How Business Contribute to SDG 13: Climate Action

Kesalahan Umum dalam Carbon Accounting dan Cara Menghindarinya

Kesalahan Umum Carbon Accounting Apa itu carbon accounting? Ini adalah istilah yang umum ditemui dalam pembahasan terkait pengelolaan dan perhitungan emisi gas rumah kaca (GRK) pada kegiatan operasional suatu entitas bisnis.  Carbon accounting atau perhitungan karbon merupakan proses untuk mengukur jumlah emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari aktivitas perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung, guna memperkirakan dampaknya terhadap lingkungan. Baca Juga: Pentingnya Carbon Accounting dan Manfaatnya bagi Organisasi dan Bisnis Menurut IBM, melakukan carbon accounting merupakan hal yang penting sebab data emisi GRK yang akurat dan terperinci dapat membantu perusahaan dalam memaksimalkan upaya pengurangan emisi. Hal ini mencakup upaya mengembangkan strategi menuju target nol bersih serta melacak dampak dari inisiatif pengurangan emisi yang perusahaan terapkan. Saat ini, telah banyak sekali entitas bisnis yang melibatkan data emisi dari carbon accounting dalam laporan ESG atau sustainability report tahunan mereka. Meski telah banyak yang menerapkan, namun kompleksitas dan tantangan praktik carbon accounting menjadi hal yang perlu diwaspadai dalam menerapkan inisiatif ini. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah 5 kesalahan umum carbon accounting yang dapat dipelajari serta cara mengatasinya. 1. Cakupan Penghitungan Carbon Accounting yang Kurang Jelas   Menurut Watchwire by Tango, salah satu hal yang sering keliru dilakukan dalam carbon accounting adalah menentukan cakupan atau batasan emisi yang seharusnya dimasukkan dalam perhitungan serta yang semestinya dikecualikan. Mengapa begitu? Sebab data input emisi yang kurang lengkap atau sebaliknya dapat menghasilkan gambaran yang tidak representatif tentang dampak lingkungan organisasi. Hasilnya, upaya untuk mengidentifikasi dan mengurangi titik panas emisi pun terhambat. Kondisi ini bisa jadi sulit, karena emisi dapat terjadi di berbagai titik dalam rantai pasokan, dan mungkin tidak jelas pihak mana yang bertanggung jawab atasnya. Penentuan cakupan emisi memastikan transparansi dalam penghitungan jejak karbon perusahaan. Untuk mencegah kesalahan ini terjadi, organisasi perlu memahami dan mengidentifikasi sumber emisi mana yang paling signifikan dan mana yang perlu mendapat perhatian lebih dalam pengelolaan atau pengurangannya. Banyak kerangka kerja pelaporan keberlanjutan (seperti GHG Protocol atau standar ESG) yang menyediakan ketentuan bagi perusahaan dalam melaporkan emisi berdasarkan cakupan yang telah ditetapkan.  2. Data Sumber Tidak Akurat dan Berkualitas Data sumber emisi merupakan poin utama dalam menghitung jejak karbon perusahaan dan dampak lingkungannya. Sayangnya, pengumpulan data emisi ini seringkali masih dilakukan secara manual, sehingga rawan terhadap kesalahan. Akurasi data memungkinkan perusahaan dan pemerintah untuk mengambil keputusan yang tepat terkait pengelolaan emisi karbon. Data yang akurat diperlukan untuk memantau kemajuan dan menilai apakah target tersebut tercapai, serta menyesuaikan strategi bila diperlukan. Watchwire by Tango menjelaskan, banyak organisasi yang terkendala mengumpulkan data sumber emisi dari aktivitas operasional secara real-time dan konsisten. Umumnya, perhitungan yang tidak dilakukan secara menyeluruh sejak awal penerapan GRK, serta tidak mencakup pemeriksaan secara triwulanan, bulanan, atau tahunan, Untuk mengatasi kesalahan entri manual, organisasi dapat mencari solusi manajemen data energi dan keberlanjutan yang canggih yang terus mengumpulkan data lingkungan dari waktu ke waktu langsung dari sumbernya. Dapat didukung juga dengan kemampuan pelacakan sasaran, fungsi audit internal dan pemeriksaan data, dan dapat menghitung penghitungan GRK berdasarkan standar terkini dan metode perhitungan yang terverifikasi. Baca Juga: Pentingnya Carbon Finance dalam Mengatasi Perubahan Iklim 3. Metodologi Pelaporan Hasil Carbon Accounting yang Tidak Konsisten XTonnes memasukkan kurangnya konsistensi dalam metodologi pelaporan sebagai salah satu kesalahan yang masih ditemukan dalam carbon accounting. Baca juga artikel lainnya : Pentingnya Carbon Accounting dan Manfaatnya bagi Organisasi dan Bisnis Padahal, penggunaan metodologi yang konsisten menunjukkan transparansi dalam pelaporan, yang penting bagi pemangku kepentingan. Konsistensi dapat membantu manajemen perusahaan dalam menganalisis tren emisi dan mengambil keputusan yang tepat untuk mengurangi emisi karbon secara efektif. Ini juga mencerminkan tanggung jawab perusahaan dalam menghadapi krisis iklim. Metodologi yang tidak konsisten menyulitkan pelacakan kemajuan dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, organisasi perlu mempertimbangkan secara serius penggunaan kerangka pelaporan, termasuk perangkat lunak dan alat data pihak ketiga untuk mengumpulkan dan menghitung metrik penghitungan karbon. Dengan data yang konsisten, strategi dekarbonisasi dapat dirancang lebih baik. 4. Masalah Kepatuhan terhadap Regulasi Upaya untuk mematuhi persyaratan peraturan dan kewajiban pelaporan merupakan hal penting bagi organisasi. Kerangka peraturan untuk pelaporan karbon terus berkembang dan bisnis harus mengikuti persyaratan baru untuk menghindari denda, hukuman, dan kerusakan reputasi.  Banyak standar internasional, seperti Greenhouse Gas Protocol atau ISO 14064, mengharuskan perusahaan dan entitas lainnya patuh terhadap aturan yang ada. Mengikuti standar yang ditetapkan dapat memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan persyaratan industri. Berani Mulai Bertanggung Jawab Terhadap Carbon Accounting Meminimalisir kesalahan perhitungan karbon menunjukkan keseriusan organisasi dalam berkontribusi terhadap perubahan. Menunjukkan komitmen untuk melaporkan dan mengurangi emisi secara transparan dan akurat.  Saatnya perusahaan juga turut serta dalam keberlanjutan dengan melakukan pengukuran dan pemantauan emisi karbon secara teratur serta melaporkannya secara transparan kepada publik. Aktivitas ini juga dapat membantu perusahaan memahami dampak lingkungan dari operasinya dan menetapkan target-target pengurangan emisi. Agar kegiatan pengukuran dan analisa emisi gas rumah kaca dapat dikerjakan secara lebih efektif, lakukan semua prosesnya bersama Satuplatform! Satuplatform merupakan platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting. Kami dapat membantu Anda mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku.  Dengan fitur-fitur utama Satuplatform mulai dari Carbon & ESG Management, Supplier Sustainability Management, Carbon Economy Service, Anda dapat: Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang!  Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Click here Similar Article Kesalahan Umum dalam Carbon Accounting dan Cara Menghindarinya Kesalahan Umum Carbon Accounting Apa itu carbon accounting? Ini adalah istilah yang umum ditemui dalam pembahasan terkait pengelolaan dan perhitungan emisi gas rumah kaca (GRK) pada kegiatan operasional suatu entitas bisnis.  Carbon accounting atau perhitungan karbon merupakan proses untuk mengukur jumlah emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari aktivitas perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung, guna memperkirakan dampaknya terhadap lingkungan. Baca Juga: Pentingnya Carbon Accounting dan Manfaatnya bagi Organisasi dan Bisnis Menurut IBM, melakukan carbon accounting merupakan hal yang penting sebab data emisi GRK yang akurat dan terperinci dapat membantu perusahaan dalam memaksimalkan upaya pengurangan emisi. Hal ini… Indonesia Youth Sustainability …

