Mari Berkunjung ke 5 Ruang Terbuka Hijau di Bandung Ini!

Mari Berkunjung ke 5 Ruang Terbuka Hijau di Bandung Ini!

Warga Bandung… sudahkah kamu mengunjungi ruang terbuka hijau yang ada di daerah tempat tinggalmu? Apakah tempatnya sejuk dan nyaman untuk beraktivitas maupun bersantai?  Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan sebuah area terbuka di wilayah perkotaan yang diisi dengan vegetasi seperti taman, kebun, hutan kota, dan jalur hijau. Baca Juga: 5 Ruang Terbuka Hijau di Jakarta RTH punya peran yang penting dalam menciptakan kota yang sehat, seimbang, dan berkelanjutan. Tidak hanya bermanfaat sebagai sarana sosial dan rekreasi, ruang terbuka hijau juga berperan mengendalikan polusi udara, meningkatkan kualitas udara, menurunkan suhu udara sehingga lingkungan lebih nyaman, mengelola air hujan, serta melestarikan keanekaragaman hayati yang ada di perkotaan. Pada tahun 2023, ruang terbuka hijau di Kota Bandung baru tersedia sebanyak 12,25% saja dari total luas wilayah kota. Padahal, idealnya Kota Bandung perlu memiliki kurang lebih 16.729,65 hektare ruang terbuka hijau, sesuai dengan Permen ATR/BPN Nomor 14 Tahun 2022 yakni minimal 30%. Sambil menunggu Pemerintah Kota Bandung terus memperluas ruang hijau di banyak tempat bagi masyarakat, yuk kita berkunjung ke beberapa ruang terbuka hijau yang saat ini sudah tersedia! 1. Ruang Terbuka Hijau: Teras Cikapundung Salah satu taman kota bernama Teras Cikapundung ini terletak di Jalan Siliwangi, Bandung, dan hadir dengan tema urban dan ekologi. Berdiri dan diresmikan sejak tahun 2016 lalu. Teras Cikapundung hadir sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat luas baik untuk berolahraga, berkesenian, berwisata, atau sekedar bersantai bersama keluarga dan teman. Taman kota ini juga hadir dengan fasilitas berupa amphiteater yang seringkali menyajikan pertunjukkan musik dan kesenian lokal, serta air mancur unik yang menambah keasrian alam. 2. Ruang Terbuka Hijau: Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda Sebuah destinasi wisata populer di Bandung ini terkenal karena keasrian hutannya. Tempat ini telah berdiri sejak jaman pemerintahan Hindia-Belanda yang pada awalnya dijadikan sebagai kawasan hutan lindung. Tahura Juanda merupakan kawasan konservasi yang terpadu antara alam sekunder dengan hutan tanaman, terletak di sebelah utara Kota Bandung. Kawasan ini menjadi tempat pemeliharaan berbagai flora seperti pohon pinus, damar, mahoni, beringin, cemara, hingga bunga bangkai, serta fauna seperti kera ekor panjang, kupu-kupu, burung raja udang biru, dan tupai. Di sini, pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas seperti trekking, berwisata ke air terjun serta Goa Jepang dan Belanda, juga menikmati pemandangan alam dan rindangnya pepohonan yang ada. Tempat yang menarik untuk dikunjungi. 3.Ruang Terbuka Hijau: Taman Film Bandung Unik dari yang lainnya, sesuai namanya Taman Film Bandung hadir sebagai kawasan seni pertunjukkan film yang dilengkapi fasilitas layar videotron lebar yang biasa digunakan sebagai media untuk memutar film. Pengunjung dapat bersantai duduk-duduk di rumput sintetis yang tersedia sambil menonton film yang tersedia setiap hari. Jadwal pemutaran film di Taman Film Bandung yakni hari Senin-Jumat pukul 18.30 WIB-21.00 WIB serta Sabtu dan Minggu pukul 17.00 WIB-22.00 WIB. Selain menonton film, anak-anak juga dapat bermain di sini. Tersedia juga koneksi wifi gratis yang bisa dimanfaatkan serta food court untuk menjadikan kegiatan menonton film semakin seru. 4. Ruang Terbuka Hijau: Taman Lansia Taman Lansia merupakan salah satu taman kota yang berada di Citarum, Kota Bandung, Jawa Barat yang terletak di sebelah kanan Gedung Sate. Tidak hanya lansia yang berkunjung kemari, warga berbagai kalangan pun turut meramaikan tempat ini. Terdapat berbagai fasilitas menarik yang dapat dimanfaatkan bersama-sama. Pengunjung dapat beraktivitas seperti membaca buku, bermain, atau sekadar duduk santai. Di sekitar area taman juga terdapat banyak lokasi wisata kuliner dan café. Selain sebagai tempat rekreasi bagi masyarakat, taman ini juga dibangun sebagai area pengendali banjir di daerah Cileuncang dan penampung air hujan agar tidak langsung menyebar ke jalan, sehingga dapat mengurangi terjadinya banjir. Oleh karena itu, terdapat danau-danau buatan untuk mendukung fungsinya. 5. Ruang Terbuka Hijau: Kebun Binatang Bandung Tempat ini merupakan salah satu objek wisata alam flora dan fauna di Kota Bandung dan terletak secara berdampingan dengan kampus Institut Teknologi Bandung dan Sungai Cikapundung. Kebun binatang ini dihuni oleh koleksi satwa beragam jenis mencapai sekitar 213 jenis. Terdiri dari 79 jenis satwa yang dilindungi dan 134 jenis satwa yang tidak dilindungi yang berasal dari dalam maupun luar negeri.  Tanaman yang tumbuh di kawasan ini selain berfungsi sebagai pelindung bagi satwa dari sengatan sinar matahari dan angin, juga melindungi tanah dari air hujan serta menjadi daerah yang berfungsi sebagai paru-paru kota Bandung. Masyarakat dapat berkunjung kesini untuk sekedar berwisata alam juga jalan-jalan sambil belajar dan menambah ilmu pengetahuan. Tertarik berkunjung? Atur jadwalmu sekarang! Yuk bersama-sama kita lestarikan dan rawat ruang hijau di sekitar kita. Keseimbangan wilayah perkotaan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang layak huni, sehat, dan berkelanjutan. /*! elementor – v3.18.0 – 20-12-2023 */ .elementor-heading-title{padding:0;margin:0;line-height:1}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title[class*=elementor-size-]>a{color:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-small{font-size:15px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-medium{font-size:19px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-large{font-size:29px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xl{font-size:39px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xxl{font-size:59px} Similar Article Mari Berkunjung ke 5 Ruang Terbuka Hijau di Bandung Ini! Warga Bandung… sudahkah kamu mengunjungi ruang terbuka hijau yang ada di daerah tempat tinggalmu? Apakah tempatnya sejuk dan nyaman untuk beraktivitas maupun bersantai?  Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan sebuah area terbuka di wilayah perkotaan yang diisi dengan vegetasi seperti taman, kebun, hutan kota, dan jalur hijau.  RTH punya peran yang penting dalam menciptakan kota yang sehat, seimbang, dan berkelanjutan. Tidak hanya bermanfaat sebagai sarana sosial dan rekreasi, ruang terbuka hijau juga berperan mengendalikan polusi udara, meningkatkan kualitas udara, menurunkan suhu udara sehingga lingkungan lebih nyaman, mengelola air hujan, serta melestarikan keanekaragaman hayati yang ada di perkotaan. Pada tahun 2023, ruang… Mampukah Kegiatan Menanam Pohon Membantu Melawan Pemanasan Global? Kegiatan menanam pohon secara massal atau disebut juga penghijauan telah banyak dilakukan sebab diyakini dapat berdampak baik bagi alam. Menanam pohon juga disebut merupakan salah satu upaya yang efektif dalam melawan pemanasan global. Benarkah demikian? Baca Juga: Melihat Upaya Singapura Jadi Salah Satu Kota Terhijau di Dunia Berbagai Manfaat Pohon Sejak lama, kita memahami bahwa pohon memainkan peran penting bagi kelestarian lingkungan.  Pohon memberikan banyak manfaat, seperti memberikan keteduhan, kesejukan, mencegah erosi dan degradasi tanah, meningkatkan kualitas tanah, memperbaiki siklus air, menyediakan habitat bagi satwa dan keanekaragaman hayati, menyediakan sumber daya yang melimpah, memberikan ruang hijau yang bermanfaat bagi manusia,… Pembukaan Lahan: Pengertian, Syarat, Metode, Hingga Dampaknya bagi Lingkungan Seiring dengan meningkatnya populasi penduduk dunia juga sebagai upaya memenuhi kebutuhan ekonomi dan pembangunan, aktivitas pembukaan lahan merupakan suatu hal …

planting

Mampukah Kegiatan Menanam Pohon Membantu Melawan Pemanasan Global?

