Asia Disebut Paling Terdampak oleh Gelombang Panas Ekstrem

Asia Disebut Paling Terdampak oleh Gelombang Panas Ekstrem

Gelombang panas ekstrem melanda benua Asia pada April lalu. Banyak masyarakat di berbagai negara, khususnya Asia Tenggara dan Asia Selatan, menghadapi kondisi yang sulit akibat suhu tinggi yang bahkan memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Dikutip dari laman Reuters, berbagai wilayah di Bangladesh, Thailand, Myanmar, Filipina, China, juga India dilanda suhu melebihi 40 derajat Celcius dalam beberapa minggu. Ilmuwan menyebut, hal ini salah satunya terjadi sebagai akibat dari perubahan iklim yang disebabkan manusia. Baca Juga: 4 Negara di Asia dengan Suhu Tertinggi Akibat Gelombang Panas Faktor Di Balik Meningkatnya Gelombang Panas Kondisi memanasnya suhu rata-rata bumi sejatinya telah dimulai sejak beberapa dekade lalu. Aktivitas manusia dan segala perkembangannya diyakini turut serta dalam menyebabkan hal ini.  Semua kehidupan di berbagai belahan dunia akan terdampak oleh terjadinya global warming atau pemanasan global. Akan tetapi, Asia disebut-sebut terus memanas dan prosesnya berjalan lebih cepat daripada rata-rata global, tren pemanasannya terjadi hampir dua kali lipat sejak 1961-1990.  Penelitian oleh World Weather Attribution (WWA) baru-baru ini menemukan bahwa, gelombang panas yang terjadi April lalu di beberapa negara Asia disebabkan utamanya oleh perubahan iklim, sehingga meningkatkan terjadinya panas ekstrem sekitar 30-45 kali lebih sering dari biasanya. Hal tersebut juga meningkatkan suhu 0,85-1 derajat Celcius lebih panas dari rata-rata.  Masih berdasarkan laporan WWA, dalam iklim sekarang, peristiwa panas ekstrem tidak akan lagi menjadi sebuah hal yang langka. Padahal, ilmuwan menyatakan gelombang panas April lalu adalah peristiwa yang kemungkinan terjadi sekali dalam 200 tahun. Namun, jika melihat dari suhu rata-rata bumi yang konsisten naik hampir 1 derajat Celcius setiap tahunnya, maka peluang terjadinya peristiwa panas ekstrem dapat turut meningkat.  Baca Juga: 5 Fakta Gas Metana Sebagai Kontributor Pemanasan Global Dampak dari Peristiwa Gelombang Panas yang Melanda Asia Terjadinya gelombang panas ekstrem pada April lalu tentu memiliki dampak besar bagi masyarakat.  Di Filipina misalnya, panas ekstrem menyebabkan pemerintah setempat harus menutup sementara sekitar 47 ribu sekolah untuk pembelajaran tatap muka. Para siswa diminta belajar secara daring di rumah masing-masing demi menghindari potensi terjadinya gangguan kesehatan akibat sengatan matahari. Kemudian, cuaca panas yang juga melanda Thailand menyebabkan setidaknya 30 orang meninggal dunia. Bangladesh dan Laos yang mengalami suhu melebihi 40 derajat Celcius, dihadapkan pada kerusakan infrastruktur, kekurangan listrik, sampai dengan lonjakan kasus sengatan panas akibat kondisi ekstrem yang terjadi. Selain itu, gelombang panas juga memperburuk kondisi para pengungsi di daerah kamp pengungsian dan zona konflik Asia Barat. Di Gaza, panas ekstrem memperburuk kondisi kehidupan sekitar 1,7 juta orang di sana. Menimbulkan berbagai tekanan tambahan salah satunya beradaptasi di bawah terik matahari yang ekstrem. Gelombang panas ini juga dapat berdampak pada hal lainnya seperti pekerja konstruksi, pengemudi angkutan, petani, nelayan, dan masih banyak lagi. Hal ini dapat berpengaruh terhadap mata pencaharian, jumlah pendapatan, juga mengakibatkan risiko bagi kesehatan. Dikutip dari CNN, menurut Chaya Vaddhanaphuti, salah satu penulis laporan WWA dan dosen di departemen geografi Universitas Chang Mai Thailand, terjadinya gelombang panas akan paling banyak berdampak pada masyarakat miskin dan rentan. Mereka yang tidak memiliki akses memadai ke layanan kesehatan dan sistem pendingin, serta pekerja lapangan yang terpapar langsung sinar matahari, adalah yang paling berisiko mengalami tekanan panas. Adaptasi dan Mitigasi Menghadapi Gelombang Panas Gelombang panas merupakan fenomena cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. Adaptasi dan mitigasi perlu dilakukan untuk mengurangi kerentanan terhadap dampak negatif serta intensitas gelombang panas yang terjadi. Berkomitmen dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dari berbagai sektor, menerapkan praktik pertanian berkelanjutan, melakukan restorasi ekosistem, mengoptimalkan ventilasi alami pada bangunan, sampai dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya gelombang panas dan cara-cara untuk melindungi diri, seperti minum air yang cukup, dan lain sebagainya adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghadapi kondisi ini. Pelaku usaha, bisnis, perusahaan juga dapat turut serta dalam melakukan pengukuran dan pemantauan emisi karbon secara teratur serta melaporkannya secara transparan kepada publik untuk dapat membantu perusahaan memahami dampak lingkungan dari operasinya dan menetapkan target-target pengurangan emisi. Agar kegiatan pengukuran dan analisa emisi gas rumah kaca dapat dikerjakan secara lebih efektif, lakukan semua prosesnya bersama Satuplatform! Satuplatform merupakan platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting. Kami dapat membantu Anda mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku.  Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang!  Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article 5 Istilah Penting yang Berkaitan dengan Perubahan Iklim Isu terkait perubahan iklim semakin menjadi pembahasan yang ramai diperbincangkan saat ini. Di seluruh dunia, masyarakat lintas generasi mulai menunjukkan ketertarikannya akan informasi tentang perubahan iklim. Hasil survei People’s Climate Vote 2024 menunjukkan bahwa sekitar 87 persen populasi dunia telah menaruh perhatian mereka pada isu ini. Sementara itu, 63 persen pengisi survei sudah mulai mempertimbangkan dampak perubahan iklim terhadap keputusan yang mereka buat. Melalui kondisi ini, bisa digambarkan bahwa perubahan iklim semakin memberikan pengaruhnya terhadap orang-orang di berbagai belahan dunia. Mengganggu mereka dengan beragam cara. Perubahan iklim tidak lagi sebatas konteks khusus bagi beberapa kalangan. Istilah ini perlu diumumkan lebih… Keuntungan Berlangganan Jasa Perhitungan Jejak Karbon bagi Perusahaan di Masa Kini Jejak karbon merupakan sejumlah emisi gas rumah kaca (GRK) yang lepas ke atmosfer dan bersumber dari berbagai kegiatan tertentu. Konsentrasi emisi karbon antropogenik atau yang dihasilkan dari aktivitas manusia adalah sumber yang paling dominan dalam menimbulkan dampak bagi lingkungan. Salah satunya berasal dari sektor industri yang disebut sebagai kontributor utama emisi karbon global.  Menurut laporan emisi CO2 tahun 2022 oleh IEA, emisi karbon dioksida global dari pembakaran energi dan proses industri telah mencapai level tertinggi sepanjang masa, yakni sebesar 36,8 Gt pada 2022. Meskipun produksi emisi karbon dari industri sempat menyusut 5 persen pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19, akan… Pengertian Industri Hijau: Tujuan, Manfaat, dan Contohnya Penerapan industri hijau di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim selayaknya angin segar yang memberikan kesejukan dalam upaya keberlanjutan. Sektor industri sebagai salah satu kontributor utama emisi gas rumah kaca (GRK) global seringkali didorong untuk dapat berkontribusi dalam langkah pengurangan emisi karbon …