Indonesia Youth Sustainability Forum (IYSF) 2024, Satuplatform Ikut Ambil Peran

Indonesia Youth Sustainability Forum (IYSF) 2024, Satuplatform Ikut Ambil Peran

Pada tanggal 7 September 2024, Satuplatform menghadiri Indonesia Youth Sustainability Forum (IYSF) 2024 yang diselenggarakan oleh Bakrie Center Foundation (BCF) di Menara Kuningan, Jakarta Selatan. Forum ini merupakan platform penting bagi generasi muda untuk berbagi pengetahuan, ide, dan strategi dalam menangani tantangan keberlanjutan dan perubahan iklim. Selama acara, yang terdiri dari lima sesi berfokus pada berbagai aspek keberlanjutan, perwakilan Satuplatform aktif terlibat dalam diskusi dan jejaring dengan partisipan lainnya. Baca Juga: Satuplatform Aktif Memperkuat Relasi Bisnis di Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 Dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo mengapresiasi forum pemuda Indonesia Youth Sustainability Forum (IYSF) 2024 yang dihadiri oleh lebih dari 8.000 peserta baik secara daring maupun luring yang mau belajar dan peduli soal isu keberlanjutan.   Sesi-Sesi Utama di IYSF 2024 1. Sesi Pertama: Transisi EnergiSesi pertama IYSF 2024 membahas topik penting tentang transisi energi dan menghadirkan para pembicara terkemuka seperti Nadia Habibie, Aufar Satria, Fadli Rahman dari Youth Energy Council & Environment Council, serta Ronald Sinaga dari Helio Synar Energy. Diskusi ini mengeksplorasi berbagai strategi dan inovasi dalam transisi menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Pembicara berbagi wawasan mengenai tantangan dan peluang dalam mempercepat adopsi teknologi energi terbarukan serta peran generasi muda dalam mendukung perubahan ini. 2. Sesi Kedua: Ekonomi BiruSesi kedua IYSF 2024 berfokus pada ekonomi biru, yang merupakan pendekatan untuk memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan. Janis Argeswara dari Marine Megafauna Foundation, Bimo Soewadji dari Carbon Ethics, dan Bustar Maitar dari EcoNusa Foundation membahas bagaimana ekonomi biru dapat mendukung perlindungan ekosistem laut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Christy Zakarias, Indonesia Y20 Delegates in Climate Change, bertindak sebagai moderator, mengarahkan diskusi dan menjelaskan bagaimana kebijakan dan prakarsa internasional dapat mempengaruhi ekonomi biru. 3. Sesi Ketiga: Human Capital, Technology, & InnovationTopik ini dibawakan oleh Tommy Tjiptadjaja dari Greenhope, Andhika Sudarman dari Dealls, dan Utari Octavianty dari Aruna. Sesi ini mengkaji bagaimana pengembangan modal manusia, teknologi, dan inovasi dapat berkontribusi pada solusi keberlanjutan yang lebih efektif. Diskusi ini menyoroti peran penting teknologi dan inovasi dalam mengatasi tantangan lingkungan serta bagaimana generasi muda dapat memanfaatkan peluang ini untuk berkontribusi pada perubahan positif. 4. Sesi Keempat: History, Culture, and HeritageSesi ini pada IYSF 2024 menghadirkan Gita Wirjawan, Kevindra Soemantri, dan Era Soekamto, yang membahas hubungan antara sejarah, budaya, dan warisan dalam konteks keberlanjutan. Mereka menjelaskan bagaimana pemahaman dan pelestarian budaya lokal dapat mendukung upaya keberlanjutan dan memperkuat identitas komunitas. Diskusi ini juga membahas bagaimana warisan budaya dapat diintegrasikan dalam strategi konservasi dan pembangunan berkelanjutan. 5. Sesi Kelima: Penerapan Sustainable Living dalam Kehidupan Sehari-hariSebagai penutup, sesi ini membahas penerapan prinsip hidup berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Intan Anggita dari Setali Indonesia, Bukhi Prima dari Sustainable Practitioner, dan Soraya Cassandra dari Kebun Kumara membagikan pengalaman mereka dalam menerapkan praktik berkelanjutan di berbagai aspek kehidupan. Mereka memberikan inspirasi dan motivasi bagi generasi muda untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dan berkontribusi pada pelestarian planet kita. Baca Juga: Satuplatform Berpartisipasi dalam Public Discussion YEC: Generasi Muda sebagai Kunci Perubahan dalam Transisi Energi Indonesia Youth Sustainability Forum 2024 telah memberikan platform yang sangat berharga bagi generasi muda untuk mengeksplorasi berbagai topik keberlanjutan dan terlibat dalam diskusi yang mendalam. Melalui sesi-sesi yang informatif dan inspiratif, peserta memperoleh wawasan dan motivasi untuk terlibat dalam upaya menangani perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Satuplatform di IYSF 2024 Kehadiran Satuplatform di acara ini, menunjukkan komitmen kami untuk mendukung dan mempromosikan inisiatif yang melibatkan generasi muda dalam keberlanjutan. Dengan berjejaring selama forum, kami terus berupaya untuk memperkuat kontribusi kami dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Similar Article Kesalahan Umum dalam Carbon Accounting dan Cara Menghindarinya Kesalahan Umum Carbon Accounting Apa itu carbon accounting? Ini adalah istilah yang umum ditemui dalam pembahasan terkait pengelolaan dan perhitungan emisi gas rumah kaca (GRK) pada kegiatan operasional suatu entitas bisnis.  Carbon accounting atau perhitungan karbon merupakan proses untuk mengukur jumlah emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari aktivitas perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung, guna memperkirakan dampaknya terhadap lingkungan. Baca Juga: Pentingnya Carbon Accounting dan Manfaatnya bagi Organisasi dan Bisnis Menurut IBM, melakukan carbon accounting merupakan hal yang penting sebab data emisi GRK yang akurat dan terperinci dapat membantu perusahaan dalam memaksimalkan upaya pengurangan emisi. Hal ini… Indonesia Youth Sustainability Forum (IYSF) 2024, Satuplatform Ikut Ambil Peran Pada tanggal 7 September 2024, Satuplatform menghadiri Indonesia Youth Sustainability Forum (IYSF) 2024 yang diselenggarakan oleh Bakrie Center Foundation (BCF) di Menara Kuningan, Jakarta Selatan. Forum ini merupakan platform penting bagi generasi muda untuk berbagi pengetahuan, ide, dan strategi dalam menangani tantangan keberlanjutan dan perubahan iklim. Selama acara, yang terdiri dari lima sesi berfokus pada berbagai aspek keberlanjutan, perwakilan Satuplatform aktif terlibat dalam diskusi dan jejaring dengan partisipan lainnya. Baca Juga: Satuplatform Aktif Memperkuat Relasi Bisnis di Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 Dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo mengapresiasi forum pemuda Indonesia Youth Sustainability Forum (IYSF) 2024… Startup Lingkungan? Punya Potensi tetapi Apakah Diminati? Startup lingkungan makin menarik perhatian publik apalagi seiring munculnya kesadaran akan isu keberlanjutan. Dengan munculnya berbagai green startup bermunculan di seluruh dunia, muncul pertanyaan, apakah jenis startup ini diminati dan memiliki potensi besar untuk tumbuh? Simak selengkapnya di sini! Baca Juga: StartUp AgriTech: Strategi Berkelanjutan Kurangi Emisi Karbon Apa Itu Startup Lingkungan? Sebelumnya, apakah Anda familiar dengan istilah startup? Startup merupakan perusahaan yang baru saja dibentuk dan beroperasi di berbagai sektor, termasuk layanan, pendidikan, bisnis, hingga perdagangan. Startup lingkungan atau juga bisa disebut green startup adalah jenis usaha rintisan yang memiliki fokus bisnis maupun layanan pada solusi untuk mengatasi masalah… Satuplatform Berpartisipasi dalam Public Discussion YEC: Generasi Muda sebagai Kunci Perubahan dalam Transisi Energi Pada Rabu, 28 Agustus 2024, Satuplatform turut serta dalam acara “Public Discussion YEC: Generasi Muda sebagai Kunci Perubahan dalam Transisi Energi” yang diselenggarakan oleh Youth Energy and Environmental Council (YEC). Acara ini bertempat di Oil Centre Jakarta dan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju Indonesia International Sustainability Forum (IISF). Baca Juga: Pendidikan dan Kesadaran: Mendidik Generasi Muda Tentang Jejak Karbon Generasi Muda sebagai Agen Perubahan Public Discussion YEC mengangkat tema penting mengenai peran generasi muda …

Satuplatform Hadiri Indonesia Sustainability Energy Week (ISEW) 2024: Fokus pada Sustainable Energy Investment (SEI) Day

Satuplatform Hadiri Indonesia Sustainability Energy Week (ISEW) 2024: Fokus pada Sustainable Energy Investment (SEI) Day