Kegiatan menanam pohon secara massal atau disebut juga penghijauan telah banyak dilakukan sebab diyakini dapat berdampak baik bagi alam. Menanam pohon juga disebut merupakan salah satu upaya yang efektif dalam melawan pemanasan global. Benarkah demikian? Baca Juga: Melihat Upaya Singapura Jadi Salah Satu Kota Terhijau di Dunia Berbagai Manfaat Pohon Sejak lama, kita memahami bahwa pohon memainkan peran penting bagi kelestarian lingkungan.  Pohon memberikan banyak manfaat, seperti memberikan keteduhan, kesejukan, mencegah erosi dan degradasi tanah, meningkatkan kualitas tanah, memperbaiki siklus air, menyediakan habitat bagi satwa dan keanekaragaman hayati, menyediakan sumber daya yang melimpah, memberikan ruang hijau yang bermanfaat bagi manusia, serta menciptakan lapangan kerja dalam sektor kehutanan dan pertanian. Pohon juga dapat berperan dalam menjaga iklim, sebab keberadaannya mampu menyerap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer untuk mengurangi efek rumah kaca. Meningkatkan penyerapan karbon dalam jangka panjang sehingga kualitas udara menjadi lebih baik bagi dan kesehatan masyarakat pun terjaga. Pohon dan Pemanasan Global Berdasarkan Science News, pepohonan amat sangat membantu menghilangkan emisi gas rumah kaca dari atmosfer yang disebabkan oleh aktivitas manusia.  Bersama tumbuhan lainnya, melalui proses fotosintesis, pohon menarik gas dari udara untuk membantu pertumbuhan daun, cabang, dan akar. Tanah-tanahnya juga dapat menyerap cadangan karbon dalam jumlah besar kemudian menyimpannya.  Para aktivis berpendapat bahwa kegiatan menanam pohon secara besar-besaran adalah ide cemerlang yang berperan dalam meningkatkan kesehatan bumi. Menanam pohon dan memperbanyak ruang hijau dapat membantu memulihkan ekosistem. “Sampai saat ini, menanam pohon menjadi solusi termurah dan paling efektif dalam mengatasi perubahan iklim,” ujar Thomas Crowther yang merupakan wakil pemimpin studi sekaligus ahli ekologi perubahan iklim dari Swiss Federal Institute of Technology sebagaimana dikutip dari National Geographic. Akan tetapi, menanam pohon tetap tidak bisa diandalkan sepenuhnya sebagai solusi dalam mengatasi pemanasan global dan melawan perubahan iklim. Menurut sebuah laporan penelitian berjudul “The Global Tree Restoration Potential”, penanaman satu triliun pohon hanya mampu menghilangkan seperempat karbon dioksida yang ada di udara.  Hal ini didukung juga dengan pernyataan dari National Geographic yang menyebut bahwa penanaman sekitar tiga triliun pohon akan mampu menyerap hampir 830 miliar ton karbon dioksida yang memerangkap panas di atmosfer. Akan dapat dilakukan dalam beberapa dekade mendatang. Baca Juga: 5 Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Strategi Efektif Melawan Pemanasan Global “Menanam pohon sebanyak apa pun tidak akan berhasil jika emisi tetap tidak dikurangi,” ungkap Crowther. Pengurangan bahkan penghentian produksi emisi gas rumah kaca dari aktivitas manusia merupakan kunci untuk melawan pemanasan global. Didukung juga dengan menghentikan kegiatan deforestasi yang akan mampu mengurangi emisi tahunan sekitar 10% Selain itu, beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk melawan pemanasan global dan mengatasi perubahan iklim adalah: Meskipun terdapat tantangan, penanaman pohon tetaplah sebuah langkah yang baik dalam membantu mengurangi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Dengan menerapkan penanaman pohon secara tepat dan didukung oleh kebijakan yang kuat, diharapkan dapat muncul manfaat lingkungan yang signifikan dan berkontribusi pada upaya global untuk melawan pemanasan global. Anda juga dapat berkontribusi dalam upaya mitigasi ancaman lingkungan dan perubahan iklim! Anda dapat melakukan pengukuran emisi yang dihasilkan dan menciptakan solusi dari data-data tersebut dengan memiliki pencatatan dan pelacakan yang layak dan komprehensif dengan memanfaatkan platform all-in-one dari Satuplatform. Dapatkan DEMO GRATIS nya di sini!  Similar Article Mampukah Kegiatan Menanam Pohon Membantu Melawan Pemanasan Global? Kegiatan menanam pohon secara massal atau disebut juga penghijauan telah banyak dilakukan sebab diyakini dapat berdampak baik bagi alam. Menanam pohon juga disebut merupakan salah satu upaya yang efektif dalam melawan pemanasan global. Benarkah demikian? Baca Juga: Melihat Upaya Singapura Jadi Salah Satu Kota Terhijau di Dunia Berbagai Manfaat Pohon Sejak lama, kita memahami bahwa pohon memainkan peran penting bagi kelestarian lingkungan.  Pohon memberikan banyak manfaat, seperti memberikan keteduhan, kesejukan, mencegah erosi dan degradasi tanah, meningkatkan kualitas tanah, memperbaiki siklus air, menyediakan habitat bagi satwa dan keanekaragaman hayati, menyediakan sumber daya yang melimpah, memberikan ruang hijau yang bermanfaat bagi manusia,… Pembukaan Lahan: Pengertian, Syarat, Metode, Hingga Dampaknya bagi Lingkungan Seiring dengan meningkatnya populasi penduduk dunia juga sebagai upaya memenuhi kebutuhan ekonomi dan pembangunan, aktivitas pembukaan lahan merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari.    Dalam proyek konstruksi, pepohonan, tumbuhan, bebatuan, dan berbagai vegetasi yang ada di suatu lahan, perlu ditebangi dan lahan mutlak untuk disterilkan sebelum pembangunan dapat dimulai. Tanpa pembangunan lahan, tidak mungkin seseorang dapat membangun struktur yang stabil dan sesuai dengan desain aslinya. Namun, apakah pembukaan lahan dapat mengancam kelestarian lingkungan? Apakah dampak dari kegiatan ini bagi lingkungan? Pengertian Pembukaan Lahan Sesuai penjelasan di atas, pembukaan lahan atau land clearing adalah sebuah proses pembersihan hingga penyiapan suatu lahan… Laporan IQAir Sebut Hanya 5% Negara yang Punya Kualitas Udara Berstandar WHO, Bagaimana dengan Indonesia? Belum lama ini, IQAir baru saja mengungkapkan temuan penting tentang negara dan wilayah yang memiliki kualitas udara bersih berstandar WHO per 2023, begitu juga sebaliknya. Temuan tersebut diungkapkan dalam The 6th Annual World Air Quality Report atau Laporan Kualitas Udara Dunia ke-6 yang diluncurkan Maret lalu. Berdasarkan laporan tersebut, terungkap bahwa hanya lima persen atau setara dengan tujuh negara saja, di antara 134 negara yang dipantau, yang kualitas udaranya memenuhi pedoman PM2.5 tahunan WHO (rata-rata tahunan sebesar 5 µg/m3 atau kurang). Negara tersebut yakni Australia, Estonia, Finlandia, Grenada, Islandia, Mauritius, dan Selandia Baru. Apa Itu Pedoman PM2.5 WHO? Pedoman tahunan… Daftar Profesi dan Pekerja yang Terdampak Krisis Iklim Isu perubahan iklim belakangan ini sudah semakin mengkhawatirkan. Tidak hanya dapat mengganggu lingkungan, sejumlah profesi serta pekerja di berbagai sektor berpotensi terdampak krisis iklim. Memberikan tantangan yang signifikan terhadap pembangunan juga kondisi ekonomi global. Menurut laporan International Labour Organization (ILO), sebanyak 3,8 persen dari total jam kerja di seluruh dunia dapat hilang akibat suhu tinggi yang disebabkan krisis iklim. Diperkirakan akan terjadi dalam tujuh tahun mendatang dan mendatangkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Perubahan iklim mempengaruhi berbagai profesi di banyak sektor, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, adaptasi terhadap perubahan ini, melalui pendidikan, pelatihan ulang, dan peralihan… Mampukah Kegiatan Menanam Pohon Membantu Melawan Pemanasan Global? Kegiatan menanam pohon secara massal atau disebut juga penghijauan telah banyak dilakukan sebab diyakini dapat berdampak baik bagi alam. Menanam pohon juga disebut merupakan salah satu upaya yang efektif dalam melawan pemanasan global. …