Green Jobs: Pengertian, Contoh, hingga Kondisinya Saat Ini

10 Tips Hemat Energi dengan Cara Mudah, Pengusaha Wajib Tahu!

Jika Anda termasuk salah satu dari masyarakat yang peduli terhadap lingkungan hidup, dan peduli terhadap masa depan anak cucu serta nasib manusia di masa depan, maka Anda akan sadar akan pentingnya hemat energi. Penulis atau saya bukan memang seorang ahli dalam pengelolaan lingkungan, tetapi saya paham betapa pentingnya masalah ini di saat ini. Seperti yang kita pahami bersama, menghemat energi bukan hanya membantu mengurangi tagihan bulanan, mengurangi tabungan keluarga kita, dan mengurangi biaya usaha, tetapi juga berkontribusi pada perlindungan lingkungan. Jadi, tindakan nyata terhadap penghematan energi adalah hal yang sewajarnya sudah kita lakukan saat ini. Hari ini, kita akan membahas tentang 10 cara mudah yang bisa kita bersama lakukan untuk menghemat energi, mencakup energi listrik, bensin, dan sumber energi lainnya, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.  1. Ganti Penerangan dan Lampu dengan LED Lampu LED lebih efisien dan tahan lama dibandingkan lampu pijar atau CFL. Lampu ini menggunakan energi lebih sedikit dan menghasilkan panas yang lebih rendah. Kelebihan menggunakan LED: – Efisiensi Energi: Lampu LED menggunakan sekitar 75% lebih sedikit energi dibandingkan lampu pijar.– Umur Panjang: Lampu LED dapat bertahan hingga 25 kali lebih lama daripada lampu pijar.– Pengurangan Panas: Menghasilkan panas lebih sedikit sehingga mengurangi beban pendinginan ruangan. Kekurangan LED: – Biaya Awal Tinggi: Harga lampu LED lebih tinggi dibandingkan lampu pijar.– Suhu Warna: Beberapa orang mungkin merasa warna cahaya LED kurang nyaman atau terlalu dingin. 2. Matikan Peralatan Elektronik yang Tidak Digunakan Nah, cara berikutnya adalah cara termudah, matikan peralatan elektronik seperti TV, komputer, dan peralatan dapur ketika tidak digunakan. Gunakan alat manajemen listrik bantuan seperti power strip untuk memudahkan mematikan beberapa perangkat sekaligus. Keuntungannya termasuk: – Penghematan Listrik: Mengurangi konsumsi listrik dari perangkat yang tidak digunakan.– Umur Perangkat Lebih Panjang: Mematikan perangkat bisa memperpanjang umur peralatan elektronik Anda. Kerugian: – Kemudahan Penggunaan: Mematikan dan menghidupkan perangkat secara manual bisa dianggap merepotkan oleh sebagian orang.– Memori Perangkat: Beberapa perangkat mungkin kehilangan pengaturan memori ketika dimatikan. 3. Bijak dalam menggunakan AC Sederhana tapi terkadang malas, termasuk saya. Tipsnya dengan gunakan fitur timer pada AC untuk mengatur waktu operasionalnya. Atur suhu AC pada mode “Dry” untuk menghemat energi tanpa mengurangi kenyamanan. Kelebihan penghematan dari AC: – Efisiensi Energi: Mengurangi penggunaan energi dengan memanfaatkan pengaturan waktu dan mode hemat energi.– Pengurangan Biaya: Tagihan listrik bulanan bisa berkurang dengan penggunaan yang lebih efisien. Tidak enaknya tips ini: – Kenyamanan: Mode “Dry” mungkin kurang nyaman untuk digunakan dalam jangka waktu lama.– Pengaturan: Membutuhkan pengaturan yang tepat untuk mendapatkan manfaat maksimal. Gunakan tips membuat rumah lebih dingin tanpa AC disini. 4. Gunakan Transportasi Umum Menggunakan transportasi umum dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi gas rumah kaca. Selain itu, transportasi umum juga membantu mengurangi kemacetan lalu lintas. Untungnya: – Penghematan BBM: Mengurangi konsumsi bahan bakar pribadi.– Ramah Lingkungan: Mengurangi jejak karbon individu dan membantu mengurangi polusi udara.– Mengurangi Kemacetan: Lebih sedikit kendaraan pribadi di jalan raya mengurangi kemacetan lalu lintas. Ini beberapa kerugiannya: – Keterbatasan Jadwal: Jadwal transportasi umum mungkin tidak selalu sesuai dengan kebutuhan pribadi.– Kenyamanan: Transportasi umum mungkin kurang nyaman dibandingkan kendaraan pribadi, terutama saat penuh. 5. Mengisi Daya Baterai Secara Efisien Hindari mengisi daya baterai handphone atau perangkat lainnya terlalu lama. Cabut charger setelah baterai terisi penuh untuk menghemat listrik dan memperpanjang umur baterai. Saya yakin diantara Anda sering melakukan kegiatan ini. Apa yang didapat: – Penghematan Energi: Mengurangi konsumsi listrik yang tidak perlu.– Memperpanjang Umur Baterai: Menghindari pengisian daya berlebih dapat memperpanjang umur baterai perangkat. Ruginya: – Kenyamanan: Membutuhkan disiplin untuk mengingat mencabut charger setelah penuh.– Pengaturan: Tidak semua orang memiliki waktu untuk selalu mengawasi pengisian daya baterai. 6. Gunakan Peralatan Hemat Energi Pilih peralatan rumah tangga yang memiliki label hemat energi. Peralatan ini biasanya menggunakan lebih sedikit listrik dan lebih efisien dalam penggunaannya. Kelebihannya dan keuntungannya adalah efisiensi energi, yaitu menggunakan lebih sedikit energi untuk operasi yang sama, dan pengurangan biaya dan mengurangi tagihan listrik bulanan dalam jangka panjang. JIka Anda adalah seorang pemilik usaha, hal ini akan sangat mengurangi pengeluaran Anda, bisa cuan! Tapi ada ruginya, yaitu ada di poin biaya awal dimana peralatan hemat energi biasanya lebih mahal daripada peralatan konvensional. dan tidak semua jenis peralatan tersedia dalam versi hemat energi. 7. Manfaatkan Cahaya Alami Maksimalkan penggunaan cahaya alami di siang hari dengan membuka tirai dan jendela. Hal ini dapat mengurangi kebutuhan akan lampu dan menghemat energi listrik. Kelebihannya dapat mengurangi kebutuhan penggunaan lampu di siang hari, dan terkait kesehatan dimana cahaya alami baik untuk kesehatan mata dan suasana hati. Kesulitannya adalah cahaya alami tidak tersedia di malam hari atau saat cuaca mendung dan tdak semua ruangan memiliki akses yang cukup terhadap cahaya alami. 8. Kurangi Penggunaan Air Panas Gunakan air dingin atau suam-suam kuku untuk mandi dan mencuci. Memanaskan air membutuhkan banyak energi, sehingga menguranginya dapat membantu menghemat energi. Keuntungannya adalah dapat mengurangi penggunaan energi untuk memanaskan air. Pengurangan biaya juga akan terdampak dimana pemanas air yang boros listrik juga dapat mengurangi tagihan listrik atau gas yang digunakan untuk pemanas air. Tapi, bagi Anda yaitu orang yang mungkin merasa kurang nyaman mandi atau mencuci dengan air dingin. Dan jika musim dingin menggunakan air dingin mungkin tidak praktis di musim dingin. 9. Optimalkan Penggunaan Mesin Cuci Cuci pakaian dengan muatan penuh dan gunakan pengaturan air dingin. Hindari mencuci dengan jumlah yang sedikit untuk menghemat energi dan air. Saya yakin banyak orang yang sering melakukan kesalahan ini. Kelebihannya adalah hemat listrik dan air dimana keduanya harus dibayar menggunakan uang, setuju? Saya kira tidak ada kerugina dari cara ini, hanya pastikan mesin cucinya tidak overload! 10. Mulai Gunakan Energi Terbarukan Pertimbangkan untuk memasang panel surya di rumah. Energi dari sinar matahari adalah sumber daya yang berkelanjutan dan dapat mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional. Tips ini sangat bisa mengurangi tagihan listrik secara signifikan setelah biaya pemasangan awal. Tapi ada kekurangan yang cukup mengganggu kebanyakan orang, yaitu biaya pemasangan panel surya bisa sangat mahal. Dan keterbatasan efisiensi panel surya tergantung pada kondisi cuaca dan lokasi geografis. Bagaimana? Apakah Anda siap membantu bumi lebih nyaman dengan hemat energi dan menghasilkan banyak uang dari hasil penghematan yang telah dilakukan, setuju? Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana ini, …