Sustainable Energy Investment (SEI) Day Satuplatform berkesempatan untuk menghadiri Indonesia Sustainability Energy Week (ISEW) 2024 yang diselenggarakan pada tanggal 12 September 2024, oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bekerja sama dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH dan organisasi pelaksana lainnya melalui pendanaan Pemerintah Federal Jerman, atau juga dikenal sebagai Pekan Energi Berkelanjutan Indonesia. Berfokus pada “Sustainable Energy Investment (SEI) Day”, pada hari ketiga (Kamis, 12 September 2024). Ini merupakan sebuah agenda penting yang mengumpulkan para pemangku kepentingan dari berbagai sektor untuk mendiskusikan berbagai aspek investasi energi berkelanjutan. Baca Juga: Indonesia Youth Sustainability Forum (IYSF) 2024, Satuplatform Ikut Ambil Peran Panel Diskusi dan Fokus Utama Sustainable Energy Investment (SEI) Day 1. Memajukan Ekonomi Energi Melalui Kebijakan dan Regulasi Investasi yang Berkelanjutan pada SEI DayDiskusi ini mengeksplorasi bagaimana kebijakan dan regulasi dapat memainkan peran kunci dalam memajukan ekonomi energi yang berkelanjutan. Para ahli membahas strategi untuk memperkuat kerangka hukum yang mendukung investasi dalam teknologi energi bersih dan mendorong perusahaan untuk berkomitmen pada praktik investasi yang ramah lingkungan. 2. Mengakselerasi Transformasi Suplai dan Permintaan Energi Melalui Pembiayaan Energi BerkelanjutanPanel ini fokus pada peran pembiayaan dalam mempercepat transisi energi menuju sumber yang lebih berkelanjutan. Diskusi melibatkan bagaimana model pembiayaan inovatif dapat mendukung pengembangan dan adopsi teknologi energi bersih, serta tantangan dan peluang yang terkait dengan mobilisasi modal untuk proyek-proyek energi berkelanjutan. 3. Investasi Energi Berkelanjutan: Faktor-faktor Penting dalam Penawaran Proyek EBTDalam sesi ini, para panelis membahas berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan penawaran proyek energi baru terbarukan (EBT). Aspek-aspek seperti evaluasi risiko, analisis keuntungan, dan strategi mitigasi menjadi sorotan utama, memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana investor dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi dan strategis. 4. Transisi Investasi Menuju Energi HijauDiskusi terakhir menyoroti langkah-langkah yang diperlukan untuk beralih dari investasi energi konvensional ke energi hijau. Para pembicara berbagi pandangan tentang bagaimana investor dapat menavigasi perubahan pasar dan kebijakan untuk memaksimalkan dampak positif dari investasi mereka dalam energi bersih dan mengurangi jejak karbon mereka. Baca Juga: Satuplatform Berpartisipasi dalam Public Discussion YEC: Generasi Muda sebagai Kunci Perubahan dalam Transisi Energi SEI Day dan Komitmen Satuplatform Terhadap Energi Berkelanjutan Kehadiran Satuplatform di acara Sustainable Energy Investment (SEI) Day menegaskan komitmen kami untuk berkontribusi pada transformasi energi berkelanjutan. Dengan mengikuti diskusi-diskusi kritis dan terlibat dalam percakapan mengenai kebijakan dan investasi, Satuplatform terus berupaya untuk mengintegrasikan praktik berkelanjutan dalam model bisnis yang mendukung upaya-upaya menuju ekonomi energi yang lebih hijau dan inklusif. ISEW 2024 telah memberikan platform yang berharga untuk berbagi pengetahuan dan membangun kemitraan strategis yang dapat mempercepat adopsi solusi energi berkelanjutan. Melalui partisipasi aktif dalam acara ini, Satuplatform tidak hanya memperoleh wawasan berharga tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pelopor dalam komitmennya sebagai platform pengelola Karbon dan ESG terpercaya hingga terbitnya pelaporan berkelanjutan yang bertanggunjawab. Similar Article Perhitungan Emisi Karbon untuk UMKM: Tujuan, Tantangan, dan Solusi Pelepasan emisi gas rumah kaca (GRK) ke atmosfer tidak hanya dapat dihasilkan oleh sektor industri berskala besar saja. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) disebut turut punya andil dalam menyumbang sejumlah emisi karbon yang berkontribusi dalam pemanasan global. Dilansir dari Katadata, menurut hasil penelitian dari Institute for Essential Services Reform (IESR), emisi GRK yang dihasilkan UMKM di Indonesia mencapai 216 juta ton CO2 pada tahun 2023. Angka ini hampir setara dengan emisi yang dihasilkan sektor industri nasional pada tahun 2022, sekitar 238, 1 juta ton CO2. Survei oleh IESR ini dilakukan terhadap 1.000 pelaku UMKM di 10 provinsi di… Peran Carbon Accounting dalam Mencapai Target Net Zero Emissions Seluruh negara di dunia terus bekerja sama dan berupaya mencapai target net zero emission atau emisi nol bersih. Ini merupakan suatu bentuk komitmen atas mandat Perjanjian Paris 2015 yang telah disepakati demi menyeimbangkan kondisi alam. Net Zero Emission dimaknai sebagai upaya untuk menyeimbangkan jumlah emisi karbon yang dihasilkan agar tidak melebihi kapasitas penyerapan bumi. Meskipun bumi memiliki kemampuan untuk menyerap emisi karbon secara alami, akan tetapi jumlah emisi gas rumah kaca (GRK) yang berlebih dapat membuatnya kewalahan. Dilansir dari Forest Digest, ketika bumi tidak sanggup lagi menyerap emisi, emisi akan terperangkap mengotori atmosfer dan menimbulkan panas berlebih yang berimbas pada… Kesalahan Umum dalam Carbon Accounting dan Cara Menghindarinya Kesalahan Umum Carbon Accounting Apa itu carbon accounting? Ini adalah istilah yang umum ditemui dalam pembahasan terkait pengelolaan dan perhitungan emisi gas rumah kaca (GRK) pada kegiatan operasional suatu entitas bisnis.  Carbon accounting atau perhitungan karbon merupakan proses untuk mengukur jumlah emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari aktivitas perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung, guna memperkirakan dampaknya terhadap lingkungan. Baca Juga: Pentingnya Carbon Accounting dan Manfaatnya bagi Organisasi dan Bisnis Menurut IBM, melakukan carbon accounting merupakan hal yang penting sebab data emisi GRK yang akurat dan terperinci dapat membantu perusahaan dalam memaksimalkan upaya pengurangan emisi. Hal ini… Indonesia Youth Sustainability Forum (IYSF) 2024, Satuplatform Ikut Ambil Peran Pada tanggal 7 September 2024, Satuplatform menghadiri Indonesia Youth Sustainability Forum (IYSF) 2024 yang diselenggarakan oleh Bakrie Center Foundation (BCF) di Menara Kuningan, Jakarta Selatan. Forum ini merupakan platform penting bagi generasi muda untuk berbagi pengetahuan, ide, dan strategi dalam menangani tantangan keberlanjutan dan perubahan iklim. Selama acara, yang terdiri dari lima sesi berfokus pada berbagai aspek keberlanjutan, perwakilan Satuplatform aktif terlibat dalam diskusi dan jejaring dengan partisipan lainnya. Baca Juga: Satuplatform Aktif Memperkuat Relasi Bisnis di Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 Dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo mengapresiasi forum pemuda Indonesia Youth Sustainability Forum (IYSF) 2024… Satuplatform Hadiri Indonesia Sustainability Energy Week (ISEW) 2024: Fokus pada Sustainable Energy Investment (SEI) Day Satuplatform berkesempatan untuk menghadiri Indonesia Sustainability Energy Week (ISEW) 2024 yang diselenggarakan pada tanggal 12 September 2024, oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bekerja sama dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH dan organisasi pelaksana lainnya melalui pendanaan Pemerintah Federal Jerman, atau juga dikenal sebagai Pekan Energi Berkelanjutan Indonesia. Berfokus pada “Sustainable Energy Investment (SEI) Day”, pada hari ketiga (Kamis, 12 September 2024), ini merupakan sebuah agenda penting yang mengumpulkan para pemangku kepentingan dari berbagai sektor untuk mendiskusikan berbagai …

Startup Lingkungan? Punya Potensi tetapi Apakah Diminati?

Startup Lingkungan? Punya Potensi tetapi Apakah Diminati?

Startup lingkungan makin menarik perhatian publik apalagi seiring munculnya kesadaran akan isu keberlanjutan. Dengan munculnya berbagai green startup bermunculan di seluruh dunia, muncul pertanyaan, apakah jenis startup ini diminati dan memiliki potensi besar untuk tumbuh? Simak selengkapnya di sini! Baca Juga: StartUp AgriTech: Strategi Berkelanjutan Kurangi Emisi Karbon Apa Itu Startup Lingkungan? Sebelumnya, apakah Anda familiar dengan istilah startup? Startup merupakan perusahaan yang baru saja dibentuk dan beroperasi di berbagai sektor, termasuk layanan, pendidikan, bisnis, hingga perdagangan. Startup lingkungan atau juga bisa disebut green startup adalah jenis usaha rintisan yang memiliki fokus bisnis maupun layanan pada solusi untuk mengatasi masalah lingkungan. Di samping layanan dan model bisnisnya yang condong kepada sektor lingkungan, green startup juga menekankan pada aspek keberlanjutan dengan menerapkan praktik bisnis ramah lingkungan yang meminimalkan dampak negatif terhadap alam. Di Indonesia sendiri, ada banyak sekali nama-nama besar startup lingkungan dari berbagai sektor. Mulai dari konservasi hutan, pengolahan sampah, pengelolaan karbon, hingga yang bergerak di bidang energi baru terbarukan. Apakah Startup Lingkungan Menjanjikan? Dalam beberapa tahun terakhir, startup lingkungan menunjukkan pertumbuhan signifikan, seiring dengan meningkatnya kesadaran global terhadap isu-isu keberlanjutan. Banyak dari startup ini, yang juga disebut green startup, fokus pada penyelesaian masalah lingkungan seperti polusi, energi terbarukan, dan pengelolaan limbah. Dari sisi bisnis pun, tumbuh kembang startup lingkungan juga bukan tanpa alasan. Para investor makin menyadari potensi startup hijau, yang menyebabkan peningkatan pendanaan untuk usaha berkelanjutan. Ventures capital dan angel investor mulai mengalirkan dana ke teknologi ramah lingkungan, melihatnya tidak hanya sebagai peluang yang menguntungkan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memberikan dampak positif. “Startup itu kan hadir untuk menjawab permasalahan, dari permasalahan muncul opportunity, dari opportunity kita pikirin business model-nya, sehingga itu beneran jadi bisnis atau startup, jadi menjanjikan atau enggak itu tergantung apakah kita sudah masalah lingkungan yang mau kita solve, dan bukan cuma masalahnnya, tetapi ada enggak orang yang mau membayar untuk masalahnya, kalau itu ketemu pasti jadi bisnis yang menjanjikan,” Ungkap Miftachur Robani atau Ben, CEO LindungiHutan. Baca Juga: Satuplatform Berpartisipasi dalam Public Discussion YEC: Generasi Muda sebagai Kunci Perubahan dalam Transisi Energi Peluang dan Potensi Besar Green Jobs, Ternyata Banyak Digandrungi Anak Millennials dan Gen Zs Model bisnis yang fokus kepada lingkungan dan keberlanjutan memang banyak, ditambah, investor yang juga tertarik memberikan investasinya kepada perusahaan semacam startup lingkungan. Sementara dari sisi sumber daya manusia-nya, ternyata anak muda juga mulai melirik kesempatan dan peluang green jobs. Mengutip dari laman Deloitte, 54% Gen Zs berganti atau berencana untuk berganti pekerjaan atau sektor industri kerja karena adanya masalah iklim. Generasi ini juga bersedia membayar lebih untuk membeli produk yang ramah lingkungan. Bagi mereka, melindungi lingkungan serta mendukung keberlanjutan dan kelestarian bumi adalah tantangan kolektif, yang mana sektor bisnis memiliki peluang signifikan untuk mendorong perubahan. Gen Zs dan millennials mendorong bisnis untuk bertindak melalui keputusan karier dan perilaku konsumen mereka. Sementara mengutip laman weforum.org, pertumbuhan permintaan akan ketrampilan hijau melampaui peningkatan pasokan antara tahun 2022 dan 2023 dengan +12,3% pangsa talenta hijau dalam angkatan kerja dan +22,4% pangsa lowongan pekerjaan yang membutuhkan setidaknya satu keterampilan hijau. Masa Depan dan Trend Startup Lingkungan:  Peluang Besar untuk Anak Muda Meski menghadapi berbagai tantangan, startup lingkungan terus menunjukkan potensi besar untuk masa depan. Makin banyak green startup yang bermunculan dengan inovasi-inovasi baru yang tidak hanya menawarkan solusi untuk masalah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi hijau yang berkelanjutan. Namun, terlepas dari banyaknya peluang munculnya startup lingkungan yang baru, keberlanjutan bisnisnya juga mesti diperhatikan.  “Namanya startup itu kan bisnis jadi sebelum kita ngomongin bisnis lingkungan, eco startup, sebelum ngomongin eco-nya dan lingkungannya, ngomongnya kan startup dan bisnis, pada hakikatnya bisnis itu kan supply and demand, selalu ada kebutuhan lalu kita deliver apa yang mereka butuhkan,” sambung Ben. Saat ini, trend startup berbasis keberlanjutan terus menarik minat, terutama di kalangan generasi muda yang semakin peduli terhadap dampak lingkungan dari bisnis. Similar Article Startup Lingkungan? Punya Potensi tetapi Apakah Diminati? Startup lingkungan makin menarik perhatian publik apalagi seiring munculnya kesadaran akan isu keberlanjutan. Dengan munculnya berbagai green startup bermunculan di seluruh dunia, muncul pertanyaan, apakah jenis startup ini diminati dan memiliki potensi besar untuk tumbuh? Simak selengkapnya di sini! Apa Itu Startup Lingkungan? Sebelumnya, apakah Anda familiar dengan istilah startup? Startup merupakan perusahaan yang baru saja dibentuk dan beroperasi di berbagai sektor, termasuk layanan, pendidikan, bisnis, hingga perdagangan. Startup lingkungan atau juga bisa disebut green startup adalah jenis usaha rintisan yang memiliki fokus bisnis maupun layanan pada solusi untuk mengatasi masalah lingkungan. Di samping layanan dan model bisnisnya yang condong… Satuplatform Berpartisipasi dalam Public Discussion YEC: Generasi Muda sebagai Kunci Perubahan dalam Transisi Energi Pada Rabu, 28 Agustus 2024, Satuplatform turut serta dalam acara “Public Discussion YEC: Generasi Muda sebagai Kunci Perubahan dalam Transisi Energi” yang diselenggarakan oleh Youth Energy and Environmental Council (YEC). Acara ini bertempat di Oil Centre Jakarta dan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju Indonesia International Sustainability Forum (IISF). Baca Juga: Pendidikan dan Kesadaran: Mendidik Generasi Muda Tentang Jejak Karbon Generasi Muda sebagai Agen Perubahan Public Discussion YEC mengangkat tema penting mengenai peran generasi muda dalam transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Dalam acara ini, berbagai pemangku kepentingan termasuk aktivis lingkungan, pemimpin industri, dan akademisi berkumpul untuk membahas bagaimana generasi muda… How Business Contribute to SDG 13: Climate Action Climate Action – The awareness of maintaining the environment has spread rapidly even to business. Environment became an important agenda especially with the emergence of a concept called Sustainable Development Goals (SDGs) which captures 17 global goals by the United Nations in 2015 as part of the 2030 Agenda for Sustainable Development. One of the important agenda is SDGs 13, which is climate action. Sustainable Development Goal 13 (SDG 13) calls for urgent action to combat climate change and its impacts. Businesses play a critical role in achieving this goal by aligning their operations, strategies, and innovations to reduce greenhouse… Dampak Nyata Perubahan Iklim, Cerita dari Kawasan Pesisir Perubahan iklim kini menjadi ancaman nyata bagi kawasan pesisir. Naiknya permukaan laut, abrasi, dan banjir rob makin sering terjadi, merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat. Dari pesisir Jawa hingga Kepulauan Seribu. Dampak perubahan iklim …

