaikan bahwa perubahan iklim bisa sangat berisiko signifikan bagi keberlangsungan dunia. Terutama negara berpenghasilan rendah dan negara berkembang.  Di Indonesia sendiri, menurut data BMKG, suhu udara rata-rata di Indonesia per Oktober 2023 mencapai 27,7 derajat Celcius. Mengalami kenaikan sebanyak 0,7 derajat Celcius dibandingkan periode rata-rata kurun 1991-2020… Penerapan Energi Bersih di Indonesia Ditengah ketergantungan dunia terhadap energi konvensional yang semakin terbatas, diperlukan sebuah perubahan yang mendorong masyarakat beralih ke penggunaan energi yang berkelanjutan. Transisi menuju energi bersih adalah salah satu yang bisa dilakukan. Baca Juga: Energi Baru Terbarukan yang Diterapkan di Indonesia Energi bersih merupakan sumber energi dan teknologi yang mengandung gas rumah kaca lebih rendah bahkan nol dibandingkan sumber energi konvensional. Energi bersih umumnya memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah, berbeda dengan energi dari bahan bakar fosil. Energi Bersih Penggunaan energi bersih bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan keberlanjutan, dan meminimalisir dampak negatif penggunaannya terhadap lingkungan. Beberapa jenis energi bersih…