Ancaman Polusi Udara dari Asap Industri

5 Fakta Gas Metana Sebagai Kontributor Pemanasan Global

Kita mengenal karbon dioksida (CO2) sebagai penyebab meningkatnya suhu rata-rata bumi. Akan tetapi, terdapat senyawa utama lain yaitu gas metana (CH4) yang juga merupakan kontributor utama pemanasan global.  Baca Juga: Mampukah Kegiatan Menanam Pohon Membantu Melawan Pemanasan Global? Gas metana merupakan komponen utama gas alam yang bersifat sangat mudah terbakar, tidak memiliki warna serta bau. Metana umumnya dapat diproduksi secara alami oleh alam melalui proses metanogenesis, terutama dari dekomposisi anaerob, juga dipengaruhi oleh aktivitas manusia, disebut juga antropogenik, meliputi kegiatan pertanian, tempat pembuangan sampah, dan lainnya. Keberadaan metana di atmosfer dapat mempengaruhi suhu dan sistem iklim bumi. Para ilmuwan menemukan bahwa metana telah berkontribusi besar atas terjadinya 30 persen pemanasan global sejak Revolusi Industri. Konsentrasinya bahkan terus meningkat lebih dari 200 kali lipat, menurut NASA. Oleh karena memiliki dampak yang signifikan terhadap kondisi bumi, yuk kita ketahui beberapa fakta penting terkait gas metana. 1. Gas Metana Lebih Kuat Daripada Karbon Dioksida Dibandingkan karbon dioksida, satu molekul metana memiliki efek pemanasan yang jauh lebih besar dan kuat sampai dengan 28 kali lipatnya dalam periode 100 tahun, menurut Environment Protection Agency (US EPA).  Metana yang lepas dan terperangkap di atmosfer menyerap radiasi inframerah (IR) yang dipancarkan oleh permukaan bumi. Setelah menyerap radiasi ini, molekul metana memancarkan kembali energi dalam bentuk panas, yang meningkatkan suhu atmosfer. Bertindak seperti selimut yang menjaga panas. Metana memiliki masa hidup di atmosfer yang relatif singkat, sekitar 10 tahun dan akan pecah menjadi karbon dioksida dan air setelahnya. Namun, kekuatannya dalam menghasilkan dampak terhadap pemanasan global sangat kuat selama periode itu.  2. Jumlah Gas Metana Melimpah di Alam Metana dapat dihasilkan dari sumber alami juga oleh aktivitas manusia. Rawa-rawa, sawah, dan hewan pemamah biak, serta produksi dan transportasi minyak dan gas alam, tempat pembuangan sampah, dan penambangan batu bara, seluruhnya menghasilkan jumlah metana yang beragam. Seperti produksi dan penggunaan bahan bakar fosil menghasilkan hampir 120 juta ton emisi metana pada tahun 2023 atau 10 juta ton emisi metana lainnya berasal dari bioenergi, sebagaimana berdasarkan laporan terbaru dari International Energy Agency (IEA). Kemudian, menurut perhitungan Statistika, jika dilihat secara menyeluruh, kelimpahan metana di atmosfer global yang dirata-ratakan setiap bulan mencapai titik tertinggi 1.924,65 bagian per miliar (ppb) per bulan Desember 2022. Konsentrasi metana atmosfer tahunan yang dirata-ratakan secara global telah meningkat secara signifikan selama tiga dekade terakhir. Berdasarkan fakta pada penjelasan sebelumnya, ilmuwan berpendapat bahwa metana telah bertanggung jawab atas sepertiga kondisi panas yang terjadi saat ini. Tanpa tindakan pengurangan yang pasti, emisi metana antropogenik global diproyeksikan akan meningkat hingga 13% antara tahun 2020 dan 2030. 3. Gas Metana Mempengaruhi Kualitas Udara Selain berkontribusi terhadap pemanasan global, metana juga dapat mempengaruhi kualitas udara karena dapat menyebabkan kerusakan ozon di permukaan tanah (troposfer). Saat metana dilepaskan ke udara, ia bereaksi dengan beberapa cara yang berbahaya. Ketika bereaksi dengan nitrogen oksida (NOx) di bawah sinar matahari, metana dapat menghasilkan ozon troposferik, yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Menimbulkan potensi gangguan saluran pernapasan, penyakit paru-paru, serangan asma, meningkatkan angka kelahiran prematur, morbiditas dan mortalitas kardiovaskular, dan meningkatkan risiko stroke.  4. Sektor Industri Energi Berperan Besar Menghasilkan Gas Metana Sumber emisi metana umumnya lebih banyak dihasilkan dari aktivitas manusia, utamanya adalah sektor industri. Menurut hasil analisis IEA, ditemukan bahwa industri energi global bertanggung jawab atas 135 juta ton metana yang dilepaskan ke atmosfer pada tahun 2022. Saat ini, sektor energi menyumbang sekitar 40% dari total emisi metana yang disebabkan oleh aktivitas manusia, kedua setelah pertanian. 5. Gas Metana Bermanfaat Sebagai Sumber Energi Alternatif Meskipun gas metana (CH4) dikenal luas karena dampaknya sebagai gas rumah kaca yang kuat, ia juga memiliki beberapa manfaat penting. Sebagai komponen utama gas alam, metana merupakan sumber energi penting untuk pemanasan, pembangkit listrik, dan memasak. Menghasilkan lebih sedikit emisi karbon dioksida (CO2) dibandingkan dengan batu bara atau minyak ketika dibakar, menjadikannya pilihan yang lebih bersih untuk pembangkit energi. Metana juga dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk kendaraan dalam bentuk gas alam terkompresi (CNG) atau gas alam cair (LNG). Metana yang dihasilkan dari proses pencernaan anaerobik bahan organik (seperti limbah pertanian, kotoran hewan, dan limbah makanan) pun dapat dikumpulkan sebagai biogas. Mengumpulkan dan memanfaatkan metana dari berbagai sumbernya dapat membantu mengurangi emisi metana yang tidak terkendali ke atmosfer. Penting untuk tetap memperhatikan pengelolaan yang baik dan teknologi canggih untuk meminimalkan kebocoran dan emisi metana yang tidak terkendali. Kesimpulan  Pelaku usaha, bisnis, perusahaan juga dapat turut serta dalam melakukan pengukuran dan pemantauan emisi karbon secara teratur serta melaporkannya secara transparan kepada publik untuk dapat membantu perusahaan memahami dampak lingkungan dari operasinya dan menetapkan target-target pengurangan emisi. Agar kegiatan pengukuran dan analisa emisi gas rumah kaca dapat dikerjakan secara lebih efektif, lakukan semua prosesnya bersama Satuplatform! Satuplatform merupakan platform all-in-one yang menyediakan solusi komprehensif untuk ESG Management, Carbon Accounting, dan Sustainability Reporting. Kami dapat membantu Anda mencapai tujuan keberlanjutan dengan menjadi yang terdepan sesuai regulasi yang berlaku.  Dengan fitur-fitur Satuplatform, Anda dapat: Satuplatform juga didukung oleh tim ahli yang berpengalaman di bidang keberlanjutan bisnis. Tim ahli kami akan membantu memahami kebutuhan Anda dan mengimplementasikan solusi yang tepat. Hubungi Satuplatform dan dapatkan FREE DEMO sekarang!  Wujudkan bisnis yang berkelanjutan, berdaya saing, dan bertanggung jawab bersama Satuplatform. Similar Article 5 Fakta Gas Metana Sebagai Kontributor Pemanasan Global Kita mengenal karbon dioksida (CO2) sebagai penyebab meningkatnya suhu rata-rata bumi. Akan tetapi, terdapat senyawa utama lain yaitu gas metana (CH4) yang juga merupakan kontributor utama pemanasan global.  Baca Juga: Mampukah Kegiatan Menanam Pohon Membantu Melawan Pemanasan Global? Gas metana merupakan komponen utama gas alam yang bersifat sangat mudah terbakar, tidak memiliki warna serta bau. Metana umumnya dapat diproduksi secara alami oleh alam melalui proses metanogenesis, terutama dari dekomposisi anaerob, juga dipengaruhi oleh aktivitas manusia, disebut juga antropogenik, meliputi kegiatan pertanian, tempat pembuangan sampah, dan lainnya. Keberadaan metana di atmosfer dapat mempengaruhi suhu dan sistem iklim bumi. Para ilmuwan menemukan… 5 Cara Menjadikan Rumah Sejuk Tanpa AC Menciptakan rumah sejuk tanpa AC sepertinya menjadi upaya yang membutuhkan usaha besar di kondisi sekarang ini. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan dengan minim vegetasi. Baca Juga: Panduan Memulai Kebiasaan Ramah Lingkungan dalam Keseharian Dilihat secara total, tercatat …

5 Cara Menjadikan Rumah Sejuk Tanpa AC

5 Cara Menjadikan Rumah Sejuk Tanpa AC

Menciptakan rumah sejuk tanpa AC sepertinya menjadi upaya yang membutuhkan usaha besar di kondisi sekarang ini. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan dengan minim vegetasi. Baca Juga: Panduan Memulai Kebiasaan Ramah Lingkungan dalam Keseharian Dilihat secara total, tercatat sekitar 1,6 miliar unit AC beroperasi di seluruh dunia, menurut laporan International Energy Agency (IEA). Cuaca panas yang kian terasa mendorong konsumsi akan barang ini semakin tinggi. Kini, AC pun sudah menjadi barang penting yang dibutuhkan masyarakat dan diperkirakan jumlah penggunaannya akan melonjak tiga kali lipat selama 30 tahun ke depan.  Di Indonesia sendiri, konsumsi masyarakat terhadap pendingin udara modern ini juga berada dalam angka yang tinggi. Tingginya suhu udara di Indonesia pada siang, bahkan malam hari turut mendorong setidaknya 240 ribu unit AC terjual setiap tahunnya. Penggunaan AC di rumah pun dipilih sebagai sebuah solusi untuk menurunkan suhu dan menjadikan ruangan lebih nyaman. Namun, di sisi lain penggunaan AC yang tidak terkendali juga dapat menimbulkan bahaya bagi iklim. Sebab AC mengonsumsi banyak energi dan refrigerantnya berpotensi menyebabkan pemanasan global. World Economic Forum bahkan menyebut bahwa, pada akhir abad ini, emisi gas rumah kaca dari AC akan menyebabkan kenaikan suhu global hingga 0,5 derajat Celcius. Baca Juga: Capai Gaya Hidup Ramah Lingkungan Lewat Gadget, Ini Caranya! Lalu, bisakah kita menjadikan rumah sejuk tanpa AC? Atau setidaknya menggunakan AC secara efisien untuk berkontribusi menyelamatkan iklim. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan. 1. Maksimalkan Sirkulasi Udara Ventilasi rumah merupakan bagian penting sebagai jalan keluar masuknya udara secara alami dan hemat energi. Sebab ventilasi rumah yang buruk dapat membuat ruangan terasa pengap dan menimbulkan hawa panas. Optimalkan ventilasi di rumah dengan memasang jendela besar dan lubang angin untuk memaksimalkan sirkulasi udara. Selain menjadikan rumah sejuk tanpa AC berkat udara alami, hadirnya ventilasi yang baik mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan nyaman. 2. Gunakan Kipas Angin dan Exhaust Fan Kipas angin telah menjadi salah satu pilihan lainnya untuk pendingin udara yang juga banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia selain AC.  Melalui pemasangan kipas angin di titik yang tepat, seperti langit-langit, dapat membantu menurunkan suhu ruangan menjadi lebih sejuk. Kipas angin juga memiliki daya listrik yang lebih kecil sehingga lebih hemat energi. Dikutip dari The Conversation, mengurangi penggunaan AC dengan memanfaatkan kipas angin dalam mendinginkan rumah dapat mengurangi konsumsi energi rumah tangga hingga lebih dari 20 persen. Selain itu, memasang exhaust fan atau kipas jendela juga bisa mendukung terjadinya sirkulasi udara yang baik di rumah. Exhaust fan membantu menghisap keluar udara pengap di dalam ruangan menjadikannya lebih bersih dan segar. 3. Pakai Tirai Anti Tembus Pandang Penggunaan tirai jendela dengan material yang dapat menghalangi sinar matahari masuk ke rumah, merupakan hal yang bisa dilakukan untuk menjadikan rumah lebih sejuk. Beberapa jenis tirai seperti tirai roller shade dengan bahan solar window, tirai jendela louvered, dan tirai tebal atau gorden blackout berfungsi menghalangi sinar matahari masuk ke dalam rumah. Memungkinkan sedikit saja sinar UV matahari dan panas memerangkap ruangan. 4. Tanam Pohon dan Tanaman Lainnya Selain menghalangi sinar matahari dengan penggunaan tirai yang tepat, pemanfaatan tanaman juga dapat membantu menciptakan penghalang antara bangunan dan sinar matahari secara langsung. Menanam pohon di depan rumah dapat menjadikan area rumah lebih teduh dan mengurangi suhu udara di sekitarnya. Tidak hanya itu, tanaman rambat pada dinding atau pergola juga bisa menjadi media yang menahan rumah terpapar langsung sinar matahari. Dikutip dari Science Direct, tanaman terbukti menurunkan suhu permukaan dinding hingga 9 derajat Celcius. 5. Gunakan Material Bangunan Pilihan Beberapa material bangunan memiliki fungsi yang andal dalam mendinginkan rumah secara alami.  Seperti batu bata yang memiliki kemampuan menyerap dan melepaskan panas secara perlahan, dapat membantu menjaga suhu dalam rumah tetap stabil. Kemudian kayu, bambu, dan tanah liat yang memiliki sifat isolasi yang baik sehingga mampu mencegah panas ke dalam rumah. Melalui langkah yang tepat, kita dapat menciptakan rumah sejuk tanpa perlu mengandalkan AC sebagai pilihan utama, sekaligus berkontribusi pada pengurangan konsumsi energi dan emisi karbon. /*! elementor – v3.18.0 – 20-12-2023 */ .elementor-heading-title{padding:0;margin:0;line-height:1}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title[class*=elementor-size-]>a{color:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-small{font-size:15px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-medium{font-size:19px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-large{font-size:29px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xl{font-size:39px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xxl{font-size:59px} Similar Article 5 Fakta Terkait Gas Metana Sebagai Kontributor Pemanasan Global Kita mengenal karbon dioksida (CO2) sebagai penyebab meningkatnya suhu rata-rata bumi. Akan tetapi, terdapat senyawa utama lain yaitu metana (CH4) yang juga merupakan kontributor utama pemanasan global.  Gas metana merupakan komponen utama gas alam yang bersifat sangat mudah terbakar, tidak memiliki warna serta bau. Metana umumnya dapat diproduksi secara alami oleh alam melalui proses metanogenesis, terutama dari dekomposisi anaerob, juga dipengaruhi oleh aktivitas manusia, disebut juga antropogenik, meliputi kegiatan pertanian, tempat pembuangan sampah, dan lainnya. Keberadaan metana di atmosfer dapat mempengaruhi suhu dan sistem iklim bumi. Para ilmuwan menemukan bahwa metana telah berkontribusi besar atas terjadinya 30 persen pemanasan global… 5 Cara Menjadikan Rumah Sejuk Tanpa AC Menciptakan rumah sejuk tanpa AC sepertinya menjadi upaya yang membutuhkan usaha besar di kondisi sekarang ini. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan dengan minim vegetasi. Dilihat secara total, tercatat sekitar 1,6 miliar unit AC beroperasi di seluruh dunia, menurut laporan International Energy Agency (IEA). Cuaca panas yang kian terasa mendorong konsumsi akan barang ini semakin tinggi. Kini, AC pun sudah menjadi barang penting yang dibutuhkan masyarakat dan diperkirakan jumlah penggunaannya akan melonjak tiga kali lipat selama 30 tahun ke depan.  Di Indonesia sendiri, konsumsi masyarakat terhadap pendingin udara modern ini juga berada dalam angka yan tinggi. Tingginya suhu… 4 Negara di Asia dengan Suhu Tertinggi Akibat Gelombang Panas Sebagian besar negara-negara di wilayah Asia, terutama Asia Tenggara dan Asia Selatan, terus dilanda gelombang panas belakangan ini. Beberapa daerah bahkan telah memecahkan rekor suhu tertinggi atau ekstrem yang berdampak pada banyak aktivitas masyarakat dan kondisi kehidupan. Menurut Organisasi Meteorologi Dunia PBB, Asia memanas lebih cepat daripada rata-rata global. Panas ekstrem telah menyebabkan ratusan juta jiwa kepanasan dalam suhu di atas 40 derajat Celcius. Kondisi ini bahkan berlangsung dalam beberapa minggu di sebagian besar wilayah Asia. Baca Juga: 5 Hewan yang Paling Terdampak dan Terancam Punah Akibat Perubahan Iklim Di salah satu daerah di India, suhu sempat mencapai hampir 46… Membangun Kemitraan Bisnis yang Berkelanjutan Kemitraan bisnis berkelanjutan semakin menjadi fokus utama dalam strategi …