Satuplatform Berpartisipasi dalam Public Discussion YEC: Generasi Muda sebagai Kunci Perubahan dalam Transisi Energi

Satuplatform Berpartisipasi dalam Public Discussion YEC: Generasi Muda sebagai Kunci Perubahan dalam Transisi Energi

Pada Rabu, 28 Agustus 2024, Satuplatform turut serta dalam acara “Public Discussion YEC: Generasi Muda sebagai Kunci Perubahan dalam Transisi Energi” yang diselenggarakan oleh Youth Energy and Environmental Council (YEC). Acara ini bertempat di Oil Centre Jakarta dan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju Indonesia International Sustainability Forum (IISF). Baca Juga: Pendidikan dan Kesadaran: Mendidik Generasi Muda Tentang Jejak Karbon Generasi Muda sebagai Agen Perubahan Public Discussion YEC mengangkat tema penting mengenai peran generasi muda dalam transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Dalam acara ini, berbagai pemangku kepentingan termasuk aktivis lingkungan, pemimpin industri, dan akademisi berkumpul untuk membahas bagaimana generasi muda dapat menjadi pendorong utama perubahan menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan. 1. Peran Aktif Generasi Muda dalam Transisi Energi Sesi diskusi pertama menyoroti bagaimana generasi muda dapat mengambil peran aktif dalam mempengaruhi kebijakan energi dan mempromosikan solusi inovatif untuk tantangan energi yang dihadapi saat ini. Pembicara memaparkan contoh konkret dari inisiatif yang dipimpin oleh generasi muda yang telah memberikan dampak signifikan dalam adopsi teknologi energi bersih. 2. Mendorong Inovasi Melalui Pendidikan dan Kesadaran Generasi Muda Diskusi berikutnya berfokus pada pentingnya pendidikan dan kesadaran lingkungan untuk memberdayakan generasi muda. Para ahli berbagi pandangan tentang bagaimana kurikulum pendidikan dan program kesadaran dapat membekali pemuda dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk terlibat dalam proyek-proyek energi berkelanjutan dan inovasi teknologi. 3. Kolaborasi dan Kemitraan untuk Dampak yang Lebih Besar Sesi ini membahas bagaimana kolaborasi antara berbagai sektor, termasuk pemerintahan, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil, dapat memperkuat upaya generasi muda dalam transisi energi. Diskusi ini menekankan pentingnya kemitraan strategis untuk menciptakan platform yang mendukung ide-ide baru dan proyek yang diprakarsai oleh kaum muda. Keterlibatan Satuplatform dan Generasi Muda Sebagai perusahaan yang berkomitmen pada keberlanjutan, Satuplatform aktif berpartisipasi dalam diskusi-diskusi yang mempromosikan solusi energi berkelanjutan dan keterlibatan komunitas. Kehadiran kami dalam Public Discussion YEC mencerminkan dedikasi kami untuk mendukung generasi muda dalam upaya mereka menuju perubahan positif dalam sektor energi. “Keterlibatan generasi muda dalam transisi energi adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan. Kami di Satuplatform percaya bahwa dengan mendukung ide-ide segar dan inovatif dari kaum muda, kita dapat mempercepat target nol emisi karbon dan mengatasi tantangan perubahan iklim,” ujar Bunga Asih Pratiwi, perwakilan Satuplatform. Public Discussion YEC bukan hanya sebuah platform untuk berbagi ide, tetapi juga kesempatan untuk menjalin kemitraan dan kolaborasi yang dapat memperkuat upaya kolektif menuju masa depan energi yang lebih hijau. Dengan keterlibatan aktif di acara ini, Satuplatform terus menunjukkan komitmennya untuk mendukung inisiatif yang mengedepankan keberlanjutan dan inovasi, serta memotivasi generasi muda untuk menjadi agen dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim.   Similar Article Startup Lingkungan? Punya Potensi tetapi Apakah Diminati? Startup lingkungan makin menarik perhatian publik apalagi seiring munculnya kesadaran akan isu keberlanjutan. Dengan munculnya berbagai green startup bermunculan di seluruh dunia, muncul pertanyaan, apakah jenis startup ini diminati dan memiliki potensi besar untuk tumbuh? Simak selengkapnya di sini! Apa Itu Startup Lingkungan? Sebelumnya, apakah Anda familiar dengan istilah startup? Startup merupakan perusahaan yang baru saja dibentuk dan beroperasi di berbagai sektor, termasuk layanan, pendidikan, bisnis, hingga perdagangan. Startup lingkungan atau juga bisa disebut green startup adalah jenis usaha rintisan yang memiliki fokus bisnis maupun layanan pada solusi untuk mengatasi masalah lingkungan. Di samping layanan dan model bisnisnya yang condong… Satuplatform Berpartisipasi dalam Public Discussion YEC: Generasi Muda sebagai Kunci Perubahan dalam Transisi Energi Pada Rabu, 28 Agustus 2024, Satuplatform turut serta dalam acara “Public Discussion YEC: Generasi Muda sebagai Kunci Perubahan dalam Transisi Energi” yang diselenggarakan oleh Youth Energy and Environmental Council (YEC). Acara ini bertempat di Oil Centre Jakarta dan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju Indonesia International Sustainability Forum (IISF). Generasi Muda sebagai Agen Perubahan Public Discussion YEC mengangkat tema penting mengenai peran generasi muda dalam transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Dalam acara ini, berbagai pemangku kepentingan termasuk aktivis lingkungan, pemimpin industri, dan akademisi berkumpul untuk membahas bagaimana generasi muda dapat menjadi pendorong utama perubahan menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.… How Business Contribute to SDG 13: Climate Action Climate Action – The awareness of maintaining the environment has spread rapidly even to business. Environment became an important agenda especially with the emergence of a concept called Sustainable Development Goals (SDGs) which captures 17 global goals by the United Nations in 2015 as part of the 2030 Agenda for Sustainable Development. One of the important agenda is SDGs 13, which is climate action. Sustainable Development Goal 13 (SDG 13) calls for urgent action to combat climate change and its impacts. Businesses play a critical role in achieving this goal by aligning their operations, strategies, and innovations to reduce greenhouse… Dampak Nyata Perubahan Iklim, Cerita dari Kawasan Pesisir Perubahan iklim kini menjadi ancaman nyata bagi kawasan pesisir. Naiknya permukaan laut, abrasi, dan banjir rob makin sering terjadi, merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat. Dari pesisir Jawa hingga Kepulauan Seribu. Dampak perubahan iklim memaksa penduduk untuk beradaptasi dengan realitas yang kian sulit. Simak cerita selengkapnya tentang bagaimana kondisi di lapangan! Kampung Tenggelam Desa Bedono Demak Sejak awal tahun 2000, Dusun Rejosari Senik di pesisir utara Pulau Jawa mulai mengalami fenomena rob, yakni banjir air laut yang terjadi akibat naiknya permukaan laut dan abrasi yang menggerus daratan. Ancaman abrasi ini makin mengkhawatirkan, memaksa warga setempat untuk mempertimbangkan masa depan mereka di… Program Rehabilitasi Mangrove, Mengapa Penting dan Cerita dari Kampung Laut Cilacap Rehabilitasi mangrove sangat penting untuk melindungi ekosistem pesisir dan mengurangi dampak perubahan iklim. Mangrove berperan dalam mencegah abrasi pantai dan menyerap karbon, membantu menekan emisi. Di Kampung Laut Cilacap, upaya rehabilitasi mangrove berhasil membawa perubahan positif, berkat partisipasi aktif masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Baca Juga: Lautan Sebagai Penyerap Karbon Alami Pentingnya Rehabilitasi Hutan Mangrove Rehabilitasi mangrove memiliki peran strategis, baik dalam mendukung program pemerintah maupun dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Dari sudut pandang ekologis, mangrove berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, rumah bagi berbagai spesies laut, serta pencegahan intrusi air asin ke daratan. Selain itu, ekosistem mangrove juga… Mewujudkan Program CSR Perusahaan yang Berkelanjutan dan Berdampak Program CSR perusahaan kini tidak bisa lagi hanya sebatas memberi atau sesuatu yang sifatnya charity. Namun, …