Pembukaan Lahan: Pengertian, Syarat, Metode, Hingga Dampaknya bagi Lingkungan

Pembukaan Lahan: Pengertian, Syarat, Metode, Hingga Dampaknya bagi Lingkungan

Seiring dengan meningkatnya populasi penduduk dunia juga sebagai upaya memenuhi kebutuhan ekonomi dan pembangunan, aktivitas pembukaan lahan merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. Baca Juga: Mampukah Kegiatan Menanam Pohon Membantu Melawan Pemanasan Global? Dalam proyek konstruksi, pepohonan, tumbuhan, bebatuan, dan berbagai vegetasi yang ada di suatu lahan, perlu ditebangi dan lahan mutlak untuk disterilkan sebelum pembangunan dapat dimulai. Tanpa pembangunan lahan, tidak mungkin seseorang dapat membangun struktur yang stabil dan sesuai dengan desain aslinya. Namun, apakah pembukaan lahan dapat mengancam kelestarian lingkungan? Apakah dampak dari kegiatan ini bagi lingkungan? Pengertian Pembukaan Lahan Sesuai penjelasan di atas, pembukaan lahan atau land clearing adalah sebuah proses pembersihan hingga penyiapan suatu lahan untuk dapat digunakan sesuai keperluan lain. Umumnya untuk kegiatan seperti pertanian, pembangunan infrastruktur, atau pengembangan perkotaan. Pembukaan lahan dapat terjadi dalam skala kecil atau besar, tergantung pada kebutuhan proyek. Serta dapat menyasar berbagai jenis wilayah, tergantung tujuan penggunaan lahan setelah pembersihan vegetasi. Jenis wilayah tersebut di antaranya: Pada masing-masing jenis wilayah di atas umumnya memiliki metode pengelolaan lahan yang berbeda-beda. Begitupun dengan dampak yang bisa dihasilkan dari kegiatan pembukaan lahan. Oleh karena itu, aktivitas pembukaan lahan biasanya harus dibarengi dengan syarat-syarat tertentu yang perlu dipatuhi serta strategi pengelolaan land clearing yang tepat. Baca Juga: Agroforestri: Solusi Pemanfaatan Lahan yang Menggabungkan Pertanian dan Kehutanan Syarat-Syarat Melakukan Pembukaan Lahan Melakukan aktivitas land clearing atau pembukaan lahan tidak bisa dilakukan secara asal. Terdapat syarat-syarat yang perlu dipatuhi oleh perusahaan atau pihak yang berkaitan untuk dapat melakukan kegiatan ini.  Dikutip dari Agin Court Resources, syarat tersebut di antaranya ialah: /*! elementor – v3.18.0 – 20-12-2023 */ .elementor-heading-title{padding:0;margin:0;line-height:1}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title[class*=elementor-size-]>a{color:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-small{font-size:15px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-medium{font-size:19px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-large{font-size:29px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xl{font-size:39px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xxl{font-size:59px} Similar Article Mampukah Kegiatan Menanam Pohon Membantu Melawan Pemanasan Global? Kegiatan menanam pohon secara massal atau disebut juga penghijauan telah banyak dilakukan sebab diyakini dapat berdampak baik bagi alam. Menanam pohon juga disebut merupakan salah satu upaya yang efektif dalam melawan pemanasan global. Benarkah demikian? Baca Juga: Melihat Upaya Singapura Jadi Salah Satu Kota Terhijau di Dunia Berbagai Manfaat Pohon Sejak lama, kita memahami bahwa pohon memainkan peran penting bagi kelestarian lingkungan.  Pohon memberikan banyak manfaat, seperti memberikan keteduhan, kesejukan, mencegah erosi dan degradasi tanah, meningkatkan kualitas tanah, memperbaiki siklus air, menyediakan habitat bagi satwa dan keanekaragaman hayati, menyediakan sumber daya yang melimpah, memberikan ruang hijau yang bermanfaat bagi manusia,… Pembukaan Lahan: Pengertian, Syarat, Metode, Hingga Dampaknya bagi Lingkungan Seiring dengan meningkatnya populasi penduduk dunia juga sebagai upaya memenuhi kebutuhan ekonomi dan pembangunan, aktivitas pembukaan lahan merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari.    Dalam proyek konstruksi, pepohonan, tumbuhan, bebatuan, dan berbagai vegetasi yang ada di suatu lahan, perlu ditebangi dan lahan mutlak untuk disterilkan sebelum pembangunan dapat dimulai. Tanpa pembangunan lahan, tidak mungkin seseorang dapat membangun struktur yang stabil dan sesuai dengan desain aslinya. Namun, apakah pembukaan lahan dapat mengancam kelestarian lingkungan? Apakah dampak dari kegiatan ini bagi lingkungan? Pengertian Pembukaan Lahan Sesuai penjelasan di atas, pembukaan lahan atau land clearing adalah sebuah proses pembersihan hingga penyiapan suatu lahan… Laporan IQAir Sebut Hanya 5% Negara yang Punya Kualitas Udara Berstandar WHO, Bagaimana dengan Indonesia? Belum lama ini, IQAir baru saja mengungkapkan temuan penting tentang negara dan wilayah yang memiliki kualitas udara bersih berstandar WHO per 2023, begitu juga sebaliknya. Temuan tersebut diungkapkan dalam The 6th Annual World Air Quality Report atau Laporan Kualitas Udara Dunia ke-6 yang diluncurkan Maret lalu. Baca Juga: Ancaman Polusi Udara dari Asap Industri Berdasarkan laporan tersebut, terungkap bahwa hanya lima persen atau setara dengan tujuh negara saja, di antara 134 negara yang dipantau, yang kualitas udaranya memenuhi pedoman PM2.5 tahunan WHO (rata-rata tahunan sebesar 5 µg/m3 atau kurang). Negara tersebut yakni Australia, Estonia, Finlandia, Grenada, Islandia, Mauritius, dan Selandia… Daftar Profesi dan Pekerja yang Terdampak Krisis Iklim Isu perubahan iklim belakangan ini sudah semakin mengkhawatirkan. Tidak hanya dapat mengganggu lingkungan, sejumlah profesi serta pekerja di berbagai sektor berpotensi terdampak krisis iklim. Memberikan tantangan yang signifikan terhadap pembangunan juga kondisi ekonomi global. Baca Juga: Sejauh Mana Upaya Indonesia Melawan Krisis Perubahan Iklim? Menurut laporan International Labour Organization (ILO), sebanyak 3,8 persen dari total jam kerja di seluruh dunia dapat hilang akibat suhu tinggi yang disebabkan krisis iklim. Diperkirakan akan terjadi dalam tujuh tahun mendatang dan mendatangkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Perubahan iklim mempengaruhi berbagai profesi di banyak sektor, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu,… Peran Konsultan Karbon dalam Mendukung Keberlanjutan dan Manajemen ESG Tidak semua orang kenal dengan istilah konsultan karbon (carbon consultant), hanya segelintir orang saja yang pernah mendengar istilah ini. Seperti yang kita tahu, dalam dunia bisnis yang semakin mengerti akan pentingnya keberlanjutan, perusahaan perlu memastikan bahwa mereka tidak hanya mematuhi regulasi lingkungan tetapi juga berkontribusi positif terhadap masyarakat dan memiliki tata kelola yang baik. SatuPlatform hadir sebagai solusi lengkap untuk membantu perusahaan dalam manajemen ESG (Environmental, Social, Governance) dan akuntansi karbon. Peran konsultan karbon menjadi semakin penting dalam membantu perusahaan mencapai tujuan keberlanjutan mereka. Apa itu Konsultan Karbon? Konsultan karbon adalah seorang profesional atau grup atau perusahaan yang membantu perusahaan… 5 Buku Climate Change Tingkatkan Pemahaman Lingkungan Untuk dapat memahami suatu kondisi, kita perlu banyak belajar dan punya minat mengetahui yang baik. Sama halnya dengan perlunya kita membaca buku tentang climate change atau perubahan iklim untuk dapat memahami soal kondisi iklim yang tengah terjadi. Baca Juga: Daftar Sistem atau Software yang Mendukung Keberlanjutan Lingkungan Semakin hari kondisi iklim dapat dikatakan semakin ekstrem. Ilmuwan menyatakan bahwa tahun 2023 menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat. Ancaman nyata yang ditimbulkan oleh perubahan iklim atau climate change dan kerusakan ekologis pun juga semakin nampak. Lalu bagaimana kita bisa berkontribusi mengatasi masalah ini? Buku adalah salah satu alat terbaik untuk mengungkap informasi…

Laporan IQAir Sebut Hanya 5% Negara yang Punya Kualitas Udara Berstandar WHO, Bagaimana dengan Indonesia?

Laporan IQAir Sebut Hanya 5% Negara yang Punya Kualitas Udara Berstandar WHO, Bagaimana dengan Indonesia?

Belum lama ini, IQAir baru saja mengungkapkan temuan penting tentang negara dan wilayah yang memiliki kualitas udara bersih berstandar WHO per 2023, begitu juga sebaliknya. Temuan tersebut diungkapkan dalam The 6th Annual World Air Quality Report atau Laporan Kualitas Udara Dunia ke-6 yang diluncurkan Maret lalu. Baca Juga: Ancaman Polusi Udara dari Asap Industri Berdasarkan laporan tersebut, terungkap bahwa hanya lima persen atau setara dengan tujuh negara saja, di antara 134 negara yang dipantau, yang kualitas udaranya memenuhi pedoman PM2.5 tahunan WHO (rata-rata tahunan sebesar 5 µg/m3 atau kurang). Negara tersebut yakni Australia, Estonia, Finlandia, Grenada, Islandia, Mauritius, dan Selandia Baru. Apa Itu Pedoman PM2.5 WHO? Pedoman tahunan WHO untuk PM2.5 merupakan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk membantu negara-negara mengelola dan mengurangi polusi udara di wilayah mereka.  Tujuan dari pedoman ini utamanya adalah untuk melindungi kesehatan masyarakat. Sebab, PM2.5 yang memiliki wujud partikel halus dengan diameter kurang dari 2.5 mikrometer, apabila secara kontinuitas terhirup ke dalam paru-paru dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius. Di antara penyakit yang dapat timbul ialah penyakit pernapasan, kardiovaskular, dan peningkatan risiko kematian prematur.  Oleh karena itu, WHO merekomendasikan agar konsentrasi tahunan rata-rata PM2.5 di suatu negara tidak melebihi 5 µg/m3 (mikrogram per meter kubik udara). Pemantauan terus menerus terhadap kualitas udara perlu dilakukan untuk mengidentifikasi sumber polusi dan tren perubahan. Apa Temuan IQAir Selanjutnya? Selain pembahasan di atas, Laporan Kualitas Udara Dunia tahun 2023 juga menemukan bahwa Bangladesh, Pakistan, India, Tajikistan, dan Burkina Faso sebagai negara dengan kualitas udara terburuk di dunia. Konsentrasi PM2.5 di negara-negara tersebut 9-15 kali lebih tinggi dari standar pedoman WHO. Kemudian, dijumpai juga sekitar 92,5 persen atau setara dengan 124 negara dan wilayah yang kualitas udaranya melampaui nilai pedoman PM2.5 tahunan WHO. Meskipun tidak sebesar lima negara sebelumnya. Temuan lainnya ialah sebagai berikut: Informasi selengkapnya terkait isi dari Laporan Kualitas Udara Dunia 2023 oleh IQAir dapat dibaca dengan mengunjungi https://www.iqair.com/us/world-air-quality-report-press-kit. Bagaimana dengan Kualitas Udara di Indonesia? Berdasarkan laporan yang sama, Indonesia masih menempati posisi pertama sebagai negara paling berpolusi di Asia Tenggara. Wilayah Tangerang Selatan menjadi kota dengan udara terburuk di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara dengan konsentrasi tahunan PM2.5 mencapai 71,7 µg/m3. Sementara itu, Kota Jakarta yang sejak beberapa waktu ke belakang banyak dibicarakan karena polusi udaranya tidak terkendali, menempati peringkat ketujuh untuk kota paling berpolusi di dunia. Berdasarkan analisa IQAir, angka PM2.5 di Jakarta adalah sebesar 43,8 µg/m3, 8 kali lebih tinggi dari standar WHO. Data dalam Laporan Kualitas Udara Dunia IQAir tahun 2023 diperoleh dari 30.000 lebih stasiun pemantauan kualitas udara di 7.812 lokasi di 134 negara dan wilayah. Baca Juga: Ilmuwan Sebut Manusia Berkontribusi dalam Pemanasan Global Your All-in-One Sustainability Platform Satuplatform hadir untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku. Satuplatform adalah platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting. Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang! Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. /*! elementor – v3.18.0 – 20-12-2023 */ .elementor-heading-title{padding:0;margin:0;line-height:1}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title[class*=elementor-size-]>a{color:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-small{font-size:15px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-medium{font-size:19px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-large{font-size:29px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xl{font-size:39px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xxl{font-size:59px} Similar Article Mampukah Kegiatan Menanam Pohon Membantu Melawan Pemanasan Global? Kegiatan menanam pohon secara massal atau disebut juga penghijauan telah banyak dilakukan sebab diyakini dapat berdampak baik bagi alam. Menanam pohon juga disebut merupakan salah satu upaya yang efektif dalam melawan pemanasan global. Benarkah demikian? Baca Juga: Melihat Upaya Singapura Jadi Salah Satu Kota Terhijau di Dunia Berbagai Manfaat Pohon Sejak lama, kita memahami bahwa pohon memainkan peran penting bagi kelestarian lingkungan.  Pohon memberikan banyak manfaat, seperti memberikan keteduhan, kesejukan, mencegah erosi dan degradasi tanah, meningkatkan kualitas tanah, memperbaiki siklus air, menyediakan habitat bagi satwa dan keanekaragaman hayati, menyediakan sumber daya yang melimpah, memberikan ruang hijau yang bermanfaat bagi manusia,… Pembukaan Lahan: Pengertian, Syarat, Metode, Hingga Dampaknya bagi Lingkungan Seiring dengan meningkatnya populasi penduduk dunia juga sebagai upaya memenuhi kebutuhan ekonomi dan pembangunan, aktivitas pembukaan lahan merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari.    Dalam proyek konstruksi, pepohonan, tumbuhan, bebatuan, dan berbagai vegetasi yang ada di suatu lahan, perlu ditebangi dan lahan mutlak untuk disterilkan sebelum pembangunan dapat dimulai. Tanpa pembangunan lahan, tidak mungkin seseorang dapat membangun struktur yang stabil dan sesuai dengan desain aslinya. Namun, apakah pembukaan lahan dapat mengancam kelestarian lingkungan? Apakah dampak dari kegiatan ini bagi lingkungan? Pengertian Pembukaan Lahan Sesuai penjelasan di atas, pembukaan lahan atau land clearing adalah sebuah proses pembersihan hingga penyiapan suatu lahan… Laporan IQAir Sebut Hanya 5% Negara yang Punya Kualitas Udara Berstandar WHO, Bagaimana dengan Indonesia? Belum lama ini, IQAir baru saja mengungkapkan temuan penting tentang negara dan wilayah yang memiliki kualitas udara bersih berstandar WHO per 2023, begitu juga sebaliknya. Temuan tersebut diungkapkan dalam The 6th Annual World Air Quality Report atau Laporan Kualitas Udara Dunia ke-6 yang diluncurkan Maret lalu. Berdasarkan laporan tersebut, terungkap bahwa hanya lima persen atau setara dengan tujuh negara saja, di antara 134 negara yang dipantau, yang kualitas udaranya memenuhi pedoman PM2.5 tahunan WHO (rata-rata tahunan sebesar 5 µg/m3 atau kurang). Negara tersebut yakni Australia, Estonia, Finlandia, Grenada, Islandia, Mauritius, dan Selandia Baru. Apa Itu Pedoman PM2.5 WHO? Pedoman tahunan… Daftar Profesi dan Pekerja yang Terdampak Krisis Iklim Isu perubahan iklim belakangan ini sudah semakin mengkhawatirkan. Tidak hanya dapat mengganggu lingkungan, sejumlah profesi serta pekerja di berbagai sektor berpotensi terdampak krisis iklim. Memberikan tantangan yang signifikan terhadap pembangunan juga kondisi ekonomi global. Baca Juga: Sejauh Mana Upaya Indonesia Melawan Krisis Perubahan Iklim? Menurut laporan International Labour Organization (ILO), sebanyak 3,8 persen dari total jam kerja di seluruh dunia dapat hilang akibat suhu tinggi yang disebabkan krisis iklim. Diperkirakan akan terjadi dalam tujuh tahun mendatang dan mendatangkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Perubahan iklim mempengaruhi berbagai profesi di banyak sektor, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu,… Peran Konsultan Karbon dalam Mendukung Keberlanjutan dan Manajemen ESG Tidak semua orang kenal dengan istilah konsultan karbon (carbon consultant), hanya segelintir orang saja yang pernah mendengar …