Menilik Sejarah Sustainability Report

Menilik Sejarah Sustainability Report

Sustainability Report adalah pelaporan yang memuat tentang dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial dari kegiatan operasional bisnis. Dilakukan perusahaan untuk mengukur, mengungkap, dan sebagai upaya untuk menunjukkan akuntabilitas perusahaan kepada seluruh pemangku kepentingan. Baca Juga: Sustainability Report dan Fungsinya Laporan ini membahas praktik bisnis berkelanjutan yang diterapkan, pencapaian tujuan, serta langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi tantangan dan memperbaiki dampak negatif. Diharapkan adanya laporan keberlanjutan ini dapat mendorong perusahaan berkembang dengan lebih memerhatikan lingkungan.  Sustainability Report Awal Mula Hadirnya Sustainability Report Sejarah hadirnya sustainability report atau laporan keberlanjutan dimulai pada tahun 1980-an oleh sebuah industri kimia yang bertujuan untuk memperbaiki citranya. Kemudian hal ini dilakukan juga oleh perusahaan lainnya sebagai salah satu cara menarik minat investor yang peduli akan lingkungan. Perkembangan dalam menghadirkan kerangka keberlanjutan di bidang korporasi kemudian dilanjutan pada tahun 1994 oleh Elkington. Diperkenalkanlah prinsip The Triple Bottom Line, sebuah kerangka keberlanjutan yang bertujuan untuk menyeimbangkan dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi perusahaan. Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah perusahaan yang mulai membuat laporan keberlanjutan, diperlukan suatu standar yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk membuat laporan. The Global Reporting Initiative (GRI), sebagai ‘mekanisme akuntabilitas pertama yang memastikan perusahaan mematuhi prinsip-prinsip perilaku lingkungan yang bertanggung jawab yang kemudian menjadi pedoman dasar pelaporan keberlanjutan hingga saat ini. Baca Juga: Sustainability Report: Transparansi Membangun Kepercayaan Peran Penting dan Manfaat Sustainability Report Kini sustainability report sudah menjadi instrumen penting bagi perusahaan. Terlebih bagi mereka yang ingin membangun dan menjaga reputasi keberlanjutan, mengelola dampak bisnis, dan berkontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan.  1. Transparansi dan Akuntabilitas Sustainability report memberikan transparansi terhadap praktik bisnis dan dampak bisnis terhadap ekonomi, lingkungan, dan masyarakat. Melalui ketersediaan informasi yang jujur dan terperinci, bisnis membangun kepercayaan dan akuntabilitas di antara pemangku kepentingan, termasuk pelanggan, investor, dan pemerintah. 2. Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Dengan mengukur pencapaian terhadap tujuan dan target keberlanjutan, bisnis dapat menilai efektivitas strategi keberlanjutan mereka. 3. Menarik Investasi dan Pembiayaan Berkelanjutan Sustainability report dapat memberikan pemangku kepentingan, khususnya investor dan lembaga keuangan, gambaran yang lebih jelas tentang komitmen dan kinerja keberlanjutan bisnis. 4. Menyampaikan Nilai Bisnis Membantu bisnis untuk menyampaikan nilai bisnis mereka, termasuk bagaimana praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan efisiensi, inovasi, dan diferensiasi di pasar. 5. Mendukung Pemasaran dan Citra Merek Bisnis dapat menggunakan sustainability report sebagai alat pemasaran untuk menyoroti tanggung jawab sosial dan lingkungan lalu meningkatkan citra merek dan menarik konsumen yang semakin peduli dengan masalah-masalah keberlanjutan. 6. Mengidentifikasi Peluang dan Tantangan Informasi yang diberikan dalam laporan dapat membantu bisnis menyesuaikan strategi mereka sesuai dengan tren pasar dan perkembangan keberlanjutan. Pelaporan keberlanjutan telah mengalami kemajuan pesat dalam lebih dari 20 tahun terakhir. Kondisinya pun terus berubah mengikuti kondisi yang ada. Hal ini merupakan langkah besar yang diharapkan dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca baik dalam skala lokal maupun global Your All-in-One Sustainability Platform Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article Sejarah Penerapan Pajak Karbon Penerapan pajak karbon dilakukan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan pengurangan emisi karbon dan menekan perubahan iklim Pajak Karbon: Pengertian, Manfaat, hingga Contoh Penerapannya Berbagai manfaat bisa diperoleh dari pajak karbon dalam upaya mengatasi perubahan iklim dan mendorong transisi menuju ekonomi berkelanjutan 3 Isu Lingkungan Berikut Ini Didorong untuk Segera Ditangani Isu lingkungan masih menjadi salah satu topik permasalahan yang didorong untuk segera diselesaikan pemerintah 5 Cara Mengurangi Jejak Karbon dari Aktivitas Perkantoran Jejak karbon salah satunya dapat bersumber dari aktivitas kantor/perkantoran dan disebabkan oleh banyak faktor. Sejauh Mana Upaya Indonesia Melawan Krisis Perubahan Iklim? Perubahan iklim menjadi ancaman serius yang dapat membahayakan keberlanjutan bumi, lingkungan, juga masa depan manusia. Hal ini perlu dihadapi dengan serius oleh seluruh negara yang ada, termasuk Indonesia. Baca Juga: 3 Fakta Terbaru Kondisi Perubahan Iklim  Menurut Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI, pada acara The 11th Indonesia EBTKE Conference and Exhibition 2023, menyampaikan bahwa perubahan iklim bisa sangat berisiko signifikan bagi keberlangsungan dunia. Terutama negara berpenghasilan rendah dan negara berkembang.  Di Indonesia sendiri, menurut data BMKG, suhu udara rata-rata di Indonesia per Oktober 2023 mencapai 27,7 derajat Celcius. Mengalami kenaikan sebanyak 0,7 derajat Celcius dibandingkan periode rata-rata kurun 1991-2020… Penerapan Energi Bersih di Indonesia Ditengah ketergantungan dunia terhadap energi konvensional yang semakin terbatas, diperlukan sebuah perubahan yang mendorong masyarakat beralih ke penggunaan energi yang berkelanjutan. Transisi menuju energi bersih adalah salah satu yang bisa dilakukan. Baca Juga: Energi Baru Terbarukan yang Diterapkan di Indonesia Energi bersih merupakan sumber energi dan teknologi yang mengandung gas rumah kaca lebih rendah bahkan nol dibandingkan sumber energi konvensional. Energi bersih umumnya memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah, berbeda dengan energi dari bahan bakar fosil. Energi Bersih Penggunaan energi bersih bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan keberlanjutan, dan meminimalisir dampak negatif penggunaannya terhadap lingkungan. Beberapa jenis energi bersih…