4 Negara di Asia dengan Suhu Tertinggi Akibat Gelombang Panas

4 Negara di Asia dengan Suhu Tertinggi Akibat Gelombang Panas

Sebagian besar negara-negara di wilayah Asia, terutama Asia Tenggara dan Asia Selatan, terus dilanda gelombang panas belakangan ini. Beberapa daerah bahkan telah memecahkan rekor suhu tertinggi atau ekstrem yang berdampak pada banyak aktivitas masyarakat dan kondisi kehidupan. Menurut Organisasi Meteorologi Dunia PBB, Asia memanas lebih cepat daripada rata-rata global. Panas ekstrem telah menyebabkan ratusan juta jiwa kepanasan dalam suhu di atas 40 derajat Celcius. Kondisi ini bahkan berlangsung dalam beberapa minggu di sebagian besar wilayah Asia. Baca Juga: 5 Hewan yang Paling Terdampak dan Terancam Punah Akibat Perubahan Iklim Di salah satu daerah di India, suhu sempat mencapai hampir 46 derajat Celcius, dikutip dari CBS News. Kondisi tersebut membuat pemerintah India mengeluarkan peringatan siaga merah akan panas ekstrem dan menghimbau masyarakat untuk waspada akan kemungkinan penyakit yang bisa terjadi. Berikut ini adalah rekor suhu panas tertinggi akibat gelombang panas yang tercatat sepanjang tahun 2024 di beberapa negara Asia, dikumpulkan dari berbagai sumber. 1. Gelombang Panas di Tiongkok Negara matahari terbit, Tiongkok, mengalami gelombang panas ekstrem di banyak wilayah di negaranya, sebagian besar terjadi di wilayah Tiongkok Utara. Berdasarkan informasi dari Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok, pada Juni lalu terjadi lonjakan suhu hingga 40 derajat Celcius di provinsi pesisir Shandong, provinsi utara Hebei, dan wilayah barat Xinjiang.  Beijing yang juga mengalami kenaikan suhu tinggi di musim panas kemarin, membuat pemerintah setempat mengeluarkan peringatan akan suhu ekstrem dan memperingatkan warganya agar menghindari keluar rumah selama waktu tersebut jika tidak ada keperluan mendesak.  Dari kondisi tersebut, badan pemerintahan terkait iklim di Tiongkok mengklaim bahwa tahun 2024 menjadi musim semi dengan suhu terpanas yang pernah tercatat. Suhu rata-rata nasional antara Maret dan Mei mencapai 12,3 derajat Celcius, tertinggi sejak dimulainya pencatatan pada 1961. Baca Juga: Perubahan Iklim Dan Ketahanan Pangan 2. Gelombang Panas di Myanmar Bersumber dari Associated Press, departemen meteorologi Myanmar menyatakan bahwa pada April lalu, tujuh kota di wilayah Magway, Mandalay, Sagaing dan Bago mengalami suhu tertinggi yang pernah tercatat. Beberapa kota di Myanmar minggu lalu masuk dalam daftar tempat terpanas di seluruh dunia. Daerah Chauk di Magway, yang secara historis merupakan daerah terpanas di negara itu, mencatat suhu tertinggi di Myanmar sebesar 48,2 derajat Celsius. Angka tersebut memecahkan rekor yang pernah ditetapkan sebelumnya pada tahun 1968, yakni sebesar 47,4 derajat Celsius. Cuaca panas yang melanda Myanmar mendorong masyarakat untuk mengurangi aktivitas di bawah sinar matahari, menghambat kegiatan sehari-hari karena panas dapat meningkatkan potensi kelelahan. 3. Gelombang Panas di Filipina Filipina juga dihadapkan pada kondisi panas ekstrem yang mendorong pemerintah setempat menutup sementara sekolah umum untuk aktivitas pembelajaran tatap muka. Menurut badan iklim setempat, pada April lalu terjadi lonjakan suhu hingga mencapai 38,8 derajat Celcius di wilayah ibukota Filipina, Manila. Angka tersebut melampaui rekor yang pernah dicapai sebelumnya, yaitu 38,6 derajat Celcius. Sementara itu, wilayah Tarlac juga mencatat suhu terpanas pada tahun 2024 sebesar 40,3 derajat Celcius. Begitu pun di beberapa daerah lainnya dan menimbulkan dampak yang beragam terhadap banyak sektor. Akibat dari terjadinya panas ekstrem, Departemen Pendidikan Filipina memerintahkan siswa di lebih dari 47 ribu sekolah negeri untuk menerapkan pembelajaran daring atau online untuk menghindari terik matahari yang dinilai dapat membahayakan kesehatan.    4. Gelombang Panas di India India sebagai negara dengan penduduk terbanyak di dunia turut dilanda panas ekstrem di beberapa wilayah. CBS News melaporkan bahwa Ibu kota New Delhi mencatat suhu tertinggi sepanjang masa di negara itu yang mencapai 52,9 derajat Celsius pada Mei lalu. Belum lagi di beberapa wilayah lain yang mencatatkan suhu antara 47-50 derajat Celcius.  Terjadinya musim panas dengan suhu udara yang sangat tinggi ini menyebabkan banyak sekali dampak bagi masyarakat. Kondisi panas ekstrem ini menyebabkan sungai-sungai kering, krisis air, menghancurkan ratusan ribu hektar tanaman, bahkan menyebabkan kematian akibat sengatan panas. /*! elementor – v3.18.0 – 20-12-2023 */ .elementor-heading-title{padding:0;margin:0;line-height:1}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title[class*=elementor-size-]>a{color:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-small{font-size:15px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-medium{font-size:19px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-large{font-size:29px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xl{font-size:39px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xxl{font-size:59px} Similar Article 5 Fakta Terkait Gas Metana Sebagai Kontributor Pemanasan Global Kita mengenal karbon dioksida (CO2) sebagai penyebab meningkatnya suhu rata-rata bumi. Akan tetapi, terdapat senyawa utama lain yaitu metana (CH4) yang juga merupakan kontributor utama pemanasan global.  Gas metana merupakan komponen utama gas alam yang bersifat sangat mudah terbakar, tidak memiliki warna serta bau. Metana umumnya dapat diproduksi secara alami oleh alam melalui proses metanogenesis, terutama dari dekomposisi anaerob, juga dipengaruhi oleh aktivitas manusia, disebut juga antropogenik, meliputi kegiatan pertanian, tempat pembuangan sampah, dan lainnya. Keberadaan metana di atmosfer dapat mempengaruhi suhu dan sistem iklim bumi. Para ilmuwan menemukan bahwa metana telah berkontribusi besar atas terjadinya 30 persen pemanasan global… 5 Cara Menjadikan Rumah Sejuk Tanpa AC Menciptakan rumah sejuk tanpa AC sepertinya menjadi upaya yang membutuhkan usaha besar di kondisi sekarang ini. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan dengan minim vegetasi. Dilihat secara total, tercatat sekitar 1,6 miliar unit AC beroperasi di seluruh dunia, menurut laporan International Energy Agency (IEA). Cuaca panas yang kian terasa mendorong konsumsi akan barang ini semakin tinggi. Kini, AC pun sudah menjadi barang penting yang dibutuhkan masyarakat dan diperkirakan jumlah penggunaannya akan melonjak tiga kali lipat selama 30 tahun ke depan.  Di Indonesia sendiri, konsumsi masyarakat terhadap pendingin udara modern ini juga berada dalam angka yan tinggi. Tingginya suhu… 4 Negara di Asia dengan Suhu Tertinggi Akibat Gelombang Panas Sebagian besar negara-negara di wilayah Asia, terutama Asia Tenggara dan Asia Selatan, terus dilanda gelombang panas belakangan ini. Beberapa daerah bahkan telah memecahkan rekor suhu tertinggi atau ekstrem yang berdampak pada banyak aktivitas masyarakat dan kondisi kehidupan. Menurut Organisasi Meteorologi Dunia PBB, Asia memanas lebih cepat daripada rata-rata global. Panas ekstrem telah menyebabkan ratusan juta jiwa kepanasan dalam suhu di atas 40 derajat Celcius. Kondisi ini bahkan berlangsung dalam beberapa minggu di sebagian besar wilayah Asia. Di salah satu daerah di India, suhu sempat mencapai hampir 46 derajat Celcius, dikutip dari CBS News. Kondisi tersebut membuat pemerintah India mengeluarkan peringatan… Membangun Kemitraan Bisnis yang Berkelanjutan Kemitraan bisnis berkelanjutan semakin menjadi fokus utama dalam strategi perusahaan di seluruh dunia. Melalui kemitraan ini, perusahaan dapat menjalin kolaborasi yang kokoh dengan para mitra yang sejalan dengan nilai-nilai keberlanjutan. Munculnya kemitraan bisnis berkelanjutan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dan tuntutan konsumen untuk praktik bisnis yang …