Daftar Profesi dan Pekerja yang Terdampak Krisis Iklim

Daftar Profesi dan Pekerja yang Terdampak Krisis Iklim

Isu perubahan iklim belakangan ini sudah semakin mengkhawatirkan. Tidak hanya dapat mengganggu lingkungan, sejumlah profesi serta pekerja di berbagai sektor berpotensi terdampak krisis iklim. Memberikan tantangan yang signifikan terhadap pembangunan juga kondisi ekonomi global. Baca Juga: Sejauh Mana Upaya Indonesia Melawan Krisis Perubahan Iklim? Menurut laporan International Labour Organization (ILO), sebanyak 3,8 persen dari total jam kerja di seluruh dunia dapat hilang akibat suhu tinggi yang disebabkan krisis iklim. Diperkirakan akan terjadi dalam tujuh tahun mendatang dan mendatangkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Perubahan iklim mempengaruhi berbagai profesi di banyak sektor, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, adaptasi terhadap perubahan ini, melalui pendidikan, pelatihan ulang, dan peralihan ke pekerjaan yang lebih berkelanjutan, dapat menjadi kunci untuk mengurangi dampak negatif pada mata pencaharian dan ekonomi global. Lalu, apa saja profesi dan pekerja yang berpotensi terdampak terjadinya krisis iklim? Petani Terdampak Krisis Iklim Hal ini benar adanya dan disampaikan juga oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG), Dwikorita Karnawati, bahwa pertanian merupakan profesi yang terdampak paling serius akibat krisis iklim. Perubahan iklim berperan menimbulkan perubahan pola curah hujan dan kenaikan suhu udara, sehingga menyebabkan produksi pertanian menurun secara signifikan. Akibatnya, lebih banyak tanaman rusak dan hasil panen pun menjadi berkurang atau bahkan gagal. Selain itu, kondisi krisis iklim juga menyebabkan peningkatan frekuensi bencana alam seperti kekeringan, banjir, serta badai. Alhasil lahan pertanian hancur dan mempengaruhi mata pencaharian para petani.  “Melihat dampak perubahan iklim yang semakin signifikan, kami mendorong adanya upaya antisipasi masalah yang sama di kemudian hari melalui strategi mitigasi dan adaptasi,” ungkap Dwikorita, sebagaimana dikutip dari situs BMKG. Oleh karena itu, BMKG mengharapkan petani mulai mempelajari informasi terkait iklim. Melalui Sekolah Lapang Iklim , BMKG membekali para petani dengan ilmu pengetahuan untuk dapat memahami fenomena cuaca dan iklim beserta perubahannya. “Dengan mengetahui lebih dini, petani dapat melakukan perencanaan pertanian, mulai dari penyesuaian waktu tanam, penggunaan varietas unggul tahan kekeringan, pengelolaan air, dan proses lain yang diperlukan,” jelas Dwikorita. Krisis Iklim Mempengaruhi Nelayan Masyarakat pesisir dan nelayan menjadi salah satu kelompok yang termasuk ke dalam orang-orang dengan profesi terdampak krisis iklim. Berdasarkan data Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir tahun 2021, krisis iklim yang meningkat selama satu dekade terakhir telah menyebabkan jumlah nelayan di Indonesia terus mengalami penurunan. Statistik mencatat bahwa dari sebanyak 2.16 juta nelayan per tahun 2010, pada tahun 2019 jumlahnya turun mencapai 1.83 juta orang saja. Terdapat penurunan sebanyak lebih dari 300 ribu orang sepanjang tahun 2010-2019. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau WALHI menyebut bahwa hanya ada dua kemungkinan yang dapat menyebabkan orang berhenti menjadi nelayan. Dua kemungkinan tersebut disebabkan oleh ekspansi industri kreatif dan ancaman perubahan iklim. Peningkatan suhu laut dapat menyebabkan ikan dan makhluk hidup lautan bermigrasi ke daerah yang lebih dingin. Selain itu, penurunan pH laut akibat penyerapan CO2 mempengaruhi ekosistem laut dan populasi ikan. Oleh sebab itu, jumlah tangkapan pun menjadi berkurang dari sebelumnya. Meski begitu, laporan terbaru Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) memperkirakan bahwa krisis iklim masih akan terus meningkat dan berpotensi memperburuk kehidupan nelayan di masa yang akan datang. Peningkatan suhu yang terjadi memaksa ikan berpindah dari wilayah tropis serta akan mengurangi pendapatan Indonesia dari penangkapan ikan sebesar 24 persen. Untuk mengatasi hal ini, WALHI sejak beberapa tahun lalu mengharapkan pemerintah untuk dapat membantu menyusun skema perlindungan dan pemberdayaan, khususnya kepada nelayan skala kecil dan atau nelayan tradisional dari ancaman krisis iklim. Dilakukan dengan menyusun aturan turunan dari UU No. 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam. Baca Juga: Upaya Indonesia Atasi Krisis Iklim Ancaman Krisis Iklim terhadap Pariwisata Sektor pariwisata dan para pekerjanya menjadi profesi selanjutnya yang sangat rentan terdampak krisis iklim.  Meningkatnya suhu udara, cuaca ekstrem, kekeringan, dan frekuensi bencana alam dapat merusak infrastruktur pariwisata dan mengurangi jumlah wisatawan. Kerusakan ekosistem pada destinasi wisata alam seperti terumbu karang, pantai, dan hutan tropis yang terancam perubahan iklim, juga dapat mengurangi daya tarik wisata. Akan tetapi, hal tersebut bisa dibilang turut disebabkan juga oleh kegiatan pariwisata itu sendiri. Sebab sektor pariwisata nyatanya ikut menyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) yang menyebabkan pemanasan global. Menurut penelitian oleh Nature Climate Change tentang jejak karbon pariwisata global, sektor pariwisata disebut menyumbang sekitar 8% emisi terhadap emisi global. Hal ini juga diperparah dengan pembangunan berlebihan yang tidak ramah lingkungan dan degradasi kawasan alam. Oleh karena itu, sektor pariwisata diharapkan dapat berkontribusi mencegah hal buruk lainnya serta turut serta meningkatkan kesadaran terhadap permasalahan lingkungan, seperti pemutihan terumbu karang atau spesies hewan yang terancam punah, dan menyediakan dana untuk upaya konservasi. Industri dan entitas penghasil emisi juga dapat berkontribusi dalam upaya mencapai keberlanjutan melakukan pengukuran emisi dan pencatatan laporan ESG perusahaan Anda. Miliki pencatatan dan pelacakan yang layak dan komprehensif dengan memanfaatkan platform all-in-one dari Satuplatform. Dapatkan DEMO GRATIS nya di sini! /*! elementor – v3.18.0 – 20-12-2023 */ .elementor-heading-title{padding:0;margin:0;line-height:1}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title[class*=elementor-size-]>a{color:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-small{font-size:15px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-medium{font-size:19px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-large{font-size:29px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xl{font-size:39px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xxl{font-size:59px} Similar Article Mampukah Kegiatan Menanam Pohon Membantu Melawan Pemanasan Global? Kegiatan menanam pohon secara massal atau disebut juga penghijauan telah banyak dilakukan sebab diyakini dapat berdampak baik bagi alam. Menanam pohon juga disebut merupakan salah satu upaya yang efektif dalam melawan pemanasan global. Benarkah demikian? Baca Juga: Melihat Upaya Singapura Jadi Salah Satu Kota Terhijau di Dunia Berbagai Manfaat Pohon Sejak lama, kita memahami bahwa pohon memainkan peran penting bagi kelestarian lingkungan.  Pohon memberikan banyak manfaat, seperti memberikan keteduhan, kesejukan, mencegah erosi dan degradasi tanah, meningkatkan kualitas tanah, memperbaiki siklus air, menyediakan habitat bagi satwa dan keanekaragaman hayati, menyediakan sumber daya yang melimpah, memberikan ruang hijau yang bermanfaat bagi manusia,… Pembukaan Lahan: Pengertian, Syarat, Metode, Hingga Dampaknya bagi Lingkungan Seiring dengan meningkatnya populasi penduduk dunia juga sebagai upaya memenuhi kebutuhan ekonomi dan pembangunan, aktivitas pembukaan lahan merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari.    Dalam proyek konstruksi, pepohonan, tumbuhan, bebatuan, dan berbagai vegetasi yang ada di suatu lahan, perlu ditebangi dan lahan mutlak untuk disterilkan sebelum pembangunan dapat dimulai. Tanpa pembangunan lahan, tidak mungkin seseorang dapat membangun struktur yang stabil dan sesuai dengan desain aslinya. Namun, apakah pembukaan lahan dapat mengancam kelestarian lingkungan? Apakah dampak dari kegiatan ini bagi lingkungan? Pengertian Pembukaan Lahan Sesuai penjelasan di …