How Business Contribute to SDG 13: Climate Action

How Business Contribute to SDG 13: Climate Action

Climate Action – The awareness of maintaining the environment has spread rapidly even to business. Environment became an important agenda especially with the emergence of a concept called Sustainable Development Goals (SDGs) which captures 17 global goals by the United Nations in 2015 as part of the 2030 Agenda for Sustainable Development. One of the important agenda is SDGs 13, which is climate action. Sustainable Development Goal 13 (SDG 13) calls for urgent action to combat climate change and its impacts. Businesses play a critical role in achieving this goal by aligning their operations, strategies, and innovations to reduce greenhouse gas emissions, enhance energy efficiency, and support sustainable practices. Here are several ways businesses contribute to SDG 13: 1. Reducing Carbon Footprint Read Other Articles : Reducing Carbon Footprint: A Comprehensive Guide for Companies to Begin Many companies are taking steps to lower their carbon emissions by adopting renewable energy sources (such as solar or wind power) and improving energy efficiency. By switching to green energy and reducing dependence on fossil fuels, businesses can drastically cut their carbon emissions. 2. Sustainable Supply Chain Management Businesses are increasingly implementing sustainable practices across their supply chains, ensuring that their suppliers also meet environmental standards. This includes optimizing transportation routes, reducing packaging waste, and sourcing raw materials responsibly. 3. Innovative Technologies Businesses are investing in innovative technologies that reduce emissions, such as carbon capture and storage (CCS) and energy-efficient machinery. Innovations in green technology not only reduce emissions but can also lead to cost savings and increased competitiveness. 4. Climate Risk Management and Adaptation Many businesses are recognizing the risks posed by climate change and are incorporating climate resilience into their risk management strategies. This includes assessing the potential impacts of climate change on their operations and investing in adaptation measures. 5. Corporate Sustainability Goals and Reporting Increasingly, businesses are setting ambitious sustainability goals that align with the Paris Agreement and SDG 13 targets. Transparent reporting on climate actions, using frameworks like the Task Force on Climate-Related Financial Disclosures (TCFD), helps stakeholders track a company’s progress in reducing its carbon footprint. 6. Engaging in Carbon Markets Businesses can participate in carbon markets, which allows them to buy and sell carbon credits to offset their emissions. This helps create a financial incentive for reducing emissions and funding environmental projects that absorb or reduce CO2. 7. Advocacy and Partnerships Many businesses are advocating for stronger climate policies and partnering with governments, NGOs, and other corporations to push forward climate action. By engaging in public policy discussions, businesses can influence regulations and frameworks that support the transition to a low-carbon economy. By taking these actions, businesses not only contribute to mitigating climate change but also create long-term value for themselves and society. Climate action is increasingly viewed as both a business imperative and an opportunity for innovation, competitiveness, and resilience. For companies that aim to contribute to the sustainable development goals 13, the advanced technology has allowed companies to explore ESG and carbon consulting on Satuplatform provide all-in-one solutions to. Try the FREE DEMO now! Similar Article How Business Contribute to SDG 13: Climate Action The awareness of maintaining the environment has spread rapidly even to business. Environment became an important agenda especially with the emergence of a concept called Sustainable Development Goals (SDGs) which captures 17 global goals by the United Nations in 2015 as part of the 2030 Agenda for Sustainable Development. One of the important agenda is SDGs 13, which is climate action. Sustainable Development Goal 13 (SDG 13) calls for urgent action to combat climate change and its impacts. Businesses play a critical role in achieving this goal by aligning their operations, strategies, and innovations to reduce greenhouse gas emissions, enhance… Dampak Nyata Perubahan Iklim, Cerita dari Kawasan Pesisir Perubahan iklim kini menjadi ancaman nyata bagi kawasan pesisir. Naiknya permukaan laut, abrasi, dan banjir rob makin sering terjadi, merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat. Dari pesisir Jawa hingga Kepulauan Seribu. Dampak perubahan iklim memaksa penduduk untuk beradaptasi dengan realitas yang kian sulit. Simak cerita selengkapnya tentang bagaimana kondisi di lapangan! Kampung Tenggelam Desa Bedono Demak Sejak awal tahun 2000, Dusun Rejosari Senik di pesisir utara Pulau Jawa mulai mengalami fenomena rob, yakni banjir air laut yang terjadi akibat naiknya permukaan laut dan abrasi yang menggerus daratan. Ancaman abrasi ini makin mengkhawatirkan, memaksa warga setempat untuk mempertimbangkan masa depan mereka di… Program Rehabilitasi Mangrove, Mengapa Penting dan Cerita dari Kampung Laut Cilacap Rehabilitasi mangrove sangat penting untuk melindungi ekosistem pesisir dan mengurangi dampak perubahan iklim. Mangrove berperan dalam mencegah abrasi pantai dan menyerap karbon, membantu menekan emisi. Di Kampung Laut Cilacap, upaya rehabilitasi mangrove berhasil membawa perubahan positif, berkat partisipasi aktif masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Baca Juga: Lautan Sebagai Penyerap Karbon Alami Pentingnya Rehabilitasi Hutan Mangrove Rehabilitasi mangrove memiliki peran strategis, baik dalam mendukung program pemerintah maupun dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Dari sudut pandang ekologis, mangrove berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, rumah bagi berbagai spesies laut, serta pencegahan intrusi air asin ke daratan. Selain itu, ekosistem mangrove juga… Mewujudkan Program CSR Perusahaan yang Berkelanjutan dan Berdampak Program CSR perusahaan kini tidak bisa lagi hanya sebatas memberi atau sesuatu yang sifatnya charity. Namun, poin berdampak dan berkelanjutan dari after program-nya yang juga perlu diperhatikan.  Lantas, bagaimana cara mewujudkan CSR yang berdampak dan berkelanjutan? Simak ulasan selengkapnya! Baca Juga: Memitigasi Perubahan Iklim Melalui Program CSR (Corporate Social Responsibility) Apa itu Program CSR Perusahaan? Setiap perusahaan memiliki tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang mencakup kewajiban terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, dan lingkungan dalam berbagai aspek operasionalnya. Tanggung jawab ini umumnya berhubungan dengan dampak lingkungan, seperti polusi, limbah produksi, keamanan produk, dan kesejahteraan tenaga kerja. Jadi,… Melihat Potensi Blue Carbon Indonesia dari Kawasan Hutan Mangrove Blue carbon menjadi salah satu topik pembahasan menarik saat ini. Apalagi, Indonesia merupakan negara maritim dan kepulauan yang berkomtimen dalam mencapai target penurunan emisi dalam rangka mitigasi perubahan iklim. Tentu, potensi besar ekosistem blue carbon tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sebelum lebih jauh, apa …