Membangun Kemitraan Bisnis yang Berkelanjutan

Membangun Kemitraan Bisnis yang Berkelanjutan

Kemitraan bisnis berkelanjutan semakin menjadi fokus utama dalam strategi perusahaan di seluruh dunia. Melalui kemitraan ini, perusahaan dapat menjalin kolaborasi yang kokoh dengan para mitra yang sejalan dengan nilai-nilai keberlanjutan. Munculnya kemitraan bisnis berkelanjutan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dan tuntutan konsumen untuk praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan. Menyusun rencana kemitraan bisnis berkelanjutan memerlukan perencanaan strategis dan kolaborasi yang efektif antara semua pihak yang terlibat. Dengan merancang kemitraan yang terstruktur dan berkomitmen, perusahaan dapat memperluas dampak positif mereka dalam mengurangi jejak karbon, mempromosikan keadilan sosial, dan meningkatkan efisiensi ekonomi secara bersama-sama. Baca Juga: 5 Perusahaan yang Mendorong Kemitraan Bisnis yang Berkelanjutan Berikut hal-hal yang penting untuk diperhatikan ketika perusahaan ingin membangun kemitraan bisnis yang berkelanjutan: Identifikasi Mitra Strategis Langkah awal yang krusial dalam implementasi kemitraan bisnis untuk keberlanjutan lingkungan adalah identifikasi mitra strategis. Mitra strategis ini harus memiliki komitmen yang kuat terhadap praktik bisnis berkelanjutan dan nilai-nilai yang sejalan dengan visi perusahaan. Mitra strategis dapat datang dari pemasok berkelanjutan, komunitas lokal, universitas dan lembaga riset, atau Non-Governmental Organization (NGO). Ketika perusahaan hendak membangun kemitraan dengan pihak-pihak tersebut, pastikan pula mitra telah memiliki track record sustainability yang baik, sehingga hubungan kemitraan ke depannya dapat terhindar dari risiko-risiko yang tak terduga. Menyusun Rencana Keberlanjutan Bersama Setelah perusahaan menemukan mitra bisnis berkelanjutan yang tepat, berikutnya perusahaan dan mitra perlu melakukan penyusunan dan pengembangan rencana keberlanjutan bersama. Pada rencana yang disusun secara bersama-sama oleh kedua belah pihak ini, perlu mencakup setidaknya: tujuan yang ingin dicapai, aktivitas/tindakan dari inisiatif keberlanjutan, indikator keberhasilan, dan cost dari tiap inisiatif yang dijalankan. Rencana keberlanjutan tersebut sangat krusial untuk disusun dengan penuh perhatian yang mendetail. Sebab, rencana yang telah disusun nantinya akan menjadi ‘baseline’ atau panduan yang jelas untuk perusahaan dan mitra agar dapat fokus pada langkah-langkah yang membawa dampak nyata. Monitoring dan Evaluasi Kemitraan Poin berikutnya yang juga penting dalam membangun kemitraan bisnis yang berkelanjutan adalah monitoring dan evaluasi. Untuk mendukung kemitraan bisnis berjalan efektif, perusahaan perlu untuk memiliki monitoring dan evaluasi yang baik.  Dari adanya monitoring dan evaluasi terhadap program kemitraan yang dijalankan, ini memungkinkan perusahaan dan mitra untuk melacak kemajuan, mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, dan memastikan bahwa tujuan keberlanjutan tercapai dengan efisien. Komunikasi Terbuka dan Transparan Membangun kemitraan bisnis berkelanjutan juga tidak boleh mengabaikan komunikasi yang terbuka dan transparan. Sebab salah satu kunci sukses dari kemitraan yang berkelanjutan adalah berkat adanya komunikasi yang terbuka antara semua pihak terkait, termasuk mitra, karyawan, dan pemangku kepentingan lainnya. Dari adanya keterbukaan ini, akan tercipta pemahaman bersama dan mendukung kolaborasi yang efektif. Di samping itu, membangun komunikasi yang transparan juga berarti bahwa perusahaan dan mitra harus membuat laporan ESG serta laporan hasil kemitraan bisnis berkelanjutan dengan jelas. Sehingga, hasil dari kemitraan dapat diketahui bersama dan menjadi tolok ukur keberhasilan bisnis dalam menjalankan inisiatif berkelanjutan. Refreshment Keberlanjutan Di samping langkah-langkah untuk membangun kemitraan bisnis berkelanjutan di atas, perusahaan juga perlu untuk mempertimbangkan aktivitas refreshment untuk membekali mitra dan karyawan dengan informasi dan pengetahuan ter-update mengenai inisiatif berkelanjutan. Pembekalan ini juga berfungsi untuk memastikan bahwa semua pihak terlibat memahami dan menerapkan praktik-praktik yang mendukung keberlanjutan lingkungan. Refreshment melalui pembekalan maupun pelatihan dapat mencakup aspek teknis maupun aspek non-teknis untuk lebih meningkatkan wawasan berkelanjutan. Sehingga seluruh pihak dapat lebih ’aware’ akan pentingnya penerapan nilai-nilai keberlanjutan pada aktivitas bisnis di tengah era globalisasi dan perubahan iklim akibat jejak karbon dan emisi dari proses industri dan aktivitas sehari-hari. Untuk mendukung kemitraan bisnis berkelanjutan, saat ini telah hadir Satuplatform sebagai all-in-one solution yang memberikan simulasi perhitungan emisi bagi perusahaan agar dapat mendukung inisiatif dan program ESGnya. Coba FREE DEMO dari Satuplatform sekarang juga!  /*! elementor – v3.18.0 – 20-12-2023 */ .elementor-heading-title{padding:0;margin:0;line-height:1}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title[class*=elementor-size-]>a{color:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-small{font-size:15px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-medium{font-size:19px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-large{font-size:29px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xl{font-size:39px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xxl{font-size:59px} Similar Article 5 Fakta Terkait Gas Metana Sebagai Kontributor Pemanasan Global Kita mengenal karbon dioksida (CO2) sebagai penyebab meningkatnya suhu rata-rata bumi. Akan tetapi, terdapat senyawa utama lain yaitu metana (CH4) yang juga merupakan kontributor utama pemanasan global.  Gas metana merupakan komponen utama gas alam yang bersifat sangat mudah terbakar, tidak memiliki warna serta bau. Metana umumnya dapat diproduksi secara alami oleh alam melalui proses metanogenesis, terutama dari dekomposisi anaerob, juga dipengaruhi oleh aktivitas manusia, disebut juga antropogenik, meliputi kegiatan pertanian, tempat pembuangan sampah, dan lainnya. Keberadaan metana di atmosfer dapat mempengaruhi suhu dan sistem iklim bumi. Para ilmuwan menemukan bahwa metana telah berkontribusi besar atas terjadinya 30 persen pemanasan global… 5 Cara Menjadikan Rumah Sejuk Tanpa AC Menciptakan rumah sejuk tanpa AC sepertinya menjadi upaya yang membutuhkan usaha besar di kondisi sekarang ini. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan dengan minim vegetasi. Dilihat secara total, tercatat sekitar 1,6 miliar unit AC beroperasi di seluruh dunia, menurut laporan International Energy Agency (IEA). Cuaca panas yang kian terasa mendorong konsumsi akan barang ini semakin tinggi. Kini, AC pun sudah menjadi barang penting yang dibutuhkan masyarakat dan diperkirakan jumlah penggunaannya akan melonjak tiga kali lipat selama 30 tahun ke depan.  Di Indonesia sendiri, konsumsi masyarakat terhadap pendingin udara modern ini juga berada dalam angka yan tinggi. Tingginya suhu… 4 Negara di Asia dengan Suhu Tertinggi Akibat Gelombang Panas Sebagian besar negara-negara di wilayah Asia, terutama Asia Tenggara dan Asia Selatan, terus dilanda gelombang panas belakangan ini. Beberapa daerah bahkan telah memecahkan rekor suhu tertinggi atau ekstrem yang berdampak pada banyak aktivitas masyarakat dan kondisi kehidupan. Menurut Organisasi Meteorologi Dunia PBB, Asia memanas lebih cepat daripada rata-rata global. Panas ekstrem telah menyebabkan ratusan juta jiwa kepanasan dalam suhu di atas 40 derajat Celcius. Kondisi ini bahkan berlangsung dalam beberapa minggu di sebagian besar wilayah Asia. Di salah satu daerah di India, suhu sempat mencapai hampir 46 derajat Celcius, dikutip dari CBS News. Kondisi tersebut membuat pemerintah India mengeluarkan peringatan… Membangun Kemitraan Bisnis yang Berkelanjutan Kemitraan bisnis berkelanjutan semakin menjadi fokus utama dalam strategi perusahaan di seluruh dunia. Melalui kemitraan ini, perusahaan dapat menjalin kolaborasi yang kokoh dengan para mitra yang sejalan dengan nilai-nilai keberlanjutan. Munculnya kemitraan bisnis berkelanjutan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dan tuntutan konsumen untuk praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan. Menyusun rencana kemitraan bisnis berkelanjutan memerlukan perencanaan strategis …