satuplatform konsultan karbon

Peran Konsultan Karbon dalam Mendukung Keberlanjutan dan Manajemen ESG

Tidak semua orang kenal dengan istilah konsultan karbon (carbon consultant), hanya segelintir orang saja yang pernah mendengar istilah ini. Seperti yang kita tahu, dalam dunia bisnis yang semakin mengerti akan pentingnya keberlanjutan, perusahaan perlu memastikan bahwa mereka tidak hanya mematuhi regulasi lingkungan tetapi juga berkontribusi positif terhadap masyarakat dan memiliki tata kelola yang baik. SatuPlatform hadir sebagai solusi lengkap untuk membantu perusahaan dalam manajemen ESG (Environmental, Social, Governance) dan akuntansi karbon. Peran konsultan karbon menjadi semakin penting dalam membantu perusahaan mencapai tujuan keberlanjutan mereka. Apa itu Konsultan Karbon? Konsultan karbon adalah seorang profesional atau grup atau perusahaan yang membantu perusahaan mengukur, menganalisa untuk melaporkan, dan mengurangi jejak karbon mereka. Mereka bekerja dengan perusahaan untuk memahami dampak lingkungan dari operasi mereka dan merancang strategi untuk mengurangi emisi karbon. Konsultan karbon juga memainkan peran penting dalam membantu perusahaan memenuhi standar dan regulasi ESG, yang semakin diperhatikan oleh investor dan pemangku kepentingan seperti manajer atau si pemilik usaha. Layanan yang Umumnya ada di Konsultan Karbon Pengukuran Jejak Karbon Proses pengukuran jejak karbon umumnya termasuk pengumpulan data tentang emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas perusahaan. Konsultan karbon menggunakan alat dan metodologi khusus untuk mengukur emisi ini secara akurat. Misalnya, mereka dapat melakukan audit energi untuk mengidentifikasi sumber emisi utama dan menghitung total emisi karbon perusahaan. Pelaporan dan Kepatuhan Konsultan karbon membantu perusahaan dalam menyusun laporan emisi karbon yang sesuai dengan standar internasional, seperti GRI (Global Reporting Initiative) atau CDP (Carbon Disclosure Project). Mereka memastikan bahwa laporan ini memenuhi persyaratan regulasi dan dapat digunakan untuk menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan. Strategi Pengurangan Emisi Selain mengukur dan melaporkan emisi, konsultan karbon juga merancang strategi untuk mengurangi jejak karbon perusahaan. Ini bisa meliputi peningkatan efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, dan pengurangan limbah. Dengan menerapkan strategi ini, perusahaan tidak hanya mengurangi dampak lingkungan mereka tetapi juga dapat menghemat biaya operasional. Sertifikasi dan Audit Untuk meningkatkan kredibilitas, konsultan karbon membantu perusahaan mendapatkan sertifikasi keberlanjutan dari lembaga terkemuka. Mereka juga dapat melakukan audit independen untuk memastikan bahwa praktek keberlanjutan perusahaan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Manfaat Menggunakan Jasa Konsultan Karbon Keberlanjutan Jangka Panjang Dengan mengurangi jejak karbon, perusahaan dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Ini penting untuk menjaga sumber daya alam bagi generasi mendatang dan mengurangi dampak perubahan iklim. Kita bisa sejalan dengan alam dan pemerintah. Efisiensi Operasional Strategi pengurangan emisi sering kali melibatkan peningkatan efisiensi operasional, seperti penggunaan energi yang lebih hemat dan pengurangan limbah. Hal ini tidak hanya mengurangi biaya tetapi juga meningkatkan produktivitas. Makin hemat, makin baik bagi pemilik bisnis. Reputasi Perusahaan Perusahaan yang menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan cenderung memiliki reputasi yang lebih baik di mata konsumen dan investor. Ini dapat meningkatkan nilai dari pelanggan dan loyalitas pelanggan dan menarik investasi yang berfokus pada keberlanjutan. Kasus Sukses: Studi Kasus Perusahaan yang Berhasil Contoh Nyata Sebuah perusahaan manufaktur besar berhasil mengurangi jejak karbon mereka sebesar 30% dalam tiga tahun dengan bantuan konsultan karbon. Mereka melakukan audit energi, menerapkan strategi efisiensi, dan beralih ke sumber energi terbarukan. Hasil dan Dampak Menurut laporan tahunan perusahaan, strategi ini tidak hanya mengurangi emisi karbon tetapi juga menghemat biaya operasional sebesar Rp. 75,000,000 juta per tahun. Selain itu, perusahaan menerima sertifikasi keberlanjutan yang meningkatkan reputasi mereka di pasar global. Tantangan dan Solusi dalam Manajemen Karbon Tantangan Umum Salah satu tantangan utama dalam manajemen karbon adalah mengumpulkan data yang akurat dan komprehensif tentang emisi perusahaan. Selain itu, mengubah budaya perusahaan untuk mendukung praktek keberlanjutan juga bisa menjadi tantangan. Solusi yang Ditawarkan oleh Konsultan Karbon Konsultan karbon membantu mengatasi tantangan ini dengan menyediakan alat dan metodologi untuk pengumpulan data yang akurat. Mereka juga bekerja dengan manajemen perusahaan untuk mengembangkan program pelatihan dan komunikasi yang mempromosikan budaya keberlanjutan. Para Ahli Terkait Karbon dan ESG “Menurut Dr. Jane Smith, ahli keberlanjutan, ‘Konsultan karbon memainkan peran vital dalam membantu perusahaan memahami dan mengurangi jejak karbon mereka, yang tidak hanya baik untuk lingkungan tetapi juga untuk kinerja bisnis jangka panjang.’” Dengan memanfaatkan jasa konsultan karbon, perusahaan dapat meningkatkan kinerja keberlanjutan mereka, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan reputasi di pasar global. Konsultan karbon membantu perusahaan dalam setiap langkah, mulai dari pengukuran emisi hingga penerapan strategi pengurangan dan pelaporan. Ini adalah investasi yang tidak hanya baik untuk lingkungan tetapi juga untuk keberhasilan bisnis jangka panjang. Untuk lengkapnya terkait jasa konsultan karbon, hubungi Satuplatform, sekarang. Referensi: > Carbon Trust, https://www.carbontrust.com> CDP (Carbon Disclosure Project), https://www.cdp.net> Global Reporting Initiative (GRI), https://www.globalreporting.org Peran Konsultan Karbon dalam Mendukung Keberlanjutan dan Manajemen ESG June 2, 2024No Comments Tidak semua orang kenal dengan istilah konsultan karbon (carbon consultant), hanya segelintir orang saja yang pernah mendengar istilah ini. Seperti yang kita tahu, dalam dunia bisnis yang semakin mengerti akan pentingnya keberlanjutan, perusahaan perlu memastikan bahwa mereka tidak hanya mematuhi regulasi lingkungan tetapi juga berkontribusi positif terhadap masyarakat dan memiliki tata kelola yang baik. SatuPlatform hadir sebagai solusi lengkap untuk membantu perusahaan dalam manajemen ESG (Environmental, Social, Governance) dan akuntansi karbon. Peran konsultan karbon menjadi semakin penting dalam membantu perusahaan mencapai tujuan keberlanjutan mereka. Apa itu Konsultan Karbon? Konsultan karbon adalah seorang profesional atau grup atau perusahaan yang membantu perusahaan… Selengkapnya » Mampukah Kegiatan Menanam Pohon Membantu Melawan Pemanasan Global? May 31, 2024No Comments Kegiatan menanam pohon secara massal atau disebut juga penghijauan telah banyak dilakukan sebab diyakini dapat berdampak baik bagi alam. Menanam pohon juga disebut merupakan salah satu upaya yang efektif dalam melawan pemanasan global. Benarkah demikian? Berbagai Manfaat Pohon Sejak lama, kita memahami bahwa pohon memainkan peran penting bagi kelestarian lingkungan.  Pohon memberikan banyak manfaat, seperti memberikan keteduhan, kesejukkan, mencegah erosi dan degradasi tanah, meningkatkan kualitas tanah, memperbaiki siklus air, menyediakan habitat bagi satwa dan keanekaragaman hayati, menyediakan sumber daya yang melimpah, memberikan ruang hijau yang bermanfaat bagi manusia, serta menciptakan lapangan kerja dalam sektor kehutanan dan pertanian. Pohon juga dapat… Selengkapnya » 5 Buku Climate Change Tingkatkan Pemahaman Lingkungan May 31, 2024No Comments Untuk dapat memahami suatu kondisi, kita perlu banyak belajar dan punya minat mengetahui yang baik. Sama halnya dengan perlunya kita membaca buku tentang climate change atau perubahan iklim untuk dapat memahami soal kondisi iklim yang tengah terjadi. Baca Juga: Daftar …