Mengetahui Perbedaan ESG dan CSR

Mengetahui Perbedaan ESG dan CSR

Beberapa dari kita masih belum mengetahui perbedaan antara ESG dan CSR. Kedua istilah tersebut telah menjadi topik hangat beberapa tahun ke belakang dan seringkali digunakan dalam konteks keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan. Baca Juga: ESG: 3 Kriteria yang Harus Perusahaan Penuhi Meskipun ESG (Environmental, Social, and Governance) dan CSR (Corporate Social Responsibility) memiliki keterkaitan dengan konsep sustainability dan dampak sosial, namun keduanya memiliki perbedaan dalam cakupan dan fokus. Sederhananya, CSR adalah kerangka keberlanjutan yang digunakan perusahaan, sementara ESG mengukur tingkat keberlanjutan dari perusahaan. ESG dan CSR Apa Itu ESG? ESG mengacu pada kriteria yang digunakan untuk menilai dampak perusahaan terhadap tiga kriteria utama di dalamnya untuk menentukan investasi mereka pada suatu perusahaan. Tiga kriteria tersebut dianggap penting dalam mengevaluasi kinerja keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan, diantaranya: Faktor-faktor terkait dampak lingkungan dari kegiatan perusahaan, seperti emisi karbon, manajemen limbah, dan keberlanjutan sumber daya alam. Aspek sosial yang mencakup hubungan dengan karyawan, hak asasi manusia, hubungan dengan masyarakat, dan dampak sosial positif perusahaan. Praktik tata kelola perusahaan, termasuk struktur dewan direksi, kebijakan etika, transparansi, dan akuntabilitas. ESG digunakan sebagai kerangka kerja untuk mengukur dan menilai kinerja keberlanjutan dan dampak sosial perusahaan secara lebih luas. Saat mengevaluasi investasi, banyak investor tidak hanya melihat metrik keuangan tradisional suatu perusahaan tetapi juga peringkat ESG-nya.  Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, ESG menjadi syarat penting yang menyumbang nilai penting investasi. Dikutip dari survei oleh Barnett Waddingham, respons terhadap peraturan dan persyaratan hukum yang terus berkembang merupakan pendorong nomor satu dalam mempertimbangkan ESG dalam keputusan dan implementasi investasi.  Apa Itu CSR? CSR mengacu pada tanggung jawab sosial perusahaan dan praktik-praktik bisnis yang memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat, lingkungan, dan ekonomi. Semua aspek ini biasanya diringkas ke dalam satu pernyataan tujuan perusahaan. Dalam penerapannya, CSR tidak diatur secara eksternal dan hanya dirancang oleh badan internal saja. Kegiatan yang termasuk ke dalam CSR bisa dibilang sukarela dan dilakukan untuk masyarakat dan lingkungan, diantaranya seperti donasi amal, program keberlanjutan, kebijakan kerja yang adil, dan lain sebagainya. Baca Juga: Mengenal Corporate Social Responsibility Kerjasama Antara ESG dan CSR Perbedaan utama antara ESG dan CSR adalah bahwa ESG lebih bersifat evaluatif dan mengukur kinerja keberlanjutan secara holistik. Sementara CSR lebih merinci praktik konkrit yang dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan dampak positif pada lingkungan dan masyarakat. Meski begitu, perlu diingat bahwa kedua konsep ini sering kali terkait erat dan dapat saling melengkapi. Perusahaan yang mengintegrasikan baik ESG maupun CSR dalam strategi bisnis mereka dapat mencapai keberlanjutan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Integrasi CSR dan ESG memungkinkan untuk menciptakan kerangka kerja yang holistik untuk menjalankan bisnis secara bertanggung jawab, membantu meningkatkan transparansi perusahaan, meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan, mendorong perusahaan menciptakan inovasi berkelanjutan, menciptakan nilai jangka panjang, serta berperan dalam merespon tantangan global. Your All-in-One Sustainability Platform Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article Sejarah Penerapan Pajak Karbon Penerapan pajak karbon dilakukan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan pengurangan emisi karbon dan menekan perubahan iklim Pajak Karbon: Pengertian, Manfaat, hingga Contoh Penerapannya Berbagai manfaat bisa diperoleh dari pajak karbon dalam upaya mengatasi perubahan iklim dan mendorong transisi menuju ekonomi berkelanjutan 3 Isu Lingkungan Berikut Ini Didorong untuk Segera Ditangani Isu lingkungan masih menjadi salah satu topik permasalahan yang didorong untuk segera diselesaikan pemerintah 5 Cara Mengurangi Jejak Karbon dari Aktivitas Perkantoran Jejak karbon salah satunya dapat bersumber dari aktivitas kantor/perkantoran dan disebabkan oleh banyak faktor. Sejauh Mana Upaya Indonesia Melawan Krisis Perubahan Iklim? Perubahan iklim menjadi ancaman serius yang dapat membahayakan keberlanjutan bumi, lingkungan, juga masa depan manusia. Hal ini perlu dihadapi dengan serius oleh seluruh negara yang ada, termasuk Indonesia. Baca Juga: 3 Fakta Terbaru Kondisi Perubahan Iklim  Menurut Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI, pada acara The 11th Indonesia EBTKE Conference and Exhibition 2023, menyampaikan bahwa perubahan iklim bisa sangat berisiko signifikan bagi keberlangsungan dunia. Terutama negara berpenghasilan rendah dan negara berkembang.  Di Indonesia sendiri, menurut data BMKG, suhu udara rata-rata di Indonesia per Oktober 2023 mencapai 27,7 derajat Celcius. Mengalami kenaikan sebanyak 0,7 derajat Celcius dibandingkan periode rata-rata kurun 1991-2020… Penerapan Energi Bersih di Indonesia Ditengah ketergantungan dunia terhadap energi konvensional yang semakin terbatas, diperlukan sebuah perubahan yang mendorong masyarakat beralih ke penggunaan energi yang berkelanjutan. Transisi menuju energi bersih adalah salah satu yang bisa dilakukan. Baca Juga: Energi Baru Terbarukan yang Diterapkan di Indonesia Energi bersih merupakan sumber energi dan teknologi yang mengandung gas rumah kaca lebih rendah bahkan nol dibandingkan sumber energi konvensional. Energi bersih umumnya memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah, berbeda dengan energi dari bahan bakar fosil. Energi Bersih Penggunaan energi bersih bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan keberlanjutan, dan meminimalisir dampak negatif penggunaannya terhadap lingkungan. Beberapa jenis energi bersih…

