Fenomena Polar Vortex: Apa yang Terjadi saat Suhu Dingin Ekstrim Melanda?
Polar Vortex – Selain peningkatan suhu rata-rata global, masyarakat dunia sepertinya juga perlu waspada terhadap fenomena cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan musim dingin menjadi lebih dingin dari biasanya. Sebab, suhu dingin ekstrem belakangan ini tidak hanya dialami oleh wilayah dengan salju abadi, seperti Antartika dan sekitarnya. Beberapa kota di dunia juga turut dilanda gelombang dingin yang dapat membekukan dan membuat siang hari berlangsung lebih cepat. Salah satunya suhu dingin yang melanda Swedia dan Finlandia. Dilansir dari Deutsche Welle, Institut Meteorologi dan Hidrologi Swedia telah mencatatkan suhu terdingin di musim dinginnya selama dua hari berturut-turut. Pada bulan Maret lalu, tercatat suhu udara di sana anjlok hingga lebih dari minus 40 derajat Celcius. Ini adalah level terendah yang pernah dicatat sejak tahun 1999. Sementara di Finlandia, suhu dingin juga terus turun mencapai minus 30 derajat Celcius. Dialami oleh banyak wilayah di negara tersebut. Kedua kondisi tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat juga mengganggu transportasi setempat, termasuk lalu lintas kendaraan antar negara-negara Nordik. Baca juga artikel lainnya : 5 Kota dengan Musim Dingin Paling Esktrem di Dunia Meskipun bumi mengalami pemanasan global, ilmuwan menyampaikan bahwa musim dingin dengan suhu yang ekstrem tetap mungkin akan terjadi. Dinamika cuaca, atmosfer dan laut yang kompleks merupakan faktor-faktor yang mendukung terjadinya kondisi ini. Gangguan pada polar vortex adalah salah satunya. Apa Itu Fenomena Polar Vortex? Menurut Biro Prakiraan Cuaca Amerika Serikat, Polar Vortex yang berarti “Pusaran Kutub” adalah aliran udara bertekanan rendah yang sangat dingin yang biasanya terkonsentrasi di sekitar kutub. Pusaran ini selalu ada di dekat kutub, namun dapat melemah dan menguat tergantung musim yang terjadi. Polar vortex bergerak berlawanan arah jarum jam, membantu menjaga udara dingin tetap berada di dekat kutub. Akan tetapi, pusarannya terkadang dapat meluas keluar dari area yang seharusnya. Terjadinya pemanasan Arktik yang lebih cepat atau disebut juga “Arctic Amplification” dapat melemahkan polar vortex. Kondisi ini akan menyebabkan udara dingin yang biasanya berada di kutub menyebar ke selatan, membawa cuaca dingin yang ekstrem ke wilayah yang lebih rendah, termasuk Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Baca Juga: Cuaca Panas Landa Sumatera, Apa Penyebabnya? Bagaimana Polar Vortex Mempengaruhi Cuaca? Badan Iklim Amerika Serikat menyebut bahwa polar vortex atau pusaran kutub tidak selalu mempengaruhi cuaca musim dingin di garis lintang tengah. Akan tetapi, jika hal itu terjadi, efeknya bisa ekstrem. Dalam kondisi normal, polar vortex tetap terkurung di sekitar kutub oleh arus udara yang dikenal sebagai jet stream – aliran udara cepat di atmosfer yang memisahkan massa udara hangat dan dingin. Jet stream ini mengelilingi polar vortex dan menjaga udara dingin tetap terkonsentrasi di daerah kutub. Maka ketika jet stream melemah akibat pemanasan global, pola aliran udara menjadi lebih berombak, memungkinkan massa udara dingin dari kutub untuk merambah ke wilayah yang biasanya lebih hangat selama musim dingin. Dari kondisi tersebut, jet stream pun ikut berperan besar dalam cuaca musim dingin yang dialami negara-negara di garis lintang tengah. Kapan Fenomena Polar Vortex Pernah Terjadi? Salah satu contoh terkenal dari pelemahan polar vortex adalah peristiwa pada musim dingin 2013-2014 di Amerika Utara. Pada saat itu, gelombang dingin yang parah melanda sebagian besar wilayah Amerika Serikat, menyebabkan suhu yang sangat rendah dan badai salju yang dahsyat dalam 20 tahun terakhir. Menimbulkan gangguan yang cukup masif dan berdampak bagi masyarakat dan kehidupan sehari-hari. Dilansir dari VOA Indonesia, akibat cuaca yang sangat