5 Buku Climate Change Tingkatkan Pemahaman Lingkungan

5 Buku Climate Change Tingkatkan Pemahaman Lingkungan

Untuk dapat memahami suatu kondisi, kita perlu banyak belajar dan punya minat mengetahui yang baik. Sama halnya dengan perlunya kita membaca buku tentang climate change atau perubahan iklim untuk dapat memahami soal kondisi iklim yang tengah terjadi. Baca Juga: Daftar Sistem atau Software yang Mendukung Keberlanjutan Lingkungan Semakin hari kondisi iklim dapat dikatakan semakin ekstrem. Ilmuwan menyatakan bahwa tahun 2023 menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat. Ancaman nyata yang ditimbulkan oleh perubahan iklim atau climate change dan kerusakan ekologis pun juga semakin nampak. Lalu bagaimana kita bisa berkontribusi mengatasi masalah ini? Buku adalah salah satu alat terbaik untuk mengungkap informasi sulit ini dan membuat ilmu pengetahuan iklim dapat diakses oleh semua orang. Berikut adalah daftar buku tentang climate change atau perubahan iklim yang bisa menjadi referensi kamu dalam hal meningkatkan pemahaman terkait iklim dan lingkungan. 1. Climate Change – The New Climate War oleh Michael Mann Michael E. Mann merupakan seorang ahli iklim terkemuka sekaligus Profesor Kepresidenan di Departemen Ilmu Bumi dan Lingkungan di Penn State University. Ia telah lama dikenal sebagai salah satu sosok pahlawan iklim, sebab berkat minatnya yang tinggi dalam meneliti kondisi iklim menjadikan pengetahuan di bidang ilmu iklim semakin berkembang dan diakui. Diketahui Mann telah terlibat dalam banyak penelitian terkait iklim dan ilmu pengetahuan. Ia juga menulis berbagai buku terkenal, salah satunya ialah buku berjudul The New Climate War: The Fight to Take Back Our Planet.  Buku yang diterbitkan pada Januari 2021 lalu ini, menawarkan pandangan mendalam tentang tantangan dan strategi dalam perang melawan perubahan iklim, serta mengungkap taktik yang digunakan oleh para penentang aksi iklim. Mann menjelaskan tentang bagaimana industri bahan bakar fosil terus menunjukkan upaya dalam menghindari tanggung jawab mereka terhadap lingkungan. Mulai dari menolak fakta yang terjadi pada iklim hingga memunculkan hambatan dan pengalihan beban tanggung jawab kepada individu atau masyarakat. Pada akhirnya, hal ini pun berdampak pada tertundanya upaya keberlanjutan yang seharusnya bisa dilakukan. Melalui buku ini, Mann mengungkap taktik yang digunakan oleh para penentang aksi iklim juga memberikan panduan tentang bagaimana kita semua dapat berkontribusi untuk mengatasi krisis iklim secara kolektif. Mann berpendapat bahwa salah satu tantangan utama dalam menghadapi tantangan iklim ialah kurangnya keinginan dari para petinggi dan pemangku kepentingan untuk melakukan hal tersebut. 2. Climate Change – Solving the Climate Crisis: Frontline Reports from the Race to Save the Earth oleh John. J. Berger John J. Berger adalah pakar ilmu pengetahuan dan kebijakan lingkungan yang sekaligus merupakan seorang penulis, jurnalis, dan konsultan lingkungan asal Amerika Serikat. Ia telah lama berkecimpung di bidang energi dan isu-isu lingkungan dan menjadi pendukung solusi energi alternatif terhadap permasalahan lingkungan global. Buku yang diterbitkan pada tahun 2020 lalu ini memberikan laporan mendalam dari garis depan perjuangan melawan krisis iklim serta menyoroti berbagai upaya yang sedang dilakukan untuk mengatasi tantangan lingkungan yang kita hadapi. Melalui pendekatan jurnalistik yang tajam dan naratif yang kuat, Berger berusaha untuk membawa pembaca langsung ke garis depan krisis iklim dengan tulisannya. Buku ini menggambarkan bahwa kekuatan individu yang berkomitmen dan aksi iklim kolaboratif antara pemerintah dan sektor swasta merupakan suatu hal yang penting untuk dapat menciptakan perubahan yang nyata. Buku ini berisi kisah-kisah nyata dari berbagai belahan dunia yang menunjukkan upaya-upaya konkret yang sedang dilakukan untuk mengurangi emisi karbon dan memerangi perubahan iklim. Berger menyajikan analisis berbasis penelitian terbaru tentang perubahan iklim serta mengkaji kebijakan-kebijakan yang telah banyak diterapkan dan mengevaluasi efektivitasnya dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan melindungi lingkungan. Buku ini adalah sumber daya yang kaya informasi dan inspirasi bagi siapa saja yang tertarik pada perubahan iklim dan ingin memahami upaya-upaya nyata yang sedang dilakukan untuk mengatasinya.  3. Climate Change – Under A White Sky oleh Elizabeth Kolbert Elizabeth Kolbert adalah seorang pengamat dan komentator lingkungan, jurnalis, serta penulis pemenang penghargaan Pulitzer pada 2015 melalui bukunya berjudul The Sixth Extinction: An Unnatural History. Ia telah banyak dikenal di berbagai kalangan dengan karyanya tentang perubahan lingkungan dan iklim. Buku karya Kolbert berjudul Under A White Sky ini diterbitkan pada 2021 lalu dan mengekplorasi tentang  bagaimana manusia mencoba mengubah alam untuk menyelamatkan planet ini dari kerusakan yang diakibatkan oleh kegiatan manusia itu sendiri. Ia menyajikan fakta terkait bagaimana intervensi manusia yang dimaksudkan untuk memperbaiki satu masalah lingkungan sering kali menciptakan masalah baru.  Kolbert membawa pembaca ke berbagai lokasi di seluruh dunia, dari rawa-rawa di Louisiana hingga laboratorium di Islandia, di mana ilmuwan dan insinyur bekerja pada proyek-proyek restorasi dan konservasi yang ambisius. Dia mempertanyakan apakah solusi teknologi tinggi ini adalah bentuk baru dari kesombongan manusia yang sama yang menyebabkan krisis lingkungan di tempat pertama. Melalui gaya penulisan naratif yang hidup dan mudah diakses, buku ini membuat topik-topik kompleks menjadi dapat dimengerti oleh pembaca umum. Buku ini tidak hanya mengungkap berbagai proyek ambisius serta dampak jangka panjang dari upaya tersebut, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan hubungan kita dengan alam dan bagaimana kita harus menghadapi tantangan lingkungan di masa depan dengan bijaksana. 4. Climate Change – Half Earth oleh Edward O. Wilson Edward Osborne Wilson merupakan seorang biolog, peneliti, dan pengarang asal Amerika Serikat pemenang penghargaan Pulitzer. Spesialisasinya sebenarnya adalah dalam bidang mirmekologi, atau ilmu yang mempelajari semut, namun ia dikenal juga sebagai “bapak sosiobiologi” dan gencar mendukung pelestarian lingkungan hidup serta berkontribusi dalam bidang biodiversitas dan konservasi. Half-Earth: Our Planet’s Fight for Life adalah buku karya Wilson yang terbit pada 2016, mengusulkan gagasan radikal untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati planet kita: menyisihkan setengah dari permukaan bumi sebagai cagar alam untuk melindungi spesies dari kepunahan. Gagasan ini didasarkan pada prinsip-prinsip ekologi dan biogeografi yang menunjukkan bahwa spesies memerlukan ruang yang cukup untuk populasi mereka agar dapat bertahan dan berkembang. Ia menunjukkan bahwa keadaan kritis keanekaragaman hayati tengah terjadi saat ini, dengan banyak spesies yang menghadapi ancaman kepunahan akibat deforestasi, perubahan iklim, polusi, dan perusakan habitat. Dia menyoroti pentingnya keanekaragaman hayati bagi keseimbangan ekosistem dan kesehatan planet. Melalui buku ini, Wilson menyatakan seruan mendesak untuk tindakan konservasi global yang ambisius dan inovatif. Buku ini tidak hanya memberikan wawasan mendalam tentang kondisi keanekaragaman hayati saat ini tetapi juga menginspirasi pembaca untuk berpartisipasi dalam upaya penyelamatan planet kita.  Baca Juga: Daftar Bahan Perusak Ozon …

Listrik Hijau, Energi Terbarukan yang Gencar Diperbanyak di Indonesia

Listrik Hijau, Energi Terbarukan yang Gencar Diperbanyak di Indonesia

Latar Belakang Listrik Hijau Sejak beberapa tahun lalu, pemerintah tengah menggencarkan pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik hijau untuk menambah pasokan listrik serta sebagai upaya transformasi menuju energi terbarukan. Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN menyampaikan, “saat ini semua industri bergerak pada energi berbasis ramah lingkungan. Melalui Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) hijau yang dicanangkan pada tahun 2021, PLN siap mendukung industri di Kawasan Industri Hijau melalui pembangkit EBT,” Saat ini, telah terpasang pembangkit listrik berbasis energi terbarukan (EBT) dengan kapasitas mencapai 9 gigawatt (GW). Kapasitas ini akan terus ditambah hingga 29 GW pada 2030. Namun, apa itu listrik hijau? Apa perbedaan dengan listrik yang digunakan selama ini? Mari simak penjelasannya. Apa Itu Listrik Hijau? Listrik hijau disebut juga listrik ramah lingkungan adalah bagian dari inovasi energi terbarukan atau energi bersih. Menurut European Environment Agency (EEA), listrik hijau merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan listrik yang dihasilkan dari sumber daya seperti tenaga surya, angin, panas bumi, biomassa, dan fasilitas pembangkit listrik tenaga air berdampak rendah. Berbeda dengan listrik yang bersumber dari energi fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, listrik hijau disebut memiliki dampak lingkungan yang jauh lebih rendah atau hampir tidak ada. Selain itu, sumbernya juga tidak terbatas sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal. Baca Juga: Energi Baru Terbarukan yang Diterapkan di Indonesia Sumber-Sumber Listrik Hijau Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, listrik hijau bersumber dari energi bersih dan terbarukan yang ada di alam. Sumber listrik hijau di antaranya adalah: 1. Energi Matahari (Solar Energy) Teknologi ini menggunakan panel surya untuk mengubah sinar matahari langsung menjadi listrik. Biasanya, pemanfaatan matahari sebagai energi listrik sangat cocok untuk lokasi dengan paparan sinar matahari yang tinggi. 2. Energi Angin (Wind Energy) Teknologi ini memanfaatkan turbin angin untuk mengubah energi kinetik dari angin menjadi listrik. Operasinya akan efektif untuk dilakukan di daerah yang memiliki kecepatan angin yang konsisten. 3. Energi Air (Hydropower) Teknologi ini menggunakan aliran air, seperti sungai atau bendungan dengan debit air tinggi, untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan listrik. Sumber energi ini telah digunakan secara luas di banyak negara. 4. Energi Biomassa (Biomass Energy) Teknologi ini menghasilkan listrik dari bahan organik, seperti kayu, limbah pertanian, atau sampah organik. Melalui pengelolaan energi biomassa, dapat membantu mengurangi limbah sambil menghasilkan energi yang ramah lingkungan. 5. Energi Panas Bumi (Geothermal Energy) Teknologi ini menggunakan panas yang berasal dari dalam bumi untuk menghasilkan listrik. Inovasi yang satu ini cocok untuk daerah yang memiliki aktivitas geotermal tinggi, seperti daerah vulkanik. Manfaat Hadirnya Listrik Hijau Di tengah meningkatnya kondisi krisis iklim dan lingkungan, banyak ilmuwan dan peneliti yang berupaya mencari solusi berkelanjutan yang dapat dimanfaatkan sebagai pilihan energi alternatif di kehidupan sehari-hari.  Hadirnya listrik hijau merupakan salah satu upaya manusia dalam berkontribusi untuk pencegahan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Sebuah langkah penting menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ketahui lebih lanjut manfaat dari listrik hijau. 1. Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca Berdasarkan sumbernya, listrik hijau berasal dari sumber energi yang menghasilkan sedikit bahkan tidak sama sekali emisi gas rumah kaca selama proses produksi. Oleh karena itu, listrik hijau dapat membantu mengurangi emisi karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya yang berkontribusi pada pemanasan global.  2. Upaya Konservasi Ekosistem Dengan mengurangi ekstraksi dan pembakaran bahan bakar fosil, pemanfaatan listrik hijau turut membantu melindungi ekosistem alami dari kerusakan. Hal ini juga membantu melestarikan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan berkelanjutan, serta mengurangi tekanan pada sumber daya alam yang terbatas. 3. Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Dengan mengurangi potensi pencemaran udara dan lingkungan yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil, pemanfaatan energi bersih untuk listrik hijau juga membantu mengurangi penyakit pernapasan dan kondisi kesehatan lain. Lingkungan bersih dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. 4. Meningkatkan Keamanan Energi Listrik hijau umumnya dapat dihasilkan secara lokal di setiap negara, mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil. Hal ini berperan meningkatkan keamanan energi nasional sebab energi terbarukan dapat mengurangi volatilitas harga energi yang sering terjadi terhadap bahan bakar fosil karena fluktuasi pasar global. 5. Mendorong Kesadaran Tindakan Lingkungan Secara tidak langsung, kondisi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan energi bersih dan dampaknya terhadap lingkungan. Mendorong perubahan perilaku individu dan bisnis untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui listrik hijau, kita tidak hanya dapat berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan pelestarian lingkungan, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan yang dapat memenuhi kebutuhan energi saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. /*! elementor – v3.18.0 – 20-12-2023 */ .elementor-heading-title{padding:0;margin:0;line-height:1}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title[class*=elementor-size-]>a{color:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-small{font-size:15px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-medium{font-size:19px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-large{font-size:29px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xl{font-size:39px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xxl{font-size:59px} Similar Article Mampukah Kegiatan Menanam Pohon Membantu Melawan Pemanasan Global? Kegiatan menanam pohon secara massal atau disebut juga penghijauan telah banyak dilakukan sebab diyakini dapat berdampak baik bagi alam. Menanam pohon juga disebut merupakan salah satu upaya yang efektif dalam melawan pemanasan global. Benarkah demikian? Berbagai Manfaat Pohon Sejak lama, kita memahami bahwa pohon memainkan peran penting bagi kelestarian lingkungan.  Pohon memberikan banyak manfaat, seperti memberikan keteduhan, kesejukkan, mencegah erosi dan degradasi tanah, meningkatkan kualitas tanah, memperbaiki siklus air, menyediakan habitat bagi satwa dan keanekaragaman hayati, menyediakan sumber daya yang melimpah, memberikan ruang hijau yang bermanfaat bagi manusia, serta menciptakan lapangan kerja dalam sektor kehutanan dan pertanian. Pohon juga dapat… 5 Buku tentang Climate Change Untuk Tingkatkan Pemahaman Soal Lingkungan Untuk dapat memahami suatu kondisi, kita perlu banyak belajar dan punya minat mengetahui yang baik. Sama halnya dengan perlunya kita membaca buku tentang climate change atau perubahan iklim untuk dapat memahami soal kondisi iklim yang tengah terjadi. Semakin hari kondisi iklim dapat dikatakan semakin ekstrem. Ilmuwan menyatakan bahwa tahun 2023 menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat. Ancaman nyata yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dan kerusakan ekologis pun juga semakin nampak. Lalu bagaimana kita bisa berkontribusi mengatasi masalah ini? Buku adalah salah satu alat terbaik untuk mengungkap informasi sulit ini dan membuat ilmu pengetahuan iklim dapat diakses oleh semua orang. Berikut… Listrik Hijau, Energi Terbarukan yang Gencar Diperbanyak di Indonesia Sejak beberapa tahun lalu, pemerintah tengah menggencarkan pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik hijau untuk menambah pasokan listrik serta sebagai upaya transformasi menuju energi terbarukan. Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN menyampaikan, “saat ini semua industri bergerak pada …