Mengenal Global Reporting Initiative

Mengenal Global Reporting Initiative

Global Reporting Initiative (GRI) merupakan standar pelaporan keberlanjutan yang membantu perusahaan, pemerintah, dan organisasi menginformasikan dampak operasi mereka terhadap keberlanjutan. Seiring dengan meningkatnya permintaan terkait informasi dampak lingkungan, ekonomi, dan sosial yang lebih transparan, laporan keberlanjutan pun menjadi semakin penting dan menjadi kebutuhan yang mendesak bagi perusahaan. Oleh karena itu, informasi dalam laporan keberlanjutan perlu disusun secara komprehensif dan transparan dengan format yang tepat. Baca Juga: Mengenal Bisnis Hijau: Apa dan Mengapa Penting? Global Reporting Initiative Pengertian Global Reporting Initiative Global Reporting Initiative (GRI) dikenal sebagai organisasi independen internasional yang menyediakan kerangka kerja pelaporan keberlanjutan dengan standar yang telah diakui secara luas. Standar tersebut mencakup topik terkait ekonomi, lingkungan, dan sosial yang dilakukan perusahaan untuk dilaporkan kinerja dan dampak keberlanjutannya. GRI didirikan pada tahun 1997 atas dasar kolaborasi antara United Nations Environment Programme (UNEP) dan The Coalition for Environmentally Responsible Economies (CERES). Setelah melewati berbagai persiapan, GRI kemudian menerbitkan rancangan pedoman pertamanya pada bulan Maret 1999. Baca Juga: Sustainability Report: Transparansi Membangun Kepercayaan Kerangka laporan kerbelanjutan GRI dapat diimplementasikan untuk berbagai bentuk dan jenis organisasi di dunia. Ada tiga struktur standar pelaporan keberlanjutan oleh GRI Standar Universal memberikan landasan bagi semua pelaporan GRI. Mereka mencakup topik-topik seperti tata kelola, strategi, dan pendekatan manajemen. Standar Sektor berfokus pada peningkatan kualitas, kelengkapan, dan konsistensi yang dirancang untuk organisasi di sektor tertentu, beberapa diantaranya adalah pertanian, manufaktur, minyak dan gas, serta jasa keuangan. Standar Topik memberikan panduan rinci mengenai topik tertentu, seperti perubahan iklim, hak asasi manusia, pengelolaan limbah, dan anti-korupsi. Fungsi Global Reporting Initiative Fokus utama GRI adalah menyediakan kerangka kerja untuk pelaporan keberlanjutan yang komprehensif dan transparan. Terdapat beberapa fungsi dari GRI yang berperan penting dalam membangun praktik pelaporan keberlanjutan yang efektif dan membantu membentuk budaya bisnis yang bertanggung jawab secara global. Membuat panduan kerangka kerja pelaporan Mendorong prinsip-prinsip transparansi Mengarahkan organisasi ke arah praktik-praktik terbaik dalam pelaporan keberlanjutan Memfasilitasi perbandingan kinerja untuk bahan evaluasi Mendorong inovasi untuk meningkatkan perbaikan berkelanjutan Menanggapi tantangan dan peluang global Manfaat Laporan Keberlanjutan oleh Global Reporting Initiative Hingga pada tahun 2023, standar pelaporan GRI telah digunakan oleh lebih dari 10.000 organisasi di lebih dari 100 negara. Penggunaan Standar GRI untuk pelaporan keberlanjutan dapat memberikan beberapa manfaat bagi organisasi, diantaranya: Meningkatkan transparansi dan kemudahan akses informasi yang membantu organisasi meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas Membantu membangun hubungan dan meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan Membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengelola risiko keberlanjutan Meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi dampak lingkungan Menarik minat investor dan lembaga keuangan yang memperhatikan faktor keberlanjutan Sesuai dengan persyaratan peraturan dan standar global terkait pelaporan keberlanjutan Meningkatkan citra perusahaan di mata konsumen, pelanggan, dan masyarakat Melalui manfaat-manfaat ini, GRI berfungsi sebagai alat penting yang membantu organisasi dalam melaporkan, mengelola, dan meningkatkan kinerja keberlanjutan mereka, sekaligus memberikan kontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan secara global. Your All-in-One Sustainability Platform Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting. Standar GRI menjadi salah satu standar pelaporan keberlanjutan yang kami gunakan dalam menyusun laporan. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article Sejarah Penerapan Pajak Karbon Penerapan pajak karbon dilakukan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan pengurangan emisi karbon dan menekan perubahan iklim Pajak Karbon: Pengertian, Manfaat, hingga Contoh Penerapannya Berbagai manfaat bisa diperoleh dari pajak karbon dalam upaya mengatasi perubahan iklim dan mendorong transisi menuju ekonomi berkelanjutan 3 Isu Lingkungan Berikut Ini Didorong untuk Segera Ditangani Isu lingkungan masih menjadi salah satu topik permasalahan yang didorong untuk segera diselesaikan pemerintah 5 Cara Mengurangi Jejak Karbon dari Aktivitas Perkantoran Jejak karbon salah satunya dapat bersumber dari aktivitas kantor/perkantoran dan disebabkan oleh banyak faktor. Sejauh Mana Upaya Indonesia Melawan Krisis Perubahan Iklim? Perubahan iklim menjadi ancaman serius yang dapat membahayakan keberlanjutan bumi, lingkungan, juga masa depan manusia. Hal ini perlu dihadapi dengan serius oleh seluruh negara yang ada, termasuk Indonesia. Baca Juga: 3 Fakta Terbaru Kondisi Perubahan Iklim  Menurut Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI, pada acara The 11th Indonesia EBTKE Conference and Exhibition 2023, menyampaikan bahwa perubahan iklim bisa sangat berisiko signifikan bagi keberlangsungan dunia. Terutama negara berpenghasilan rendah dan negara berkembang.  Di Indonesia sendiri, menurut data BMKG, suhu udara rata-rata di Indonesia per Oktober 2023 mencapai 27,7 derajat Celcius. Mengalami kenaikan sebanyak 0,7 derajat Celcius dibandingkan periode rata-rata kurun 1991-2020… Penerapan Energi Bersih di Indonesia Ditengah ketergantungan dunia terhadap energi konvensional yang semakin terbatas, diperlukan sebuah perubahan yang mendorong masyarakat beralih ke penggunaan energi yang berkelanjutan. Transisi menuju energi bersih adalah salah satu yang bisa dilakukan. Baca Juga: Energi Baru Terbarukan yang Diterapkan di Indonesia Energi bersih merupakan sumber energi dan teknologi yang mengandung gas rumah kaca lebih rendah bahkan nol dibandingkan sumber energi konvensional. Energi bersih umumnya memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah, berbeda dengan energi dari bahan bakar fosil. Energi Bersih Penggunaan energi bersih bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan keberlanjutan, dan meminimalisir dampak negatif penggunaannya terhadap lingkungan. Beberapa jenis energi bersih…

Mengenal Bisnis Hijau: Apa dan Mengapa Penting?

Mengenal Bisnis Hijau: Apa dan Mengapa Penting?