Dampak Nyata Perubahan Iklim, Cerita dari Kawasan Pesisir

Dampak Nyata Perubahan Iklim, Cerita dari Kawasan Pesisir

Perubahan iklim kini menjadi ancaman nyata bagi kawasan pesisir. Naiknya permukaan laut, abrasi, dan banjir rob makin sering terjadi, merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat. Dari pesisir Jawa hingga Kepulauan Seribu. Dampak perubahan iklim memaksa penduduk untuk beradaptasi dengan realitas yang kian sulit. Simak cerita selengkapnya tentang bagaimana kondisi di lapangan! Kampung Tenggelam Desa Bedono Demak Sejak awal tahun 2000, Dusun Rejosari Senik di pesisir utara Pulau Jawa mulai mengalami fenomena rob, yakni banjir air laut yang terjadi akibat naiknya permukaan laut dan abrasi yang menggerus daratan. Ancaman abrasi ini makin mengkhawatirkan, memaksa warga setempat untuk mempertimbangkan masa depan mereka di wilayah tersebut. Baca juga artikel lainnya : 3 Program CSR Dukung Kelestarian Laut Kondisi lingkungan yang kian memburuk membuat masyarakat perlahan-lahan meninggalkan kampung halaman yang sudah mereka tempati selama bertahun-tahun. Pada tahun 2006, proses perpindahan warga secara bertahap dimulai, demi mencari tempat tinggal yang lebih aman dan layak huni. Hingga akhirnya pada tahun 2010, seluruh penduduk Dusun Senik telah meninggalkan desa mereka. Namun, di tengah kampung yang kini tak berpenghuni, Mak Jah, memilih untuk tetap tinggal menjadi satu-satunya saksi dari perubahan dramatis yang melanda desanya akibat dampak perubahan iklim. “Hidup sendiri di sini sudah dari tahun 2010, lha kalau tak tinggal pergi lalu enggak ada yang ngerawat yang nyulami mangrove,” Tutur Mak Jah. Dari 200 kepala keluarga yang dulunya menghuni Dusun Rejosari Senik, kini hanya Mak Jah dan keluarganya yang masih bertahan di tengah ancaman abrasi yang terus menggerus pesisir. Keputusan Mak Jah untuk tetap tinggal bukan tanpa alasan. Sejak abrasi mulai merusak desanya, ia berinisiatif menanam mangrove dengan harapan dapat memulihkan ekosistem pesisir yang kian kritis. Upayanya ini juga bertujuan untuk menahan laju abrasi yang makin mengancam daratan. Perubahan Iklim Memengaruhi Nelayan Pulau Pari Pulau Pari merupakan bagian dari gugusan Kepulauan Seribu, terletak di antara barisan pulau-pulau kecil yang membentang dari selatan hingga utara di perairan Jakarta. Kepulauan ini masuk dalam wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, yang menjadi salah satu bagian penting dari Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Edi Mulyono, satu di antara sekian banyak petani dan nelayan yang ada di Pulau Pari menyaksikan bagaimana perubahan iklim memengaruhi lingkungan tempatnya tinggal. Di kawasan pesisir, terutama di Pulau Pari, Edi merasakan dampak nyata dari perubahan iklim yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut. Dulu, Pulau Pari jarang sekali dilanda banjir rob, tetapi kini kondisinya telah berubah drastis. “Sebenarnya banjir rob dari tahun 2000-an sudah mulai, tetapi tidak separah di tahun 2018 sampai saat ini. Kalau dulu ya biasa tetapi sedikit, cuma 2018 itu sampai masuk ke dalam pemukiman masyarakat dan rumah warga. Sumur-sumur yang digunakan warga untuk sumber air bersih tidak bisa lagi digunakan untuk minum dan kebutuhan hari lainnya karena mulai tercampur dengan air laut,” ungkap Edi. Perubahan iklim juga turut memengaruhi pekerjaan para nelayan tangkap di sekitaran Pulau Pari. Sulit bagi nelayan untuk memperkirakan cuaca. “Semenjak tahun 2000-an agak sulit, bahkan nelayan kawakan saja yang sepuh banyak yang bilang kalau cuaca sekarang susah diprediksi, mungkin faktor itu ya (perubahan iklim) yang memengaruhi menurunnya pencarian ikan, selain karena kontaminasi laut akibat sungai-sungai dari Kota Jakarta,” Sambung Edi. Tambakrejo atau Tambak Lorok, Kuburan Tenggelam dan Rumah yang Mesti Ditinggikan Hanya 10-15 menit dari pusat Kota Semarang, pesisir Tambakrejo di Kelurahan Tanjung Mas menunjukkan dampak abrasi yang parah. Pada, 1980-an, jarak antara pemukiman dan pantai masih 1,5 kiilometer, tetapi sejak 2000-an, abrasi mulai menenggelamkan daratan. Kini warga menyebutnya Tambak Lorok, dari kata “nglorok”, yang berarti merosot dalam Bahasa Jawa, sebagai gambaran tanah yang hilang akibat terjangan air laut. Abrasi meninggalkan jejak nyata di pesisir Tambakrejo. Di sini, bekas pom bensin yang tenggelam dan tiang-tiang listrik di tengah laut menjadi saksi bagaimana alam mengubah segalanya. Tak hanya jalan yang hilang, makam umum juga ikut tenggelam, memaksa warga yang mampu memindahkannya ke lokasi lebih aman. Sementara itu, rumah-rumah warga di pesisir terus ditinggikan agar terhindar dari banjir rob, beberapa hingga tiga atau empat kali. Bagi yang belum mampu, mereka terpaksa tinggal di rumah yang atapnya makin rendah akibat abrasi.  Similar Article 5 Istilah Penting yang Berkaitan dengan Perubahan Iklim Isu terkait perubahan iklim semakin menjadi pembahasan yang ramai diperbincangkan saat ini. Di seluruh dunia, masyarakat lintas generasi mulai menunjukkan ketertarikannya akan informasi tentang perubahan iklim. Hasil survei People’s Climate Vote 2024 menunjukkan bahwa sekitar 87 persen populasi dunia telah menaruh perhatian mereka pada isu ini. Sementara itu, 63 persen pengisi survei sudah mulai mempertimbangkan dampak perubahan iklim terhadap keputusan yang mereka buat. Melalui kondisi ini, bisa digambarkan bahwa perubahan iklim semakin memberikan pengaruhnya terhadap orang-orang di berbagai belahan dunia. Mengganggu mereka dengan beragam cara. Perubahan iklim tidak lagi sebatas konteks khusus bagi beberapa kalangan. Istilah ini perlu diumumkan lebih… Keuntungan Berlangganan Jasa Perhitungan Jejak Karbon bagi Perusahaan di Masa Kini Jejak karbon merupakan sejumlah emisi gas rumah kaca (GRK) yang lepas ke atmosfer dan bersumber dari berbagai kegiatan tertentu. Konsentrasi emisi karbon antropogenik atau yang dihasilkan dari aktivitas manusia adalah sumber yang paling dominan dalam menimbulkan dampak bagi lingkungan. Salah satunya berasal dari sektor industri yang disebut sebagai kontributor utama emisi karbon global.  Menurut laporan emisi CO2 tahun 2022 oleh IEA, emisi karbon dioksida global dari pembakaran energi dan proses industri telah mencapai level tertinggi sepanjang masa, yakni sebesar 36,8 Gt pada 2022. Meskipun produksi emisi karbon dari industri sempat menyusut 5 persen pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19, akan… Pengertian Industri Hijau: Tujuan, Manfaat, dan Contohnya Penerapan industri hijau di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim selayaknya angin segar yang memberikan kesejukan dalam upaya keberlanjutan. Sektor industri sebagai salah satu kontributor utama emisi gas rumah kaca (GRK) global seringkali didorong untuk dapat berkontribusi dalam langkah pengurangan emisi karbon atau dekarbonisasi. Maka dari itu, industri hijau sebagai bagian dari bisnis berkelanjutan dapat menjadi opsi yang bisa dipilih perusahaan dan entitas komersial lainnya dalam mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan keberlanjutan. Namun, apa itu industri hijau beserta tujuan, keuntungan, dan contohnya? Apa Itu Industri Hijau? Dilansir dari Tirto ID, menurut Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI), pengertian industri hijau adalah… Bagaimana Cara Tepat Memilih Carbon Accounting Software untuk Industri? Carbon Accounting – Seiring dengan meningkatnya sustainability awareness …

Satuplatform Hadiri Indonesia Sustainability Energy Week (ISEW) 2024: Fokus pada Sustainable Energy Investment (SEI) Day

Satuplatform Aktif Memperkuat Relasi Bisnis di Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024

Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 diselenggarakan dengan sukses pada 5-6 September 2024 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Acara ini merupakan salah satu wadah utama untuk membahas tantangan dan peluang dalam keberlanjutan dan inovasi di Indonesia.  Baca Juga: Satuplatform Berpartisipasi dalam Public Discussion YEC: Generasi Muda sebagai Kunci Perubahan dalam Transisi Energi ISF 2024 yang dibuka oleh Presiden Indonesia Joko Widodo ini mengangkat tema Towards Sustainable and Inclusive Growth. ISF 2024 menyoroti lima pilar pembahasan, yaitu ekonomi hijau (green economy), transisi energi (energy transition), konservasi alam dan keanekaragaman hayati (biodiversity and nature conservation), gaya hidup berkelanjutan (sustainable living), dan ekonomi kelautan (blue economy). Forum ISF 2024 adalah ajang untuk bertukar pikiran dan pengetahuan, sekaligus memberikan solusi, dan praktik terbaik menghadapi perubahan iklim. ISF 2024 yang berlangsung selama dua hari akan diisi sejumlah agenda mulai dari sesi utama dengan menghadirkan para pembicara kunci, Pleno, Tematik, High Level Dialogue, Memorandum of Understanding (MoU) Signing, Pameran, hingga Gala Dinner. Selama dua hari acara, Satuplatform aktif berkomunikasi dan berjejaring, berkontribusi secara signifikan pada diskusi dan kolaborasi yang membentuk masa depan keberlanjutan di negara ini. Hari Pertama ISF 2024: Memperkuat Kemitraan dan Berbagi Pengetahuan 1. Sesi Pleno dan Diskusi UtamaPada hari pertama, Satuplatform berpartisipasi dalam sesi pleno dan diskusi utama yang membahas isu-isu kritis dalam keberlanjutan. Diskusi ini meliputi topik-topik seperti pengelolaan sumber daya alam, transisi energi, dan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan. Perwakilan Satuplatform terlibat aktif dengan panelis dan peserta lain, menyampaikan pandangan dan pengalaman perusahaan dalam menerapkan praktik berkelanjutan di sektor energi dan teknologi. 2. Pameran dan Komunikasi IntensSatuplatform juga melakukan dialog dengan para pelaku usaha yang terlibat dalam pameran, dimana kami juga mendukung segala inovasi dan solusi bisnis untuk mendukung keberlanjutan. Dari teknologi ramah lingkungan hingga inisiatif sosial, kami berbagi informasi mengenai bagaimana produk dan layanan kami berkontribusi pada tujuan keberlanjutan global. Baca Juga: Satuplatform Bersama DLH Jabar Gelar Webinar Perhitungan Emisi Karbon  Hari Kedua ISF 2024: Kolaborasi dan Networking 1. Forum Diskusi TematikHari kedua fokus pada forum diskusi tematik yang lebih mendalam mengenai solusi praktis dan strategi untuk mencapai keberlanjutan. Satuplatform aktif dalam diskusi tentang topik seperti pengelolaan emisi karbon, investasi hijau, dan inovasi teknologi untuk keberlanjutan. Perwakilan kami berbagi studi kasus dan praktik terbaik yang diterapkan di perusahaan kami, serta mendengarkan masukan dari partisipan lainnya. 2. Sesi Networking dan Kemitraan StrategisSesi networking pada hari kedua memberikan kesempatan bagi Satuplatform untuk menjalin hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perusahaan lain, lembaga pemerintah, dan organisasi non-pemerintah. Diskusi informal dan pertemuan satu-satu membuka peluang baru untuk kemitraan strategis dan kolaborasi dalam proyek-proyek keberlanjutan. Kami menjalin hubungan dengan beberapa calon mitra yang memiliki visi serupa dalam mendukung keberlanjutan dan transformasi energi. 3. Peluncuran Inisiatif BaruSebagai bagian dari acara, Satuplatform mengumumkan peluncuran inisiatif baru yang bertujuan untuk memperkuat komitmen kami terhadap keberlanjutan. Inisiatif ini mencakup proyek-proyek yang fokus pada pengurangan jejak karbon, pengembangan teknologi hijau, dan dukungan terhadap komunitas lokal. Peluncuran ini mendapatkan sambutan positif dari peserta dan membuka jalan bagi kolaborasi lebih lanjut. Komitmen Satuplatform dan ISF 2024 Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 di JCC Senayan menjadi wadah yang sangat berharga bagi Satuplatform untuk berkomunikasi, berbagi pengetahuan, dan memperluas jaringan kami dalam bidang keberlanjutan. Partisipasi kami dalam acara ini menegaskan komitmen kami untuk mendukung dan memajukan solusi keberlanjutan di Indonesia. “Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 menjadi peluang besar Satuplatform untuk ikut serta mendukung program pemerintah menuju pertumbuhan yang inklusif dan menciptakan masa depan yang berkelanjutan melalui solusi digital all-in-one untuk mengelola aspek ESG dan emisi karbon secara menyeluruh”, ujar Mira D. Pangesti, Business Development & Operational Manager Satuplatform. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras atas keberhasilannya menyelenggarakan acara tersebut. Satuplatform akan terus bekerjasama dengan mitra dan pemangku kepentingan untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan dan inklusif, serta berkontribusi pada pencapaian tujuan keberlanjutan nasional dan global. Similar Article Startup Lingkungan? Punya Potensi tetapi Apakah Diminati? Startup lingkungan makin menarik perhatian publik apalagi seiring munculnya kesadaran akan isu keberlanjutan. Dengan munculnya berbagai green startup bermunculan di seluruh dunia, muncul pertanyaan, apakah jenis startup ini diminati dan memiliki potensi besar untuk tumbuh? Simak selengkapnya di sini! Baca Juga: StartUp AgriTech: Strategi Berkelanjutan Kurangi Emisi Karbon Apa Itu Startup Lingkungan? Sebelumnya, apakah Anda familiar dengan istilah startup? Startup merupakan perusahaan yang baru saja dibentuk dan beroperasi di berbagai sektor, termasuk layanan, pendidikan, bisnis, hingga perdagangan. Startup lingkungan atau juga bisa disebut green startup adalah jenis usaha rintisan yang memiliki fokus bisnis maupun layanan pada solusi untuk mengatasi masalah… Satuplatform Berpartisipasi dalam Public Discussion YEC: Generasi Muda sebagai Kunci Perubahan dalam Transisi Energi Pada Rabu, 28 Agustus 2024, Satuplatform turut serta dalam acara “Public Discussion YEC: Generasi Muda sebagai Kunci Perubahan dalam Transisi Energi” yang diselenggarakan oleh Youth Energy and Environmental Council (YEC). Acara ini bertempat di Oil Centre Jakarta dan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju Indonesia International Sustainability Forum (IISF). Baca Juga: Pendidikan dan Kesadaran: Mendidik Generasi Muda Tentang Jejak Karbon Generasi Muda sebagai Agen Perubahan Public Discussion YEC mengangkat tema penting mengenai peran generasi muda dalam transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Dalam acara ini, berbagai pemangku kepentingan termasuk aktivis lingkungan, pemimpin industri, dan akademisi berkumpul untuk membahas bagaimana generasi muda… How Business Contribute to SDG 13: Climate Action Climate Action – The awareness of maintaining the environment has spread rapidly even to business. Environment became an important agenda especially with the emergence of a concept called Sustainable Development Goals (SDGs) which captures 17 global goals by the United Nations in 2015 as part of the 2030 Agenda for Sustainable Development. One of the important agenda is SDGs 13, which is climate action. Sustainable Development Goal 13 (SDG 13) calls for urgent action to combat climate change and its impacts. Businesses play a critical role in achieving this goal by aligning their operations, strategies, and innovations to reduce greenhouse… Dampak Nyata Perubahan Iklim, Cerita dari Kawasan Pesisir Perubahan iklim kini menjadi ancaman nyata bagi kawasan pesisir. Naiknya permukaan laut, abrasi, dan banjir rob makin sering terjadi, merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat. Dari pesisir Jawa hingga Kepulauan Seribu. Dampak perubahan …

