Solusi Berkelanjutan Emisi Metana dalam Pertanian
Emisi metana diketahui semakin menjadi salah pendorong utama krisis iklim di bumi dan pengurangan produksi gas metana merupakan kunci penting melawan perubahan iklim. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), yang menyebut bahwa emisi metana dari aktivitas antropogenik berkontribusi masif terhadap pemanasan global, sekitar 0,5 derajat. Kegiatan pertanian merupakan salah satu sumber terbesarnya. Baca Juga: 5 Fakta Gas Metana Sebagai Kontributor Pemanasan Global Dari Mana Sumber Metana Pertanian Berasal? Emisi gas metana pertanian dapat berasal dari berbagai hal, seperti halnya dari peternakan yang menyumbang sekitar 32 persen emisi metana serta 14,5 persen emisi GRK global yang disebabkan oleh manusia. Limbah gastroenterik pada ruminansia akan sulit terhindarkan mengingat hewan ternak merupakan salah satu kebutuhan primer. Berdasarkan data yang dihimpun FAO, populasi hewan ruminansia telah meningkat hampir dua kali lipat dari tahun 1960 hingga 2017. Diproyeksikan akan tumbuh lebih jauh hingga 70 persen pada tahun 2050, yang berdampak pada memburuknya emisi metana dan gas rumah kaca. Selain itu, pertanian juga menyumbang emisi metana dari pengelolaan pupuk kandang dan sawah melalui aktivitas penanaman padi. Kondisi ini dapat terus menyumbang jumlah gas metana yang lebih banyak jika tidak ditangani secara berkelanjutan. Apa Dampak Berbahaya dari Emisi Metana? Metana merupakan gas yang terdiri dari senyawa karbon dan hidrogen (CH4), memiliki sifat mudah terbakar. Dalam konteks iklim, metana menjadi sebuah gas rumah kaca yang sangat kuat. Metana memiliki peran besar dalam meningkatkan pemanasan dan memengaruhi perubahan iklim. Selain pertanian, sumber utama metana berasal dari tempat pembuangan sampah terbuka yang sayangnya masih banyak terdapat di wilayah Indonesia. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan banyak ilmuwan, metana telah berkontribusi 80 kali lebih kuat menghangatkan atmosfer selama periode 20 tahun. Lebih kuat dibandingkan karbon dioksida dan terus meningkat sejak masa pra-industri berlangsung. Selain berkontribusi terhadap pemanasan lingkungan, emisi metana juga dapat memengaruhi pembentukan ozon, menurunkan kualitas udara, menyumbang berbagai masalah kesehatan pada makhluk hidup, sampai dengan mengurangi produktivitas hasil panen pertanian. Bagaimana Solusi Mengatasi Emisi Metana Pertanian? Pengurangan emisi metana adalah hal yang penting untuk mencegah berbagai bahaya yang bisa timbul. Pertanian tentu dapat turut berkontribusi dalam hal ini. Dilansir dari Honey Well, menurut the Global Methane Assessment, pengurangan 45 persen emisi metana yang disebabkan oleh aktivitas manusia dapat mengurangi terjadinya 255 ribu kematian dini, 775 ribu potensi ancaman kesehatan, sampai dengan hilangnya 26 juta ton hasil panen. Salah satu solusi dalam masalah ini ialah dengan mengurangi metanogenesis enterik oleh hewan ruminansia melalui modifikasi pakan ternak. Mengubah komposisi pakan ternak menjadi lebih efisien dalam proses pencernaan dapat mengurangi produksi metana. Pakan dengan gizi tertentu, seperti berbasis rumput laut, biji minyak, atau pakan dengan suplemen khusus, dapat memberikan lebih banyak energi dan kesehatan bagi hewan ternak, sembari menghasilkan metana yang lebih rendah. Pengelolaan kotoran ternak yang lebih efisien juga dapat membantu mencegah emisi metana dilepaskan langsung ke atmosfer. Bisa dilakukan dengan mengolahnya menjadi kompos, melalui metode anaerobic digestion untuk biogas, dan atau cara lainnya selain membiarkannya