Bisnis hijau merupakan praktik bisnis yang bertujuan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat.  Sembari menerapkan praktik-praktik berkelanjutan, konsep bisnis ini juga turut serta menjunjung tinggi kebijakan yang bertanggung jawab secara sosial sebagai bagian dari strategi operasional mereka. Umumnya mereka menerapkan prinsip-prinsip triple bottom line (planet, people, profit). Baca Juga: Keberlanjutan Bisnis : Bagaimana kita memulainya? Bisnis Hijau Karakteristik Bisnis Hijau Dalam menjalankan bisnis hijau perlu mengutamakan keseimbangan antara keuntungan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Strategi hijau tidak hanya menghemat sumber daya alam, namun juga dapat mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi. Terdapat beberapa karakteristik umum dari sebuah bisnis hijau: Memiliki kesadaran tinggi terhadap dampak lingkungan dari kegiatan operasional Mengadopsi praktik kerja yang efisien, berkelanjutan, dan bertanggung jawab Menawarkan produk atau layanan yang memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah Berinisiatif untuk mendukung pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat Bersikap transparan mengenai praktik bisnis berkelanjutan yang dijalankan Memenuhi standar tertentu dalam hal sertifikasi hijau sebagai bukti jelas Bisnis hijau memiliki peran penting dalam mewujudkan keberlanjutan dan melibatkan berbagai manfaat, baik bagi lingkungan maupun bagi perusahaan itu sendiri. Baca Juga: Penilaian Daur Hidup (LCA) Untuk Menciptakan Bisnis Berkelanjutan Mengapa Bisnis Hijau Diperlukan? Bisnis hijau sedang menjadi konsep yang populer dalam beberapa tahun terakhir. Kehadirannya berperan penting dalam mewujudkan keberlanjutan dan memberikan berbagai manfaat bagi lingkungan dan perusahaan. Seiring dengan meningkatnya kesadaran tentang perubahan iklim dan keberlanjutan, bisnis hijau menjadi semakin penting dan mendapatkan dukungan dari konsumen yang peduli dengan masalah-masalah lingkungan. Demonstrasi yang sesuai cenderung menarik investor bergabung dalam mencapai keberlanjutan lingkungan. Praktik bisnis yang ramah lingkungan dan minim emisi gas rumah kaca juga dapat membantu melindungi ekosistem dan menghadapi tantangan perubahan iklim. Selain itu, dalam prosesnya bisnis hijau menghasilkan efisiensi biaya, menghemat energi, dan meningkatkan profitabilitas perusahaan.  Bisnis hijau yang secara aktif berkontribusi pada keberlanjutan sering kali membangun citra yang positif di mata konsumen, pelanggan, dan mitra bisnis. Ini dapat meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan serta mendukung hubungan bisnis yang sehat. Mewujudkan Bisnis Hijau Untuk memulai menerapkan bisnis hijau, siapapun perlu menetapkan praktik terbaik untuk keberlanjutan dalam hal pembelian, pengembangan produk, manufaktur, dan penyediaan produk dan layanan. Tanggung jawab lingkungan adalah karakteristik utama yang membedakan perusahaan ramah lingkungan dengan perusahaan yang sebaliknya. Terdapat empat hal yang dapat dipertimbangkan untuk memulai menjalankan bisnis hijau: Menurunkan konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi. Menghilangkan limbah dan menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Mematuhi undang-undang, peraturan, dan praktik terbaik lingkungan hidup. Membeli peralatan, produk, dan layanan ramah lingkungan. Mulailah dengan riset mendalam terkait apa yang dibutuhkan oleh pasar dan lakukan perubahan mulai dari perbaikan dasar hingga proyek yang lebih rumit dan berjangkauan luas. Your All-in-One Sustainability Platform Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan engimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article Sejarah Penerapan Pajak Karbon Penerapan pajak karbon dilakukan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan pengurangan emisi karbon dan menekan perubahan iklim Pajak Karbon: Pengertian, Manfaat, hingga Contoh Penerapannya Berbagai manfaat bisa diperoleh dari pajak karbon dalam upaya mengatasi perubahan iklim dan mendorong transisi menuju ekonomi berkelanjutan 3 Isu Lingkungan Berikut Ini Didorong untuk Segera Ditangani Isu lingkungan masih menjadi salah satu topik permasalahan yang didorong untuk segera diselesaikan pemerintah 5 Cara Mengurangi Jejak Karbon dari Aktivitas Perkantoran Jejak karbon salah satunya dapat bersumber dari aktivitas kantor/perkantoran dan disebabkan oleh banyak faktor. Sejauh Mana Upaya Indonesia Melawan Krisis Perubahan Iklim? Perubahan iklim menjadi ancaman serius yang dapat membahayakan keberlanjutan bumi, lingkungan, juga masa depan manusia. Hal ini perlu dihadapi dengan serius oleh seluruh negara yang ada, termasuk Indonesia. Baca Juga: 3 Fakta Terbaru Kondisi Perubahan Iklim  Menurut Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI, pada acara The 11th Indonesia EBTKE Conference and Exhibition 2023, menyampaikan bahwa perubahan iklim bisa sangat berisiko signifikan bagi keberlangsungan dunia. Terutama negara berpenghasilan rendah dan negara berkembang.  Di Indonesia sendiri, menurut data BMKG, suhu udara rata-rata di Indonesia per Oktober 2023 mencapai 27,7 derajat Celcius. Mengalami kenaikan sebanyak 0,7 derajat Celcius dibandingkan periode rata-rata kurun 1991-2020… Penerapan Energi Bersih di Indonesia Ditengah ketergantungan dunia terhadap energi konvensional yang semakin terbatas, diperlukan sebuah perubahan yang mendorong masyarakat beralih ke penggunaan energi yang berkelanjutan. Transisi menuju energi bersih adalah salah satu yang bisa dilakukan. Baca Juga: Energi Baru Terbarukan yang Diterapkan di Indonesia Energi bersih merupakan sumber energi dan teknologi yang mengandung gas rumah kaca lebih rendah bahkan nol dibandingkan sumber energi konvensional. Energi bersih umumnya memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah, berbeda dengan energi dari bahan bakar fosil. Energi Bersih Penggunaan energi bersih bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan keberlanjutan, dan meminimalisir dampak negatif penggunaannya terhadap lingkungan. Beberapa jenis energi bersih…