Adapting Environmental Performance Monitoring for Small and Medium Enterprises (SMEs)

Adapting Environmental Performance Monitoring for Small and Medium Enterprises (SMEs)

In today’s business landscape, environmental performance monitoring (EPM) has become a crucial aspect of corporate responsibility and sustainability. However, for small and medium enterprises (SMEs), implementing and maintaining an effective EPM system can be challenging due to limited resources and expertise.  Despite these challenges, SMEs can adapt EPM practices to fit their unique needs and constraints. In this article, we will see how to adapt EPM for Small and Medium Enterprises. Read More: How Environmental Transparency Benefits Corporate Sustainability 1. Understand the Importance of Environmental Performance Monitoring for SMEs Environmental performance monitoring is not just for large corporations. SMEs also have a significant role to play in sustainability. Take example in Indonesia, the rapid growth of SMEs by 2022 has reached up to 64.2 million Micro SMEs that contribute significantly to Indonesia’s GDP. Those SMEs are potentially contributing to a better future of sustainability by implementing EPM. The implementation of EPM in SMEs could be developed in these areas: 2. Identify Key Environmental Metrics to Implement Environmental Performance Monitoring When SMEs agree to implement the EPM, next to do is to identify key environmental metrics to effectively monitor environmental performance. SMEs should adapt EPM by understanding what are the key metrics that align with their operations and sustainability goals.  Some essential metrics will include; energy consumption, water usage, waste management, and carbon emissions.  Read More: Technology in Sustainable Business 3. Leverage Cost-Effective Tools and Technologies to adapt Environmental Performance Monitoring SMEs often operate with tight budgets, so investing in expensive monitoring systems might not be feasible. However, there are cost-effective tools and technologies available when SMEs decide to adapt EPM. The tools and technology that SMEs can utilize, for instance is  Environmental Management Software. This tool will help SMEs for tracking and reporting environmental performance without the need for large capital investments.  4. Collaborate with External Partners In implementing EPM, SMEs can benefit from external expertise and resources by collaborating with partners. Partners for EPM could come from; (1) Industry Associations, by joining industry associations that offer resources, training, and networking opportunities focused on sustainability, (2) Consultant, by engaging environmental consultants who can provide tailored advice and support for implementing EPM practices, and/or (3) Government Programs, to get exposure and chance to explore government grants and programs that support SMEs in their sustainability efforts. Many governments offer financial incentives and resources to help businesses reduce their environmental impact. 5. Evaluate and Continuously Improve After all, setting realistic and achievable goals is vital for the success of EPM in SMEs. But carrying out the evaluation and continuously improving the sustainability initiatives are also fundamental to be done. This activity will include the measurement of achievement and report building, as well as putting sustainability as a life-journey, not an end destination.  Now, SMEs can use the All-In-One Solution service from Satuplatform to support environmental initiatives. Try this FREE DEMO now! Similar Article 5 Fakta Terkait Gas Metana Sebagai Kontributor Pemanasan Global Kita mengenal karbon dioksida (CO2) sebagai penyebab meningkatnya suhu rata-rata bumi. Akan tetapi, terdapat senyawa utama lain yaitu metana (CH4) yang juga merupakan kontributor utama pemanasan global.  Gas metana merupakan komponen utama gas alam yang bersifat sangat mudah terbakar, tidak memiliki warna serta bau. Metana umumnya dapat diproduksi secara alami oleh alam melalui proses metanogenesis, terutama dari dekomposisi anaerob, juga dipengaruhi oleh aktivitas manusia, disebut juga antropogenik, meliputi kegiatan pertanian, tempat pembuangan sampah, dan lainnya. Keberadaan metana di atmosfer dapat mempengaruhi suhu dan sistem iklim bumi. Para ilmuwan menemukan bahwa metana telah berkontribusi besar atas terjadinya 30 persen pemanasan global… 5 Cara Menjadikan Rumah Sejuk Tanpa AC Menciptakan rumah sejuk tanpa AC sepertinya menjadi upaya yang membutuhkan usaha besar di kondisi sekarang ini. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan dengan minim vegetasi. Dilihat secara total, tercatat sekitar 1,6 miliar unit AC beroperasi di seluruh dunia, menurut laporan International Energy Agency (IEA). Cuaca panas yang kian terasa mendorong konsumsi akan barang ini semakin tinggi. Kini, AC pun sudah menjadi barang penting yang dibutuhkan masyarakat dan diperkirakan jumlah penggunaannya akan melonjak tiga kali lipat selama 30 tahun ke depan.  Di Indonesia sendiri, konsumsi masyarakat terhadap pendingin udara modern ini juga berada dalam angka yan tinggi. Tingginya suhu… 4 Negara di Asia dengan Suhu Tertinggi Akibat Gelombang Panas Sebagian besar negara-negara di wilayah Asia, terutama Asia Tenggara dan Asia Selatan, terus dilanda gelombang panas belakangan ini. Beberapa daerah bahkan telah memecahkan rekor suhu tertinggi atau ekstrem yang berdampak pada banyak aktivitas masyarakat dan kondisi kehidupan. Menurut Organisasi Meteorologi Dunia PBB, Asia memanas lebih cepat daripada rata-rata global. Panas ekstrem telah menyebabkan ratusan juta jiwa kepanasan dalam suhu di atas 40 derajat Celcius. Kondisi ini bahkan berlangsung dalam beberapa minggu di sebagian besar wilayah Asia. Di salah satu daerah di India, suhu sempat mencapai hampir 46 derajat Celcius, dikutip dari CBS News. Kondisi tersebut membuat pemerintah India mengeluarkan peringatan… Membangun Kemitraan Bisnis yang Berkelanjutan Kemitraan bisnis berkelanjutan semakin menjadi fokus utama dalam strategi perusahaan di seluruh dunia. Melalui kemitraan ini, perusahaan dapat menjalin kolaborasi yang kokoh dengan para mitra yang sejalan dengan nilai-nilai keberlanjutan. Munculnya kemitraan bisnis berkelanjutan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dan tuntutan konsumen untuk praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan. Menyusun rencana kemitraan bisnis berkelanjutan memerlukan perencanaan strategis dan kolaborasi yang efektif antara semua pihak yang terlibat. Dengan merancang kemitraan yang terstruktur dan berkomitmen, perusahaan dapat memperluas dampak positif mereka dalam mengurangi jejak karbon, mempromosikan keadilan sosial, dan meningkatkan efisiensi ekonomi secara bersama-sama. Berikut hal-hal yang penting untuk… Adapting Environmental Performance Monitoring for Small and Medium Enterprises (SMEs) In today’s business landscape, environmental performance monitoring (EPM) has become a crucial aspect of corporate responsibility and sustainability. However, for small and medium enterprises (SMEs), implementing and maintaining an effective EPM system can be challenging due to limited resources and expertise.  Despite these challenges, SMEs can adapt EPM practices to fit their unique needs and constraints. In this article, we will see how to adapt EPM for Small and Medium Enterprises. Read More: How Environmental Transparency Benefits Corporate …

Pentingnya Pelaporan ESG kepada Investor

Tren Investasi Berbasis ESG: Apakah Worth It?