Melihat Upaya Singapura Jadi Salah Satu Kota Terhijau di Dunia

Melihat Upaya Singapura Jadi Salah Satu Kota Terhijau di Dunia

Tahukah kamu bahwa Singapura telah dikenal sebagai salah satu kota terhijau di dunia?  Ini fakta. Sebab, salah satu negara tetangga yang terdekat dengan Indonesia ini berhasil dinobatkan menjadi kota terhijau atau yang paling ramah lingkungan di dunia. Hal ini berdasarkan penilaian oleh Smart City Index oleh Institute for Management Development bekerja sama dengan Singapore University for Technology and Design (SUTD) yang menyatakan bahwa Singapura layak menduduki peringkat pertama dari 109 kota yang dianggap sebagai kota-kota paling ramah lingkungan. Baca Juga: 5 Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Pencapaian ini dapat diraih berkat komitmen dan kebijakan pemerintah Singapura yang progresif dalam menjaga dan meningkatkan ruang hijau serta keberlanjutan lingkungan. Sejak lama, Singapura terus berupaya memprioritaskan keberlanjutan dalam perencanaan terpadu, pembangunan dengan kepadatan tinggi, serta konservasi kawasan hijau. Dikutip dari CNN, Yvonne Soh, general manager dari Singapore Green Buildings Council menyampaikan, “di Singapura, kami memiliki banyak inisiatif untuk mempromosikan keberlanjutan. Kami mengambil berbagai langkah-langkah yang diperlukan, termasuk hal-hal berkaitan kesuburan lingkungan, energi terbarukan, dan keberlanjutan masa depan.” Lalu apa saja upaya yang dilakukan pemerintah Singapura untuk menjadikan kotanya berstatus hijau dan ramah lingkungan? 1. Kota Terhijau Melalui Ruang Terbuka Hijau dan Taman Kota Vegetasi di Singapura tumbuh sangat subur, luas, juga beragam. Pemerintah Singapura seperti menggabungkan alam sebagai sebuah kerangka utama dalam membangun perkotaan.  Singapura adalah salah satu kota terhijau di dunia, dengan pohon-pohon yang berjajar teratur di tengah dan pinggir jalanan, taman-taman kota di berbagai sudut kota, hingga hutan kota yang bisa dijangkau dengan mudah dari pusat kota.  Diketahui bahwa Singapura membangun hampir 50% ruang hijau dari total wilayah kota untuk mendampingi sejumlah besar bangunan hijau. Lebih dari 350 taman dan kebun tersebar di seluruh kota, termasuk Singapore Botanic Gardens yang masuk ke dalam Situs Warisan Dunia UNESCO serta Gardens by the Bay, sebuah ikon taman seluas 101 hektar yang terdiri dari Supertree Grove, Flower Dome, dan Cloud Forest, yang menjadi contoh integrasi arsitektur dan botani.  Upaya ini berhasil memberikan dampak yang baik. Berkat ruang hijau yang melimpah, tercipta lingkungan hidup yang asri dan menyenangkan, Meskipun iklim asli daerah ini adalah tropis. Singapura juga mengalami penurunan polusi udara dan air secara dramatis, dan merupakan salah satu yang terendah di dunia.   2. Kota Terhijau dengan Arsitektur Hijau dan Bangunan Ramah Lingkungan Singapura terkenal dengan beberapa bangunannya yang ikonik. Dibalik arsitekturnya yang menarik, bangunan-bangunan di Singapura diketahui telah dirancang dengan sistem sertifikasi bangunan ramah lingkungan. Green Mark Scheme (GMS) merupakan inisiatif sertifikasi bangunan hijau yang diperkenalkan oleh Building and Construction Authority (BCA) di Singapura pada tahun 2005.  Tujuan dari skema ini adalah untuk mendorong keberlanjutan dalam pembangunan dan operasi bangunan, mengurangi dampak lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup penghuninya. “Pada setiap pembangunan gedung baru yang Anda lakukan, Anda harus mengganti tanaman hijau yang sama dengan yang Anda gantikan. Hal ini untuk memastikan bangunan tetap ramah lingkungan,” Yvonne Soh menjelaskan.  Sejauh ini, terdapat lebih dari 1.180 bangunan yang bersertifikasi GMS. Nilai ini diberikan dalam empat tingkatan – Bersertifikat, Emas, GoldPLUS, dan Platinum. Dengan begitu, pembangunan dan pengelolaan bangunan akan terus berjalan secara tepat dan baik bagi lingkungan. Baca Juga: Green Building: Pengertian, Konsep, Kriteria, dan Manfaat 3. Pengelolaan Lingkungan yang Efisien Sehingga Menjadi Kota Terhijau Dahulu, Singapura masih bergelut dengan kondisi daerah yang kumuh, sungai berlumpur, lingkungan yang tercemar, dan pengelolaan air limbah yang tidak terkendali. Seiring berjalannya waktu, Singapura kemudian tumbuh menjadi perkotaan yang lebih baik. Mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew adalah aktor penting yang merumuskan rencana pengembangan Singapura menjadi kota taman tropis dengan mendukung penghijauan secara luas. Saat ini, Singapura telah dikenal memiliki program daur ulang yang efektif dan fasilitas pengelolaan limbah yang canggih. Tuas South Incineration Plant dan Semakau Landfill merupakan beberapa contoh inovasi pengelolaan lingkungan masa kini. Keduanya menggabungkan teknik pengelolaan sampah modern dengan konservasi alam. 4. Transportasi Berkelanjutan Singapura juga diketahui sangat memikirkan sistem transportasi publik mereka dan bertekad mengurangi emisi CO2 dari kendaraan yang saat ini menyumbang sekitar 15% emisi karbon di Singapura. Oleh karena itu, Singapura mengeluarkan investasi besar dalam sistem transportasi umum yang efisien dan ramah lingkungan. Upaya penghijauan terhadap transportasi umum di Singapura di antaranya dilakukan dengan memperluas jaringan MRT dan mengoperasikan bus yang menggunakan energi ramah lingkungan, seperti bus listrik atau hibrida.  Selain itu, untuk mendukung Singapura menjadi kota terhijau di dunia, pemerintah juga berupaya untuk mencapai pengurangan emisi dari sektor transportasi dengan menerapkan car-lite, mendorong penggunaan moda transportasi Walk-Cycle-Ride. Hal tersebut didukung juga dengan menyediakan jalur sepeda yang aman dan nyaman. Rencananya, Singapura akan memperluas jalur sepeda hingga 1.300 km  serta jalur pejalan kaki, agar lebih mendukung aktivitas mobilitas aktif pada masyarakat. 5. Kebijakan Penghijauan Menjadi Kota Terhijau Untuk dapat memaksimalkan program dan mencapai target yang diharapkan, pemerintah Singapura turut menciptakan berbagai kebijakan dan aturan. Salah satu di antaranya yaitu inisiatif untuk mengintegrasikan lebih banyak ruang hijau ke dalam infrastruktur kota, termasuk menanam pohon di sepanjang jalan dan menciptakan taman vertikal pada gedung-gedung. Lembaga pemerintah yang bertanggung jawab juga dilibatkan untuk membantu mengelola dan merencanakan ruang hijau di Singapura, termasuk program penghijauan yang agresif. 5. Pendidikan dan Kesadaran Lingkungan Tentu semua rencana tersebut tidak akan bisa berjalan jika tidak dibarengi dengan kesadaran dan kemauan masyarakat untuk berkontribusi. The Singapore Green Plan 2030 merupakan salah satu panduan yang mengajak masyarakatnya untuk mengubah cara mereka beraktivitas agar lebih ramah lingkungan. Tujuannya adalah untuk menyatukan seluruh bangsa dalam upaya transisi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan Selain itu, di berbagai kesempatan, pemerintah turut berinisiatif untuk melibatkan masyarakat dalam kegiatan penghijauan dan pelestarian lingkungan, seperti gerakan komunitas menanam pohon dan program pengomposan.  Komitmen Singapura untuk menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan berkelanjutan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup warganya, tetapi juga menjadikan kota ini sebagai model yang menginspirasi bagi kota-kota lain di seluruh dunia dalam upaya menuju keberlanjutan urban. /*! elementor – v3.18.0 – 20-12-2023 */ .elementor-heading-title{padding:0;margin:0;line-height:1}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title[class*=elementor-size-]>a{color:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-small{font-size:15px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-medium{font-size:19px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-large{font-size:29px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xl{font-size:39px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xxl{font-size:59px} Similar Article Mampukah Kegiatan Menanam Pohon Membantu Melawan Pemanasan Global? Kegiatan menanam pohon secara massal atau disebut juga penghijauan telah banyak dilakukan sebab diyakini dapat berdampak baik bagi alam. Menanam pohon juga disebut merupakan salah satu upaya yang efektif dalam melawan pemanasan global. Benarkah …