Jejak Karbon di Industri Pangan

Jejak Karbon di Industri Pangan

Industri pangan tanpa disadari merupakan salah satu penyumbang emisi karbon, dengan nilai yang tinggi. Proses yang panjang dalam upaya menyediakan pasokan makanan dan air bagi masyarakat, menjadikan jejak karbon di industri pangan kian menumpuk. Baca Juga: Memahami Carbon Accounting dan Manfaatnya Industri pangan memiliki jejak karbon yang signifikan karena melibatkan berbagai proses produksi dan distribusi yang memerlukan energi, bahan baku, dan sumber daya lainnya. Belum lagi emisi tidak langsung yang diproduksi dari proses perubahan fungsi lahan, seperti mengubahnya menjadi lahan pertanian atau peternakan. Berdasarkan studi oleh Nature Food tahun 2022, jejak karbon di industri pangan global setara dengan 3 Gigaton CO2. Data tambahan dari Our World in Data menyebutkan bahwa Industri ini bertanggung jawab atas sekitar 26% emisi gas rumah kaca global.  Untuk itu, mulai memperhitungkan jejak karbon yang dihasilkan dari industri ini diyakini dapat membantu perusahaan memperkirakan dampak lingkungan yang mungkin akan dihasilkan. Jejak Karbon Faktor yang Berkontribusi Menyumbang Emisi Ada banyak proses yang dilakukan dalam kegiatan ini. Dilihat secara spesifik, beberapa faktor yang berkontribusi pada jejak karbon di industri pangan meliputi: Produksi Pertanian Emisi makanan dapat berasal dari produksi tanaman untuk konsumsi langsung manusia, juga dapat berasal dari produksi pakan ternak. Gas rumah kaca yang dihasilkan dalam proses ini diantaranya seperti dinitrogen oksida dari penggunaan pupuk dan pupuk kandang, emisi metana dari produksi beras, dan karbon dioksida dari pengoperasian mesin pertanian. Emisi tidak langsung yang juga turut dihasilkan dari proses ini adalah kegiatan perubahan penggunaan lahan, pembakaran sabana, dan pengolahan tanah organik. Transportasi dan Distribusi Pengiriman bahan baku, produk setengah jadi, dan produk akhir dari tempat produksi ke lokasi distribusi dan konsumen dapat melibatkan penggunaan transportasi yang menggunakan bahan bakar fosil.  Transportasi jarak jauh atau menggunakan moda transportasi yang kurang efisien dapat meningkatkan jejak karbon. Pengolahan, Produksi, dan Pengemasan, Makanan Proses pengolahan makanan, termasuk pemanasan, pendinginan, dan pemrosesan, seringkali memerlukan konsumsi energi dan sumber daya. Bahan kemasan, terutama jika tidak ramah lingkungan, dapat menyumbang pada jejak karbon.  Selain itu, proses pembuatan dan transportasi kemasan juga memerlukan energi dan dapat menyebabkan emisi karbon. Masing-masing proses memiliki dampak yang perlu diperhitungkan. Penanganan Limbah Salah satu yang penting adalah menangangi limbah makanan, di mana seperempat emisi dari produksi pangan berakhir sebagai limbah. Baik yang berasal dari kerugian rantai pasokan maupun dari konsumen. Maka dari itu, pengelolaan limbah makanan, terutama jika melibatkan dekomposisi organik dalam kondisi anaerobik (tanpa udara) dapat menghasilkan metana. Metana merupakan gas rumah kaca yang lebih poten. Upaya Perusahaan Mengurangi Jejak Karbon Mengurangi emisi dari produksi pangan menjadi salah satu tantangan terbesar yang perlu dilakukan pelaku usaha di industri ini. Tentunya dibutuhkan upaya bersama melibatkan petani, produsen, perusahaan transportasi, hingga ke konsumen. Baca Juga: Alasan Perusahaan Perlu Menghitung Jejak Karbon Beberapa langkah yang dapat diambil oleh industri pangan dalam mengurangi jejak karbon mereka diantaranya melibatkan: Menerapkan efisiensi energi Beralih ke sumber energi terbarukan Memanfaatkan bahan bakar hijau Mengoptimalkan rantai pasokan  