dingin, sekolah, kantor, hingga bisnis pun terpaksa tutup. Setidaknya 20 orang tewas karena suhu dingin se-Amerika itu. Pakar kesehatan pun menganjurkan orang-orang untuk tidak berada di luar ruangan lebih dari 20 menit untuk menghindari terjadinya frostbite yang membahayakan. Apa Saja Dampak dari Polar Vortex? Pelemahan polar vortex atau pusaran kutub sering dikaitkan dengan cuaca ekstrem. Dalam hal tersebut kondisinya termasuk gelombang dingin yang parah, badai salju, dan suhu yang sangat rendah di wilayah yang biasanya tidak terkena dampak dingin ekstrem. Peristiwa ini juga dapat menyebabkan musim dingin yang lebih panjang dan intens di wilayah tertentu. Meski begitu, polar vortex tidak memiliki dampak yang sama di wilayah lainnya. VOA Indonesia menyampaikan, jika pusaran udara bergerak menyebar ke wilayah di luar kutub, maka udara dingin yang seharusnya tersimpan di sana menjadi semakin terkikis dan habis. Menyebabkan iklim setempat menjadi lebih hangat. /*! elementor – v3.23.0 – 05-08-2024 */ .elementor-heading-title{padding:0;margin:0;line-height:1}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title[class*=elementor-size-]>a{color:inherit;font-size:inherit;line-height:inherit}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-small{font-size:15px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-medium{font-size:19px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-large{font-size:29px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xl{font-size:39px}.elementor-widget-heading .elementor-heading-title.elementor-size-xxl{font-size:59px} Similar Article ESG: Definisi, Implementasi, dan Pentingnya dalam Bisnis Dalam era di mana kesadaran akan keberlanjutan semakin meningkat, istilah ESG (Environmental, Social, Governance) semakin sering kita dengar. Namun, apa sebenarnya ESG itu? Dan mengapa konsep ini begitu penting dalam dunia bisnis saat ini? Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai ESG, mulai dari pengertian dasar hingga penerapannya dalam dunia bisnis. Apa Itu ESG? ESG adalah singkatan dari Environmental, Social, dan Governance. Konsep ini mengacu pada sebuah kerangka kerja yang digunakan untuk mengevaluasi dampak sosial dan lingkungan dari suatu perusahaan. Tidak hanya menjadi tren, namun telah menjadi standar baru dalam dunia bisnis yang menggabungkan profitabilitas dengan keberlanjutan. Environmental (Lingkungan): Meliputi kebijakan… Pengelolaan Limbah Industri: Upaya Mengurangi Emisi Karbon Limbah industri menjadi satu dari sekian jenis limbah yang bisa berupa bahan padat, cair, juga gas. Limbah industri juga mencakup bahan berbahaya dan beracun atau limbah B3. Seluruhnya memerlukan pengelolaan yang tepat dan aman. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia menghasilkan sekitar 81,87 juta ton limbah B3 dari berbagai sektor. Pertambangan, energi, minyak dan gas, industri manufaktur, agroindustri, sampai dengan medis. Berbeda dari limbah rumah tangga, limbah industri punya karakteristik yang cukup berbeda. Pengelolaannya pun perlu dilakukan dengan aman sebab beberapa material bisa membahayakan jika mencemari lingkungan dan terkontaminasi manusia. Apa Saja yang Termasuk Limbah Industri? Limbah… Waste to Energy : Kelebihan dan Kekurangan Mengubah sampah menjadi energi atau dikenal juga dengan Waste to Energy (WtE) merupakan sebuah inovasi dalam pengelolaan sampah untuk menjadikannya lebih bermanfaat. Kita tahu bahwa sampah, limbah, dan segala barang sisa penggunaan dari aktivitas manusia seringkali dianggap sebagai produk ‘habis’ yang tidak lagi dibutuhkan. Dibuang begitu saja, masih jarang dipilah, sampai pada akhirnya saling bercampur di Tempat Pembuangan Akhir sampah. Kondisi ini menjadikan sampah tercemar satu sama lain. Jika kegiatan daur ulang berfungsi untuk mengolah kembali suatu material berharga menjadi produk baru …
Read more “Fenomena Polar Vortex: Apa yang Terjadi saat Suhu Dingin Ekstrim Melanda?”