Investasi adalah instrumen yang penting dalam bisnis. Sebagai salah satu strategi finansial dalam bisnis, biasanya para pihak dalam perusahaan akan sangat detail dan teliti dalam mempertimbangkan jenis investasi apa yang akan dijalankan, salah satunya ESG. Baca Juga: ESG Trends 2023: Sustainability Efforts in Driving Business Di tengah kondisi perubahan iklim dan ketidakpastian lingkungan, investasi berbasis ESG kini muncul sebagai bentuk ambisi untuk mendorong masa depan lingkungan yang lebih baik. Mari simak, seperti investasi berbasis ESG untuk perusahaan dan apakah investasi tersebut akan menguntungkan bagi para investor? Investasi Berbasis ESG Investasi yang berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) berarti investasi berupa emiten-emiten yang memperhatikan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola. Jenis investasi ESG kini sedang banyak diminati. Per tahun 2018, diketahui total dana kelolaan global untuk investasi ESG telah mencapai USD 31 triliun. Dengan angka tersebut, diperkirakan bahwa investasi ESG akan terus memiliki nilai peningkatan yang signifikan. Investasi berbasis ESG sendiri telah populer di negara-negara maju di benua Eropa, di sana persentase investasi ESG yaitu sebesar 46% di tahun 2018. Australia juga banyak melakukan investasi ESG dengan persentase 63%. Lalu Jepang juga ikut melakukan mengikuti tren investasi berbasis ESG dengan persentasenya sebanyak 18%. Baca Juga: Dampak Risiko ESG terhadap Bisnis Berkelanjutan Profil ESG Perusahaan untuk Tentukan Investasi Dalam menentukan investasi ESG, penting untuk memahami secara detail profil ESG perusahaan tempat berinvestasi. Pastikan memilih perusahaan berdasarkan skor ESG dan laporan ESG yang baik. Perusahaan yang memiliki skor ESG tinggi secara konkrit berarti memiliki manajemen risiko yang lebih baik. Perusahaan seperti ini dapat dipastikan memiliki ‘cost of capital’ yang rendah dan memiliki valuasi yang tinggi. Sehingga, dengan fundamental perusahaan yang sehat, valuasi yang tinggi tersebut akan membukukan investasi yang lebih tinggi lagi.  Pengelolaan Risiko yang Terjamin Perusahaan dengan profil ESG yang baik juga menjadi tempat investasi yang menjanjikan, sebab risiko dari investasi juga dapat lebih dikendalikan. Untuk menilai pengendalian risiko investasi yang berbasis ESG pada perusahaan, semakin mudah dengan melihat indikator dari inisiatif yang dijalankan oleh perusahaan. Investor dapat melihat, apakah perusahaan ikut andil dalam inisiatif United Nations Principles of Responsible Investments (UNPRI) terkait ‘fiduciary duty’ yang perlu mengintegrasikan faktor-faktor ESG di dalam keputusan-keputusan investasi yang mereka buat. Selain itu, dapat dilihat pula dari banyaknya bursa saham ESG yang diikuti oleh perusahaan, seperti bursa di Hong Kong (HKEX) dan Singapura (SGX). Bursa saham semacam ini mengharuskan perusahaan-perusahaan yang terdaftar untuk menyampaikan laporan ESG tahunan untuk melihat kepiawaian perusahaan dalam mengelola risiko dan menjamin emiten ESG nya. Investasi Kekinian yang Menjanjikan Menurut Laporan Asset and Wealth Management Revolution 2022 dari PwC terkait dengan ESG yang ditangani para aset manager secara gkibak, Aset kelolaan ESG diperkirakan akan naik menjadi 33,9 USD triliun pada tahun 2026. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan drastis dan berkelanjutan dalam industri aset manajemen dan kekayaan yang kini dipengaruhi oleh tren ESG.  Dari laporan tersebut pula, sembilan dari sepuluh aset manajer yang disurvei meyakini bahwa mengintegrasikan ESG ke dalam strategi investasinya akan meningkatkan imbal hasil secara keseluruhan. Sebanyak 60% investor institusi juga melaporkan bahwa investasi ESG telah menghasilkan pengembalian (return) yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi non-ESG yang setara. Sebagai investasi kekinian yang menawarkan return kompetitif, investasi ESG juga mulai mengalami peningkatan di Indonesia. Terhitung per Januari 2020, dana kelolaan ESG telah mencapai 1.8 triliun rupiah, atau melonjak drastis dari 132 miliar Rupiah pada tahun 2017.  Kontribusi Terhadap Lingkungan Berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang berfokus pada ESG berarti juga turut serta dalam penyelamatan lingkungan serta mitigasi perubahan iklim. Sebagai contoh, investasi perusahaan rel kereta api yang berupaya mengurasi emisi karbon. Transportasi kereta api dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca 75% lebih sedikit daripada transportasi lainnya. Dengan demikian, investasi pada perusahaan ini dapat menghasilkan peluang untuk turut mengurangi emisi gas rumah kaca. Tidak dapat dipungkiri, perusahaan memang memiliki peran besar dalam membangun masa depan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Setiap investasi ESG adalah sangat berarti bagi bumi sebagai tempat hidup seluruh umat. Saat ini telah hadir Satuplatform all-in-one solution yang dapat memberikan simulasi perhitungan emisi bagi perusahaan. Coba FREE DEMO dari Satuplatform sekarang juga! /*! elementor – v3.18.0 – 20-12-2023 */ .elementor-heading-title{padding:0;margin:0;line-height:1}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title[class*=elementor-size-]>a{color:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-small{font-size:15px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-medium{font-size:19px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-large{font-size:29px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xl{font-size:39px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xxl{font-size:59px} Similar Article Tren Investasi Berbasis ESG: Apakah Worth It? Investasi adalah instrumen yang penting dalam bisnis. Sebagai salah satu strategi finansial dalam bisnis, biasanya para pihak dalam perusahaan akan sangat detail dan teliti dalam mempertimbahkan jenis investasi apa yang akan dijalankan. Di tengah kondisi perubahan iklim dan ketidakpastian lingkungan, investasi berbasis ESG kini muncul sebagai bentuk ambisi untuk mendorong masa depan lingkungan yang lebih baik. Mari simak, seperti investasi berbasis ESG untuk perusahaan dan apakah investasi tersebut akan menguntungkan bagi para investor? Investasi Berbasis ESG Investasi yang berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) berarti investasi berupa emiten-emiten yang memperhatikan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola. Jenis investasi ESG kini… ESG Trends 2023: Sustainability Efforts in Driving Business ESG Trends – As the world struggles with climate change, inclusivity, and health problems, ESG has now become more necessary than ever for businesses and investors. The existence of ESG is a big hope to attain a remarkable brand reputation, gain tremendous customer loyalty, and reduce risk while contributing to a more sustainable future.  Read More: ESG Excellence: A Digital Handbook for Monitoring and Enhancing Corporate Sustainability As ESG has gained more popularity, businesses and investors are adopting a more comprehensive strategy by integrating ESG factors into their business plans. For businesses, ESG now is not only a ‘nice-to-have’ factor… Capai Gaya Hidup Ramah Lingkungan Lewat Gadget, Ini Caranya! Gaya Hidup Ramah Lingkungan – Di era digital seperti saat ini, penggunaan gadget telah menjadi bagian esensial di kehidupan sehari-hari. Kini, hampir setiap aktivitas melibatkan penggunaan gadget. Dengan kondisi ketergantungan hidup terhadap gadget, ternyata ada potensi emisi jejak karbon yang dihasilkan. Oleh karena itu, penting untuk kita semua menjadi lebih bijak dalam menggunakan gadget. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai bagaimana dampak lingkungan yang dihasilkan dari penggunaan gadget, serta apa cara yang dapat ditempuh untuk menggunakan gadget dengan lebih ramah lingkungan.  Baca Juga: Panduan Memulai Kebiasaan Ramah Lingkungan dalam Keseharian Gadget Sumber Emisi Karbon Penelitian berjudul ‘Journal of Cleaner …

dekarbonisasi1

ESG Trends 2023: Sustainability Efforts in Driving Business

ESG Trends – As the world struggles with climate change, inclusivity, and health problems, ESG has now become more necessary than ever for businesses and investors. The existence of ESG is a big hope to attain a remarkable brand reputation, gain tremendous customer loyalty, and reduce risk while contributing to a more sustainable future.  Read More: ESG Excellence: A Digital Handbook for Monitoring and Enhancing Corporate Sustainability As ESG has gained more popularity, businesses and investors are adopting a more comprehensive strategy by integrating ESG factors into their business plans. For businesses, ESG now is not only a ‘nice-to-have’ factor but essentially become a fundamental point of their decision-making procedures. Let’s take a look back at the ESG trends in 2023 that are shaping today’s business sustainability climate! 1. Increasing focus on ethics and integrity  Consumers, investors, employees, and other stakeholders as a whole, are driving heightened expectations regarding ESG performance. Consumers are increasingly aligning their purchasing decisions with sustainability and ethical considerations. There is also a willingness among consumers to pay a premium for products that are ethically sourced and sustainably produced.  This condition was a motivation for businesses to integrate the ESG factors into their business strategy. Understanding the increasing focus on environmental ethics and ESG integrity will likely shape business strategies that enhance reputation, mitigate risks, attract investment, and foster long-term sustainable growth. 2. Ensuring supply chain security, resilience and transparency  Supply chains pose both operational risks and opportunities for efficiency, innovation, and ESG advancements through this ESG Trends. By enhancing control and transparency within supply chains, businesses can better manage various risks—operational, commercial, and reputational—thus boosting competitiveness and resilience.  Monitoring suppliers’ progress on their ESG journeys presents opportunities to enhance sustainability throughout the supply chain. The aspect of the supply chain was a big matter for the company that cared about ESG back in 2023. 3. Transitioning workforces  The next ESG trends during 2023 is about the workforce. Advanced technologies and digitisation have transformed the way employees work. As part of ESG performance, businesses are expected to demonstrate that they value their personnel and ensure fair treatment and conditions.  In this case, it is important to take into account that businesses need to hold employee upskilling and sustainability programs, they’ll also need to prioritise organisational culture and behaviours. This involves a deep understanding of cultural realities as a fundamental part of ESG in the workforce. 4. Innovative Solution Carbon emission still being a big concern, in 2023 businesses were trying to integrate innovative solutions for decarbonisation. The interest in carbonisation technologies grows in 5 key areas, such as: solar cells, electric vehicle (EVs) battery technology and recycling, energy security, renewable energy growth, and Carbon Capture, Utilisation and Storage (CCUS). Moreover, the carbon pricing mechanism, policies that incentivize businesses to reduce their carbon footprint, is also a solution that is widely considered in business. This can not be denied since carbon pricing creates economic incentives for companies to invest in low-carbon technologies and practices. 5. ESG Investation ESG is also increasingly impacting investment and capital strategies, and that is going to continue to rise in importance in 2023. Investors and their stakeholders now expect transparency of ESG information to measure and compare performance. There is rising investor interest in addressing sustainability challenges across interconnected themes, such as supporting a ‘just transition’ to a low-carbon economy. In this context, there is a robust investor demand for trustworthy data-driven analysis to guide ESG investment choices. Data and technology, including analytical tools, are becoming pivotal in shaping investor decisions. Read More: Memahami ESG Bagi Bisnis: Definisi, Unsur, Manfaat, Dampak, Standar With the emergence of ESG Trends that are still ongoing and will keep growing, business needs to prepare their ESG plan and accountable reports that capture business initiatives for the environment, waste management and carbon emission. Now, everyone can check the emission calculation with Satuplatform as an all-in-one sustainable solution. Get the FREE DEMO, now! /*! elementor – v3.18.0 – 20-12-2023 */ .elementor-heading-title{padding:0;margin:0;line-height:1}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title[class*=elementor-size-]>a{color:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-small{font-size:15px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-medium{font-size:19px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-large{font-size:29px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xl{font-size:39px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xxl{font-size:59px} Similar Article Tren Investasi Berbasis ESG: Apakah Worth It? Investasi adalah instrumen yang penting dalam bisnis. Sebagai salah satu strategi finansial dalam bisnis, biasanya para pihak dalam perusahaan akan sangat detail dan teliti dalam mempertimbahkan jenis investasi apa yang akan dijalankan. Di tengah kondisi perubahan iklim dan ketidakpastian lingkungan, investasi berbasis ESG kini muncul sebagai bentuk ambisi untuk mendorong masa depan lingkungan yang lebih baik. Mari simak, seperti investasi berbasis ESG untuk perusahaan dan apakah investasi tersebut akan menguntungkan bagi para investor? Investasi Berbasis ESG Investasi yang berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) berarti investasi berupa emiten-emiten yang memperhatikan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola. Jenis investasi ESG kini… ESG Trends 2023: Sustainability Efforts in Driving Business As the world struggles with climate change, inclusivity, and health problems, ESG has now become more necessary than ever for businesses and investors. The existence of ESG is a big hope to  attain a remarkable brand reputation, gain tremendous customer loyalty, and reduce risk while contributing to a more sustainable future.  As ESG has gained more popularity, businesses and investors are adopting a more comprehensive strategy by integrating ESG factors into their business plans. For businesses, ESG now is not only a ‘nice-to-have’ factor but essentially become a fundamental point of their decision-making procedures. Let’s take a look back at… Capai Gaya Hidup Ramah Lingkungan Lewat Gadget, Ini Caranya! Gaya Hidup Ramah Lingkungan – Di era digital seperti saat ini, penggunaan gadget telah menjadi bagian esensial di kehidupan sehari-hari. Kini, hampir setiap aktivitas melibatkan penggunaan gadget. Dengan kondisi ketergantungan hidup terhadap gadget, ternyata ada potensi emisi jejak karbon yang dihasilkan. Oleh karena itu, penting untuk kita semua menjadi lebih bijak dalam menggunakan gadget. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai bagaimana dampak lingkungan yang dihasilkan dari penggunaan gadget, serta apa cara yang dapat ditempuh untuk menggunakan gadget dengan lebih ramah lingkungan.  Baca Juga: Panduan Memulai Kebiasaan Ramah Lingkungan dalam Keseharian Gadget Sumber Emisi Karbon Penelitian berjudul ‘Journal of Cleaner Production’,… Technology in Sustainable Business …