Mengadopsi pengemasan yang berkelanjutan Mengelola limbah secara bertanggung jawab Your All-in-One Sustainability Platform Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Mengumpulkan dan menganalisis data ESG secara akurat dan efisien Melacak emisi karbon dan menetapkan target pengurangan emisi Menyusun laporan ESG yang memenuhi standar internasional dan nasional Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article Berbagai Sumber Energi Biomassa dan Proses Konversinya Biomassa merupakan salah satu wujud dari energi alternatif yang hadir untuk dapat mengurangi ketergantungan manusia terhadap energi konvensional. Baca juga: Energi Biomassa: Keuntungan dan Kerugian Tingginya penggunaan energi konvensional, termasuk bahan bakar fosil, dalam kegiatan sehari-hari, dapat berdampak pada ketersediaannya yang semakin menipis karena cenderung tidak terbarukan. Penggunaannya yang berlebih pun juga berkontribusi pada perubahan iklim dan dampak lingkungan lainnya. Oleh karena itu, para ilmuwan terus berupaya mengembangkan sumber energi alternatif untuk dapat mengatasi isu-isu tersebut. Biomassa menjadi salah satunya. Apa Itu Energi Biomassa?  Biomassa merupakan energi yang bersumber dari berbagai jenis bahan-bahan organik seperti limbah pertanian, sampah organik, kayu, alga,… Energi Biomassa: Keuntungan dan Kekurangan Biomassa menjadi salah satu bentuk dari sumber energi alternatif yang diyakini dapat membantu mengurangi ketergantungan manusia terhadap energi konvensional. Namun, sama seperti energi lainnya, terdapat keuntungan dan kerugian dari penggunaan biomassa. Sebagaimana yang telah diketahui, energi konvensional termasuk bahan bakar fosil yang menjadi sumber utama energi di dunia berkontribusi terhadap perubahan iklim. Penggunaannya yang masif juga menjadikan energi tersebut semakin terbatas.  Sifatnya yang tidak terbarukan menjadikan bahan bakar fosil menurun ketersediannya. Berdasarkan penelitian oleh The Millennium Alliance for Humanity and the Biosphere (MAHB) Universitas Stanford, dengan tingkat konsumsi sekarang, persediaan bahan bakar fosil akan habis dalam waktu 51 tahun. Bisa… Potensi Energi Surya bagi Kesejahteraan di Indonesia Energi surya atau tenaga surya menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan banyak negara dalam melakukan transisi energi sebagai upaya mengatasi krisis energi yang mengancam dunia. Indonesia adalah salah satunya yang berupaya mengembangkan solusi ini. Terletak di garis khatulistiwa, Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki iklim tropis. Sebagai negara tropis, Indonesia bisa dibilang beruntung sebab memperoleh limpahan sinar matahari yang besar setiap tahunnya sehingga kaya akan sumber energi surya dan angin. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, Indonesia saat ini memiliki potensi akan pemanfaatan energi terbarukan sebesar lebih dari 3.600 Giga Watt (GW). Energi surya disebut-sebut mendominasi… 3 Negara dengan Sistem Tenaga Surya Paling Maju di Dunia Ancaman krisis energi yang kian meningkat, mendorong berbagai negara untuk segera beradaptasi dan mencari solusi mengatasi isu ini. Selain menghindari konsumsi energi fosil berlebih, pemanfaatan energi terbarukan juga menjadi pilihan sebagai opsi energi alternatif yang berkelanjutan. Salah satu jenis energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan ialah energi surya. Energi surya diyakini memiliki potensi yang besar untuk dipertimbangkan penggunaannya. Sebuah sumber energi bersih yang tidak hanya ramah lingkungan, namun juga bersifat tidak terbatas. Saat ini, energi surya semakin berkembang pesat dan banyak …