Program Rehabilitasi Mangrove, Mengapa Penting dan Cerita dari Kampung Laut Cilacap

Program Rehabilitasi Mangrove, Mengapa Penting dan Cerita dari Kampung Laut Cilacap

Rehabilitasi mangrove sangat penting untuk melindungi ekosistem pesisir dan mengurangi dampak perubahan iklim. Mangrove berperan dalam mencegah abrasi pantai dan menyerap karbon, membantu menekan emisi. Di Kampung Laut Cilacap, upaya rehabilitasi mangrove berhasil membawa perubahan positif, berkat partisipasi aktif masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Baca Juga: Lautan Sebagai Penyerap Karbon Alami Pentingnya Rehabilitasi Hutan Mangrove Rehabilitasi mangrove memiliki peran strategis, baik dalam mendukung program pemerintah maupun dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Dari sudut pandang ekologis, mangrove berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, rumah bagi berbagai spesies laut, serta pencegahan intrusi air asin ke daratan. Selain itu, ekosistem mangrove juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang signifikan, terutama bagi komunitas pesisir yang bergantung pada keberlangsungan mangrove untuk kehidupan mereka. “Pentingnya menjaga mangrove ini tidak hanya untuk ketersediaan oksigen, tetapi juga untuk penanggulangan bencana seperti tsunami, abrasi yang makin parah, dan bencana lainnya. Tentu saja, selain untuk lingkungan, ekosistem mangrove juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat karena menjadi tempat udang dan ikan-ikan kecil bersembunyi atau membuat sarang yang nantinya bisa ditangkap oleh nelayan,” Ujar Aminul Ichsan, Manajer Operasional LindungiHutan. Apalagi, potensi karbon biru yang dimiliki mangrove sangat besar, di mana ekosistem ini mampu menyimpan sekitar 20Pg C, dengan 70-80% karbon tersimpan dalam tanah sebagai bahan organik. Dengan kemampuannya dalam menyerap dan menyimpan karbon, rehabilitasi mangrove menjadi salah satu solusi penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Oleh karena itu, langkah ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat lokal, serta perusahaan yang ingin terlibat dalam program carbon offset atau perdagangan karbon. Baca juga artikel lainnya : Mengenal Perdagangan Karbon dan Implementasinya di Indonesia Perusahaan maupun korporasi juga dapat berkontribusi dalam program rehabilitasi mangrove sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung mitigasi perubahan iklim dan menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan. Selain menjadi upaya untuk pelestarian lingkungan, ini juga membuka peluang untuk terlibat dalam skema perdagangan karbon yang makin relevan di era saat ini. Program Rehabilitasi Mangrove Menciptakan Peluang Lapangan Kerja Upaya konservasi dan rehabilitasi mangrove tidak hanya memerlukan partisipasi pemerintah maupun sektor swasta, tetapi juga keterlibatan aktif dari masyarakat setempat. Program penanaman mangrove bisa dijalankan dengan menggandeng kelompok tani lokal, yang berperan penting dalam setiap tahap proses. Mitra petani lokal inilah yang ikut berkontribusi mulai dari penyediaan bibit, pelaksanaan penanaman, hingga pemantauan pertumbuhan serta kegiatan penyulaman jika diperlukan. Kolaborasi ini tidak hanya mendukung keberhasilan program rehabilitasi mangrove, tetapi juga memberdayakan masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Cerita Rehabilitasi Hutan Mangrove Kampung Laut Cilacap Di Kampung Laut Cilacap, terdapat sosok penggerak konservasi bernama Thomas Heri Wahyono, atau kerap disapa Wahyono. Beliau adalah tokoh sentral dalam gerakan penghijauan dan rehabilitasi mangrove. Wahyono menyaksikan secara langsung perubahan signifikan yang terjadi di hutan mangrove Kampung Laut Cilacap. “Tahun 1995 terjadi penebangan hutan besar-besaran yang dijadikan sebagai tempat budidaya udang tetap kemudian tidak bertahan lama sampai tahun 1990,” ungkap Wahyono tokoh penggerak penghijauan dan Ketua Kelompok Krida Wana Lestari. . Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dalam upaya konservasi mangrove adalah alih fungsi lahan. Hal tersebut kerap dilatarbelakangi oleh potensi keuntungan ekonomi jangka panjang, tetapi mengabaikan tanggung jawab lingkungan. Ketika kerusakan lingkungan terjadi, masyarakat setempat justru yang paling merasakan dampaknya secara langsung. “Enggak bertahan lama, ternyata udang terkena penyakit, sehingga kami di situ mulai merasa prihatin karena kondisi Segara Anakan ini ribuan hektare yang rusak akibat dijadikan lahan budidaya, sementara akibat merugi para investor pada kembali ke asalnya masing-masing yang akhirnya meninggalkan lahan gundul dan rusak, dari situ kami mulai melakukan kegiatan penanaman dan rehabilitasi mangrove,” sambung Wahyono. Melihat kondisi hutan mangrove yang makin rusak, Wahyono tidak tinggal diam dan memutuskan untuk memulai aksi nyata. Selama lebih dari dua dekade, Wahyono secara konsisten melakukan upaya rehabilitasi mangrove, hingga akhirnya kondisi hutan yang ada perlahan bisa pulih kembali. Bersama Kelompok Krida Wana Lestari, ia mengabdikan banyak waktu untuk kegiatan pembibitan, pembersihan, dan perawatan hutan mangrove. Berkat upaya ini, lebih dari 200 hektare lahan mangrove di Kampung Laut berhasil ditanami kembali, hasil dari kerja keras dalam menjaga lingkungan selama puluhan tahun. “Mungkin sudah lebih dari 200 hektare yang kami tanam dari tahun 2000 sampai hari ini, mungkin kalau dengan lembaga lain dan bantuan lain udah lebih dari 300 hektare,” pungkas Wahyono.  /*! elementor – v3.23.0 – 05-08-2024 */ .elementor-heading-title{padding:0;margin:0;line-height:1}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title[class*=elementor-size-]>a{color:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-small{font-size:15px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-medium{font-size:19px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-large{font-size:29px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xl{font-size:39px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xxl{font-size:59px} Similar Article Program Rehabilitasi Mangrove, Mengapa Penting dan Cerita dari Kampung Laut Cilacap Rehabilitasi mangrove sangat penting untuk melindungi ekosistem pesisir dan mengurangi dampak perubahan iklim. Mangrove berperan dalam mencegah abrasi pantai dan menyerap karbon, membantu menekan emisi. Di Kampung Laut Cilacap, upaya rehabilitasi mangrove berhasil membawa perubahan positif, berkat partisipasi aktif masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pentingnya Rehabilitasi Hutan Mangrove Rehabilitasi mangrove memiliki peran strategis, baik dalam mendukung program pemerintah maupun dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Dari sudut pandang ekologis, mangrove berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, rumah bagi berbagai spesies laut, serta pencegahan intrusi air asin ke daratan. Selain itu, ekosistem mangrove juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang signifikan,… Mewujudkan Program CSR Perusahaan yang Berkelanjutan dan Berdampak Program CSR perusahaan kini tidak bisa lagi hanya sebatas memberi atau sesuatu yang sifatnya charity. Namun, poin berdampak dan berkelanjutan dari after program-nya yang juga perlu diperhatikan.  Lantas, bagaimana cara mewujudkan CSR yang berdampak dan berkelanjutan? Simak ulasan selengkapnya! Baca Juga: Memitigasi Perubahan Iklim Melalui Program CSR (Corporate Social Responsibility) Apa itu Program CSR Perusahaan? Setiap perusahaan memiliki tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang mencakup kewajiban terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, dan lingkungan dalam berbagai aspek operasionalnya. Tanggung jawab ini umumnya berhubungan dengan dampak lingkungan, seperti polusi, limbah produksi, keamanan produk, dan kesejahteraan tenaga kerja. Jadi,… Melihat Potensi Blue Carbon Indonesia dari Kawasan Hutan Mangrove Blue carbon menjadi salah satu topik pembahasan menarik saat ini. Apalagi, Indonesia merupakan negara maritim dan kepulauan yang berkomtimen dalam mencapai target penurunan emisi dalam rangka mitigasi perubahan iklim. Tentu, potensi besar ekosistem blue carbon tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sebelum lebih jauh, apa itu blue carbon? Berikut ulasan selengkapnya! Apa yang Dimaksud dengan Blue Carbon? Sederhananya, karbon biru atau blue carbon adalah karbon yang diserap dan disimpan oleh ekosistem laut dan pesisir. Ekosistem …