Capai Gaya Hidup Ramah Lingkungan Lewat Gadget, Ini Caranya!

Capai Gaya Hidup Ramah Lingkungan Lewat Gadget, Ini Caranya!

Gaya Hidup Ramah Lingkungan – Di era digital seperti saat ini, penggunaan gadget telah menjadi bagian esensial di kehidupan sehari-hari. Kini, hampir setiap aktivitas melibatkan penggunaan gadget. Dengan kondisi ketergantungan hidup terhadap gadget, ternyata ada potensi emisi jejak karbon yang dihasilkan. Oleh karena itu, penting untuk kita semua menjadi lebih bijak dalam menggunakan gadget. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai bagaimana dampak lingkungan yang dihasilkan dari penggunaan gadget, serta apa cara yang dapat ditempuh untuk menggunakan gadget dengan lebih ramah lingkungan.  Baca Juga: Panduan Memulai Kebiasaan Ramah Lingkungan dalam Keseharian Gadget Sumber Emisi Karbon Penelitian berjudul ‘Journal of Cleaner Production’, menguak bahwa terdapat kontribusi dari ICT (Information and Communication Technology) dalam bentuk produk PC, laptop, smarthphone atau tablet terhadap total jejak karbon yang ada di dunia. Dari penelitian tersebut juga diketahui bahwa jejak karbon yang dihasilkan dari gadget diperkirakan akan tumbuh mencapai 14% pada tahun 2040.  Bagian terbesar dari jejak karbon yang dihasilkan oleh gadget adalah berasal dari proses produksinya. Dalam membuat gadget, suatu industri akan memerlukan banyak energi manufaktur seperti untuk penambangan material yttrium, lanthanium, atau material emas pada beberapa gadget tertentu. Sehingga, penggunaan energi untuk memproduksi gadget tersebutlah yang menimbulkan jejak karbon dalam jumlah yang signifikan. Belum lagi, desain dan fungsi ponsel dewasa ini memang dirancang untuk cepat diperbaharui setidaknya 2 tahun sekali, maka masyarakat akan terdorong untuk membeli ponsel baru dan proses produksi yang menghabiskan banyak energi akan lebih sering dilakukan.  Permasalahan Lingkungan dari Gadget Kebanyakan diskursus lingkungan saat ini baru berfokus pada produk generik seperti produk-produk rumah tangga maupun kemasan makanan agar limbah tidak dibuang ke sungai atau menumpuk di landfill. Namun sebetulnya perhatian terhadap produk-produk gadget juga sangat penting karena era digital saat ini sudah terjadi secara masif.  Adapun permasalahan lingkungan yang ditimbulkan dari kemunculan benda modern berupa gadget selain dari jejak karbon yang dihasilkan, adalah dari segi limbah gadget itu sendiri. Belum lagi material penyusun gadget yang beragam dan membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk dapat terurai. Bijak Membeli Gadget Menyadari bahwa gadget juga memiliki dampak terhadap lingkungan, maka sebagai pengguna (user) kita dapat berusaha membangun gaya hidup ramah lingkungan melalui produk gadget tersebut. Cara yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan bijak dalam membeli gadget. Akan lebih baik juga apabila gadget yang dibeli adalah berasal dari brand yang sudah menggunakan material ramah lingkungan. Selain itu, pastikan bahwa nilai guna adalah pertimbangan utama untuk meng-upgrade gadget terbaru. Sebab, setiap habit membeli gadget terlalu sering dapat mendorong laju produksi gadget secara lebih cepat sementara limbah gadget pun belum seluruhnya masuk ke mekanisme daur ulang yang tepat. Optimalisasi Fungsi Perangkat Selain memilih produk gadget dari bahan ramah lingkungan dan mempertimbangkan nilai guna saat hendak meng-upgrade ke gadget yang baru, mengoptimalkan fungsi perangkat juga perlu untuk dipertimbangkan. Bahwasanya, tidak semua brand dan jenis gadget dibekali dengan charger saat baru dibeli, atau aksesoris lainnya seperti wired-earphone atau pun earbuds. Dalam hal ini, tidak perlu memberi perangkat aksesoris baru setiap memiliki gadget baru, jika memang aksesoris tersebut belum terlalu dibutuhkan atau dapat menggunakan aksesoris dari gadget yang lama. Sebab hal tersebut dapat memicu lebih banyak lagi limbah elektronik yang menumpuk di lingkungan.  Daur Ulang Gadget Berikutnya, gaya hidup ramah lingkungan juga dapat diterapkan pada gadget yaitu dengan melakukan daur ulang gadget atau smartphone. Proses pendaur ulangan gadget bisanya dilakukan oleh badan amal ataupun vendor smartphone. Limbah-limbah gadget tersebut pada saat didaur ulang akan dipisahkan sparepart-nya lalu dihancurkan dengan mesin ataupun dileburkan.  Pada akhirnya, untuk menciptakan gaya hidup ramah lingkungan dapat dilakukan melalui banyak cara seperti melalui gadget yang dimiliki. Di samping itu, tidak dapat dipungkiri bahwa para perusahaan gadget juga perlu untuk mengkonsiderasikan pemilihan material yang ramah lingkungan agar tidak menambah gas emisi yang dihasilkan. Untuk perusahaan yang ingin mengkalkulasi emisi untuk dapat memproyeksikan rencana produk ramah lingkungan, saat ini telah hadir Satuplatform sebagai all-in-one solution, coba FREE DEMO nya sekarang! Similar Article CollaborAction Satuplatform dalam Langkah Membumi Festival Satuplatform, platform yang mendukung inisiatif keberlanjutan khususnya pada Carbon & ESG Management, dengan bangga mengumumkan keterlibatannya sebagai Ecopreneur Partner dalam acara Langkah Membumi Festival, yang diselenggarakan oleh Ecoxyztem dan Blibli Tiket Action pada 2-3 November 2024 di Senayan Park, Jakarta. Acara ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan dan menginspirasi tindakan positif untuk bumi melalui berbagai kegiatan, diskusi, dan aksi nyata. Dalam festival yang penuh semangat ini, untuk itu Satuplatform berkomitmen dalam memperkenalkan dan mendukung berbagai produk serta inisiatif ramah lingkungan yang berfokus pada perhitungan reduksi emisi karbon dan arah keberlanjutan. Tak hanya itu, Satuplatform juga mengkampanyekan aksi… 5 Istilah Penting yang Berkaitan dengan Perubahan Iklim Isu terkait perubahan iklim semakin menjadi pembahasan yang ramai diperbincangkan saat ini. Di seluruh dunia, masyarakat lintas generasi mulai menunjukkan ketertarikannya akan informasi tentang perubahan iklim. Hasil survei People’s Climate Vote 2024 menunjukkan bahwa sekitar 87 persen populasi dunia telah menaruh perhatian mereka pada isu ini. Sementara itu, 63 persen pengisi survei sudah mulai mempertimbangkan dampak perubahan iklim terhadap keputusan yang mereka buat. Melalui kondisi ini, bisa digambarkan bahwa perubahan iklim semakin memberikan pengaruhnya terhadap orang-orang di berbagai belahan dunia. Mengganggu mereka dengan beragam cara. Perubahan iklim tidak lagi sebatas konteks khusus bagi beberapa kalangan. Istilah ini perlu diumumkan lebih… Keuntungan Berlangganan Jasa Perhitungan Jejak Karbon bagi Perusahaan di Masa Kini Jejak karbon merupakan sejumlah emisi gas rumah kaca (GRK) yang lepas ke atmosfer dan bersumber dari berbagai kegiatan tertentu. Konsentrasi emisi karbon antropogenik atau yang dihasilkan dari aktivitas manusia adalah sumber yang paling dominan dalam menimbulkan dampak bagi lingkungan. Salah satunya berasal dari sektor industri yang disebut sebagai kontributor utama emisi karbon global.  Menurut laporan emisi CO2 tahun 2022 oleh IEA, emisi karbon dioksida global dari pembakaran energi dan proses industri telah mencapai level tertinggi sepanjang masa, yakni sebesar 36,8 Gt pada 2022. Meskipun produksi emisi karbon dari industri sempat menyusut 5 persen pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19, akan… Pengertian Industri Hijau: Tujuan, Manfaat, dan Contohnya Penerapan industri hijau di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim selayaknya angin segar yang memberikan kesejukan dalam upaya keberlanjutan. Sektor industri sebagai salah satu kontributor utama emisi gas rumah kaca (GRK) global seringkali …