terbuka di alam. Kemudian, para petani juga dapat mengubah teknik irigasi sawah dengan metode seperti Alternate Wetting and Drying (AWD) yang dapat mengurangi pembentukan metana pada sawah yang terendam air secara berkelanjutan. Praktik pengelolaan air yang tepat membantu mengurangi emisi dari lahan basah. Turut Serta dalam Keberlanjutan Tidak hanya sektor pertanian, pekerja di bidang bisnis dan industri juga dapat turut serta dalam keberlanjutan dengan memberikan perhatian terhadap produksi emisi karbon perusahaan. Lakukan pengukuran dan pemantauan emisi karbon secara teratur serta melaporkannya secara transparan kepada publik. Aktivitas ini dapat membantu perusahaan memahami dampak lingkungan dari operasinya dan menetapkan target-target pengurangan emisi. Agar kegiatan pengukuran dan analisa emisi gas rumah kaca dapat dikerjakan secara lebih efektif, lakukan semua prosesnya bersama Satuplatform! Satuplatform merupakan platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting. Kami dapat membantu Anda mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article 5 Istilah Penting yang Berkaitan dengan Perubahan Iklim Isu terkait perubahan iklim semakin menjadi pembahasan yang ramai diperbincangkan saat ini. Di seluruh dunia, masyarakat lintas generasi mulai menunjukkan ketertarikannya akan informasi tentang perubahan iklim. Hasil survei People’s Climate Vote 2024 menunjukkan bahwa sekitar 87 persen populasi dunia telah menaruh perhatian mereka pada isu ini. Sementara itu, 63 persen pengisi survei sudah mulai mempertimbangkan dampak perubahan iklim terhadap keputusan yang mereka buat. Melalui kondisi ini, bisa digambarkan bahwa perubahan iklim semakin memberikan pengaruhnya terhadap orang-orang di berbagai belahan dunia. Mengganggu mereka dengan beragam cara. Perubahan iklim tidak lagi sebatas konteks khusus bagi beberapa kalangan. Istilah ini perlu diumumkan lebih… Keuntungan Berlangganan Jasa Perhitungan Jejak Karbon bagi Perusahaan di Masa Kini Jejak karbon merupakan sejumlah emisi gas rumah kaca (GRK) yang lepas ke atmosfer dan bersumber dari berbagai kegiatan tertentu. Konsentrasi emisi karbon antropogenik atau yang dihasilkan dari aktivitas manusia adalah sumber yang paling dominan dalam menimbulkan dampak bagi lingkungan. Salah satunya berasal dari sektor industri yang disebut sebagai kontributor utama emisi karbon global. Menurut laporan emisi CO2 tahun 2022 oleh IEA, emisi karbon dioksida global dari pembakaran energi dan proses industri telah mencapai level tertinggi sepanjang masa, yakni sebesar 36,8 Gt pada 2022. Meskipun produksi emisi karbon dari industri sempat menyusut 5 persen pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19, akan… Pengertian Industri Hijau: Tujuan, Manfaat, dan Contohnya Penerapan industri hijau di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim selayaknya angin segar yang memberikan kesejukan dalam upaya keberlanjutan. Sektor industri sebagai salah satu kontributor utama emisi gas rumah kaca (GRK) global seringkali didorong untuk dapat berkontribusi dalam langkah pengurangan emisi karbon atau dekarbonisasi. Maka dari itu, industri hijau sebagai bagian dari bisnis berkelanjutan dapat menjadi opsi yang bisa dipilih perusahaan dan entitas komersial lainnya dalam mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan keberlanjutan. Namun, apa itu industri hijau beserta tujuan, keuntungan, dan contohnya? Apa Itu Industri Hijau? Dilansir dari Tirto ID, menurut Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin …
Read more “Solusi Berkelanjutan Emisi Metana dalam Pertanian”