Program Rehabilitasi Mangrove, Mengapa Penting dan Cerita dari Kampung Laut Cilacap

Mewujudkan Program CSR Perusahaan yang Berkelanjutan dan Berdampak

Program CSR perusahaan kini tidak bisa lagi hanya sebatas memberi atau sesuatu yang sifatnya charity. Namun, poin berdampak dan berkelanjutan dari after program-nya yang juga perlu diperhatikan.  Lantas, bagaimana cara mewujudkan CSR yang berdampak dan berkelanjutan? Simak ulasan selengkapnya! Baca Juga: Memitigasi Perubahan Iklim Melalui Program CSR (Corporate Social Responsibility) Apa itu Program CSR Perusahaan? Setiap perusahaan memiliki tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang mencakup kewajiban terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, dan lingkungan dalam berbagai aspek operasionalnya. Tanggung jawab ini umumnya berhubungan dengan dampak lingkungan, seperti polusi, limbah produksi, keamanan produk, dan kesejahteraan tenaga kerja. Jadi, CSR adalah bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap keadaan sosial dan lingkungannya yang ditujukan kepada masyarakat di sekitar perusahaan maupun masyarakat secara luas. Dasar hukum pelaksanaan program CSR perusahaan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Pasal 74. Dalam peraturan tersebut, pemerintah mewajibkan perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Penerapan inisiatif program CSR perusahaan tidak hanya menjadi kewajiban hukum, tetapi juga berfungsi sebagai alat marketing yang efektif. Dengan menjalankan bisnis yang lebih berkelanjutan, perusahaan dapat menarik perhatian konsumen yang makin peduli terhadap isu lingkungan. Dari sudut pandang bisnis, perusahaan yang secara terbuka melaporkan kegiatan CSR mereka menunjukkan komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan. Transparansi ini sangat dihargai oleh pemangku kepentingan seperti konsumen, investor, dan regulator, yang pada akhirnya dapat meningkatkan reputasi perusahaan. Mengapa Program CSR Perusahaan Mesti Berkelanjutan? CSR Perusahaan kini menjadi strategi penting yang berfokus pada keberlanjutan jangka panjang untuk memastikan kelangsungan bisnis perusahaan.  Melalui program CSR, perusahaan tidak hanya berupaya untuk meningkatkan profitabilitas, tetapi juga berkomitmen untuk memberikan dampak positif di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dengan demikian, CSR berfungsi sebagai pilar yang membantu perusahaan membangun hubungan yang lebih kuat dengan masyarakat dan lingkungan sekitar. “CSR sebuah konsep yang memiliki banyak tanggung jawab yang diperuntukkan bagi stakeholder, konsumen, karyawan, shareholder, komunitas, dan keseluruhan aspek di perusahaan. Secara keseluruhan CSR tidak hanya untuk memenuhi ekspektasi secara sosial saja tetapi penting untuk membina hubungan positif dengan stakeholders dan memastikan keberhasilan bisnis jangka panjang,” jelas Nor Qomariyah, S.Hi., MM., CSR Specialist dalam gelaran acara Webinar Green Skillng LindungiHutan. Selain itu, pentingnya keberlanjutan dalam implementasi CSR tidak bisa diabaikan. CSR yang berkelanjutan menekankan pelibatan elemen sosial dan lingkungan dalam setiap tahap pelaksanaannya, memastikan bahwa inisiatif tersebut memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi komunitas dan ekosistem. Nor juga menegaskan bahwa integrasi aspek sosial dan lingkungan dalam program CSR adalah kunci untuk menciptakan perubahan positif yang bertahan lama, sekaligus memperkuat posisi perusahaan di mata konsumen, investor, dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui pendekatan ini, perusahaan dapat menjalankan tanggung jawab sosialnya dengan lebih efektif, membangun citra yang lebih baik, dan pada akhirnya meningkatkan daya saing di pasar yang semakin peduli terhadap isu-isu keberlanjutan. “Ngapain capek-capek CSR mesti berkelanjutan, kalau CSR ya CSR aja, kalau dulu gitu kan ya, ngasih-ngasih aja gitu selesai, tapi sekarang enggak, ada perubahan yang cukup signifikan dan didorong untuk menyeimbangkan antara lingkungan dan juga sosial, jadi tidak bisa dipisahkan sosial dan lingkungan itu sendiri,” sambung Nor. Pernyataan Nor sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana dampak perubahan iklim semakin nyata dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Untuk merespons tantangan ini, perusahaan dapat menyelaraskan program CSR mereka dengan inisiatif konservasi lingkungan. Misalnya, perusahaan dapat mengembangkan program yang berfokus pada pelestarian ekosistem, pengurangan emisi karbon, atau penggunaan energi terbarukan. Dengan mengintegrasikan kegiatan konservasi lingkungan ke dalam program CSR, perusahaan tidak hanya berkontribusi pada pelestarian alam tetapi juga menunjukkan komitmen mereka terhadap keberlanjutan. Pendekatan ini tidak hanya membantu dalam mengatasi isu-isu lingkungan yang mendesak, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan di mata konsumen dan mitra bisnis yang semakin peduli terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dengan demikian, CSR yang berorientasi pada lingkungan dapat menjadi elemen kunci dalam strategi bisnis yang lebih luas, membantu perusahaan mencapai tujuan sosial dan lingkungan sambil tetap menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang. “CSR mencakup praktik bisnis yang bertujuan untuk menjaga bisnis tetap berjalan dan berkelanjutan salah satunya melaksanakan konservasi lingkungan dengan menerapkan praktik ramah lingkungan, mengurangi emisi karbon, meminimalkan limbah, menghemat air, dan menggunakan sumber energi terbarukan sehingga memberikan dampak ekologis yang signifikan pada suatu bisnis,” Ucap Nor dalam webinar “Corporate Social Responsibility (CSR) Berbasis Lingkungan sebagai Salah Satu Solusi Bisnis Berkelanjutan,” ucap Nor. Baca Juga: Mengetahui Perbedaan ESG dan CSR Manfaat Program CSR Penanaman Mangrove bagi Masyarakat Setempat Penanaman mangrove membawa manfaat yang luas, tidak hanya dari segi ekologi tetapi juga dari aspek ekonomi, sosial, dan edukasi. Salah satu contoh nyata adalah bagaimana inisiatif ini memberikan manfaat langsung kepada para petani lapangan. Penanaman mangrove tidak hanya membantu memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan ekonomi lokal. Dengan adanya program ini, petani lapangan dan masyarakat setempat dapat memperoleh penghasilan tambahan melalui pengembangan usaha kecil dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan produk olahan mangrove serta melalui kegiatan pembibitan mangrove. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga memperkuat keterlibatan komunitas dalam upaya konservasi lingkungan, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat di sekitar lokasi penanaman. Penanaman dan pelestarian mangrove sepenuhnya melibatkan masyarakat setempat, mulai dari hulu hingga hilir. Proses ini mencakup pembibitan, penanaman, hingga perawatan dan monitoring pohon mangrove secara berkelanjutan.  Dengan pelibatan langsung ini, masyarakat mampu meningkatkan taraf hidupnya, misal dengan peningkatan omset yang signifikan (mencapai ratusan rupiah per tahun) melalui pembibitan mangrove.  Dalam hal pembibitan, berbagai jenis mangrove dikembangkan, dan pesanan bibit mangrove dapat menghasilkan omset yang signifikan, mencapai ratusan juta rupiah per tahun. Hal ini membuktikan bahwa mangrove tidak hanya memberikan manfaat lingkungan yang besar, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang nyata bagi komunitas setempat. Melalui keterlibatan langsung masyarakat dalam upaya ini, perusahaan dapat memastikan bahwa program CSR mereka benar-benar memberdayakan komunitas lokal. Dengan mendukung aktivitas pembibitan dan pelestarian mangrove, perusahaan tidak hanya berkontribusi pada konservasi lingkungan tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ini adalah contoh bagaimana program CSR yang dirancang dengan baik dapat menciptakan dampak ganda yang positif—baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan ekonomi masyarakat. Similar Article 5 Istilah Penting yang Berkaitan dengan Perubahan Iklim Isu terkait perubahan iklim semakin menjadi pembahasan yang ramai …