Daftar Bahan Perusak Ozon dan Penggunaannya

Daftar Bahan Perusak Ozon dan Penggunaannya

Beberapa dari kita mungkin sering mendengar bahwa Klorofluorokarbon (CFC) atau freon adalah sebuah zat yang dianggap sebagai Bahan Perusak Ozon (BPO). Akan tetapi, bahan perusak ozon tidak hanya CFC saja. Bahan perusak ozon adalah senyawa kimia yang menyebabkan penipisan lapisan ozon di stratosfer. Lapisan ozon berfungsi melindungi kehidupan di Bumi dengan menyerap 97% hingga 99% radiasi ultraviolet (UV) berbahaya yang berasal dari matahari. Awal Mula Terjadinya Penipisan Ozon Penipisan lapisan ozon terjadi apabila konsentrasi ozon di stratosfer berkurang secara signifikan. Sayangnya, para ilmuwan menemukan bahwa lapisan ozon terus menerus menipis dan rusak sejak akhir tahun 1970an. Senyawa kimia dari aktivitas manusia disebut sebagai penyebab utama terjadinya hal ini. Pengamatan yang dilakukan menjumpai adanya fenomena baru berupa lubang ozon di Antartika yang belum pernah terjadi sebelumnya. Penelitian ilmiah, termasuk pengukuran langsung dari stratosfer, telah mengkonfirmasi keberadaan konsentrasi tinggi klorin dan bromin di daerah yang mengalami penipisan ozon. Dikutip dari US EPA, ketika atom klor dan brom bersentuhan dengan ozon di stratosfer, mereka menghancurkan molekul ozon. Satu atom klor dapat menghancurkan lebih dari 100.000 molekul ozon sebelum hilang dari stratosfer. Ozon pun dapat rusak lebih cepat dibandingkan dengan produksi alaminya. Penemuan bahwa klorin dan bromin dari ODS bertanggung jawab atas penipisan ozon telah mendorong tindakan internasional untuk mengurangi dan menghapus penggunaan bahan kimia ini. Protokol Montreal (1987) adalah kesepakatan internasional yang bertujuan untuk mengurangi produksi dan konsumsi ODS secara bertahap. Protokol Montreal Temuan ini mendorong tindakan global untuk mengurangi penggunaan bahan perusak ozon melalui Protokol Montreal.  Protokol Montreal (1987) adalah kesepakatan internasional yang bertujuan untuk mengurangi produksi dan konsumsi bahan perusak ozon secara bertahap. Untuk dapat mengurangi potensi penipisan ozon di wilayah lainnya, dilakukan mekanisme pemantauan dan penegakan yang kuat untuk memastikan kepatuhan terhadap protokol.  Negara-negara yang tergabung dalam perjanjian internasional ini kemudian sepakat untuk mengurangi dan akhirnya menghapus penggunaan bahan perusak ozon. Kemudian, dilakukan penggantian bahan perusak ozon dengan alternatif yang lebih aman seperti hidrofluorokarbon (HFCs) yang tidak merusak ozon. Daftar Bahan Perusak Ozon Protokol Montreal yang merupakan sebuah perjanjian global untuk melindungi lapisan ozon stratosfer, telah mengatur tentang zat kimia apa saja yang dianggap sebagai bahan perusak ozon.  Setidaknya ada hampir 100 bahan kimia buatan yang diteliti dan disebut-sebut dapat merusak ozon. Namun, Protokol Montreal telah memasukkan beberapa senyawa ke dalam Ozone Depleting Substances (ODS) atau Bahan Perusak Ozon (BPO) yang perlu dihindari penggunaannya. 1. Bahan Perusak Ozon: Klorofluorokarbon (CFCs) Deskripsi: CFCs adalah senyawa yang mengandung karbon, klorin, dan fluor. Mereka sangat stabil di atmosfer bawah tetapi melepaskan klorin di stratosfer yang merusak ozon. Penggunaan: Sebagai refrigeran dalam pendingin udara dan lemari es, propelan dalam aerosol, dan bahan peniup busa plastik. Contoh: CFC-11, CFC-12. 2. Bahan Perusak Ozon: Hidroklorofluorokarbon (HCFCs) Deskripsi: HCFCs adalah senyawa yang mengandung hidrogen, karbon, klorin, dan fluor. Mereka kurang merusak ozon dibandingkan CFCs tetapi masih berkontribusi pada penipisan ozon. Penggunaan: Sebagai refrigeran dan bahan peniup busa plastik sebagai pengganti sementara untuk CFCs. Contoh: HCFC-22, HCFC-141b. 3. Bahan Perusak Ozon: Halons Deskripsi: Halons adalah senyawa yang mengandung bromin, fluorin, dan karbon. Bromin lebih efektif dalam merusak ozon dibandingkan klorin. Penggunaan: Sebagai agen pemadam kebakaran karena kemampuannya memadamkan api tanpa menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik. Contoh: Halon-1211, Halon-1301. 4. Bahan Perusak Ozon: Karbon Tetraklorida (CCl4) Deskripsi: Karbon tetraklorida adalah senyawa yang mengandung karbon dan klorin. Ini merupakan bahan kimia industri yang stabil dan larut dalam lemak. Penggunaan: Sebagai pelarut industri, dalam produksi bahan kimia lain, dan sebelumnya sebagai cairan pembersih dan pemadam api. Dampak: Melepaskan klorin ketika terurai di stratosfer, merusak lapisan ozon. 5. Metil Klorofom (CH3CCl3) Deskripsi: Metil kloroform adalah senyawa organik yang mengandung karbon, klorin, dan hidrogen. Ini adalah pelarut industri yang kuat. Penggunaan: Sebagai pelarut dalam pembersihan logam, pelarut perekat, dan dalam beberapa proses kimia. Dampak: Berkontribusi pada penipisan ozon ketika terurai di stratosfer. 6. Metil Bromida (CH3Br) Deskripsi: Metil bromida adalah senyawa yang mengandung karbon, hidrogen, dan bromin. Bromin yang dilepaskan lebih merusak ozon dibandingkan klorin. Penggunaan: Sebagai fumigan dalam pertanian untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman. Dampak: Sangat merusak ozon ketika dilepaskan ke atmosfer. Penipisan lapisan ozon merupakan salah satu fenomena dan isu lingkungan hidup yang juga tidak kalah mengkhawatirkan. Upaya yang masif dapat membantu mengurangi potensi kerusakan yang lebih besar. Akan tetapi, pemantauan dan pengembangan alternatif yang berkelanjutan tetap penting untuk memastikan perlindungan lapisan ozon dan keselamatan lingkungan. /*! elementor – v3.18.0 – 20-12-2023 */ .elementor-heading-title{padding:0;margin:0;line-height:1}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title[class*=elementor-size-]>a{color:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-small{font-size:15px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-medium{font-size:19px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-large{font-size:29px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xl{font-size:39px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xxl{font-size:59px} Similar Article Mampukah Kegiatan Menanam Pohon Membantu Melawan Pemanasan Global? Kegiatan menanam pohon secara massal atau disebut juga penghijauan telah banyak dilakukan sebab diyakini dapat berdampak baik bagi alam. Menanam pohon juga disebut merupakan salah satu upaya yang efektif dalam melawan pemanasan global. Benarkah demikian? Berbagai Manfaat Pohon Sejak lama, kita memahami bahwa pohon memainkan peran penting bagi kelestarian lingkungan.  Pohon memberikan banyak manfaat, seperti memberikan keteduhan, kesejukkan, mencegah erosi dan degradasi tanah, meningkatkan kualitas tanah, memperbaiki siklus air, menyediakan habitat bagi satwa dan keanekaragaman hayati, menyediakan sumber daya yang melimpah, memberikan ruang hijau yang bermanfaat bagi manusia, serta menciptakan lapangan kerja dalam sektor kehutanan dan pertanian. Pohon juga dapat… 5 Buku tentang Climate Change Untuk Tingkatkan Pemahaman Soal Lingkungan Untuk dapat memahami suatu kondisi, kita perlu banyak belajar dan punya minat mengetahui yang baik. Sama halnya dengan perlunya kita membaca buku tentang climate change atau perubahan iklim untuk dapat memahami soal kondisi iklim yang tengah terjadi. Semakin hari kondisi iklim dapat dikatakan semakin ekstrem. Ilmuwan menyatakan bahwa tahun 2023 menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat. Ancaman nyata yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dan kerusakan ekologis pun juga semakin nampak. Lalu bagaimana kita bisa berkontribusi mengatasi masalah ini? Buku adalah salah satu alat terbaik untuk mengungkap informasi sulit ini dan membuat ilmu pengetahuan iklim dapat diakses oleh semua orang. Berikut… Mengenal Listrik Hijau, Energi Terbarukan yang Gencar Diperbanyak di Indonesia Sejak beberapa tahun lalu, pemerintah tengah menggencarkan pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik hijau untuk menambah pasokan listrik serta sebagai upaya transformasi menuju energi terbarukan. Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN menyampaikan, “saat ini semua industri bergerak pada energi berbasis ramah lingkungan. Melalui Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) hijau yang dicanangkan pada tahun 2021, PLN …